Advertisement
Advertisement
Episode 17 Part 2

All images credit and content copyright: Hunan TV


Cheng Mei mengingat perkataan LIn Zi saat di ruang ngopi “aku datang kemari untuk membalas budi kepada Yun Duo. Aku menyukainya. Aku tidak hanya ingin menjaganya, aku juga ingin bersamanya”. Cheng Mei tidak fokus dengan rapatnya dan malah memperhatikan LIn Zi dan perkataannya sebelum rapat.
Setelah itu Direktur Liu bertanya kepada Cheng Mei (Cheng Mei bagaimana menurutmu?) Cheng Mei  kaku saat berkata kepada Direktur Liu “aku…” Yun Duo menatap Cheng Mei yang terlihat gelisah.
Cheng Mei : maaf kali ini aku tidak focus.
Direktur Liu : kau tidak terlihat focus dalam pertemuan ini. Di pertemuan berikutnya jika kau masih terganggu, kau tidak perlu dating dalam pertemuan.
Cheng Mei pun mengangguk sambil meminta maaf akan ketidak fokusannya dalam rapat. Setelah itu Direktur Liu bertanya kepada Yun Duo “Yun Duo, bagaimana menurutmu?”.
Yun Duo : untuk proposal khusus Tang YIbai ini, aku ingin membuat sebuah wawancara yang sangat dekat dan pribadi dalam jangka panjang. Berfokus pada Tang YIbai mulai dari sekarang sampai akhir piala mimpi.
Direktur Liu : wawancara yang dekat dan pribadi?
Yun Duo : dalam bentuk documenter pribadi, kami akan merekam kehidupan dan latihan Tang YIbai setiap hari, ini akan membiarkan penonton mengetahui gaya hidup Tang YIbai. Mereka juga dapat melihat seberapa keras seorang atlet seperti Tang YIbai berlatih. Ini akan menyampaikan pesan positif untuk bekerja mencapai mimpi seseorang.
Direktur Liu : ide yang bagus. Tapi Yun Duo, kami sedang mencari wawancara khusus bukan documenter. Walaupun ia sedang sangat terkenal, tidak ada yang bias menjamin seberapa lama ia akan terkenal seperti ini.

Guru Sun : benar-benar. Yun Duo, Direktur Liu benar. tidak peduli bagaimana itu bisa menari perhatian penonton. Kau juga harus melihat masalah pandangan jangka panjang.
Yun Duo : aku mengerti. Tapi aku tidak ingin mengikuti arah dan menempatkan seluruh perhatian pada penca[aian dan gossip terkini dari Tang YIbai, lebih lagi kita bagian dari berita olahraga. Aku ingin para penonton melihat seberapa banyak keringat dan air mata atlet seperti  Tang YIbai harus korbankan sebelum pertandingan.
Sepertinya Direktur Liu mengerti dan mulai setuju dengan apa yang dikatakan Yun Duo. Kemudian LIn Zi mengatakan argumennya “Direktur Liu. Aku juga punya beberapa pendapat mengenai usulan Yun Duo”. Tapi Yun Duo menghentikannya “tungu sebentar, aku belum selesai bicara”. LIn Zi pun terdiam dan menatap Yun Duo.
Yun Duo melanjutkan pembicaraannya kepada Direktur Liu “kau hanya khawatir mengenai dua hal. Pertama: berapa lama popularitas Tang YIbai akan bertahan? Kedua: apakah Tang YIbai sesuai dengan waktu dan uang kita? (Direktur Liu hanya mengangguk-angguk saja)”.

