Advertisement
Advertisement
Episode 12 Part 1

All images credit and content copyright: Hunan TV


Pelatih Wu memberikan ponsel Tang Yibai karena ibunya menelpon. Tang Yibai bertanya kepada ibunya “halo ibu, apa ada yang mendesak?”.
Ibu : begini, beberapa hari ini aku memperhatikan penyewa baru. Gadis itu semakin ibu perhatikan semakin terlihat cocok untukmu, ibu ingin memperkenalkan kalian berdua.
Tang Yibai sepertinya tidak ingin menghadiri pertemuan dengan penyewa tersebut, dia pun pamit untuk menutup telponnya dengan alasan lelah karena baru selesai latihan dan akan kembali ke asrama, Tang Yibai juga memberitahu ibunya bahwa dia akan menelponnya kembali setiba di asrama. Qi-Ruifeng hanya senyum-senyum saja melihat percakapan Tang Yibai dan ibunya.
Setelah itu, Tang Yibai langsung memberikan ponselnya kepada Pelatih Wu, Pelatih Wu bertanya “apa yang terjadi?”. Tang Yibai bingung harus mengatakan apa kepada Pelatih Wu.

Ponsel Qi-Ruifeng berdering, Qi-Ruifeng langsung mengangkatnya dan ternyata itu panggilan dari Bibi Lu, Bibi Lu bertanya “apakah anakku yang tidak berbakti ada disampingmu?” Qi-Ruifeng mengatakan bahwa Tang Yibai benar ada disampingnya.
Kemudian Bibi Lu meminta Qi-Ruifeng untuk mengaktifkan speakernya karena ada sesuatu yang ingin Bibi Lu bicarakan kepada Tang Yibai. Qi-Ruifeng pun mengaktifkan speakernya.
Ibu : Tang Yibai, kau ini Tidak punya perasaan, sekarang kau bisa menutup telpon sesukamu, ya? Aku ingin memperkenalkan gadis baik padamu. Dia sangat menyenangkan, pekerja keras dan pintar memasak, saat ini sangat sulit mencari gadis seperti dia, kau mengerti tidak?
Tang Yibai : ibu, jangan bicara lagi.
Tang Yibai meminta Qi-Ruifeng untuk memberikan posselnya, tapi Qi-Ruifeng tidak memberikannya karena Bibi Lu menyuruhnya untuk tidak memberikan ponselnya kepada Tang Yibai karena Tang Yibai akan menutup telponnya lagi. Qi-Ruifeng mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan Tang Yibai mengambil ponselnya dan meminta Bibi Lu untuk tidak khawatir.
Bibi Lu : Tang Yibai, bisakah kau pulang untuk menemani ibu makan malam? (Tang Yibai terlihat gelisah dan melirik Pelatih Wu) hanya makan malam. Saat makan malam aku akan memperkenalkan gadis itu padamu.
Tang Yibai : bu, jangan main-main, besok aku ada latihan, jadi aku Tidak bisa pergi.
Ibu : kuberitahu kau ya, Tang Yibai. Jangan menggunakan latihan sebagai alasan padaku. Suda berapa kali kau menggunakan alasan itu padaku?
Tang Yibai : Pelatih Wu ada disampingku, jika Tidak percaya, tanyakan sendiri kepadanya (Qi-Ruifeng menedekatkan ponselnya kepada Pelatih Wu, Pelatih Wu sangat kebingungan karena masuk dalam urusan keluarga Tang Yibai) Pelatih Wu, bukankah besok malam aku punya latihan yang sangat penting?
Pelatih Wu sangat kesal dengan apa yang dikatakan Pelatih Wu kepada ibunya. Akhirnya Pelatih Wu pun bicara dengan ibu Tang Yibai “ibu tang, itu benar. Kompetisi sudah dekat, jadi seluruh Tim renang latihan sangat keras dan harus mempersiapkan diri mereka”. Dengan lembut ibu Tang Yibai bilang.
Ibu : apakah itu benar, Pelatih Wu? Kau telah berhasil merebut putraku satu-satunya dariku. 365 hari dalam setahun. Aku hampir tidak pernah melihtanya, kau tahu itu kan? Saat ini aku hanya ingin dia pulang makan malam untuk menemani ibunya. Itupun tidak bisa, apa kau tidak keterlaluan kepada seorang ibu? Kuberitahu kau ya, jika kau tidak menolongku dalam hal ini dan membuatku kehilangan calon mantu yang bagus ini, aku pasti akan membuat perhitungan denganmu, percayalah aku tidak akan melepaskanmu.
Pelatih Wu bingun dan melihat Tang Yibai terus menerus, tapi Qi-Ruifeng malah terlihat senang dan senyum-senyum sendiri. Dengan kaku Pelatih Wu berkata kepada ibu yiba “aku tahu ibu tang, aku akan mengirim Tang Yibai dengan segera, setelah latihan besok malam selesai”.
Tang Yibai kecewa dengan keputusan Pelatih Wu, Pelatih Wu memminta Tang Yibai untuk pergi besok malam, Tang Yibai menegasakan bahwa dirinya tidak akan pergi bagaiamanapun kondisinya. Tang Yibai dan Pelatih Wu pergi dengan berlawanan arah, tapi Qi-Ruifeng terlihat sangat senang melihat semua ini.


