Advertisement
Advertisement
Episode 16 Part 2

All images credit and content copyright: Hunan TV


Tang YIbai dan Yun Duo ada di depan gerbang rumah. Tang YIbai memegang cermin untuk Yun Duo. Yun Duo mengatakan kepada Tang YIbai “apa kau benar-benar berpikir tidak masalah jika berpakaian seperti ini? ini pertama kalinya aku bertemu dengan sepupumu”.
Tang YIbai : ini bagus, baguslah jadi kau tidak memperlihatkan kulitmu seperti ini.
Yun Duo : apa?
Tang YIbai : maksudku. Ini kencan pertama, berpakaian bagus akan membuatmu tidak nyaman. Dengan berpakaian seperti ini akan membuatmu lebih santai.
Sepertinya Yun Duo masih tidak mengerti kenapa harus berpakaian santai seperti ini, tapi Yun Duo tersenyum dan mengangguk-anguk saja kepada Tang YIbai.

Sebuah mobil putih datang, Tang YIbai langsung melambaikan tangannya. Dan itu adalah sepupu Tang YIbai, mereka terpaku saat melihatnya keluar dari mobil. Yun Duo kaget melihat penampilannya karena berpakaian begitu rapi dan formal. Yun Duo langsung melihat Tang YIbai, Tang YIbai pun tersenyum dan memberi tanda bahwa itu tidak akan masalah.

Sepupu Tang YIbai menghampiri mereka. Mereka pun saling menyapa. Dia memperkenalkan dirinya kepada Yun Duo “halo, aku Liang Lingchen”.
Yun Duo : halo, aku Yun Duo.
Linag lingchen : Yun Duo? Namamu terlihat bagus dan cocok denganmu.
Mereka tersneyum, kemudian Liang Lingchen mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Yun Duo, tapi Tang YIbai langsung mendahuluinya dan berkata “sepupu sudah lama sekali, aku kangen padamu” dan merangkulnya.
Kemudian Liang Lingchen mengajak Yun Duo untuk pergi. Setelah mendengar itu, Tang YIbai langsung berjalan menuju mobil, Liang Lingchen heran dan bertanya kepada Tang YIbai “kau ikut juga?” Tang YIbai berbalik.
Tang YIbai : iya, kita berdua sangat sibuk. Kita jarang bertemu. Karena kita dapat kesempatan, mari kita makan bersama hari ini (Liang Lingchen sangat bingung) karena aku dekat dengan Yun Duo, jadi tidak akan ada keheningan canggung diantara kalian.
Liang Lingchen pun setuju dan kembali mengajak Yun Duo untuk segera pergi, mereka pun berjalan menuju mobil.

Laing lingchen membukakan pintu untuk Yun Duo, tapi Tang YIbai yang langsung menerobos masuk dan mengajak mereka untuk segera masuk dan pergi. Mereka terlihat kaku dan bingung. Yun Duo pun mengatakan bahwa dirinya akan duduk di belakang. Liang Lingchen pun membukakan pintu belakang untuk Yun Duo. Dia bingung dengan sikap Tang YIbai yang tidak seperti biasanya. Dan akhirnya dia pun tersenyum melihat kekonyolan Tang YIbai.

Mereka tiba di sebuah restoran. Liang Lingchen meminta Tang YIbai dan Yun Duo untuk mencicipi makanannya karena tempat itu sangat terkenal. Yun Duo terlihat kaku dan berbisik kepada Tang YIbai “bukankah sepupupmu membawa gadis ke tempat santai untuk kencan pertama?”.
Tang YIbai menjawab dengan makanan yang masih penuh di mulutnya “iya, benar”. Yun Duo masih belum yakin dan berkata “lihatlah sekitarmu, siapa yang memakai kaos dan jeans selain kita? Bahkan para pelayan berpakaian lebih rapi dari kita”.
Tang YIbai tertawa kecil dan sambil mengangguk-angguk iya. Yun Duo melihat reaksinya dan bertanya “apa kau mengerjaiku?”. Tang YIbai dengan tegas bahwa diirnya sama sekali tidak mengerjai Yun Duo.
Liang yian akhirnya menyadari bisikan mereka dan bertanya “hei, apa yang kalian berdua bisikan?”. Yun Duo mengatakan tidak ada apa-apa. Dan Tang YIbai hanya tersnyum dan melanjutkan makannya. Liang Lingchen juga meminta Yun Duo untuk segera makan hidangnnya.