Yun Duo mengatakan bahwa dia mempunyai solusi dari dua kekhawatiran tersebut “kita bisa membuat documenter ini menjadi produk yang lebih cepat. Dalam bentuk acara reality yang prbadi dan akrab. Kita bisa mengunggak video setiap Ming Tiangu. Dengan cara ini kita bisa membagi beban kerja dan biaya. Dan dengan cara ini juga jika pupularitas Tang YIbai menurun, penontonnya juga menurun , kita bisa memberhentikannya kapan saja. Maka masalah yang kau khawatirkan tidak aka nada”.
Guru Sun : ini masuk akal.
Direktur Liu : boleh juga. Usulan itu sangat mungkin. Yun Duo kau sangat bagus dank au meningkat pesat akhir-akhir ini.
Cheng Mei terlihat iri dengan pujian yang Yun Duo dapat. Yun Duo sangat senang mendapat pujian tersebut. Setelah itu, Direktur Liu mengatakan kepada seluruh karyawan yang mengikuti rapat bahwa dia akan menggunaka  ide Yun Duo untuk topic berita kali ini. Setelah rapat selesai, Direktur Liu meminta Cheng Mei untuk tetap diam dan jangan pergi dulu dari ruangannya.
Mereka pun mulai keluar dari ruangan Direktur Liu. Tapi Yun Duo masih duduk dan terrus melihat Cheng Mei. Kemudian LIn Zi meminta Yun Duo untuk segera pergi karena pertemuan sudah berakhir. Yun Duo pun bergegas pergi.

Yun Duo. LIn Zi dan yang lainnya muylai menuruni tangga dan terlihat sangat kelelahan setelah mengikuti rapat tersebut. Di tengah-tengah perjalanan, Yun Duo masih melihat ke atas karena dia khawatir dengan Cheng Mei. LIn Zi melihtanya dan berjalan mendekati Yun Duo. 
LIn Zi : ada apa ? apa kau khawatir dengan Cheng Mei?
Yun Duo : ya, aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Ia terlihat banyak pikiran. Ini pertama kalinya ia tidak memperhatikan dalam pertamuan.
LIn Zi : bukankah ia teman baikmu? Pergi dan tanyakan padanya kalau kau khawatir.
Yun Duo : aku sudha melakukannya, tapi dia megatakan apapun.
LIn Zi : benarkah?
Yun Duo : ini adalah pertama kalianya aku melihat Direktur Liu menasehatinya.
LIn Zi : baiklah, berhenti memikirkannya. Pikirkan saja seperti ini, bahkan jika kalian juga teman, kalian juga bersaing. Kompetisi untuk para karyawan magang sangat ketat, hanya dua dari tiga belas yang akan tetap bertahan disini. Tanpa pesaing seperti Cheng Mei, kau akan punya kesempatan lebih besar untuk menjadi reporter sesungguhnya.
Yun Duo : aku tidak mengerti, Cheng Mei dan aku berjanji bahwa kita akan bekerja keras untuk bisa bertahan dan menjadi reporer senungguhnya bersama-sama.
Setelah Yun Duo berkata seperti itu, LIn Zi tidak bisa mengatakan apa-apa lagi kepada Yun Duo.

Kembali ke ruangan Direktur Liu, disana Direktur Liu meminta Cheng Mei untuk duduk. Cheng Mei pun duduk dan terlihat sangat ketakutan saat berhadapan dengan Direktur Liu.
Direktur Liu : aku percaya, kau tahu kenapa aku menyuruhmu untuk tetap disini.
Cheng Mei : aku tahu, ini karena kinerjaku akhir-akhir ini tidak bisa dibandingkan.
Direktur Liu : ini hanya satu dari beberapa alas an. Alasan lainnya adalah Ming Tiangu lalu perusahaan memutuskan untuk mempekerjakan Li-Hongyan, yang saat ini bekerja di bagian entertainment.
Cheng Mei ingin mengatakan sesuatu tapi Direktur Liu tidak membiarkannya bicara dan melanjutkan aperkataannya “ini berarti bahwa hanya ada satu tempat yang tersisa bagi karyawan magang untuk bisa menjadi karyawan tetap. Dari ketiga kelas karywan magang, aku punya harapan yang sangat besar padamu (Cheng Mei sudah senyum-senyum saja mendengar perkataan Direktur Liu dan merasa masih punya kesempatan)  tapi akhir-akhir ini kau mengecewakanko. Sejujurnya, kalau aku harus memilih sekarang, aku akan memilih Yun Duo daripada kau”.
Cheng Mei : Direktur Liu, aku mengerti. Aku akan bekerja lebih keras untuk mendaparkan kepercayaanmu.
Direktur Liu : bagus. Lanjutkan dengan semangat seperti ini. Jangan kehilangan momen, semoga kau berhasil.
Tapi Cheng Mei masih terlihat gelisah meski Direktur Liu sudah menyemangatinya.

