Advertisement
Advertisement
Episode 18 Part 2
All images credit and content copyright: Hunan TV


Di malam hari, Yun Duo sedang mengedit hasil wawancara pribadinya tadi dengan Tang Yibai. Dia terlihat senang setelah melewati hari yang panjang bersama Tang Yibai. Kemudian Bibi Lu datang dan memanggil Yun Duo, Bibi Lu heran kenapa Yun Duo belum tidur, Yun Duo juga berkata hal yang sama. Bibi Lu menghampiri Yun Duo.
Bibi Lu : kenapa kau bekerja sampai selarut ini? Apa kau mau menyiksa tubuhmu?
Yun Duo : aku baik-baik saja dan akan tidur setelah ini.
Tak sengaja Bibi Lu melihat video latihan Tang Yibai dan bertanya “kau mewawancarai Tang Yibai hari ini?”. Yun Duo bilang bahwa dirinya merekam semua sesi latihan Tang Yibai.

Bibi Lu dan Yun Duo duduk di depan laptop untuk kembali melihat rekaman Tang Yibai. Yun Duo menyimpulkan bahwa hanya dengan menonton kegiatan latihan Tang Yibai saja bisa mengatakan betapa kerja kerasnya dia, tapi Tang Yibai sudah terbiasa melakukannya. Yun Duo semakin mengagumi Tang Yibai.
Bibi Lu memperhatikan video latihan Tang Yibai dan heran dengan Yun Duo karena begitu mengagumi Tang Yibai. Bibi Lu pun berkata “apakah ada yang dikagumi? Dia memilih jalan ini. Dia harus tahu kalau ini akan manis atau pahit. Sebagai seorang ibu aku tidak mengerti dia. Anak-anak orang lain menjalani kehidupan mudah di perguruan  tinggi. Hanya dia yang membuat dirinya sangat lelah”.
Bibi Lu meminta Yun Duo untuk melihat bagian latihan Tang Yibai yang sedang memikul beban yang sangat berat. Bibi Lu khawatir kalau Tang Yibai akan sangat kelelahan dengan latihannya. Kemudian Yun Duo meminta Bibi Lu untuk tidak mengkhawatirkan tentang Tang Yibai karena latihannya.
Bibi Lu : melihat bagaimana dia bekerja keras untuk latihan, bagaimana bisa aku tidak khawatir?
Yun Duo : sebelumnya kau mengatakan kepadaku sebagai orangtua. Harapan terbesarmu bukan untuk melihat dia mendapatkan prestasi yang besar. Gantinya kau berharap anakmu bisa menjadi bahagia, kan?
Bibi Lu bilang bahwa apa yang dikatakan Yun Duo itu benar, Bibi Lu juga tidak menginginkan Tang Yibai meneruskan latihannya karena ingin melihat putranya bahagia seperti anak-anak yang seumurannya dan bisa menikmati masa mudanya dengan penuh kebahagiaan.
Bibi Lu : latiahnnya sangat berat dan dia begitu tertekan, bagaimana bisa dia bisa hidup bahagia dengan seperti ini?
Saat dalam video itu menunjukkan Tang Yibai sedang tersenyum, Yun Duo meminta Bibi Lu melihatnay lebih dekat lagi dan bertanya “apakah Bibi Lu benar-benar berpikir kalau Tang Yibai tidak bahagia?”. Setelah itu, Bibi Lu mengagumi semangat Tang Yibai.
Yun Duo : apakah kau menyadari ketika Tang Yibai memakai semua tenaganya pada latihan. Apakah suasana sektarnya berbeda daripada biasanya? Karena saat dia bekerja untuk mengejar mimpinya, dia merasa bahagia dari hatinay yang paling dalam (Bibi Lu mulai terharu)  Bibi Lu, jika kau menginginkan dia bahagia, mungkin kau bisa mencoba tidak menanteng dia untuk berenang. Cobalah mendukung dia melakukan apa yang dia inginkan.
Bibi Lu : aku hamper diyakinkan olehmu. Sebenarnya aku tidak menentang dia untuk berenang , aku hanya tidak ingin dia bekerja sangat keras, karena dia hanya menyiksa dirinya sendiri.
Yun Duo : aku tahu, tapi aku percaya bahwa Tang Yibai benar-benar menginginkan dukunganmu (Bibi Lu terus melihat rekaman Tang Yibai dengan mata berkaca-kaca) bagaimana dengan ini? Lain kali mari menonton pertandingannya dan menyemangati Tang Yibai bersama-sama.
Bibi Lu sangat kaget dan berkata “apa? Aku menonton pertandingannya? Tidak. Aku tidak pergi. Aku tidak pernah menonton pertandingannya. Dengarkan, aku tidak pergi ke pertandingannya dan dia masih menang. Bagaimana jika dia kalah saat aku datang? Dia akan menyalahkanku, aku tida akan pergi”.
Yun Duo : bagaimana bisa begitu? Jika kau pergi, tidak mungkin Tang Yibai akan kalah.
Bibi Lu bersikeras tidak ingin melihat pertandingannya dan meminta Yun Duo untuk berhenti membahas itu. Kemudian Bibi Lu pamit pergi untuk tidur dan meminta Yun Duo untuk tidak begadang terlalu larut. Bibi Lu juga tak lupa mengingatkan Yun Duo akan perawatan kecantikkannya. Yun Duo pun kembali melanjutkan pekerjaannya.