Yun Duo mulai mencicipi makanannya, Liang Lingchen melihatnya dan bertanya “bagaimana, apakah ini enak?”. Yun Duo mengatakan bahwa makannya sangat enak.
“makanlah lebih banyak”.
Yun Duo : oh ya, aku dengan kak lingchen seorang dokter?
Laing lingchen : benar, aku llus dari sekolah kedokteran tahun lalu. Sekarang aku bekerja di sebuah rumah sakit ternama.
Yun Duo : oh, kau spesialis apa?
Liang Lingchen : bedah jantung.
Yun Duo : bedah jantung? Aku dnegar itu pekerjaan yang sangat sulit. Semua operasi butuh waktu 7-8 jam.
Liang Lingchen : itu memang agak berat. Namun, itu bukan bagiaan yang paling berat. Bagian paling berat adalah ketika kita bertemu dengan pasien dan keluarganya tidak mengerti kami. Kami tidak bisa melakukan apapun untuk itu.
Yun Duo ; aku mengerti.
Tang YIbai terlihat kesal dengan keakraban mereka yang bahkan itu pertama kali mereka bertemu, Tang YIbai membuat sesuatu dari tissue dan menunjukkannya kepada Yun Duo. Yun Duo terkejut dan bertanya “apa yang kau lakukan?”
Tang YIbai : ini untukmu.
Liang Lingchen melihatnya. Yun Duo bertanya kepada Tang YIbai “apa ini?” Tang YIbai mengatakan bahwa itu seekor kelinci kecil”. Yun Duo tertawa dan Tang YIbai menjelaskan sesuatu yang dianggap itu adalah teilinga dari kelinci yang Tang YIbai buat.
Yun Duo bengong karena dia merasa kalau telinganya tidak sepanjang itu. Tang YIbai tertawa.
Liang Lingchen : itu tidak terlihat seperti seekor kelinci, itu lebih seperti burung bukan?
Mereka pun tertawa, tiba-tiba ponsel Yun Duo berdering dan pamit untuk mengangkat panggilan tersebut.

Setelah Yun Duo pergi untuk mengangkat telponnya, Tang YIbai pun melanjutkan makannya. Liang Lingchen bertanya “bagaimana kabarmu? Apa kamu masih mempersiapkan pertandingan?”. Tang YIbai mengatak dnegan singkat “benar”. Liang Lingchen melihat Yun Duo yang sedang sibuk di telpon dan bertanya kepada Tang YIbai “apa kau punya pacar?”.
Tang YIbai : tidak.
Liang Lingchen : kau tidak punya pacar?
Tang YIbai mengangguk ya. Liang Lingchen mengatakan “bagaimana bisa? Aku dengar Bibi Lu mengatakan banyak gadis yang menyukaimu di sekolah. Begitukah? Seseorang bahkan menyatakan perasaannya padamu di depan Bibi Lu”.
Tang YIbai : jangan dnegarkan dia. Ia hanya ingin melihat dunia dalam masalah.
Liang Lingchen tertawa dan bertanya kemabli “bagaimana denganmu. Apa kau menyukai seseorang?”.
Tang YIbai : seseorang yang aku sukai? Tidak ada. Akhir-akhir ini ada seorang gadis yang terus mucul di hatiku (Liang Lingchen terdiam dan melihat Yun Duo) ia memiliki mata yang bisa bicara. Dia sangat cantik ketika tersenyum. Setiap kali aku merasa lelah dari latihan, aku selalu memberitahu diriku sendiri untuk berlatih lebih keras karena dia. Walaupun aku tidak tahu mengapa aku merasa seperti itu (memadang Yun Duo) menurutku apapun yang terjadi, aku tidak ingin mengecewakannya.
Linag lingchen terseyum dan melihat Tang YIbai terus memperhatikan Yun Duo ketika bicara, sepertinya Liang Lingchen mengerti dengan apa yang diungkapkan Tang YIbai.

Makan malam mereka selesa dan berjalan ke luar. Liang Lingchen meminta Tang YIbai dan Yun Duo untuk menunggu sebentar karena dia akn mengambil mobilnya dulu.
Tang YIbai : tidak perlu, aku akan mengantarnya pulang. Kau masih harus pergi kerja besok. Pulanglah untuk istirahat.
Liang Lingchen : tida apa-apa. Aku akan mengantar kalian pulang dulu.
Yun Duo : tida apa-apa kak Liang Lingchen, kami bisa pulang sendiri.
Tang YIbai : itu benar, terima kasih sudah mentarktir kami, sampai ketemu lain waktu.
Tang YIbai dan Yun Duo langsung pamit pergi.