Di stadion Universitas Olahraga Selatan Tang YIbai sedang berlatih dan semua orang memperhatikan renang Tang YIbai. Qi-Ruifeng mengatkan kepada Kepala Pelatih Yuan “pelatih, apa aku melhat yang salah? Mengapa aku merasa Tang YIbai lebih tenang daripada sebelumnya? Dia tidak bergerak cepat, tapi kecepatanhya tidak menurun sama sekali”.
Yun Duoa : tidak hanya itu, dia juga menaikkan kecepatannya tanpa susah payah.
Pelatih Wu, Kepala Pelatih Yuan dan Pelatih Fei Yu kembali memfokuskan diri melihat Tang YIbai. Lingye berkata kepada Qi-Ruifeng “Tang YIbai berenang dengan sangat indah. Sudut percikannya terlihat sangat indah. Aku bahkan tidak bisa merasakannya bernafas. Ia menyatukan dirinya dengan air, dia menjadi seekor ikan”.
Yangyang : ia hampir di titik balik. Dengan kecepatan ini apakah Tang YIbai akan membuat gebrakan?

Kepala Pelatih Yuan tidak mengatakan apapun, dia hanya terseyum dan berjalan menuju Pelatih Fei Yu. Kepala Pelatih Yuan bertanya kepada Pelatih Fei Yu “kakak, apa yang kau lakukan dengan Tang YIbai? Aku tidak pernah melihat Tang YIbai berputar dengan sangat mulus, kau sangat mengesankan”. Pelatih Wu cemberut dan terlihat sangat kesal dengan kedekatan Kepala Pelatih Yuan pada Pelatih Fei Yu.
Pelatih Fei Yu : bukan aku yang mengesankan. Tang YIbai sangat cepat belajar, aku tidak benar-benar memberikan ya ritem yang sesuai.
Kepala Pelatih Yuan : ritme?
Pelatih Fei Yu : benar. Setiap perenang memiliki ritmenya masing-masing. Pribadi Tang YIbai adalah introvert dan stabil, tapi keceparan renangnya sangat berbeda. Aku bisa mengatakan bahwa dia belum menyatu dnegan air. Tang YIbai kurang memiliki ritme yang stabil untuk memimpinnya. Lagu yang baru kutunjukkan padanya adalah sebuah karya Beethoven, composer pertama yang menggunakan metronome dalam menandai karyanya. Itu memberinya pola bernafas. Kalau ritme nafasnya tepat, tidak sulit baginay untuk mendapat waktu gaya bebas 100 meter dibawah 48 detik.
Semuanya memperhatikan perkataan Pelatih Fei Yu.

Pelatih Wu memperhatikan waktu berenang Tang YIbai dan mendekati posisi Tang YIbai. Akhirnya Tang YIbai kembali ke posisinya dan Pelatih Wu mengatakan bahwa waktu yang Tang YIbai tempuh 48.02 detik, Tang YIbai dan yang lain pun terlihat sangat senang dengan pencapaian Tang YIbai.
Pelatih Fei Yu menghampiri Tang YIbai dan bilang “kerja yang baguss, kau pintar. Sedikit penyeseuaian membantumu meningkat sangat banyak. Tidak heran kau adalah bintang masa depan dari lingkaran renang yang aku pilih”. Semuanya tersenyum mendengar perkataan Pelatih Fei Yu terhadap Tang YIbai, tapi berbeda dengan Pelatih Wu, dia masih cemberut karena mungkin dia merasa tidak sebaik Pelatih Fei Yu ketika melatih Tang YIbai.

Cheng Mei baru turun dari ruanngan Direktur Liu dengan muka lesu, Yun Duo langsung memanggilnya dan bertanya “kau baik-baik saja? Apa yang dikatakan Direktur Liu kepadamu? Kenapa kau terlihat sangat buruk?”.
Cheng Mei : aku tidak apa-apa. Direktur Liu hanya ingin bicara tentang pekerjaan, kau jangan khawatir.
Yun Duo : baguslah, aku takut dia akan memarahimu.
Tiba-tiba Guru Sun datang dan meminta Yun Duo untuk menghampirinya, Yun Duo pun langsung menghampiri Guru Sun.
Guru Sun : pUniversitas Olahraga Utaran pertama kualifikasi Universitas Olahraga Utara di piala mimpi akan dimulai. Ini akan menjadi pertandingan pertama penguasa Universitas Olahraga Utara, Ouyang Heng. Kau dan asistenmu pergi  dan persiapakn wawancara sebelum pertandingan (Cheng Mei terus memperhatikan mereka) meskipun Ouyang Heng tidak pernah menerima wawancara, cukup bagus untuk bisa mendapatkan beberapa fotonya.