Bibi Lu masuk ke ruang penyimpanan. Disana Bibi Lu mengambil sebuah kotak yang berisi album masa kecil Tang Yibai, Bibi Lu melihat semua foto pertumbuhan Tang Yibai sampai ia dewasa. Disana juga ada foto dan artikel tentang kemenangan berturut-turut Tang Yibai dalam berenang.

DI pagi hari, Lin Zi sedang mengerjakan tugasnya, dia terlihat begitu focus dalam pekerjaan yang sedang di pegang. Kemudian Lin Zi melihat Yun Duo yang begitu semangat menyiapkan laporan wawancaranya kemarin.

Ketika Yun Duo sedang memeriksa pekerjaannya, tiba-tiba Cheng Mei lewat, Yun Duo pun memanggilnya dan menanyakan masalah kemarin dengan direktur. Cheng Mei mengatakan bahwa dia sudah konfirmasi tentang dirinya yang akan mewawancarai Ouyang Heng. Betapa kagetnya saat Yun Duo mendengar Cheng Mei akan mewawancarai Ouyang Heng.
Yun Duo : Ouyang Heng? Aku dengar dia tidak pernah menerima wawancara. Tujuanmu terlalu sulit untuk dicapai.
Cheng Mei : aku harus melakukannya tak peduli akan hal apapun (melihat Lin Zi) jika aku ingin tetap ada disini, aku harus mengambil sebuah tantangan.
Setelah itu, Cheng Mei meminta Yun Duo untuk tidak mengkhawatirkannya dan berpikir kalau Ouyang Heng akan berubah pikiran setelah melihat dirinya. Cheng Mei akan pergi ke utara dan mencoba keberuntungannya. Kemudian Lin Zi menghampiri Cheng Mei.
Lin Zi : Cheng Mei! Bagaimana dengan ini? Biarkan aku pergi denganmu.
Cheng Mei dan Yun Duo sangat kaget ketika mendengar Lin Zi akan menemani Cheng Mei ke utara untuk mewawancarai ouyang.
Yun Duo : kau? Kenapa kau pergi?
Lin Zi : karena aku tertarik untuk mewawancarai Ouyang Heng. (merayu Yun Duo) Guru Sun, kau bisa melakukan wawancara Tang Yibai sendirian kan? Kali ini aku tidak akan mengikutimu.
Yun Duo sepertinya keberatan dan berkata “apakah kau tidak akan membantuku dengan wawancara ekslusif Tang Yibai?”.
Lin Zi : dari awal aku tidak pernah tertarik untuk mewawancarainya. Bahkan dulu karena Tang Yibai, kau marah begitu lama kepadaku. Aku tidak ingin ada pertengkaran lain lagi karena Tang Yibai (Yun Duo memasang mimic wajah kesal) jangan salah menegrti aku. Aku tidak mengatakan ini karena aku ingin mengurangi pekerjaan.
Lin Zi mengatakan kepada Yun Duo bahwa dirinya akan membuat laporan tentang mengikuti wawancara ke utara untuk menemani Cheng Mei. Lin Zi juga menunjukkan penelitian yang dia lakukan untuk Yun Duo. Ketika Yun Duo sedang melihat hasil pebelitiannya, Lin Zi mengajak Cheng Mei untuk segera pegi. Cheng Mei pun pamit untuk pergi.

