Advertisement
Advertisement
Episode 18 Part 1
All images credit and content copyright: Hunan TV


Pelatih Wu menegaskan Kepada Yun Duo bawa dirinya tidak ingin Yun Duo mendekati Tang Yibai lagi, dia juga berkata “bahkan kau datang kembali untuk mendekatinya. Kali ini kau melangkah leebih jauh, meminta untuk wawancara pribadi dengan Tang Yibai. Kau sengaja ingin mencari masalah untukku dan Tang Yibai”. Kepala Pelatih Yuan dan tak berkata apapun dan terus memperhatikan percakapan mereka.
Yun Duo : tidak, tidak. Pelatih Wu kurasa kau salah faham. Ini pekerjaanku, aku bukan membuat masalah.
Yun Duo melihat Kepala Pelatih Yuan yang terlihat bingung harus berbuat apa. Disisi lain Pelatih Fei Yu memperhatikan mereka sambil menikamti segelas kopi. Yun Duo mulai memahami situasi dan berkata “baiklah, kuharap kalian bisa memikirkannya lagi, aku pergi dulu” setelah itu Yun Duo pun pamit pergi.

Saat Yun Duo mulai berjalan menuju pintu, Pelatih Fei Yu menghentikannya “tunggu sebentar” Yun Duo pun berbalik lagi. Pelatih Fei Yu mengatakan kepada Kepala Pelatih Kepala Pelatih Yuan “junior, bisakah aku menguatarakan pendapatku soal ini?” Kepala Pelatih Yuan dan Yun Duo kaget dan saling memandang satu sama lain. Kepala Pelatih Yuan pun mengijinkan Pelatih Fei Yu untuk mengungkapkan pendapatnya.
Pelatih Fei Yu : jika benar seperti yang dikatakan nona ini, wawancaramu berfokus pada upaya Tang Yibai dalam latihannya setiap hari dan menampilkan motivasinya terhadap impiannya.
Yun Duo terus menatapnya sambil menangguk-angguk iya, setelah itu Pelatih Fei Yu mengatakan kepada Kepala Pelatih Yuan “runCheng Mei, mungkin wawancara ini dapat membantu Tang Yibai dalam mendapatkan kredibilitas di hadapan para pelatih tim pelatihan elit asia, ini kesempatan bagus.
Yun Duo : Pelatih Fei Yu, aku punya pertanyaan yang ingin kutanyakan.
Pelatih Fei Yu : silahkan.
Yun Duo : jika Tang Yibai benar bergabung dalam pelatihan tim elit asia, apa aku masih bisa mewawancarainya?
Pelatih Fei Yu : tentu saja. Tapi pada saat itu, kau harus pergi ke amerika untuk mewawancarainya.
Yun Duo sangat terkejut “amerika?” Pelatih Fei Yu mengangguk ya. Yun Duo bilang “maksudmu, jika dia bergabung di tim pelatihan elit asia, dia harus pergi ke amerika?”.
Pelatih Fei Yu : benar, begitu dia bergabung, aku akan membawanya ke fasilitas latihan di amerika untuk pelatihan rahasia, setidaknya akan memakan waktu 18 bulan.
Pelatih Wu dan Kepala Pelatih Yuan terlihat sangat gelisah. Yun Duo tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar apa yang dikatakan Pelatih Fei Yu barusan.