Ketika Guru Sun pamit dari hadapan mereka, Cheng Mei menghentikannya dan berkata “Guru Sun, baru saja Direktur Liu memberitahu Yun Duo untuk mempersiapkan wawancara ekslusif dengan Tang YIbai, apa kau sudah lupa? Dan sekarang kau meminta Yun Duo untuk mempersiapkan wawancara dengan Universitas Olahraga Utara. Bukankah beban kerjanya agak terlalu berat?”.
Guru Sun : itu benar, betapa menyebalkannya semua ini.
Kemudian LIn Zi menghampiri mereka dan meminta Guru Sun mengirim dirinya dan Cheng Mei untuk mewawancarai Ouyang Heng dari Universitas Olahraga Utara. Semuanya tampak kaget dan Guru Sun berkata “kau?”.
LIn Zi : iya benar. Kalau aku tidak salah, Cheng Mei sudah pernah mewawancarai Universitas Olahraga Utara sebelumnya, dia cukup familiar dengan mereka (sambil terus melihat Cheng Mei tanpa Guru Sun dan Yun Duo sadari) kalau aku pergi dengannya, aku bisa belajar beberapa hal. Benarkan, Cheng Mei?
Dengan tergagap Cheng Mei berkata “baiklah, aku tidak apa-apa dengan itu”. Setelah mendnegar Cheng Mei setuju dengan saran LIn Zi, akhirnya Guru Sun setuju “baiklah, karena kalian berdua sangat termotivasi, diutskan saja seperti itu”.
Kemudian Guru Sun meminta Yun Duo untuk focus kepada Tang YIbai, Yun Duo mengerti dan siap untuk melakukan tugasnya. Yun Duo sangat girang dan berkata kepada Cheng Mei “itu sangat bagus, Cheng Mei kau sungguh saudara yang sangat baik, terima kasih. Kalau aku harus melakukan keduanya, aku tidak yakin sanggup melakukan semuanya”.
Cheng Mei : itu semudah mengangkat jari. Baiklah tidak perlu bicara lagi, mari bekerja keras kembali.
Yun Duo :  semoga berhasil! Baiklah, sebentar lagi aku akan pergi ke Universitas Olahraga Selatan, aku akan menemui Kepala Pelatih Yuan dan Pelatih Wu untuk mengijinkanku mewawancarai Tang YIbai.
Setelah itu, Yun Duo meminta LIn Zi untuk tidak merepotkan Cheng Mei.
LIn Zi : jangan khawatir, pergilah lakukan pekerjaanmu. Janagn merindukanku ketika aku tidak bersamamu.
Yun Duo : merindukan apa?
LIn Zi hanya tersenyum,  sebelum pergi, Yun Duo menyemangati Cheng Mei untuk mewawancarai Ouyang Heng. Setelah Yun Duo pergi dari hadapan mereka, LIn Zi menatap Cheng Mei dengan sangat tajam dan mengedipkan matanya kepada Cheng Mei, dia memberi suatu kode dengan kedipan matanya.

