11/16/2017

My Mr. Mermaid Episode 11 Part 1

Episode 11 Part 1

All images credit and content copyright: Hunan TV


Yun Duo keluar dari kamarnya dan bersiap untuk pergi, Bibi Lu dan suaminya terlihat sangat gembira, yun duo pun bertanya karena penasaran “Bibi Lu, kenapa kalian terlihat begitu gembira?” ayahnya memberitahu alasan kegembiraan mereka.
Ayah : putra kesayangannya kemari pulang ke rumah. Bagaimana dia tidak gembira? Lihat senyumannya, dia sudah hampir terbang ke langit kesembilan.
Bibi Lu : omong kosong apa ini? siapa yang akan gembira karena anak busuk itu pulang kerumah? Aku tidak merasa bahagia. Apa kau tidak tahu kenapa aku gembira?
Ayah : kenapa ?
Bibi Lu : itu karena baby Fei-ku pulang lebih awal, makanya aku gembira.
Mereka semua tersenyum, Yun Duo pun kembali memasukkan sandalanya kedalam lemari, Bibi Lu berkata kepada Yun Duo “Yun Duo, kau pembawa keberuntungan bagi kami (Yun Duo “hah?”) dulu aku sering sendirian di rumah, tak ada yang peduli denganku. Hari kedua kau datang. Suamiku menghentikan pekerjaannya dan pulang lebih awal. Bahkan anakku yang tidak berbakti itu juga pulang dari sekolah dan mengunjungiku. Coba bilang, apa kau bukan pwmbawa keberuntungan?”.
Yun Duo berkata sangat pelan kepada dirinya sendiri “tidak begitu. Kenapa belakangan ini banyak orang yang menyebutkan pembawa keberuntungan?” dia terlihat sangat malu.
Bibi Lu : kau bilang apa barusan?
Yun Duo : tidak, paman, bibi, aku ada janji dengan temanku, jadi aku harus pergi sekarang, aku pergi dulu ya daaahhh.
Bibi Lu : pergulah untuk bermain, hati hati Yun Duo.

Bibi Lu sangat menyukai gadis baik seperti Yun Duo, dia bilang kepada suaminnya “kuberitahu ya, aku sudah lama tiidak melihat Tang Yibai. Saat aku melihatnya kemarin, tiba-tiba terpikir olehku. Aku rasa dia dan Yun Duo serasi, bagaimana menurutmu?”.
Suami : sebaiknya kau jangan berpikir macam-macam (Bibi Lu kembali cemberut) hati-hati membuat anakmu takut dan tida mau pulang ke rumah.

Yun Duo dan Tang Yibai sedang berjalan di pingir kolam renang SMA Tang Yibai dulu, Tang Yibai memberitahu Yun Duo bahwa kolam itu tempat dimana dia sering berlatih dulu dan tempat dimana dia mendapatkan medali emas saat turnamen SMA-nya. Yun Duo mendengarkannya dengan saksama.
Tang Yibai : dulu, setiap aku selesai latihan, hal yang paling suka kulakukan adalah duduk di samping kolam renang dan makan es loli. Memenangkan diriku sendiri dengan menikmati kolam renang tanpa orang lain disitu. Pada saat itu, aku merasa sangat mudah puas.
Yun Duo : aku mengerti sekarang. Jadi, disini adalah titik awalmu?
Tang Yibai mengangguk ya dan tersenyum sambil melihat setiap sudut kolam renang SMA-nya.