Tang Yibai dan Pelatih Wu berjalan ke luar pintu, Tang Yibai penasaran dan bertanya “Pelatih Wu, kenapa kau mencariku?”.
Pelatih Wu : aku memanggilmu kemari karena dua hal, sebenarnya kau ingin bergabung di tim pelatihan elit asia atau tidak?
Tang Yibai : aku masih belum memutuskannya.
Pelatih Wu : apa yang perlu dipertimbangkan? Ini kesempatan yang begitu bagus. Banyak orang yang akan sangat senang ketika mendengarnya. Jika aku menjadi kau, aku akan dengan senang hati menyetujuinya.
Tang Yibai : Pelatih Wu, kau juga ingin aku pergi?
Pelatih Wu : sepanjang hidupku aku telah kalah darinya, baik dalam renang maupun kehidupan cinta. Tapi setalah melihat bagaimana dia membantumu hari ini, aku mau tidak mau harus mengaku kalah.
Tang Yibai : Pelatih Wu!
Pelatih Wu : hari ini dia menggunakan satu lagu dan meningkatkan waktumu sebesar satu setengah detik. Dalam hal ini aku kalah dnegan jujur dan adil. Disampingnya aku seharunya dipanggil pelatih fei “yang berarti gagal”.
Yiabi : Pelatih Wu, jangan bilang begitu. Di dalam hatiku kau selalu menjadi pelatih terbaikku untuk selamanya.
Pelatih Wu : cukup! Bagus juga kau ikut dengan Pelatih Fei Yu. Bagaimanapun juga itu lebih baik daripada ikut dneganku, kau akan punya kesempatan yang lebih besar untuk menjadi perenang tercepat di dunia. Pikirkanlah baik-baik, jangan membuat keputusan yang akan kau sesali nantinya.
Setelah itu Pelatih Wu pergi meninggalkan Tang Yibai, tapi Tang Yibai berteriak dan itu membuat Pelatih Wu berhenti “pasti! Pelatih Wu, kau tadi bilang ingin mengatakan dua hal, lalu apa hal keduanya?”.
Pelatih Wu : hal kedua biar dia yang mengatakannya sendiri.
Pelatih Wu kembali melanjutkan perjalannya, tapi Tang Yibai masih belum paham dengan apa yang dimaksud Pelatih Wu.

Di ruang santai QK-Video Cheng Mei dan Lin Zi sedang melakukan perbincangan yang sangat serius.
Cheng Mei : jika aku tidak salah menebak, kau menyarankan aku pergi  wawancara bersamamu untuk mengawasiku karena takuta ku akan memberitahu identitasmu yang sebenarnya kepada Yun Duo, benarkan?
Lin Zi : kau hanya benar menebak sebagian, aku menyarankan untuk pergi bersamamu. Memang memiliki motif lain, tapi lebih dari pada itu.
Cheng Mei : apa maksudmu?
Sebelum mengatakan maksunya, Lin Zi melihat sekelilingnya dulu dan mulai bicara begitu pelan kepada Cheng Mei “aku ingin membuat kesepakatan denganmu, asalkan kau bisa membantuku menyimpan rahasia ini, dan tidak membiarkan Yun Duo tahu tentang identitasku yang sebenarnya, aku bisa membantumu”.
Cheng Mei : saat ini kau sednag mencoba menyuapku? Baiklah, aku akan menggunakan identitas james lin dan menerima wawancaraku.
Lin Zi tidak menghiraukannya dan malah membiolak balik majalah yang dipegangnya, Cheng Mei kesal dengan tanggapannya dan berkata “aku tahu kau tidak akan pernah bersedia, aku hanya bercanda. Aku tida akan memberitahu Yun Duo tentang masalahmu. Tenanglah, aku ingin kau tetap merasa berhutang kepadaku”.
Lin Zi : sudah, jangan berusaha bersikap kuat.  Dengan situasimu saat ini, kau pasti butuh seseorang untuk membantumu.
Cheng Mei : apa maksudmu?
Lin Zi : jika aku tidak dalah tebak, tadi Direktur Liu memintamu tinggal untuk mengatakan jika berikutnya performamu tidak meningkat, kau tidak bisa lulus dari magangmu. Sungguh aneh, hal yang begitu penting, kenapa kau tidak emngatakan kepada Yun Duo, saat dia bertanya padamu tadi? Bukankah kalian berteman baik? (Cheng Mei tak bisa berkata apa-apa) karena kau sekarang menyadari Direktur Liu semakin lama semakin menyukai Yun Duo, kau takut melukai harga dirimu. Karena itu kau tidak memberitahunya, benar kan?
Cheng Mei : bukan begitu, aku dan Yun Duo telah berteman baik selama bertahun-tahun dan selalu aku yang membantunya, menjaganya dan membantu menyelesaikan maslahnya. Jadi kami telah terbiasa hidup seperti itu. Jadi, aku tidak ingin dia khawatir kepadaku, karena itu aku tidak memberitahunya. Itu bukan berbohong seperti yang kau katakan.
Lin Zi : sudahlah, aku tidak peduli apa yang kau katakan. Selama kau bisa hidup dengan itu, tapi kau jangan khawatir, aku tidak akan membiarkanmu gagal. Aku sudah bilang tujuan satu-satunya aku datnag kesini adalah dimi Yun Duo. Dan kau adalah teman baik Yun Duo, dia bilang hal itu lebih satu kali kepadaku, bahwa harapan terbesarnya adalah lulus magang bersamamu. Harapannya adalah harapanku, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Cheng Mei masih terdiam, dan Lin Zi melanjutkan perkataannya “ini harga sebenarnya yang kugunakan untuk menyuapmu”. Setelah itu Lin Zi dan Cheng Mei saling menatap dengan tatapan yang tajam.