Kepala Pelatih Yuan sedang sibuk melakukan pekerjaannya, tiba-tiba Chen Ziqiang ada di depan pintu ruangannya, dia melihat Kepala Pelatih Yuan dari pintu. Kemudian Chen Ziqiang mengetuk pintu dan Kepala Pelatih Yuan pun melihatnya, Kepala Pelatih Yuan meminta Chen Ziqiang untuk masuk. Chen Ziqiang meminta waktu Kepala Pelatih Yuan sebentar karena ada yang ingin dia bicarakan.

Yun Duo terlihat begitu gelisah, dia sudah berganti-ganti posisi karena merasa ada sesuatu yang janggal. Dia mengingat perkataan Bibi Lu “aku berharap suatu hari nanti, dia bisa menaruh seorang gadis di dalam hatinya, agar dia tahu bagaimana rasanya mencintai dan peduli pada seseorang”.
Yun Duo berpikir “siapa yang ada didalam hatiku?” kemudian Yun Duo mengingat saat dia tenggelam di dalam kolam, dia ingat ada seseorang yang menolongnya. Yun Duo berpikir dalam kebingungannya “apakah pangeran duYun Duog? Tapi aku bahkan Tidak tahu bagaimana rupanya dan siapa namanya. Apa yang seperti ini masih bisa dianggap tersimpan di dalam hati?”.

Kemudian Yun Duo melihat kacamata renang pemberian Tang Yibai, dia mengambilnya dan mengingat saat Tang Yibai memberikan kacamata itu, bahkan Tang Yibai sendiri yang mengalungkannnya, waktu itu Tang Yibai bilang “ini kuberikan untukmu sebagai jimat untuk melindungimu agar tidak jatuh kedalam kolam renang lagi”.
Yun Duo berpikir “lalu bagaimana dengan Tang Yibai?”. Lalu Yun Duo mencoba menggunakan kacamat renang tersebut, dia merasa terganggu dengan tulisan yang ada di lensanya. Dia ingat saat Qi-Ruifeng memberikan tanda tangannya di kacamata tersebut. Saat itu Qi-Ruifeng memaksa memberikan tanda tangannya, meskipun Yun Duo mencoba menghentikannya.
Yun Duo : Qi-Ruifeng, kenapa kau selalu muncul? Apa hubungannya denganmu? Kenapa dia menandatanganinya? Ini semua karena tanda tanganmu.
Yun Duo berusaha menghapus tanda tangan Qi-Ruifeng, tapi itu tidak berhasil, Yun Duo sudah mencoba berbagai macam cara tapi tetap tidak bisa menghapus tanda tangan Qi-Ruifeng.