Mereka duduk di sisi kolam, Tang Yibai bilang “disinilah aku memutuskan bahwa tak peduli seberapa banyak perjuangan yang harus dihadapi kelak. Aku tida akan menyerah dan terus maju, sampai aku menjadi perenang putra tercepat di dunia”.
Kemudian Yun Duo memberikan sebuah map biru, Tang Yibai heran dan bertanya “apa ini?”
Yun Duo : aku dengar dari Qi-Ruifeng, dia bilang bahwa kau menemui dinding penghalang, jadi aku mencari beberapa informasi. Di dalam situ ada metode pelatihan dari para profesional di dalam dan luar negeri. Juga termasuk bagaimana mereka menghadapi dinding penghalang mereka. Aku juga menerjemahkan bagian bahasa inggrisnya dan kau bisa melihat-lihatnya.
Tang Yibai hanya tersenyum, Yun Duo melihatnya, sepertinya dia merasa tidak enak dengan senyuman Tang Yibai, kemudian dia mengambil berkas tersebut dan meminta Tang Yibai untuk melupakan berkas dan apa yang dikatakannya barusan.
Tang Yibai : kenapa?
Yun Duo : apa kau merasa aku sangat konyol? Iya juga, kau adalah perenang yang menerima pelatihan profesional sejak kecil, jadi untuk apa aku mencari cara untuk membatumu? Aku hanya mempermalukan diriku sendiri di depan seorang profesional.
Tang Yibai : kau salah paham, aku tersenyum karena aku gembira.
Yun Duo : gembira?
Tang Yibai : ya, kau pasti tak menghabiskan sedikit waktu untuk mengumpulkan informasi ini.
Yun Duo : kau tidak usah menghiburku. Aku tahu, aku sama seklai tidak bisa membantumu. Aku pamit pergi.

Tang Yibai menarik Yun Duo yang hendak pergi, Yun Duo hampir terjatuh dan Tang Yibai menahannya, kemudian mereka saling menatap satu sama lain, akhirnya mereka terlepas dari tatapan itu.
Tang Yibai : siapa bilang kau tidak bisa membantuku? Kau tidak tahu, kompetisi manapun tidak bisa dibandingkan dengan adanya dirimu menemani disisiku. Karena aku menyadari, kau ada saat dua kali aku melakukan yang terbaik. Kau seperti pembawa keberuntunganku. Sepertinya, selama kau ada, aku bisa berenang lebih cepat dari siapun yang ada di dunia ini.
Yun Duo : siapa yang pembawa keberuntunganmu?
Tang Yibai : kau. Kau adalah pembawa keberuntungan ekslusifku.
Mereka tersenyum bahagia disisi kolam renang.

Yun Duo sedang melihat-lihat foto kebersamaan Tang Yibai, Qi-Ruifeng dan ouyang heng. Tapi Tang Yibai sedang sibuk dengan laptopnya.

Tang Yibai memberitahu Yun Duo bahwa dia telah menghubungkan kamera dengan laptopnya. Kemudian mereka melihat video renang Tang Yibai saat SMA dan sekarang.
Tang Yibai : sebelah kiri diriku yang sekarang. Sebelah kanan adalah diriku empat tahun yang lalu di kompetisi SMA. Keduanya berenang di 100 meter gaya bebas. Diriku empat tahun lalu, baik saat menyelam, berenang dan mengambil nafas jauh lebih lancar dibanding yang sekarang.
Yun Duo : aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Tapi aku bisa melihat satu hal, yaitu dirimu empat tahun yang lalu berenang lebih bahagia daripada yang sekarang. Empat tahun yang lalu kau berenang karena apa?

Tang Yibai tak menjawabnya dan melihat foto bersama ouyang heng, dirinya dan Qi-Ruifeng saat memegang medali keberhasilan mereka.
Kilas balik dtiampilkan, saat Tang Yibai, ouyang heng, Qi-Ruifeng dan seorang gadis sedang asyik membersihkan sisi kolam, mereka membersihkannya sambil bermain-main dan saling membasahi tubuh mereka dengan cipratan air, mereka terlihat sangat bahagia. Kilas balik berakhir.

Tang Yibai dan Yun Duo keluar ruangan itu, kemduian Yun Duo bilang “kita masih belum menemukan solusi, setelah menghabiskan waktu sepanjang hari”.
Tang Yibai : tidak apa. Aku tahu hal ini tidak bisa diburu-buru.
Yun Duo : kau masih bilang tidak apa-apa? Lihat kerutan dikeningmu, kau bisa membuat ikatan simpul dari kerutan itu. Aku tahu tekananmu pasti besar. Meskpiun aku tidak bisa membantumu menemukan cara untuk menghancurkan dinding penghalangmu, tapi aku bisa membantu melepaskan tekanannya, ikuti aku ya.