Di Universitas Olahraga Selatan, Tang YIbai, Kepala Pelatih Yuan, Pelatih Wu dan Pelatih Fei Yu sedang diskusi di ruangan Kepala Pelatih Yuan. Pelatih Fei Yu mengatakan bahwa dia ingin Tang YIbai masuk ke tim pelatihan elit asia. Kepala Pelatih Yuan dan Pelatih Wu langsung menatap Tang YIbai dan Tang YIbai pun juga kaget dengan apa yang di dengarnya barusan.
Kepala Pelatih Yuan : senior, bukankah kau bilang bahwa saat itu Qi-Ruifeng lah yang terpilih? Kenapa sekarang Tang YIbai?
Pelatih Fei Yu : Qi-Ruifeng di konfirmasi menjadi kandidat tim pelatihan elit asia yang dipilih oleh tim. Tapi Tang YIbai berbeda, aku sendiri yang ingin memilihmu, kuharap aku bisa bergabung dnegan tim pelatihan elit asia mulai sekarang dan menggunakan hasilmu di akhir masa latihan untuk memenangkan kelompok pelatihan terpercaya, agar kau bisa secara resmi bergabung dengan tim pelatihan elit asia.
Tang YIbai : jadi itu berarti bahwa pelatih lain tidak ingin aku begabung? (Pelatih Fei Yu tidak menjawabnya) aku tidak mengerti tujuanmu melakukan ini. 
Pelatih Fei Yu : Empat tahun yang lalu ada kata-kata di dalam kelompok pelatih. RunCheng Mei, kau ingat kan?
Kepala Pelatih Yuan : aku ingat, itu puisi yang kurang baik “dalam lingkaran renang saat ini ada tiga perenan emas”.
Pelatih Fei Yu ; bakat Tang YIbai adalah satu satunya. Teknik milik Ouyang Heng mempesona. Kepercayaan diri Tang YIbai tidak bisa dikalahkan. Kalian bertiga adalah harapan di lingkaran renang. Dalam hal kelayakan, teknik dan kualifikasi psikologis, kalian bertiga luar biasa dan saling melengkapi.

Yun Duo dan Yangyang sedang berjalan di kampus Universitas Olahraga Selatan, mereka melihat Qi-Ruifeng dan Lingye sedang melakukan sesuatu di depan ruangan Kepala Pelatih Yuan dan bertanya “apa yang sedang kalian lakukan?” Qi-Ruifeng langsung menghampirinya dan bertanya kepada Yun Duo “apa yang sedang kau lakukan disini?”.
Yun Duo : aku datang untuk mencari  Kepala Pelatih Yuan soal wawancara ekslusif Tang YIbai, lalu apa yang kau lakukan disana dengan alat itu?
Qi-Ruifeng: kau tidak pintar? Tidak bisakah kau lihat aku sedang menguping?
Yangyang : kau begitu bangga menguping?
Yun Duo : benar.

 Kembali ke dalam. Pelatih Fei Yu mengatakan kepada Tang YIbai “Tang YIbai, aku tidak bisa hanya melihat bakatmu itu terkubur. Aku ingin memberimu pelatihan yang lebih professional. Aku percaya bahwa dengan performamu, aku bisa lebih baik. Datanglah padaku Tang YIbai”.
Tang YIbai : Pelatih Fei Yu, aku berterima kasih atas ketegasannya….
Kembali ke luar ruangan, Lingye mengatakan kepada mereka bahwa Pelatih Fei Yu ingin mengundang Tang YIbai bergabung ke tim pelatihan elit asia. Setelah mendengar itu Yun Duo dan Yangyang langsung begegas mendekati kaca dan mendengarkan percakapan di dalam untuk lebih jelasnya.

Kembali ke dalam. Pelatih Wu mengatakan kepada Tang YIbai “ini berita bagus. Jika Tang YIbai bisa bergabung dengan tim pelatihan elit asia itu hebatkan, Tang YIbai?” Tang YIbai kaget mendengar dukungan Pelatih Wu. 
Pelatih Fei Yu : usia Tang YIbai jauh lebih tua dari atlet-atlet saat ini yang sedang berlatrih bersama kami. Jika kau bersedia bergabung dengan tim pelatihan elit asia, kuharap kau bisa sepenuhnya berfokus pada latihannya. Tahapan masa depannya bisa sebesar seluruh dunia. Dia harus menghadiri semua pertandingan nasional jika memungkinkan.
Kepala Pelatih Yuan : senior, apa kau bilang Tang YIbai tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan piala impian?
Pelatih Fei Yu : piala impian bernilai tinggi di lingkaran renang kampus cina, karena tidak ada alas an lain selain itu merupakan tahap terakhir.
Sekarang Pelatih Fei Yu bilang kepada Tang YIbai “sekarang aku punya harapan lebih kepadamu. Aku sudah memebrimu tiket masuk yang akan membawamu ke kancah dunia. Aku percaya bahwa kau tahu bagaimana caranya memilih”.

