Advertisement
Advertisement
Episode 3 Part 1

Song Eun Jae datang menyelamatkan situasi genting di rumah sakit kapal, ia mengatakan bahwa dia akan mengoperasi Woo Jin di RS kapal. Namun Kwak Hyun tidak bisa mengijinkan itu, karena ia tidak tahu siapa Eun Jae sebenarya yang tiba-tiba muncul dan akan mengoperasi pasien.

Eun Jae bilang "Aku baru saja ditugaskan disini. Aku akan bekerja disini mulai sekarang. Aku Song Eun Jae, dokter Ahli Bedah”.

Semua orang disana bertanya-tanya. Kemudian Won Gong menjelaskan kepada yang lain, Eun Jae memang baru direkrut dan akan mulai bekerja 3 hari lagi. Eun Jae menjawab, ia memutuskan untuk datang lebih awal. Semua orang menjawab “tidak”.

Eun Jae bilang "Kemungkinan dia juga mengalami peritonitis (peradangan lapisan tipis didinding bagian dalam perut)." dan ia bertanya dimana ruang operasinya. Eun Jae keluar dan Won Gong menunjukkan kemana arahnya.

Joon Young merasa ada yang salah, Eun Jae bilang akan melakukan operasi? Di RS kapal mereka? Jae Geol menjelaskan, Eun Jae hanya bicara tanpa dipikirkan, begitulah sifat seorang ahli bedah. Tanya Jae Geol kepada Hyun "Apa kamu setuju?".

Hyun menginteruksikan untuk memberi obat antibiotik dan memberikan cairan infus terlebih dahulu. Perawat Pyo mengerti dan mengajak Ah Rim untuk ikut dengannya.

Hyun bicara pada Woo jin, memintanya untuk menahan sebentar lagi. Hyun segera menghubungi penjaga pantai.

Choon Ho mengabarkan kepada Kapten Bang, kalau Dokter Bedah baru akan melakukan Operasi di RS mereka. Kapten Bang sangat kaget dab bilang, bagaimana bisa? Dimana?


Won Gong membawa Eun Jae ke ruang operasi tapi ruangan itu lebih kelihatan seperti gudang, lampu bedahnya pun tidak menyala.

Won Gong bilang, "Ahhhh.. kamu seharusnya mulai bekerja tiga hari lagi. Kami akan memperbaikinya dan membersihkan semuanya sebelum itu.".

Eun Jae memeriksa ruangan itu, tapi tidak menemukan mesin anestesi dan alat hisapnya, ia pun menanyakannya pada Won Gong “apa Kami tidak punya alatnya? Apa sudah rusak? Kami tidak pernah punya. Dia harus menjalani anestesi umum, dan mesinnya tidak ada? Apa ada cara lain? Cara apa? Tidak ada peralatan, ruang operasinya juga kotor, dan alat-alat bedahnya bahkan tidak steril.

"Kita setidaknya masih bisa mensterilkannya. Ada autoclave (alat yang digunakan untuk mensterilkan peralatan dan perlengkapan) dalam ruang pengobatan gigi. Jika kamu memilih mana alat yang dibutuhkan, aku akan mensterilkan mereka dengan cepat. Tunggu. kamu tadi bilang autoclave-nya dimana? Won Goang mengatakan itu ada Di ruang pengobatan gigi.

Hyun kembali menghubungi penjaga pantai dan mereka baru bisa tiba setelah 30 menit. Hyun meminta mereka lebih cepat tapi sepertinya itu tidak bisadan mustahil.

Eun Jae masuk dan memberikan bungkusan untuk Joon Young dan Hyun. Lalu Eun Jae menggendong Woo Jin, ia bilang ia juga butuh seorang perawat.

Kakek menghalangi jalan Eun Jae, dan bertanya apa yang akan Eun jae lakukan? Apa akan mengoperasi cucunya? Eun Jae menjawab ia akan mencoba yang terbaik untuk cucu kamu.

Eun Jae membawa Woo Jin ke ruang perawatan gigi, disana Perawat Pyo dibantu Won Gong menyiapakn alasnya. Hyun masuk dan bertanya apa yang akan Eun Jae lakukan?

Eun Jae tidak menjawabnya, malah bertanya pada Perawat Pyo apa bisa membantunya? Perawat Pyo menjelaskan, ia bekerja di ruang operasi selama 15 tahun sebelum datang ke sini, kecuali untuk operasi urologis (operasi khusus saluran kemih dan reproduksi).

Eun Jae memberikan peralatan yang ia butuhkan pada Perawat Pyo, meminta Perawat Pyo untuk mensterilkannya.  Perawat Pyo menerimakanya dan segera bertindak.

Hyun mendekati Eun Jae dan kembali bertanya apa yang coba Eun Jae lakukan. Eun Jae menjawab kalau ia sedang menyiapkan operasi, seperti yang terlihat.