Yun Duo akan mencontohkannya dan berkata “setiap kali aku merasa tertekan, aku selalu melakukan ini untuk melepaskannya. Tutup matamu, lalu angkat tanganmu., tarik nafas dalam-dalam”.
Yun Duo mulai mencotohkan relaksasinya, Tang Yibai tidak mengikutinya, dia malah melihat Yun Duo melakukannya sendirian. Yun Duo membuka matanya dan bilang “kau harus menggunakan banyak kekuatan, seolah-olah kau menghisap udara ratusan kilometer persegi”.
Tang Yibai hanya merentangkan tangannya dan memperhatikan Yun Duo, Yun Duo membuka matanya, dia meliahat bahwa Tang Yibai tida melakukannya dengan baik dan hanya melihat saja, Yun Duo meminta Tang Yibai untuk melakukannya.
Tang Yibai : aku sudah melakukannya (dia berbohong)
Yun Duo : kapan? Aku tidak melihatnya.
Tang Yibai : semua tekananku sudah hilang, makanya kau tidak melihatnya.
Yu duo : apa? (Tang Yibai hanya tersenyum) aku rasa jawaban yang ingin Pelatih Yuan temukan adalah senyuman diwajahmu saat ini. sama seperti dirimu empat tahun yang lalu dan dirimu yang sekarang. Meskipun kaklian memiliki impian yang sama. Tapi kita bisa melihat dengan jelas kalau dirimu saat itu lebih bahagia.
Tang Yibai hanya diam saja dan kembali murung, kemudian Yun Duo meminta Tang Yibai untuk kembali tersenyum manis dan akhirnya senyuman Tang Yibai itu kembali.

Pelatih Wu mengontrol ke asrama putra, karena waktu latihan akan segera dimulai. Pelatih Wu melihat Tang Yibai dan bertaka “hei Tang Yibai, kudengar minggu kemarin, kau pergi ke tim renang SMA-mu”.
Tang Yibai : ya, Pelatih Yuan memberiku sejumlah saran agar aku bisa mengatasi hambatanku. Aku tak tahu harus bagaimana, jadi aku pergi kesana. Siapa tau aku bisa menemukan jawabannya.
Pelatih Wu : pada akhirnya, apa kau menemukan jawaban itu?
Tang Yibai menggelengkan kepadanya, kemduain Pelatih Wu meminta Tang Yibai untuk tidak buru-buru dan pergi latihan ke kolam renang karena masih ada waktu.
Saat yiabi mulai berjalan, diam-diam dia menarik berkas Pelatih Wu dan berkata “Pelatih Wu, aku tahu kau memperlakukan aku paling baik, kumohon biarkan aku mengirimkan pesan” Pelatih Wu sangat marah dan memelototi Tang Yibai, Tang Yibai terus memohon untuk mengirim satu pesan.
Pelatih Wu semakin marah dan mengeluarkan tanduknya, dia bilang “kau makin berani sekarang?” karena takut, Tang Yibai pun langsung mengenbvalikan berkas tersebut. Pelatih Wu berteriak “belum dua hari saja, kau suda ingin ponselmu kembali? Cepat berlatih!!!” Tang Yibai langsung berlari ke tempat latihan.

Yun Duo meng-scan laporannya, kemudian dia melihat papan perigkat. Yun Duo kaget karena peringkatnya menurun lagi jadi ke-8.
Yun Duo ingat perkataan Guru Sun dulu “ada 13 reporter magang. Direktur Liu hanya akan mempekerjakan 2 teratas”. Guru Sun datang dan meminta Yun Duo untuk tidak melamun. Guru Sun memberitahu Yun Duo untuk menyimpan semua pekerjaannya karena akan segera rapat bersama Direktur.

Yun Duo pun bergegas mengambil berkas laporannya. Tiba-tiba dia mendapat pesan dari seseorang. Sepertinya dia menadpat berita baik, Yun Duo tersenyum setelah melihat pesan tersebut.