Tang Yibai dan Yun Duo sedang berjalan di samping kampus Universitas Olahraga Selatan, Tang Yibai bertanya “Kepala Pelatih Yuan sungguh membiarkanmu melakukan wawancara pribadi?”
Yun Duo : iya, tapi dia memberiku dua syarat. Yaitu, begitu dia mengetahui bahwa wawancaraku mengganggu latihanmu, atau bila dia tahu aku mengada-ngada dan sembarangan menulis dalam laporan, dia kan langussng menghentikan wawancaranya dan seterusnya tidak akan pernah menerima wawancara dari QK.Video lagi.
Tang Yibai berdiam diri tanpa Yun Duo sadari, akhirnya Yun Duo menyadari jaraknya dengan Tang Yibai, Yun Duo pun menghampirinya dan bertanya “kenapa?”. Tang Yibai terlihsat sangat gelisah.
Tang Yibai : kau juga dengar tentang masalah aku diundang untuk bergabung dengan tim pelatihan elit asia, kan? Semua orang telah memberikan pendapatnya dan kau belum mengatakan apapun tentang itu. Aku menunggu untuk mendengarnya darimu.
Dengan kaku Yun Duo berkata “aku tidak mengatakannya karena aku menunggumu mengatakannya lebih dulu”.
Tang Yibai : aku….
Yun Duo : ini mungin pentakin pekerjaanku (semakin mendekati Tang Yibai) disbanding pendapatku, aku lebih ingin tahu bagaimana perasaanmu.
Tang Yibai bingung untuk mengatakannya “aku….” Yun Duo pun langsung mengambil kameranya dan merekam Tang Yibai sambil mengajukan beberapa pertanyaan.
Yun Duo : Tang Yibai, saat ini kau menghadapi keputusan yang begitu sulit, apakah ada yang ingin kau katakana?
Tang Yibai : kau masih mewawancaraiku disaat yang begini? Kau benar-benar seseorang yang professional.
Yun Duo : jangan anggap ini sebagai kamera atau wawancara. Anggap saja ini sebagai lubang pohon (mengelilingi Tang Yibai sambil merekamnya).
Tang Yibai : lubvang pohon?
Yun Duo : benar, kau bisa mengatakan rahasia appaun kepdanya, dia pasti tidak akan mengatakannya kepada siapapun.