Di Aeon Mall, Yun Duo datang ke sebuah toko peralatan renang, Yun Duo meminta petugas disana untuk menghapus tanda tangan di lensa kacamatanya. Petugas disana melihat-lihat tanda tangan tersebut dan bertanya “ini tanda tangan siapa?”
Yun Duo : tanda tangan Qi-Ruifeng.
Petugas : kalau bagitu sebaiknya jangan dihapus. Kacamata renang yang ada tanda tangannya bisa dijual sangat mahal. Bagaimana jika aku menukarnya dengan kacamata baru yang ada di tokoku?
Yun Duo : tidak bisa, ini hadiah dari temanku dan ini sangat penting bagiku. Aku tidak ingin diatasnya ada nama orang lain.
Petugas : baiklah, tapi ini kelihatannya menggunakan spidol permanen. Aku khawatir ini Tidak bisa dihapus.
Yun Duo mengambilnya dan melihat kembali tulisan tersebut, Yangyang sedang berjalan dan tidak sengaja melihat Yun Duo dan memanggil Yun Duo dari pintu.

Yangyang menghampiri Yun Duo, Yangyang mengatakan bahwa dirinya datang untuk berbelanja dan bertanya kepada Yun Duo “sedang apa kau disini?”
Yun Duo : tidak, aku punya sedikit masalah dengan kacamata renang ini dan ingin meminta bantuan kepada petugas toko untuk menghilangkannya.
Yangyang : kacamata renang apa?
Yun Duo : ini kacamata renang pemberian Tang Yibai padaku.
Yangyang : dari Tang Yibai, boleh aku lihat?
Yangyang melihat kacamatanya dan bertanya “kenapa ada tanda tangan Qi-Ruifeng di atasnya?”
Yun Duo meminta Yangyang untuk tidak menyebutkan nama Qi-Ruifeng karena sudah jelas bahwa kacamata renang itu pemberian Tang Yibai, tapi Qi-Ruifeng dengan angkuh menandatanganinya. Yangyang tersenyum dan mengatakan “ini hal yang memang biasa dia lakukan”.
Yun Duo : aku sudah mencoba banyak cara, tapi tetap tidak berhasil menghapussnya, karena itu aku datang kesini untuk minta bantuan.
Petugas :  aku rasa ini Tidak bisa dihapus lagi, tapi aku bisa mencari cara untuk menganti lensanya.
Yun Duo : bisa mengganti lensanya?
Petugas : iya, jika kau mau, toko kami juga menawarkan ukiran di lensanya. Lalu kami bisa mengukir huruf yang kau inginkan di lensanya.
Yangyang : kau bisa manruh ukiran di kensanya? Keren sekali. Bagaimana Yun Duo, apa kau mau menggantinya?
Yun Duo : tentu, aku ingin menggantinya.
Petugas : lalu, apa yang akan aku ukir diatasnya?
Yun Duo tersenyum dan memikirkan huruf apa yang akan dia taruh di lensa barunya.

Qi-Ruifeng bertanya kepada Tang Yibai “Tang Yibai, kau sungguh Tidak mau pulang malam ini? siapa tahu gadis yang diperkenalkan ibu adalah gadis yang kamu sukai” Tang Yibai meminta Qi-Ruifeng untuk Tidak membicarakan hal itu lagi, meskpiun dia mati hari ini juga Tang Yibai tidak akan pergi.
Qi-Ruifeng : baiklah, karena kau bicara begitu, aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi aku baru saja mengetahui satu hal yang membuatku merasa di dunia ini begitu banyak kebetulan. Tak lama setelah ibumu menelpon ingin memperkenalkanmu kepada seorang gadis, pemilik rumah Yun Duo menelponku. Katanya bila Yun Duo masih sendiri, dia akan memperkenalkan seorang pria padanya, dan sama waktunya malam ini juga.
Tang Yibai sangat kaget dan bertanya “apa kau tahu seperti apa pria yang akan diperkenalkan kepadanya?”
Qi-Ruifeng: siapa lagi? Ya tentu saja anak lelakinya sendiri.
Tang Yibai : anak lelakinya?
Qi-Ruifeng: ya, orang yang kuceritakan padamu sebelumnya, yang peduli pada perempuan daripada temannya dan ibunya sendiri.
Tang Yibai terlihat sangat kesal.