Di stadion renang tim putra dan putri sedang latihan. CHEN ZIQIANG menghampiri Pelatih Yuan dan berkata “Pelatih Yuan, aku ingin bertanya sesuatua padamu”.
Yuao : bertanya apa?
CHEN ZIQIANG : pelatih, saat mengumumkan daftar peserta untuk piala im[ian kemarin, kau bilang kekosongan sementara untuk gaya bebas 100 meter. Kita akan segera melaksanakan seleksi internal kan?
Tang Yibai dan Qi-Ruifeng mendengar dan melihat perkataan Chen Ziqiang kepada Pelatih Yuan. Pelatih Yuan bilang “benar, itu yang kukatakan”.
Chen Ziqiang : jika memang begitu, aku ingin ikut juga.
Pelatih Yuan : kuharap kau bisa mencurahkan kemampuanmu di gaya kupu-kupu, bagaimana...
Chen Ziqiang : kalau tebakanku tidak salah, kau sudah memutuskan Tang Yibai yang bertanding, kan?
Pelatih Yuan terdiam, Tang Yibai dan Qi-Ruifeng pun melongo mendegar perkataan Chen Ziqiang . Chen Ziqiang berkata lagi “pelati, aku tidak mempertanyakan keputusanmu, kurasa aku hanya ingin mengingatkanmu. Saat ini penampilan Tang Yibai adalah yang terburuk. Gaya bebas 100 meternya jauh lebih buruk daripada aku. Jadi, kurasa Tang Yibai tak bisa memenangkan piala impian bagi kita”. Qi-Ruifeng sangat marah dan berteriak kepada Chen Ziqiang.
Qi-Ruifeng: Chen Ziqiang
Qi-Ruifeng berlari ke arah mereka, Tang Yibai mencoba menahannya tapi tidak bisa.

Tang Yibai meminta Qi-Ruifeng untuk membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya. Chen Ziqiang berkata kepada Pelatih Yuan “pelatih, kau membuatku melakukan gaya kupu-kupu karena tim. Aku berlatih sangat keras, tapi hasilnya tak sebagus itu. Kurasa aku tidak yakin melakukan gaya kupu-kupu dengan bagus bagi tim kita”. Pelatih Yuan berdiri.
Pelatih Yuan : lalu, apa yang akan kau lakukan?
Chen Ziqiang : aku ingin kau dan Pelatih Wu memberiku kesempatan. Beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku lebih layak daripada Tang Yibai untuk berenang gaya bebas 100 meter. Izinkan aku ikut pada seleksi.
Pelatih Wu dan Lingye memperhatikan percakapan mereka, Qi-Ruifeng kesal dan ingin mengatakan  sesuatu, tapi Tang Yibai menghentikannya. Pelatih Yuan merasa tida enak, dia melihat Tang Yibai.
Tang Yibai : Pelatih Yuan, aku juga tak bisa menerima, sebelum aku membuktikan bahwa diriku benar-benar layak, aku dipaksa melepaskan mimpiku. Izinkan aku dan Chen Ziqiang bertanding secara terbuka untuk poisisi itu.
Yang lain kaget mendengar keputusan Tang Yibai, Tang Yibai pun memberi mereka senyuman manis. Kemudian Tang Yibai berkata kepada Chen Ziqiang “bukankah kita mengatakan akan bertanding secara adil? Siapapun yang menang mendapatkkan posisi itu, bagaimanapun hasilnya, tak boleh ada yang komplain”
Tang Yibai dan Chen Ziqiang pun tos bersama, tim yang lain juga menyaksikan mereka.

Setelah rapat selesai, Yun Duo dimarahi oleh Direktur dan bertanya “sudah berapa lama kau menjadi reporter magang? Bisa-bisanya kau menulis laporan seperti ini? aku sudah menceramhimu berulang kali, melaporkan berit harus dengan objektif. Bisa-bisa nya kau memasukkan sudut pandangmu sendiri? Ayo segera tulis ulang”.
Selama Yun Duo menapat omelan dari direktu, dia tidak terlihat takut atau cemberut, dia malah tersenyum dan bilang bahwa ia akan memperbaiki laporannya, Guru Sun dan Lin Zi heran dengan sikpa Yun Duo. Mereka juga pergi mengikuti Yun Duo. Direktur heran dengan sikap Yun Duo yang tenang-tenang saja saat dia ceramhi. Dalam perjalanan menuju ruang kerjanya, Yun Duo maish terlihat senang dan tak henti tersenyum.

Di stadion renang, Tang Yibai dan Chen Ziqiang sedang bersiap untuk bertanding. Lingye merasa kalau mereka akan tertekan dengan pertandingan ini, dan khawatir kalau Tang Yibai tidak bisa mengatasi pertandingan ini.
Qi-Ruifeng : jangan bercanda, dia Tang Yibai, tekanan kecil ini tak bisa menghentikannya.
Lingye : kita tak bisa yakin, siapa tahu jika Chen Ziqiang mungkin menjadi pemicu yang mematahkan pertahannya?.