Liang Lingchen tersenyum melihat tingkah laku Tang YIbai. Kemudian ponselnya beredering dan itu panggilan dari Bibi Lu. Liang Lingchen langsung mengangkatnya.
Bibi Lu : Liang Lingchen, ini aku Bibi Lumu. Bagaimana? Apa kau bersenang-senang? Apakah itu berjalan lancar?.
Liang Lingchen : Bibi Lu jangan khawatir. Semuanya berjalan sesuai yang kau rencanakan.
Bibi Lu : benarkah?
Liang Lingchen :  tentu saja. Bibi Lu, kau tidak perlu khawatir tentang Tang YIbai. Kau hanya membuang-buang waktu untuk mengatur makan malam ini. aku bisa melihat bahwa Tang YIbai sangat menyukai Yun Duo.
Bibi Lu sangat senang “benarkah? Itu bagus.
Liang Lingchen : ketika kita makan, aku bertanya kepada Tang YIbai siapa yang dia sukai. Tebak bagaimana jawabannya.
Bibi Lu hanya tersenyum dan tak mengatakan apapun lagi, dia tidak tahu harus menajwab apa.

Yun Duo dan Tang YIbai sedang berjalan pulang. Tang YIbai mengatakan kepada Yun Duo “aku masih berpikir bahwa caraku berenang tidak cukup baik”.
Yun Duo : tidak. Itu sudah cukup baik. Tang YIbai adalah yang terbaik. Semangat!
Tang YIbai sangat senang melihat Yun Duo yang selalu menyemangatinya. Dia berkata dalm hatinya “setiap kali aku menemui kesulitan dan tekanan, ketika aku mengingat senyumannya dan semangat yang dia berika untukku, karena alasan tertentu. Aku akan merasakan semburan energi di dalam hatiku”. Tang YIbai tak henti memperhatikan senyuman Yun Duo di sepanjang jalan.

Masih di perjalanan, Yun Duo bertanya kepada Tang YIbai “apa kau lelah?” Tang YIbai mengatakan “tidak”. Kemudian Yun Duo menyarankan untuk tidak naik bisa dan berjalan kaki ke rumah dan itu akan mencerna apa yang mereka makan barusan.
Tang YIbai : apa kau yakin?
Yun Duo : ya.
Tang YIbai : baiklah, ayo kita jalan kaki.
Mereka pun melanjutkan perjalannya.

Yun Duo dan Tang YIbai terus berjalan mengikuti arah GPS untuk pulang ke rumahnya. Yun Duo merasa kalau mereka salah jalan karena tidak ada satu orang pun disana, Yun Duo berpikir kalau GPS nya salah dan sedang gangguan.
Tang YIbai : benarkah?
Yun Duo : lihat saja, bahkan tidak ada cahaya di depan sana.
Tang YIbai tersenyum dan berkata “awalnya ada banyak orang disini. Namun karena sesuatu terjadi disini, dan menyebabkan tempat ini menjadi sekarang” Yun Duo memegang tangan Tang YIbai, dia terlihat ketakutan dan bertanya “terus apa yang terjadi?”.
Tang YIbai : kau ingin tahu?
Yun Duo : cepat beritahu.
Tang YIbai : di jalanan ini, terdapat lebih dari 70 rumah tangga, dan 100 orang. Namun di malam yang gelap dan penuh badai. Tiba-tiba (mengagetkan Yun Duo) semua orang itu menghilang.
Yun Duo : lalu apa yang terjadi?
Tang YIbai : apa yang terjadi? Kau ingin tahu?
Yun Duo memaksa Tang YIbai untuk segera memberitahunya. Tang YIbai pun meminta Yun Duo mendekatinya dan akan memberitahunya. Tang YIbai pun berbisik kepada Yun Duo “rumah-rumah itu di gusur dan semua orang pindah” setelah mengatakan itu, Tang YIbai tertawa lepas dan terlihat sangat puas karena berhasil mengerjai Yun Duo. Yiabi memukulnya dan berkata “Tang YIbai, kenapa kau menakutiku? Kau membuatku sangat takut”. Yun Duo pun menangis.
Tang YIbai : kau sangat menggemaskan. Kau bahkan bisa takut karena hal seperti ini.