Diluar,mereka masih terus  menguping pembicaraan. Kemudian Tang YIbai meminta izin untuk memikirkannya dulu. Pelatih Fei Yu terdiam dan mulai tersenyum.
Pelatih Fei Yu : tidak usah buru-buru, aku akan tinggal di Universitas Olahraga Selatan untuk  sementara. Katakana padaku ketika kau punya jawabannya, ya?
Tang YIbai mengangguk ya dan berterima kasih kepada Pelatih Fei Yu.

Saat Tang YIbai keluar dari ruangan, mereka masih focus menguping pembicaraan di dalam dan tidak menyadari bahawa ada yang keluar, akhirnya mereka menyadari setelah mendengar suara pintu dan kangusng berbaris depan Tang YIbai sambil terseyum malu. Tang YIbai heran dna bertanya “apa yang sedang kalian lakukan?”.
Qi-Ruifeng : aku hanya lewat.
Lingye bingung mau mengatakan apa dan pamit pergi  dengan alas an punya urusan penting bersama Ming Tian, Qi-Ruifeng tergagap dan tidak tahu harus membela dirinya seperti apa. Tang YIbai tersenyum melihta kekonyolan mereka.
Yangyang : kebetulan sekali
Yun Duo : aku datang untu menemui mereka.
Tang YIbai melihat alat yang dipagang Yun Duo, Yun Duo pun langusng mengembalikannya kepada Qi-Ruifeng dan berkata “ini milik Qi-Ruifeng”.
Qi-Ruifeng : aku…
Tang YIbai tak berkata apa-apa, dia hanya tersenyum memperhatikan mereka.

Di kantin. Qi-Ruifeng, Yangyang, Ming Tian dan Lingye memperhatikan Tang YIbai yang sedang makan dengan sangat lahap, akhirnya Tang YIbai menyadari keanehan mereka dan bertanya “kenapa kalian menatapku?” tanpa berkata apapun , mereka pura-pura melanjutkan makan. Karena merasa tidak nyaman dengan Susana sunyi seperti itu, akhirnya Ming Tian bicara.
Ming Tian : biar kuungkapkan pendapatku. Secara pribadi kuharap tidak peduli apapun yanga terjadi. Kak Tang YIbai harus pergi setelah pertandingan piala impian. Jika kak Tang YIbai pergi, kita bisa kehilangan semua haraopan untuk memenagkan 100 meter untuk gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Juga, kita harus berhenti di estafet 100x4 meter setelah akhirnya kita mempelajari bagaimana bekerja sama.
Tang YIbai hanya diam saja sambil melanjutkan makannnya. Karena kesal tidak ada yang bicara, Ming Tian menyenggol tangan Lingye dan memnujuk ke Tang YIbai.
Lingye : Tang YIbai, sebagia perenang. Aku senang aku bisa bergabung dengan tim pelatihan elit asia. Kau tidak harus memikirkan bagaimana perasaanku saat ini, tapi bisakah kau memikirkan perasaan Ming Tian dan Qi-Ruifeng? Tanpamu tim mita tidak bisa melakukannya.
Ming Tian : benar kak Tang YIbai, bisakah kau masuk ke tim pelatihan elit asia setelah lulus seperti kak feng?
Yangyang : apa menurutmu kau yang bertugas di tim pelatihan elit asia? Dia tidak bisa bergabung kapanpun dia mau. Kehormatan tim kita penting, atpi kita harus memikirkannya dari sudut pandang Tang YIbai. Bergabung dengan tim pelatihan elit asia setara dengan professional. Itu semua impian kita, kan? (mereka terdiam) jika kita menganggap Tang YIbai sebagai teman, kita harus memikirkan masa depannya.
Salah satu dari mereka belum ada yang mengatakan apapun lagi, kemudian Yangyang bilang kepada Qi-Ruifeng “hei Qi-Ruifeng, kau kaptennya, ayo katakana sesuatu”.
Qi-Ruifeng : apa yang harus kukatakan, aku percaya kepada Tang YIbai. Aku tidak punya pendapat apakah dia akan tinggal atau pergi.
Ming Tian : kak feng, bagaimana dengan pertandingan kita?
Qi-Ruifeng marah ssambil berdiri “baiuklah! Berhenti menganggunya” dan meminta Tang YIbai untuk memustuskannya sendiri. Setalh itu Qi-Ruifeng langsung pergi dengan kesal. Lingye berysaha menghentikannya tapi Yangyang meminta mereka untuk membiarkan Qi-Ruifeng pergi.