Yun Duo dan Yangyang baru keluar dari toko perlengkapan renang, Yangyang bertanya kepada Yun Duo “Yun Duo, karakter apa yang aku gambar tadi?” Yun Duo terlihat sangat malu dan berkata “itu rahasia, jadi aku tidak bisa mengatakannya”.
Yangyang : pasti bukan nama Tang Yibai, kan?
Yun Duo : mana mungkin? Bukan. Yangyang kulihat kau membeli banyak kacamata renang dan topi laki-laki.
Yangyang : ini bukan untuk diriku sendiri, aku bantu memeblikan untuk orang lain.
Yun Duo : bantu belikan untuk siapa?
Yangyang : siapa lagi kalau bukan Qi-Ruifeng.
Yun Duo : Qi-Ruifeng?
Yangyang : ya. Dia ini punya kebiasaan buruk menaruh barang dimana saja. Bila tidak kehilangan topi renang, ya kacamata renang yang dia hilangkan. Dia juga tuntutan yang tinggi, jika gaya atau warnanya tidak cocok dengan seleranya, dia akan mengeluh tidak nyaman memakainya.
Yun Duo : tapi Yangyang, kurasa kau sangat baik padanya, datang jauh-jauh kesini hanya untuk berbelanja keperluannya.
Yangyang : aku mana ada baik padanya. Aku juga tidak datang kesini hanya berbelanja untuknya. Aku hanya kebetulan mampir. berjaga-jaga kalau dia tidak bisa menemukan kacamata renang dan topinya sebelum kompetisi.

Ponsel Yun Duo berdering, dan itu panggilan dari Bibi Lu, Yun Duo pamit untuk mengangkat panggilan tersebut. Bibi Lu bertanya “Yun Duo, apa kau sudah pulang kerja?” Yun Duo mengatakan bahwa dia sudah pulang bekerja.
Bibi Lu : baguslah kalau kasu sudah pulang, masih ingat tidak waktu itu aku mengatakan akan memepreknalkan pemuda baik padamu?
Yun Duo sangat terkejut mendengat itu, Bibi Lu meminta Yun Duo untuk datang dan makan malam bersama karena Bibi Lu ssudah berbicara dengan pemuda tersebut, dan dia juga sudah bersedia untuk datang makan malam bersama.
Yun Duo : pemuda apa? Bibi Lu, aku sangat bingung sekarang, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.
Bibi Lu : aku ada bersamamu, jadi kamu tak perlu khawatir.
Yun Duo : aku bukan bicara apakah aku akan canggung atau tidak. Aku hanya bungung sekarang.
Yangyang melihat dan mendengar percakapan Yun Duo di telpon. Bibi Lu mengatakan kepada Yun Duo “jangan merasa tertekan seperti itu, kau pura-pura saja untuk makan malam setelah pulang kerja dan ingin mendapat teman baru melalui makan malam, ini bukan hal yang jelek, kan?”.
Yun Duo : Bibi Lu. Aku sangat mengapresiasi kebaikanmu, tapi...
Yun Duo sepertinya mempunya ide dan menggunakan Yangyang sebagai alasannya, dia memanggil Yangyang, Yangyang pun menyaut panggilan Yun Duo. Yun Duo memberitahu Yangyang untuk diam lagi. Kemudian Yun Duo bicara kepada Bibi Lu “Bibi Lu ada sesuatu yang terjadi, kurasa aku tidak bisa datang”.
Bibi Lu : lalu jam berapa kau punya waktu.
Yangyang : jam 9. Saat itu akan terllau larut untuk makan malam.
Bibi Lu : baiklah aku mengerti, karena kau yang mengtakannya, aku bisa apa? (Yun Duo terlihat sangat senang karena Bibi Lu lu mengerti kondisinya) bagaimana kalau begini, aku akan bicara dengan pemuda itu dan menunda makan malam sampai jm 9 (Yun Duo kebingungan lagi) kau bisa datang setelah kau selesai dengan acaramu. Kau setuju ya, aku akan menunggumu.
Yun Duo ingin mengatakan sesuatu, tapi Bibi Lu kebutu menutup telponnya. Bibi Lu terlihat sangat senang, namun Yun Duo merasa dirinya sangat bodoh karena dia telah berbohong, tapi tetap harus mengunjungi makan malam tersebut.