Tang Yibai mengerti dan mulai mengungkapkan perasaannya “sebagai seorang perenang. Bisa bergabung di tem pelatihan elit asia adalah setara dengan berdiri di panggung dunia (Yun Duo kesusahan merekam Tang Yibai karena kurang tinggi, dia sampai jinjit-jinjit) aku akan lebih dekat dengan impianku, tapi aku punay sekelompok rekan tim dan pelatih yang bekerja sama denganku. Ini adalah titik awalku. Kami berjanji untuk menjadi juara bersama-sama, dan membantu Universitas Olahraga Selatan menjadi yang pertama di Negara ini lagi”.
Yun Duo terharu dan mulai berkaca-kaca. Tang Yibai juga berkaca-kaca saat mengeluarkan persaannya “bagaimana aku bisa dengan mudah melanggar janji yang telah dibuat? Yang lebih penting lagi, bergabung dengan tim pelatihan elit asia, berarti aku harus berlatih di luar negeri lebih dari satu tahun. Aku tidak ingin meninggalkan Pelatih Wu dan Kepala Pelatih Yuan. Aku tidak bisa meninggalkan teman-teman baikku, terlebih lagi tidak bisa meninggalkan…..”.
Yun Duo langsung menatapnya dan berhenti merekan perkataan Tang Yibai. Yun Duo bilang “aku mengerti, kau tidak bisa Cheng Meinggalkan bibi lu, paman tang dan erbai (Tang Yibai tersenyum). Tapi aku merasa selama itu impianmu, meskipun kau tidak berada di sisi mereka, mereka akan tetap mendukungmu”.
Tang Yibai : kau juga?
Yun Duo : tentu saja! Aku penggemar nomor satumu. Siapa tahu kelak aku bisa pergi ke luar negeri untuk mewawancaraimu.
Tang Yibai langsung memegang pundak Yun Duo dan berkata “kalau begitu, sekarang jangan anggap dirimu sebagai reporter, dan jangan anggap aku sebagai atlet. Terlebih lagi jangan anggap aku sebagai orang yang kau wawancarai. Katakana jujur padaku. Apakah kau ingin aku meninggalkan segalanya disini dan bergabung dengan tim pelatihan elit asia, atau kau ingin aku tinggal untuk memenuhi janji kita dulu?”.
Yun Duo : aku ingat kau bilang padaku bahwa impianmu adah menjadi perenang putra tercepat di dunia. Jadi, sebaga temanmu, tentu saja kau ingin kau bisa mePelatih Wujudkna impianmu. Jika bergabung di tim pelatihan elit asia dapat mebawamu lebih dekat dengan impianmu, mengapa kau tidak pergi?
Tang Yibai menunjukkan raut wajah sedih kepada Yun Duo. Yub bilang “sudah, jangan terlalu banyak berpikir. Apapun keputusan yang kau buat. Aku akan mendukungmu”. Akhirnya Tang Yibai kembali tersnyum.
Setelah melihat Tang Yibai tersenyum, Yun Duo meminta Tang Yibai untuk segera pergi latihan, karema Yun Duo juga harus mempersiapkan maeri untuk wawancara pribadinya. Mereka pun kembali berjalan. Kemudian Yun Duo bertanya trentang rekaman Tang Yibai berenang saat sma, dan meminta Tang Yibai meminjamkannya, karena dia ingin menambahkan beberpa video renang Tang Yibai saat SMA untuk wawancaranya. Tang Yibai tidak keberatan dan akan meminjamkannya

Di malam hari, Yun Duo sedang membuka rekaman video Tang Yibai saat masih SMA sambil mengoleskan lotion di tangannya. Dalam video tersebut ada Tang Yibai, QI-Ruifeng dan Ouyang Heng, mereka terlihat sangat bahagia dan yang merekam mereka adalah si kecil adiknya Lin Zi.
Di rekaman itu, si kecil lebih sering merekam kegiatan Tang Yibai disbanding Ouyang Heng dan QI-Ruifeng, si kecil itu bilang “Tang Yibai, kau latihan setiap hari, apa kau tidak bosan?”.
Tang Yibai : untuk meraih mimpiku, latihan ini bukan apa-apa.
Si kecil : apa mimpimu?
Tang Yibai : apa perlu aku mengatakannya? Tentu saja untuk menajdi perenang putra tercepat di dunia.
Yun Duo menghentkan video tersebut di foto Tang Yibai yang sedang mengangkat tangannya karena begitu semangatnya untuk meraih impian. Yun Duo bilang “Tang Yibai, semangat!”.

Tang Yibai sedang berlari, dia berlari menuju stadion, di tengah perjalanan dia melihat sudah ada Yun Duo depan stadion, Yun Duo heran dan bertanya “ ka-kau sudah selesai lari?”.
Tang Yibai : iya, kenapa kau datang begitu pagi?
Yun Duo : ini hari pertamaku untuik wawancara pribadimu, tentu saja aku tidak boleh telat.
Tang Yibai : ini baru jam 6, dan ini terlalu awal untuk wawancara.
Yun Duo : ini tidak terlalu awal. Aku harus mencatat latihan dan kehidupan sehari-harimu, jadi aku pergi mengikuti waktumu. Apalagi kau sudah selesai lari, mungkin aku terlambat. Besok aku harus datang lebih awal, sehingga aku bisa mencatat lari mu.
Tang Yibai : kurasa tidak perlu.
Yun Duo : perlu! Ini adalah kehidupan sehari-hari seorang atlet.
Tang Yibai : jujur saja, aku agak ragu, apa ada orang yang benar-benar ingin menonton latihanku?
Yun Duo : tentu saja mereka menginginkannya. Semua orang ingin tahu keseharian perenang berkemampuan tinggi sepertimu, pasti akan menarik dan menyenangkan. Mungkin kita bisa melihat latihan itu seperti yang dilihat di film.
Tang Yibai : jangan terlalu bersemangat tentang itu, aku khawatir akan mengecewakanmu.
Yun Duo : tidak, jangan pedulikan aku, pura-pura saja aku tidak ada dan lanjutkan latihanmu.
Tang Yibai : aku benar-benar bisa mengabaikanmu?
Yun Duo : iya.
Mereka tertawa dan kembali melakukan aktivitasnya masing-masing.