Tiba-tiba mereka mendengar suara dari rumah kosong dibelakang Yun Duo. Tang YIbai sangat kaget karena melihat seseorang keluar dari rumah itu dan berkata “Yun Duo, ada seseorang di belakangmu”. Sekarang Yun Duo tidak mempercayainya lagi dan berkata “berhenti menakutiku. Apa menurutmu aku ini babi? Aku tidak akan mempercayaimu lagi”.
Orang tersebut semakin mendekati mereka. Tapi Yun Duo masih berkata kepada Tang YIbai “di drama-drama selalu seperti ini. itu hanya seekor kucing yang lewat”. Orang itu mengatakn sesuatu, Yun Duo duo pun mulai mempercayai perkataan Tang YIbai dan kembali ketakutan dan berbalik sedikit demi sedikit untuk melihat asal suara tersebut.
Orang itu meminta mereka untuk membelikannya alkohol. Yun Duo snagat ketakutan dan bersembunyi di balik Tang YIbai. Orang itu terus marah-marah karena mereka masih berdiam diri dan terlihat ketakutan. Mereka berlari setelah orang itu melemparkan botol minumannya. Saat Yun Duo dan Tang YIbai berlari mereka tidak melihat jalannya dengan benar dan membuat mereka terjatuh dan tertimbun tumpukan kardus.

Di dapur, Yun Duo sedang mengobati luka di tangan Tang YIbai, Tang YIbai mengalami luka memar di tangannya dan terlihat sangat kesakitan. Yun Duo sangat khawatir melihat Tang YIbai kesakitan dan bertanya “apa kau sakit?”.
Tang YIbai : tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil (Yun Duo terdiam sambil melihat lukanya) apa yang terjadi?
Mata Yun Duo berkaca-kaca dan berkata “aku tidak tahu”. Tang YIbai bertanya “apa kau takut aku terluka?”. Yun Duo melepaskan pegangannya.
Yun Duo : kedepannya, kau akan menajdi atlet yang membawa nama negara. Kau tidak boleh terluka karena hanya melindungiku.
Tang YIbai : pandanglah mataku dan katakan itu sekali lagi. (Yun Duo melihat matanya) apa kau takut aku terluka? Hanya karena aku mungkin akan menjadi atlet yang membawa nama negara?
Yun Duo menangis dan berkata “bukan hanya itu. Aku hanya tahu bahwa aku tidak bisa kehilanganmu, karena kau adalah .... (Tang YIbai terus menatapnya) kau adalah temanku". Tang YIbai menarik nafasnya dan menghapus air mata di wajah Yun Duo.

Tang YIbai mendekat Yun Duo secara perlahan, tiba-tiba dia melirik arah sampingnya dan malihat ibunya ada disana, Tang YIbai langsung bangkit dan berkata “ibu” Yun Duo langsung menghapus air matanya dan berdiri.

Ibu berlari ke pintu, tapi dia berbalik lagi dan berkata “abaikan saja aku, lanjutkan apa yang sedang kalian lakukan. Aku suka menonton drama romansa. Aku tidak suka jika iklan muncul dalam adegan yang paling intens. Hatiku akan jadi gila”.
Tang YIbai : ibu, karena Yun Duo ketakutan, aku hanya...
Yun Duo : benar, aku menangis dan Tang YIbai menghiburku.
Ibu : aku mengerti, ini hanya perhatian antar teman (Yun Duo mengangguk Ya) kalian lanjutkan saja.
Ibu pergi, tapi ketika Tang YIbai akan mengelus rambut Yun Duo, tiba-tiba ibunya berbalik lagi dan berkata “biar kukatakan satu kali lagi. Kalian terlihat sempurna ketika berdampingan. Cocok sekali, ini sangta cantik. Jika aku tidak memberitahu kalian, kalian tidak akan tahu, silahkan lanjtkan kembali” ibu pergi dan tidak kembali lagi.

Tang YIbai meminta Yun Duo untuk mengabaikan perkataan ibunya, Yun Duo terlihat sangat kaku dan berbalik untuk merapikan kembali P3K-nya, dia bilang “tidak apa-apa, Bibi Lu hanya bercanda”. Tang YIbai pun membantunya. Saat Tang YIbai tak sengaja memegang tangan Yun Duo, mereka terdiam dan ssaling memandang.

Yun Duo mengantar Tang YIbai untuk kembali ke asrama, Tang YIbai meminta Yun Duo untuk kembali ke rumah, tapi Yun Duo bilang bahwa dia akan mengantarnya.
Tang YIbai : tidak perlu, ini sudah malam, aku khawatir dengan keselamatanmu. Aku akan naik kendaraanku sendiri.
Yun Duo : tapi kau terluka.
Tang YIbai : ini hanya luka kecil dan aku tidak apa-apa. Tadi kau begitu ketakutan, masuk dan istirahatlah.
Yun Duo : baik. Istirahatlah ketika kau sampai.
Tang YIbai : baiklah. Selamat malam.
Yun Duo : selamat malam.
Tang YIbai pun berjalan dan Yun Duo masih terus memperhatikan Tang YIbai, saat berjalan Tang YIbai tersenyum dan berbalik kembali melihat Yun Duo. Mereka saling menatap dan berbagi senyuman.