Setelah Qi-Ruifeng pergi, Ming Tian bergumam “kenapa Qi-Ruifeng tidak mebujuk Tang YIbai?”. Yangyang bilang kepada Ming Tian “apa kau gila? Tidak bisakah kau melihat Qi-Ruifeng tidak mengatapan apa yang ada dipuikirannya? Dia mengatakan kepada Tang YIbai untuk memutuskannya sendiri, tapi dia yang paling tidak menginginkan Tang YIbai pergi”.
Ming Tian mengerti dan mengalihkan pembicaraan kepada Yun Duo “benar. Dimana Yun Duo?” Lingye menghentikannya. Kemudian Ming Tian bertanya keapda Yangyang “bukankah dia bersamamu?”.
Yangyang : Yun Duo hanya bersamaku. Saat ini dia sedang bicara dengan Kepala Pelatih Yuan dan Pelatih Wu soal wawancara yiabi (Tang YIbai melihatnya sambil memikirkan sesuatu) tapi kurasa tidak mungkin. Karena Pelatih Wu tidak pernah suka Yun Duo dekat dengan Tang YIbai. Sekarang Pelatih Fei Yu mengundangnya ke tim pelatihan elit assia. Kurasa dia ingin menghindari semua gangguan terhadap latihannya”.
Tang YIbai terdiam dan merenungi perkataan Yangyang.

Yun Duo mengatakan kepada Kepala Pelatih Yuan bahwa dia ingin melakjukanwawancraa ekslusif denagn Tang YIbai sampai pertandingan piala impian.
Kepala Pelatih Yuan : makssudmu, wawancara pribadi ini hanya sampai piala impian berakhir?
Yun Duo : iya, QK.Video ingin menggunakan metode garis waktu untuk mencatat proses latihan Tang YIbai setiap harinya, dan membantu semua orang memahami betapa sulitnya atlet berlatih sebelum pertandingan. Kami juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberikan pesan positif bagaimana seseorang bekerja  demi mimpinya.
Kepala Pelatih Yuan berkata kepada Pelatih Wu “kau adalah pelatih utama Tang YIbai, bagaimana menurutmu?”.
Pelatih Wu ; pendapatku sederhana. Yiabi berfokus dengan pertandingan piala impian, aku tidak ingin apapun mengganggunya. Jadi, aku mengatakan wawancara ini,….
Yun Duo : Pelatih Wu, jangan memutuskannay secepat itu. Aku jamin wawancara Ini tidak akan mengganggu Tang YIbai.
Pelatih Wu : bagaimana tidak akan berdampak baginya? Aku marah sioal ini. Kau tahu bahwa aku ingin kau menjauh darinya, tapi kau malah disini lagi. Kali ini, kau terang-terangkan menyarankan untuk mengadakan wawancara pribadi, apa kau sengaja membuat masalah untukku dan Tang YIbai?
Yun Duo : tidak, tidak. Pelatih Wu kurasa kau salah faham. Ini pekerjaanku, aku bukan membuat masalah.
Yun Duo melihat Kepala Pelatih Yuan yang terlihat bingung harus berbuat apa. Disisi lain Pelatih Fei Yu memperhatikan mereka sambil menikamti segela kopi. Yun Duo mulai memahami situasi dan berkata “baiklah, kuharap kalian bisa memikirkannya lagi, aku pergi dulu” setelah itu Yun Duo pun pamit pergi.
Saat Yun Duo mulai berjalan menuju pintu, Pelatih Fei Yu menghentikannya “tunggu sebentar” Yun Duo pun berbalik lagi. Pelatih Fei Yu mengatakan kepada Kepala Pelatih Yuan “junior, bisakah aku menguatarakan pendapatku soal ini?” Kepala Pelatih Yuan dan Yun Duo kaget dan saling memandang satu sama lain.