Setelah mereka pergi, Yun Duo mengelurakan kekesalannya “siapa yang murid disini? Dia sangat sengaja. Kenapa kau dapat memutuskan segalanya? Kenapa kau tidak menjadi Guru Sun?”. Kemudian Yun Duo melanjutkan pekerjaannya.

Cheng Mei dan Lin Zi sedang dalam perjalanan menuju utara. Di dalam mobi, Lin Zi mengatakan kepada Cheng Mei “besok adalah putaran pertama utara pada titik kualifikasi”.
Cheng Mei : oh iya, Ouyang Heng harusnya ada di stadion renang kan? (Lin Zi mengangguk iya).
Cheng Mei kaget saat melihat sesuatu menyala di pintu, Lin Zi mengatakan bahwa itu tandanya ada mobil yang terlalu dekat.

Akhirnya mereka sampai di utara, mereka mulai menaiki kampus utara. Cheng Mei bertanya “bagaimana kita dapat masuk ke stadion renang?”. Lin Zi belum menjawabnya dan malah melihat sekeliling kampus utara.
Cheng Mei : kenapa kau membantuku?
Lin Zi : aku membalas bantuanmu. Jangan lupa bahwa kau janji tidak akan mengatakannya kepada Yun Duo tentang identitasku yang sebenarnya.
Cheng Mei mengangguk iya sambil tersenyum dan berkata “jadi ini semua karena Yun Duo, baiklah karena kau bilang membantuku. Bagaimana aku bisa masuk ke dalam stadion renang untuk mewawancarai Ouyang Heng?”. Dengan tenang Lin Zi mengatakan bahwa Ouyang Heng tidak ada di stadion renang. Cheng Mei sangat kaget dan bertanay “lalu diaman dia?”. Lin Zi tida mengatakan apapun dan hanya tersenyum sambil emlihat sebuah gedung tinggi yang ada di hadapannya.

Ouyang Heng berada di atas gedung. Dia terlihat sedang menenangkan diri dan tidak mau di ganggu oleh siapapun, tapi wajanya terlihat sangat pucat.
Cheng Mei sangat senang bahwa Ouyang Heng benar ada di tempat yang Lin Zi katakana. Lin Zi meminta Cheng Mei untuk menunggunya karena dia kan menemui Ouyang Heng lebih dulu, Cheng Mei pun tidak bisa berbuat apa-apa dan mendengarkan apa yang diperintahka Lin Zi.

Lin Zi menghampiri Ouyang Heng sambil berkata “kau memang disini”. Ouyang Heng bilang “kak Lin Zi”. Lin Zi menyapanya dengan penuh senyuman. Ouyang Heng heran denagn kedatangan Lin Zi dan bertanya “kenapa kau ada disini? Bagaimana kau tahu aku disini?”.
Lin Zi : Xiao Sang yang mengatakan kepadaku.
Di sisi yang berbeda mie berkata kepada dirinya sambil terus memperhatikan kedekatan mereka “Lin Zi dna Ouyang Heng sepertinya sudah saling kenal sejak lama. Bagaimana hubungan mereka?”.
Kembali ke Lin Zi dan Ouyang Heng. Lin Zi mengatakan bahwa xio sang pernah mengatakan kepada dirinya bahwa Ouyang Heng sellau menghilang sebelum pertandingan “jadi tida ada orang yang bisa menemukanmu selain dia”. Mereka terlihat bahagia saat membicarakan xioa sang.
Ouyang Heng : apakah little one sungguh mengatakan itu kepadamu?
Lin Zi mengatakan bahwa xioa sang sangat bagga saat mengatakannya “aku ingat, aku menanyakannya, kenapa dia hanya satu-satunay yang bisa menemukanmu. Tebak apa yang dia bilang… dia bilang bahwa jika aku pergi ke tempat yang dekat dan tinggi dekat stadium pertandingan, aku akan dapat menemukanmu”. Ouyang Heng terdiam.