Di selatan, tim putra dan putri sedang latihan bersama Pelatih Wu. Pelatih Wu meminta mereka untuk berlatih dengan benar dan tidak bermalas-malasan. Di dalam latihan, Qi-Ruifeng terus memperhatikan Yangyang. Yangyang melihatnya, tapi dia tidak mempedulikan hal itu.
Zheng Lingye bertanya kepada Qi-Ruifeng “apa kau dan Yangyang masih belum berdamai?”
Qi-Ruifeng : siapa tahu? Aku tidak tahu berapa lama dia akan marah.
Zheng Lingye : itu masuk akal jika dia tidak mau memaafkanmu setalh kata-kata kasar yang kau ucapkan.
Qi-Ruifeng : bagaimana aku kasar? Aku hanya mengatakan beberapa kata karena dia menggunakan gaun. Biasanya dia seperti laki-laki, siapa yang tidak akan ketakutan ketika melihat Yangyang menggunakan gaun?”.
Zheng Lingye bingung dengan perkataan Qi-Ruifeng.

Kepala Pelatih Yuan berjalan dengan sangat anggun dan bahkan dia mengenakan gaun, Kepala Pelatih Yuan berpenampilan sangat feminim dan tidak seperti biasanya. Qi-Ruifeng tak sengaja melihatnya dan sangat terkejut melihat perubahan Kepala Pelatih Yuan.
Qi-Ruifeng : kenapa ini lebih menakutkan dari yang sebelumnya?
Yang lainpun berbalik dan melihat penampilan Kepala Pelatih Yuan, tim putri mengatakan bahwa Kepala Pelatih Yuan terlhat sangat cantik. Pelatih Wu heran dengan penampian Kepala Pelatih Yuan dan berkata “apa runmei salah minum obat? Kenapa dia berpakaian seperti itu?.

Kepala Pelatih Yuan memanggil seseorang dengan penampilan sangat rapi (apa itu pacarnya Kepala Pelatih Yuan?) mereka sangat kagum dengan perubahan Kepala Pelatih Yuan. Kepala Pelatih Yuan berjalan bersama orang itu. Kepala Pelatih Yuan tersneyum dan melihat pria itu sambil berjalan.
Pelatih Wu sangat kesal dan berkata “apa yang dia lakukan disini?”.

Kepala Pelatih Yuan meminta kedua tim untuk berkumpul dan memberi pengumuman kepada mereka “poi kualifikasi babak kedua pertandingan piala impian akan segera datang. Demi meningkatkan kemampuan semua orang, aku secara khusus mengundang Tim Pelatihan Elit Asia. Pelatih Fei Yu. Kita akn menjalani latihan khusus selama dua minggu”.
Kepala Pelatih Yuan meminta mereka untuk tepuk tangan, Qi-Ruifeng berbisik kepada Zheng Lingye tentang Fei Yu. Fei Yu menyapa mereka dan memperkenalkan dirinya “renang merupakan olahraga yang berakhir kapanpun kau berhenti. Mari bekerja sama selama beberapa minggu kedepan untuk meraih ketinggian yang lebih tinggi”. Pelatih Wu masih terlihat sangat kesal.

Fei Yu melihat kecepatan semua anggota tim selatan, Kepala Pelatih Yuan tak henti melihatnya meski Fei Yu sedang sibuk menilai.
Zheng Lingye bertanya kepada Qi-Ruifeng “apa hebatnya pelatih Fei Yu? Apa itu benar-benar mengesankan untuk menajdi pelatih kepala tim pelatihan elit asia? Jiak Kepala Pelatih Yuan tidak menyerahkan posisinya dulu, dia mungkin kepala pelatihnya sekarang”.
Tang YIbai memperhatikan Pelatih Wu yang terlihat kesal sejak melihat pelatih Fei Yu. Qi-Ruifeng mengatakan kepada Zheng Lingye “Zheng Lingye, apa kau bodoh atau berpura-pura? Pelatih fei bukan hanya terkenal karena dia alah kepala pelatih di tim pelatihan elit asia. Dia juga memiliki kemampuan spesial. Benar kan Yangyang?”.
Yangyang : jangan menyentuhku.
Pelatih Wu : pelatih Fei Yu apa? Ini hanya membuang-buang waktu. Penunjuk emas? Dia selalu mengkritik siswa yang menginvestasikan begitu banyak usaha. Dengan bebarapa kata dia yang mendapatkan pujiannya! Memalukan!