Yun Duo kembali ke Yangyang, Yangyang bertanya “ada apa? Kenapa kau menjadi begitu gelisah setelah menapat telpon?”
Yun Duo : tidak gelisah, nyonya rumahku berusaha menjodohkanku dengan seorang pemuda dan mengundangku untuk makan malam.
Yangyang : menjodohkanmu dengan pemuda?
Yun Duo : iya. Aku ingin mengatakan tidak bisa, tapi dia tidak memberiku kesempatan untuk bicara.
Yangyang : jam berapa?
Yun Duo : jam 9.
Yangyang menawarkan diri untuk menemani Yun Duo makan malam agar dia tidak merasa canggung, Yun Duo sangat berterima kasih karena Yangyang bersedia menemaninya. Yangyang mengatakan bahwa ini akan menarik karena dia belum pernah menyaksikan kencan buta sebelumnya. Mereka tersenyum dan kembali melajutkan belanja mereka.

Qi-Ruifeng menanyakan lokasi rumah Tang Yibai, Tang Yibai mengatakan bahwa tempat yang sedang meraka tuju bukan sekitar rumahnya dan bertanya “diaman tempat yang kau bicarakan ini?” Qi-Ruifeng mengatakan bahwa mereka hampir sampai di tempat yang dituju.
Tang Yibai : apa ini tempat dmana Yun Duo seharusnya bertemu dengan nyonya rumahnya.
Qi-Ruifeng: ya benar. Kurasa hampir waktunya. Seharusnya Yun Duo harus sudah sampai disini. Ayo masuk dan kau bisa mengatakan bahwa Yun Duo adalah milikmu. Selain kau, Tidak ada yang oleh mendekatinya. Kenapa memandangku begitu? Bukankah kita datang kemari untuk menyelamatkannya?
Tang Yibai : apa yang kau bicarakan? Aku tidak datang kemari untuk menghancurkan kencan butanya. Aku kemari sebagai teman dan menunjukkan perhatianku padanya.
Qi-Ruifeng : sebagai teman? Apa sungguh sesederhana itu?
Tang Yibai : memang sesederhana itu. Tapi jika ternyata pemuda itu bukan orang yang baik, kita bisa mencari cara untuk menyelamatkannya.
Qi-Ruifeng: berhenti bicara berputar-putar, kau kemari untuk menyelamatkannya.
Yibia : aku tidak bisa duganggu olehmu Qi-Ruifeng.