Kilas bali ditampilkan. DI sore hari. Ouyang Heng sedang memetik jarinya dan menghentakkan kakinya sambil memejamkan mata. Kemudian xioa sang datang dan memanggil Ouyang Heng, Ouyang Heng kaget dan langsung berbalik “si kecil”. Cioa sang mengatakan bahwa dia tahu kalau Ouyang Heng ada disana. Kilas balik berakhir.

Lin Zi mengatakan bahwa dirinya sekarang bekerja di QK.Video dan mempunyai suatu permintaan pada Ouyang Heng, Ouyang Heng bersedia menerima permintaanya.
Lin Zi : aku tahu kau tidak pernah menerima wawancara, tapi melihat bahwa aku orang baru dalam pekerjaanku, berikan aku kesempatan untuk unggul. Jadikan aku pengecualian dan ijinkan aku mewawancaraimu dengan ekslusif.
Ouyang Heng : aku tidak memulia berenang  demi popularitas, jadi aku tidak pernah menerima wawancara, bahkan untukmu. Maaf kak Lin Zi.

Ouyang Heng pergi dari hadapan Lin Zi, Lin Zi berkata “bagaimana jika ini demi  Xiao Sang?” Ouyang Heng langsung berhenti. Lin Zi berbalik dan melanjutkan perkataannya “jika wawancara ini demi  Xiao Sang, akankah kau meneruimanya?”. Ouyang Heng langsung berbalik dan bertanya “apa maksudmu?”.
Lin Zi : karena Tang Yibai kembali berenang di pertanidngan, aku akan menonton setiap pertandingannya. Maka, aku bisa menggambarkannya ssecara detail kepada Xiao Sang.
Ouyang : kak Lin Zi, kenapa kau lakukan ini?
Lin Zi : ini karena aku tahu bahwa tidak peduli masa lalu atau saat ini. Semua yang xiao liat dan pedulikan hanya Tang Yibai (Ouyang Heng mulai kesal mendengar kata Tang Yibai) tapi semakin aku melakukannya, semakin aki tidak puas. Semakin aku tahu bahwa Xiao Sang hanya peduli dengan Tang Yibai semakin buruk kurasakan dalam diirku. Karena aku tahu di dunia Tang Yibai tidak ada Xiao Sang. Bukankah menurutmu di tinggalkan dna dilupakan oleh Tang Yibai tidak layak untuk waktu Xiao Sang?
Ouyang Heng : baiklah aku akan menerima wawancaramu.
Setelah Ouyang Heng setuju, Lin Zi melihat Cheng Mei dan memberi tanda bawa semuanya sukses. Cheng Mei sangat senang bahwa Ouyang Heng bersedia menerima wawancara ekslusif.

Yun Duo duo baru datang ke kantor dengan membawa sarapan. Setelah dia menyimpan sarapannya, Guru Sun memberitahu Yun Duo bahwa Ouyang Heng ada di QK.Video. Yun Duo sangat terkejut mendengar itu.
Guru Sun : sang penguasa utara datang ke QK.Video
Guru Sun juga menunjukkan tanda tangannya. Yun Duo bertanya “Ouyang Heng datang kesini?”.
Guru Sun : iya.
Yun Duo : berarti dia menerima wawancara Cheng Mei.
Guru Sun : iya.
Yun Duo sangat senang bahwa Ouyang Heng menerima wawancara Cheng Mei.

Saat Ouyang Heng turun dari ruang meeting, semua karyawan histeris meneriakinya untuk minta foto dan tanda tangan. Cheng Mei berusaha mengamankan ouyang. Di tengah perjalanan, Ouyang Heng melihat Yun Duo yang sedang asyik bicara dengan Guru Sun.
Ouyang Heng berhenti dan menyapa Yun Duo “kau Yun Duo?”. Dengan gugup Yun Duo berkata “iya”.
Ouyang Heng : sekarang, akhirnya aku tahu kenapa Tang Yibai begitu tertarik padamu (Yun Duo terdiam) dalam beberapa aspek, kau begitu mirip dengan temanku, si kecil. (Lin Zi terlihat kesal dan ingin menghentkan Ouyang Heng).
Yun Duo : siapa itu si kecil?
Ouyang Heng : jika kau benar-benar ingin tahu, kau haruss bertanya langsung kepada Tang Yibai. Aku juga penasaran akan jawabannya.
Setelah itu Ouyang Heng langsung pergi dan Yun Duo terdiam memikirkan perkataannya. Cheng Mei berteriak berterima kasih kepada Ouyang Heng atas kedatangannya. 