Hyun bertanya “Apa kau akan mengoperasinya di ruang pengobatan gigi? Dengan menggunakan alat-alat pengobatan gigi?"

Dengan lantang Eun Jae menjawabnya "Ya." Hyun bersikeras menantang apa yang akan dilakukan Eun Jae "Itu tidak masuk akal!" kemudian Hyun menyeret Eun Jae keluar untuk bicara empat mata.


Hyun dengan tegas tidak menyetujui operasi ini. kemudian  Eun Jae menjelaskan, ada kemungkinan Woo Jin menderita peritonitis. Jika mereka membiarkan Woo Jin seperti ini, ia bisa meninggal karena sepsis (komplikasi yang jarang terjadi namun sangat berbahaya dari suatu penyakit).

Hyun bilang “Dia juga bisa meninggal karena dokter yang bertindak sembrono dalam situasi yang berbahaya ini. Penjaga Pantai akan tiba 30 menit lagi. Pasien akan dipindahkan ke rumah sakit yang aman dan operasi di sana.

Eun Jae : Baiklah. Tapi.. Jawab pertanyaanku. Penjaga Pantai memakan waktu 30 menit. Dibutuhkan 2,5 jam untuk sampai ke Geoje. Apa pasien akan bertahan selama tiga jam itu? Bagaimana jika kondisinya memburuk selama diperjalanan? Apa yang bisa kau lakukan selain memberi infus dan antibiotik?

Hyun : Aku tahu ini beresiko. Ini terlalu berisiko?

Hyun menjelaskan kembali, ini sangat berisiko melakukan operasi di rumah sakit kapal yang tidak memiliki alat untuk melakukan operasi, bahkan jika masalah timbul saat diperjalanan, Woo Jin sudah lebih dekat menuju rumah sakit. Kemungkinan menyelamatkannya hanya tergantung dari jarak, tapi bagaimana jika timbul masalah saat operasi di atas kapal? Apa yang akan Eun Jae lakukan nantinya?

Hyun bilang "Ingat ini, Dokter Bedah. Kita tidak bisa memberikan situasi terbaik untuknya. Kita hanya bisa menghindari situasi terburuk."

Perawat Pyo berlari menuju mereka dan memberitahu kalau tekanan darah Woo Jin turun drastis. Mereka panik dan langsung kembali ke ruang pengobatan gigi. Saat itu kakek lemas mendengarnya, dan ia jatuh pingsan.

Eun Jae langsung mengecek suhu tubuh Woo Jin, ternyata sudah naik sampai 39,7°C. Eun Jae tidak bisa membuang waktu lagi, operasinya harus segera dimulai ia meminta Midazolam (obat bius).

Ah Rim mengambilkannya tapi karena ia gugup, jadi tak sengaja menjatuhkannya ke lantai, pecah. Won Gong mengingatkan, bukannya itu milik mereka yang terakhir? (suasana di ruan gigi semakin genting).

Kemudian Hyun mencari lagi dan menemukan satu botol lagi, midazolam 5 ml. Eun Jae tahu apa artinya?

Eun Jae bilang "Anestesi akan bertahan selama 30 menit. Kita mungkin akan kehilangan pasien jika tidak selesai dalam 30 menit." "Kau bisa melakukannya?"

"Bagaimana denganmu? Seperti yang kau katakan, operasi ini sangat berisiko. Selain itu, kita tidak bisa mengandalkan mesin apapun. Operasi akan benar-benar manual. Kau bisa melakukannya? Apa kau bersedia untuk mencoba menyelamatkan pasien bersamaku?"

Hyun hanya diam. Eun Jae membaca reaksinya itu sebagai jawaban iya, ia langsung mengambil midazolam yang Hyun pegang dan menyuntikkannya ke Woo Jin.



Eun Jae meminta tabung oksigen pada Ah Rim, ia akan melakukannya sendiri tapi Hyun menahannya, ia yang akan melakukannya. Ia lalu menyuruh Ah Rim memantau saturasi oksigennya dan tekanan darah pasien. Sementara itu, Won Gong menyalakan penghitung waktu mundur, 30 menit dimulai dari sekarang.

Kakek di bawa ke ruangan Jae Geol, ia bertanya apa yang akan terjadi. Jae Geol menyuruh kakek istirahat saja, dan semuanya akan baik-baik saja. Tapi kakek malah bangun karena khawatir dengan kondisi cucunya.

Eun Jae mulai membedah perut pasien ditemani Hyun dan perawat.

Joon Young dan yang lain cemas menunggu di luar ruang gigi, 7 menit sudah berjalan tapi belum ada pemberitahuan apapun tentang berjalannya operasi.