Tang Yibai berbalik dan melihat Yun Duo yang sedang merekamnya, Yun Duo tersenyum dan meminta Tang Yibai untuk melanjutkan latihannya, karena dia akan merekamnya dari kejauhan.

Sekarang Yun Duo merekam latihan Tang Yibai dalam ruangan. Yun Duo berkata dalam hatinya “benar perkataan Tang Yibai. Ternyata kehidupan sehari-hari perenang tidak ada yang menarik , latihan berulang kali dan itu sangat membosankan. Gerakan berulang yang terlihat mirip. Dari otot init yang belum pernah aku dnegar sebelumnya, hanya merekam dia saja sangat membosankan. Aku sungguh heran bagaimana bisa bisa bertahan dengan latihan yang berulang kali ini dan hari tanpa kegirangan ini”.
Yun Duo sampai kewalahan dan mengantuk merekan latihan Tang Yibai sepanjang hari yang tak ada hentinya. 
Yun Duo : setelah beberapa jam merekam, aku menyadari satu hal. Tak peduli seberapa membosankannya lathan, tak peduli seberapa banyak dia harus mengulanginya setiap kali, Tang Yibai berusaha yang terbaik. Pada saat itu hatiku sedikit tersentuh. Aku tak pernah mengira atlet seperti Tang Yibai, kompetisi mereka tak hanya di dalam kolam renang saat mengahadpi lawan mereka untuk ebberapa detik, tetapi juga pada saat mereka latihan.
Yun Duo snagat focus dan teliti dalam pengambilan video latihan Tang Yibai “setiap menit, setiap detik, mendorong melalui rasa sakit otot robek. Ini adalah ketekunan melalui setiap tetes keringat yang akan membuat mereka lebih kuat. Padangan mara mereka mengatakan bahwa mereka pantang menyerah. Setiap geraman untuk memaksa mereka terus berjalan. Mereka berjanji berulang kali pada mimpi mereka. Pada saat ini untuk beberapa alas an, aku sangat mengagumi Tang Yibai, karena aku tahu bahwa setiap momen yang dia alami ssekarang benar-benar berbeda dari apa yang telah kubayangkan. Setiap detik, menit dan detak jantungnya memegang makan yang lebih tinggi karena mimpinya”.
“aku ingin menyemangati dari dasar hatiku untuk Tang Yibai yang seperti ini. Tang Yibai, kau pasti menjadi perenang putra tercepat di dunia, aku percaya padamu”. 
Setelah selesai latihan, Yun Duo memberi Tang Yibai sebotol air putih.