Tiba-tiba ibu Tang Yibai keluar dan berteriak “Tang Yibai”. Qi-Ruifeng menyapanya dan memberi tos kepada ibu Tang Yibai, Tang Yibai bingung dengan kedatangan ibunya. Ibu bilang kepada Tang Yibai “kupikir kau Tidak akan muncul. Ini mengejutkan sekali, kau datang tepat waktu, aku masuk dulu dan akan memesakan makanan untuk kalian”.
Tang Yibai melihat Qi-Ruifeng dengan kesal, ibunya bertanya tentang makanan khusus mereka, tapi mereka tidak mengatakan apapun dan mebiarkan ibu Tang Yibai pergi. Tang Yibai dengan tegas memanggil Qi-Ruifeng.
Qi-Ruifeng : ini semua murni kebetulan, aku Tidak tahu kenapa ibu kamu ada disini juga. Sepertinya ibumu memilih restoran yang sama, diaman Yun Duo akan kencan buta.
Tang Yibai sangat kesal dengan Qi-Ruifeng, Qi-Ruifeng terus mengatakan bahwa semua itu hanya kebetulan. Qi-Ruifeng meminta Tang Yibai untuk tidak memikirkan hal itu karena Tidak ada gunanya dan emngajak Tang Yibai untuk masuk. Tang Yibai melepasskan tangannya dengan sangat keras.

Yangyang dan Yun Duo masih ada di mall. Mereka sedang berjalan dan membahas tentang Tang Yibai, karena awalnay Yun Duo bertanya tentang Tang Yibai dan piala impiannya. Yangyang bertanya “Yun Duo, kenapa kau sellau tersenyum ketika kita membicarakan soal Tang Yibai?”.
Yun Duo : tidak. Aku tersenyum setiap hari selama 365 hari.
Yangyang : Tidak sama. Setiap kali kita membicarakan tentang Tang Yibai, senyummu terlihat sangat berbeda dari biasanya.
Yun Duo : tidak berbeda, bagaimana denganmu? Saat membicarakan Qi-Ruifeng, ekspresimu berbeda. Aku hanya bingung, mengingat kepribadian Qi-Ruifeng, kenapa kau begitu baik padanya?
Yangyang : mengesampingkan sikapnya yang biasa, dia cukup baik padaku.
Yun Duo : benarkah? Bagaimana dia baik padaku?
Yangyang : aku ingat saat aku pertama kali pindah ke asrama.

Kilas balik ditampilkan, saat hari pertama Yun Duo duo pindah ke asrama, dia membawa banyak barang, dia juga terlihat sangat kesusahan memabwa semua barang-barangnya. Kemudian Qi-Ruifeng datang membantunya dan berkata “terlalu berat bagi seorang gadis melakukan semua ini, biar kubantu”.
Yangyang sempat ingin menolaknya, tapi Qi-Ruifeng tetap memaksanya untuk membantu membawa barang-barang Yangyang. Qi-Ruifeng akan membawa semua barang-barangnya, tapi Yangyang mengatakan bahwa dia masih bisa membawa satu kopernya.
Qi-Ruifeng bertanya nama asarmanya, Yangyang memberitahunya dan Qi-Ruifeng ternyata tahu dimana tempat itu, dia pun mengantar Yangyang ke asramanya.
Mereka tiba di asrama putri. Disana ada seorang gadis yang sedang membersihkan jendela atas asrama. Qi-Ruifeng mengatakan bahwa meraka sudah sampai di asrama putri. Yangyang berterima kasih padanya. Yangyang memberikan seboltol air kepada Qi-Ruifeng.
Qi-Ruifeng : kau murid baru? Aku juga, aku Qi-Ruifeng, siapa namamu?
Yangyang mengatakan bahwa dirinya juga murid baru, saat Yangyang ingin menyebutkan namanya, tiba-tiba ember dari lantaia atas itu jatoh dan hampir mengenai dirinya, tapi Qi-Ruifeng menariknay dan berhasil menghindari Yangyang dari terkena ember yang jatuh tersebut.
Yangyang dan Qi-Ruifeng melihat ke atas, gadis itu langsung meminta maaf karena tidak sengaja melakukannya. Qi-Ruifeng bertanya “apa kau baik-baik saja?” Yangyang mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan berterima kasih kepada Qi-Ruifeng.
Qi-Ruifeng : tak masalah. Jika kau ingin berterima kasih, kau harus berterima kassih pada botol air minum ini.
Kilas balik berakhir.
Yun Duo bertanya “jadi kau membalas kebaikannya, tak heran keu memperlakukannya sangat baik” Yangyang tersenyum.
Yangyang : aku membalasnya karena dia menyelamatkanku. Tapi setelah itu, dia terus melakukan alasan ini untuk melakukanb banyak hal padaku. Dia memperlakukan aku seperti budak dan selalu membuatku marah.
Yun Duo : itu memang seperti yang Qi-Ruifeng akan lakukan.
Yangyang : aku berharap dia tidak menyelamatkanku waktu itu.
Mereka berdua tersneyum.