Pertandingan kualifikasi 100 meter renang gaya bebas akan segera di mulai, semua peserta sudah memasuki stadium, semua penonton bersorak menyemnangati juarnya masing masing, begitu pula dengan penggemar Ouyang Heng, mereka sangat antusias melihat pertandingan Ouyang Heng.
Peserta mulai melepaskan atributnya dan mengganti dnegan atribut renang mereka. Mereka mulai menaiki posisi masing –masing dan pertandingan pun dimulai.

Ouyang Heng berada di posisi pertama dan tidak memberi kesempatan yang lain untuk mendahuluinya. Kilas balim di tampilkan. Xiao Sang memasangkan syal berwarna merah di leher Ouyang Heng.
Xiao Sang : Ouyang Heng jangan terkena flu.
Setelah Xiao Sang memasangkan syal nya, dia langsung pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Ouyang Heng pun terdiam dan tidak mengatakan apapun juga, dia hanya melihat Xiao Sang yang pergi meninggalkannya.

Ouyang Heng masih memimpin pertandingan, dia berenang dengan sangat indah. Semua penonton berteriak menyemangati Ouyang Heng. Dan akhirnya Ouyang Heng menjadi juara pertama. Ouyang Heng mendarat dengan sangat mengagumkan. Semua penonton bersorak atas kemenangan Ouyang Heng. Ouyang Heng juga terlihat sangat bangga dengan apa yang dia raih.

Yun Duo dan Tang Yibai sedang berjalan di kampus selatan. Dia heran melihat banyak orang berkerumun di depan tv kampus. Mereka pun langsung menghampiri mereka, dan ternyata mereka sedang melihat siaran pertandingan Ouyang Heng, dalam pertandingan tersebut Ouyang Heng juara pertama. 
Mereka kaget saat mendengar bahwa Ouyang Heng membuat rekor baru dalam renang 100 meter gaya bebas, dan rekornya saat ini mengalahkan rekor Tang Yibai sebelumnya dan kembali mendapatkan gelar sang juara. Yun Duo dan Tang Yibai saling memandang.
Qi-Ruifeng kesal dan berteriak-tteriak depan tv “kenapa Ouyang Heng bekerja begitu keras? Dia hanya ingin kembali karena rekornya dipecahkan”. Lingye sedang membaca artikel di ponselnya “saat ini, pasangan terbaik diantara masyarakat wanita secara resmi berubah dari QQ_Tang yang penuh cinta menjadi membenci psangan Heng-Bai”.
Setelah mendengar berita itu Qi-Ruifeng semakin marah dan merebut ponsel Lingye.
Qi-Ruifeng : apa yang mereka tahu? Tang Yibai dan aku adalah pasangan resmi (Tang Yibai dan Yun Duo hanya tersenyum melihat keanehan Qi-Ruifeng)  Ouyang Heng, si amatir itu. Katakana padanya untuk enyah!
Kemudian Qi-Ruifeng menyuruh Yun Duo untuk pulang dan membuat artikel untuk menyerang Ouyang Heng. Yangyang menghentikan Qi-Ruifeng sambil tertawa.

Qi-Ruifeng melihat artikel Ouyang Heng yang menerima wawancara ekslusif QK.Video. Tang Yibai langsung menatap Yun Duo. Semua orang kaget dan langsung membuka ponselnya untuk  melihat berita tersebut.
Yun Duo menjelaskannya dengan tergagap “dia menerima wawancara kami, tapi bukan aku yang mewawancarainya. Jadi aku tidak tahu apa yang dia katakana. Terlebih, jangan membuat lelucon tentang pekerjaanku”.
Perkataan Ouyang Heng dalam wawancara ekslusif “saat ini sudah semakin dekat dengan pertandingan. Dalam piala impian kali ini, aku punya lawan yang benar-benar harus dikalahkan, orang itu adlaah Tang Yibai”. Tang Yibai kaget dan terdiam mendengar perkataan Ouyang Heng.