Setelah Tang Yibai berganti pakaian, mereka duduk berhadapan. Yun Duo meminta ijin untuk mengajukan pertanyaan sebagai kesimpulan untuk wawancaranya, Tang Yibai pun menyetujuinya dan Yun Duo langsung menyiapkan kamera dan microfonenya.
Yun Duo : kau hari ini berusia 22th. Banyak orang seusiamu memikirkan tentang bersenang-senang dan bermain ke tempat-tempat yang menarik. Sebaliknya, kau malah menjalani latihan berat setiap hari. Tempat yang kau datangi hanya asramamu, kolam renang dan ruang olahragamu. Tidakkah kau berpikir hidup semacam ini sulit? Apa kau pernah berpikir hal lain selain berenang?
Tang Yibai : tentu saja tidak, karena aku tidka punya waktu untuk disia-siakan.
Yun Duo : tak  ada waktu? (Tang Yibai mengangguk ya) kau 22th, yang kau miliki ssaat ini hanya waktu.
Tang Yibai : itu mungkin benar bagi orang pada umumnya. Tapi bagi perenang, kami tidak punya banyak waktu. Begitu pula untukku, aku tidak bisa menyia-nyiakan sedikitpun waktuku. Sun yang meraih mendali emas nasional  pertamanya di umur 16th. Dia mengikuti olimpiade di usia 18th dan memecahkan rekor dunia di usia 20th
Tang Yibai menyebutkan semua perenang yang sudah mencapai peringkat perenang terbaik di usia mudanya, tapi Tang Yibai merasa dipihak lain karena usianya sudah 22th dan belum mencapai impiannya. Tang Yibai merasa jika dia ingin menjadi perenang putra tercepat di dunia, dia tidak boleh memikirkan hal-hal lain tanpa prestasi yang luar biasa dan dia juga merasa karir renangnya akan berakhir disini.
Yun Duo terlihat gelisah, Tang Yibai meminta Yun Duo untuk tidka khawatir karena itu semua tidak akan merepotkannya.
Tang Yibai : seorang teman baikku pernah mengatakan kepadaku “jika kau tidak menyerah, impianmu akan berada tepat di depan matamu.
Yun Duo kembali tersenyum dan mengatakan bahwa wawancaranya hari ini sudah selesai dan berterima kasih kepada Tang Yibai. Tang Yibai juga berterima kasih kepada Yun Duo.
Setalh itu Tang Yibai memberikan sebuah bingkisan kepada Yun Duo dan membantu Yun Duo membereskan pearalatan wawancaranya. Yun Duo bertanya “apa ini?”
Tang Yibai : kau harus duduk di depan computer sepanjang hari. Matamu pasti sangat lelah. QI-Ruifeng bilang, kalau ini bagus untuk mata, cobalah.
Yun Duo : tidak tidak, kau sudah memberikanku kacamat sebelumnya. Aku tidak bisa lagi menerima hadiah darimu.
Tang Yibai : kacamataku? Bukankau kau mengukir “mimpi” pada kacamata itu dan mengembalikannya kepadaku? Apalagi aku memenangkan kompetisi karena kacamat itu. Ambillah ini sebagai ucapan terima kasihku. Jika kau menolaknya, aku akan marah.
Yun Duo : baiklah. Kalau begitu, terima kasih.
Yun Duo melihat bingkisan itu dan heran melihat tulisannya “aku seorang dewi? Apa QI-Ruifeng juga menggunakan yang ini?”
Tang Yibai : tidak, dia menggunakan model yang berbeda. “dewi” cocok untukmu.
Yun Duo tersenyum dan pamit untuk pergi, dia juga berterima kasih lagi atas pemebriannya.

Saat Yun Duo mulai berjalan, dia tiba-tiba terpeleset dan hamper terjatuh, untuk Tang Yibai siap siaga dan menahannya, sampai-sampai sepatu Yun Duo copot dan terlempar jauh. Setalah Tang Yibai melepaskan pegangannya dari Yun Duo, dia mengambil sepatu Yun Duo dan memnerikannya.
Yun Duo terlihat malu dan menutupi wajahnya dengan microfone. Tang Yibai bertanya “apa kau baik-baik saja?” Yun Duo terdiam dan merasa kalau dirinya baik-baik saja.

Mereka berjalan ke luar kampus, cara berjalan Yun Duo sekarang terlihat pincang, mungkin efek dari terpeleset tadi. Yun Duo mulai kesakitan dan duduk sambil memgang pergelangan kakinya. Tang Yibai khawatir dan bertanya “apa kau baik-baik saja?”.
Yun Duo : aku baik-baik saja. Kupikir aku memutarinya.
Tang Yibai : kau baik-baik saja? Aku akan mengantarmu.
Yun Duo : tida perlu, aku bisa berjalan sendiri. Ini hanya luka ringan dan tidak apa-apa
Yun Duo mulai berjalan dengan kaki pincangnya dan merasa kesakitan, Tang Yibai terus memperhatikannya. Dia mkhawatir dan berlari dan menggendong Yun Duo. Yun Duo malu dan meminta Tang Yibai menurunkannya.
Yun Duo tak henti meminta yibia menurunkannya, karena dia khawatir Tang Yibai akan kelelahan dan tidak bisa latihan denagn baik. Tang Yibai bertanya “apa kau benar-benar tidak ingin aku mengantarkanmu? Jangan bicara. Diam saja dan biarkan aku menggendongmu”.
Yun Duo : baiklah, aku tidak akan bicara, aku pusing! (sambil bercanda).
Tang Yibai : apa kau memperlakukanku seperti kuda?
Yun Duo : aku tidak menyuruhmu berhenti, kenapa kau berhenti?
Saking kegirangannya, Tang Yibai memuta-mutar tubuhnya sambil menggendong Yun Duo. Ternyata di sana ada Lin Zi yang sedang memperhatkkan mereka. Lin Zi terlihat sangat kesal dan cemburu dengan kedekatan mereka.