Kemudian Joon Young berdiri dan berjalan ke atas, Jae Geol mengikutinya. Joon Young bertanya apa yang akan terjadi. Jae Geol memintanya untuk menunggu saja.

Joon Young bilang “Aku mulai takut dengan rumah sakit kapal. Mengobati radang usus buntu bukan masalah besar di Seoul, tapi disini bisa mematikan” dan bertanya Apa dia akan baik-baik saja? Dia tidak akan mati, 'kan?"

Eun Jae, Hyun, Perawat Pyo, dan Ah Rim fokus melakukan operasi. Mereka menjawlankan tugas masing-masing dengan baik. Ada satu orang yang menambah ketegangan di ruang itu, Won Gong, ia merasa khawatir karena mereka menggunakan forceps gigi sebagai alat hisap, ia takut itu berbahaya. Hyun memelototinya dan ia pun langsung diam.

Akhirnya Eun Jae berhasil memotong usus buntu Woo Jin tepat waktu, dan akhirnya operasi pun berhasil, semuanya orang akhirnya bisa bernafas lega dengan operasinya yang berhasil.

Semua orang di luar bersorak gembira setelah mendengar bahwa operasi Woo Jin berhasil dan tidak menyebabkan dampak apapun setelah operasi.


Di dalam masih ada Hyun dan Eun Jae yang memantau keadaan Woo Jin, suhu tubuh Woo Jin sudah membaik. Hyun mengucapkan terimakasih, ia juga minta maaf, ia tidak tahu bahwa Eun Jae sangat berpengalaman.

Eun Jae bilang "Tidak perlu minta maaf. Kau benar. Operasi ini sangat beresiko. Aku tidak akan melakukan operasi lain seperti ini lagi."

Setelah mengantar Woo Jin ke dalam ambulan, Eun Jae kembali ke RS kapal. Sementara itu, rekan-rerekannya sudah bersiap menuju asrama, mereka menawarinya untuk ke sana bersama karena Eun Jae pasti tak tahu tempatnya. Tapi Eun Jae tak menghiraukan mereka dan tetap berjalan ke RS kapal. Hyun menatap punggung Eun Jae, ia tampak memikirkan sesuatu.

Eun Jae menuju ke ruang operasi dan ia tampak kesal, kemudian ia memagang tasnya yang ada di meja.

Dalam perjalanan, Joon Young membicarakan Eun Jae, kengapa dokter wanita mau ke rumah sakit kapal? Jae Geol juga merasakan hal yang sama, mereka di sana karena dinas militer, jadi tidak punya pilihan tapi kengapa seorang wanita mau bekerja di sana?

Hyun tiba-tiba nongol di jok belakang, dan bilang "Mungkin karena aku.". Jae Geol bilang, aku tidak mengerti, apa maksudnya?

Hyun bilang "Aku tidak menyadarinya karena kita sibuk, Tapi sekarang, dia sepertinya sangat familiar."

Jae Geol bilang "Apa kau melakukan sesuatu padanya di klub atau semacamnya?"

Hyun menegaskan "Aku tidak sepertimu.” Kemudian Joon Young menyambung, jika Eun Jae datang untuk balas dendam, hanya ada satu lagi untuk dipotong setelah memotong usus buntu itu. Hyun memukul Joon Young karena bicara ngawur dan tidak masuk akal.

Joon Young bilang “coba ingat dimana kau bertemu dengannya dan kapan?. Namun Hyun bingug dimana dia pernah melihatnya dab bilang  “Entahlah. Besok aku tanya ditempat kerjaku.

Eun Jae mengatakan kepada Won Gong kalau ia ingin berhenti, ia tidak ingin lagi bekerja di rumah sakit kapal. Won Gong tidak mengerti, apa Eun Jae punya tujuan tempat lain? Eun Jae bilang "Dimana saja lebih baik daripada disini."

"kamu diusir dari rumah sakit waktu itu. Apa ada tempat yang mau mempekerjakanmu? kamu tidak boleh pergi. kamu tidak akan pergi, bukan?" "Bagaimana aku bisa disini?" "Dokter." "Tempat ini bahkan tidak punya peralatan medis yang paling dasar. Apa yang bisa aku lakukan di sini?"


Won Gong mengingatkan, Eun Jae bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Radang usus buntu bukanlah masalah besar di kota, tapi mereka disana bisa kehilangan nyawa karena radang usus buntu. Tidak ada perubahan di rumah sakit kapal ini. Satu-satunya perubahan adalah ada ahli bedah bernama Song Eun Jae di rumah sakit kapal hari ini.

Eon Gong bilang "Aku akan melakukan sesuatu. Aku akan melihat anggaran kita untuk memesan peralatan. Tolong, dokter." "Yang terpenting, kita perlu koagulator hisap dan anestesi."

Kemudian Eun Jae kembali ke ruangannya, ia mulai merapikan ruangannya sendirian.