Pelatih Wu dan Pelatih Yuan saling menatap dan terlihat sangat cemas, kemudian mereka ingat percakapan saat melihat video latihan Tang Yibai di ruamg Pelatih Yuan. Kilas balik ditampilkan.
Pelatih Yuan : situasi yiabi sepertinya simpel, tapi ini paling sulit untuk diatasi. Dia ingin sekali menang, jadi dia merasa sangat tertekan, bahkan gaya berenangnya pun berubah. Selain itu, masalah utamanya adalah dia menghabiskan seluruh energinya di permulaan, dia tidak memiliki energi lagi untuk di akhir.
Pelatih Wu : jika kita sengaja memberitahunya, hal itu bisa menimbulkan reakssi balik.
Pelatih Yuan : kau benar. Jika kau ingin orang yang terlalu tertekan untuk mengurangi rasa tertakan mereka, itu malah membuatnya lebih tertekan.
Kilas balik berakhir.
Pelatih Yuan : setiap atlet haruss tahu sendiri cara memperkecil tekanan mereka. Jika Tang Yibai tak bisa mengatasinya, karir berenangnya mungkin akan berakhir sampai disini.
Pelatih Yuan dan Pelatih Wu saling menatap dan memikirkan masa depan Tang Yibai. Pelatih Wu memanggil Yangyang untuk menghitung waktu mereka, Yangyang mulai melihat stopwachnya.

Sebelum pertandingan dimulai, Tang Yibai ingat perkataan Yun Duo kemarin “meski aku tak mempu membantumu mencari cara mengatasi hambatanmu, aku bisa membantumu memperkecil tekananmu. Pertama tutup matamu, naikna lenganmu dan tarik nafas. Aku yakin Pelatih Yuan ingin melihat senyuman di wajahmu saat ini. ini seperti dirimi di empat tahun yang lalu, dirimi yang dulu dan sekarang mengejar mimpi yang sama, akan tetapi aku bisa merasakan bahwa kau lebih bahagia di empat tahun yang lalu”.
Tang Yibai mempraktekkan apa yang Yun Duo contohkan .

Yangyang mulai menghitung waktunya, Pelatih Wu mengatakan bahwa Tang Yibai benar-benar kembali jatuh di awal, Pelatih Yuan sepertinya pasrah dengan apa yang dia lihat pada Tang Yibai.
Pelatih Yuan : sepertinya pertandingan ini suda berakhir. Tang Yibai sudah kalah.
Qi-Ruifeng : pelatih, pertandingannya belum berakhir, mana bisa kau menyimpulkan seperti itu?
Pelatih Wu : masalah terbesar Tang Yibai adalah dia sangat ingin untuk menang. Setiap kali dia mulai, dia mengerahkan seluruh kemampuannya.
Qi-Ruifeng: itu bagus, apa salahnya itu? Aku melakukan yang sama.
Pelatih Wu : masalahnya adalah dari apa yang kami lihat dari catatan latihan Tang Yibai, setengah di akhirnya selalu lebih lambat dari setengah di awal.
Pelatih Yuan : jika dia tidak mendapatkan keunggulan pasti di setengah awal, tida mungkin baginya untuk membalikan kembali di setengah yang kedua. Saat ini dia masih di belakang Chen Ziqiang.

Yun Duo kembali ke meja kerjanya dan mulai memperbaiki laporannya, Guru Sun dan Lin Zi penasaran dengan apa yang terjadi pada Yun Duo. Karena penasaran Guru Sun pun akhirnay bertanya “Yun Duo, aku sangat penasaran, kenapa kau begitu senang setelah kena marah Direktur?”
Tapi Yun Duo tidak merasakan hal seperti itu, dia kembali bekerja. Tapi Guru Sun dan Lin Zi masih merasa aneh dengan sikap Yun Duo yang terlihat begitu bahagia meski sudah kena marah.

Kemudian Yun Duo melihat pesan teks dari Tang Yibai “terima kasih sudah membantuku menemukan diriku dari empat tahun yang lalu, Tang Yibai yang selalu mengejar mimpinya dengan senyuman, kuharap apapun yang kita alami di masa mendatang, kita bisa mengejar mimpi-mimpi kita dengan bahagia” Yun Duo terlihat sangat bahagia setelah membaca pesan tersebut, mungki itu penyebab Yun Duo terus tersenyum meski kena marah Direktur Liu.
Comments


EmoticonEmoticon