Yun Duo meminta Yangyang untuk menunggunya karena dia akan melihat sesuatu sebentar. Yun Duo berlari menuju tempat aksesoris, dia melihat berbagai macam jepitan rambut. Yangyang tersenyum melihat tingkah laku Yangyang yang melihat aksesoris rambutnya.

Kemudian Yangyang melihat sebuah baju di patung, baju itu terlihat sangat cantik. Yangyang terus memperhatikan baju tersebyt, sepertinya Yangyang ingin mengenakan baju itu. Yun Duo melihat Yangyang memperhatikan baju tersebut, Yun Duo tersneyum dan kemudian menghampirinya.

Yun Duo bertanya kepada Yangyang “apa kau menyukai itu?” Yangyang kaget dan berkata “bukannya aku suka, tapi itu terlihat agak cantik.
Yun Duo : ayo cobalah.
Yangyang : tidak. Kelihatannya itu tidak coock denganku.
Yun Duo : bagaimana kau tahu, jika kau belum mencobanya.
Yangyang mengalihkan pembicaraannya “bukankah kau harus makan malam dengan nyonya rumahmu? Ayo”. Yun Duo mengatakab bahwa masih ada waktu untuk makan malam. Kemudian Yun Duo membawa Yangyang untuk mencoba baju tersebut.

Yun Duo sedang menunggu Yangyang mencoba baju tersebut. Yun Duo berteriak kepada Yangyang “Yangyang. Apa kau sudah selesai? Apa ada yang perlu aku bantu?” Yangyang mengeluarkan kepadanya dan berkata “aku baru selesai mengganti baju, tapi....”.
Yun Duo : ayo keluarlah.
Yangyang : kurasa gaun ini trelihat sangat aneh saat aku pakai.
Yun Duo  : biar kulihat, ayo keluarlah.
Yangyang tidak mau keluar, tapi Yun Duo memaksa Yangyang untuk keluar dan menariknya. Yun Duo mengatakan bahwa Yangyang terlihat sangat cantik menggunakan baju tersebut. Yangyang melihat ke cermin dan mengatakan bahwa bahunya sangat lebar dan itu terlihat aneh baginya.
Yun Duo : lihat dirimu, ini tidak aneh sama sekali, kau terlihat sangat menakjubkan.
Yangyang : sungguh?
Yun Duo : sungguh. Aku lihat gaunnya sangat coocok denganmu. Terlihat bagus untuk memamerkan betismu. Beli saja.
Yangyang : baiklah, aku akan mendengarkanmu, aku akan membeli ini.

Yangyang meminta Yun Duo untuk mengambil fotonya dengan menggunakan gaun itu, karena sebelumnya Yangyang belum pernah di foto menggunakan gaun. Yun Duo mengambil foto Yangyang, dna setelah itu Yangyang melihat foto tersebut.

Cheng Mei tak sengaja mendengar percakapan direktur liu dan Lin Zi. Direktur memberi selamat kepada Lin Zi karena dewan direksi telah menyetujui proposal linzi.
Direktur : mereka sangat senang dengan integrasi sumber dayamu. Kecuali ada insiden tak terduga, eksekusi resmi akan segera dimulai.
Lin Zi : itu bagus.
Cheng Mei : dewan direksi? Proposal? Bukankah Lin Zi asistennya Yun Duo? Kenapa dia terkait dengan ini?
Cheng Mei terlihat bingung dan penasaran dengan keterlibatan Lin Zi dan dewan direksi.