Advertisement
Advertisement
Episode 14 Part 1

All images credit and content copyright: Hunan TV


Qi-Ruifeng, Tang Yibai, Zheng Lingye, Ming Tian dan Pelatih Wu sedang berjalan di lobi stadion pertandingan, Zheng Lingye masih terlihat murung, mungkin dia merasa bersalah, karena kram kakinya Universitas Olahraga Selatan jadi kalah.
Disana ada Tim Universitas Olahraga Minghua sedang duduk, saat Tim Universitas Olahraga Selatan melewati mereka, anggota Tim Universitas Olahraga Minghua berkata dengan keras “kukira Universitas Olahraga Selatan sangat hebat, tapi kelihatannya hanya begini saja”. Tim Universitas Olahraga Selatan berhenti di hadapan mereka. Ding Liangjiang berdiri dan berkata “bagaimanapun pada kompetisi besok, Qi-Ruifeng Dan Tang Yibai bukan lawan kami, Qi-Ruifeng terlihat sangat kesal, tapi Tang Yibai sangat tenang dan memberi mereka senyuman. Setelah Tim Universitas Olahraga Minghua puas dengan perkataannya, mereka langsung pergi dengan riang.

Ming Tian dan Zheng Lingye sangat murung, Qi-Ruifeng terlihat sangat kesal, hanya Tang Yibai yang terlihat tenang mengahadapi mereka dan kekalahan tim-nya. Pelatih Wu mengatakan untuk tidak mendengar perkataan Tim Ming Tian hua, karena tidak layak pada orang-orang seperti Tim Universitas Olahraga Minghua. Mereka masih berdiam diri dengan wajah murungnya. Pelatih Wu meminta mereka untuk mengangkat kepalanya dan tidak lemas.

Orangtua Qi-Ruifeng melihat mereka, ternyata orangtuanya sudah dari tadi mencari putranya, orangtua Qi-Ruifeng langsung menghampiri mereka. Qi-Ruifeng bertanya “kenapa kalian datang kesini?”
Ayah : Komepetisi melelahkan, jadi kalian pasti lapar. Kami membawa hor dog. Isi ulang daya kalian dan menangkan kompetisi besok.
Qi-Ruifeng : kalian sangaja datang untuk menonton kompetisi kami, atpi penampilan kami pasti membuat kalian kecewa, maaf.
Zheng Lingye : Qi-Ruifeng hentikan!!! Orang yang seharusnya minya maaf adalah aku (Tang Yibai merangkulnya) maaf, aku mengecewakan harapan semua orang. Semuanya dihancurkan olehku.
Ibu : siapa bilang kau menghancurkannya? Dimata kami, kamu yang terbaik! Kami smeua melihat kamu mengalami kram kaki saat berenang, tapi kau tetap menyelesaikan lombanya dengan penuh ketja keras, untuk hal itu saja, kami bangga padamu.
Pelatih Wu : benar. Kekalahan itu biasa, dalam kompetisi ada kalah dan menang. Tapi, saat kalian menemui hambatan dan tidak menyerah, ini adalah semangat Universitas Olahraga Selatan.
Ibu : benar. Tidak masalah jika kalah, kalau kalah tinggal memenangkanya kembali, Lau Qi!.
Ibu dan ayah Qi-Ruifeng menyemangati mereka terutama Zheng Lingye “Zheng Lingye! Zheng Lingye! Zheng Lingye!”. Ming Tian kembali tersenyum. Qi-Ruifeng terlihat malu dengan sikap orangtuanya yang berlebihan.


Kemudian Qi-Ruifeng menghampiri Zheng Lingye dan merangkulnya. Qi-Ruifeng berkata kepada Zheng Lingye “dengar seruan mereka? Angkat kepalamu dan lihat bagaimana aku dan Tang Yibai memenangkan kembali untukmu”.
Tang Yibai : bersemangatlah! Kita berhasil maju ke babak berikutnya, kita masih membutuhkanmu.
Mereka tos bersama, dan kembali bersemangat untuk memenangkan piala impian. Ayah Qi-Ruifeng meminta mereka untuk tidak berdiam diri dan segera makan agar mereka mendapatkan asupan yang sempurna.
Pelatih Wu : baiklah, kita akan mencari tempat untuk makan, dan setelah makan kita akan kembali bekerja keras.
Qi-Ruifeng : kalian makan duluan, aku belum lapar.
Ibu : hei, bukankah kau paling suka makan hotpot daging sapi?
Qi-Ruifeng: jangan pedulikan aku, kalian makan saja duluan, aku pergi duluan ya.
Qi-Ruifeng pergi, mereka pun melihat Qi-Ruifeng berlari, entah kemana Qi-Ruifeng akan pergi dan apa tujuannya.

Yun Duo meminta bantuan temannya untuk mengimpor  berkasnya ke database, Yun Duo berterima kasih karena temannya mau membantu dia menyimpan berkas. Teman Yun Duo langsung pamit pergi.

Lin Zi batuk-batuk, Yun Duo berbalik ke arahnya dan bertanya “apa kau baik-baik saja? Apa kau tidak enak badan?” Lin Zi merasa baik-baik saja. Kemudian dia menawarkan diri untuk mengantar Yun Duo pulang. Yun Duo bilang bahwa dirinya bisa pulang sendiri, tapi Lin Zi memaksa untuk mengantarkannya. Yun Duo menegaskan.
Yun Duo : sungguh tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Besok jam 10 pagi kita ketemu di tempat kompetisi, jangan terlambat ya.
Sebelum pergi, Yun Duo juga pamitan kepada Cheng Mei. Cheng Mei mendekati Lin Zi dan berkata “bagaimana kalau kita sama-sama...”. Lin Zi langsung pamit pergi duluan. Cheng Mei terlihat gelisah karena tidak ditanggapi oleh Lin Zi.

Yun Duo berjalan menuruni tangga QK.Video, dia terlihat gelisah dan terus melihat ponselnya, tapi tidak ada pemberitahuan atau kabar dari Tang Yibai. Di tengah perjalanan Yun Duo berkata “hari ini Zheng Lingye di diskualifikasi, Tang Yibai pasti sangat sedih” Yun Duo sangat gelisah dan berpikir untuk menelponnya.

Ponsel Yun Duo berdering, Yun Duo langsung menjawab panggilannya dan ternyata itu panggilan dari toko olahraga tempat Yun Duo memperbaiki kacamata renang pemberian Tang Yibai. Mereka sudah selesai memperbaiki kacamatnya dan meminta Yun Duo untuk datang ke tokonya besok.
Yun Duo mengatakan bahwa dia akan mengambil kacamatanya sekarang juga. Penjaga toko kaget “sekarang? Tapi kami sudah mau pulang” Yun Duo meminta penjaga toko tersebut untuk menunggunya, kerana Yun Duo sangat membutuhkan kacamata renang itu, Yun Duo akan segera pergi dan sampai dengan cepat. Akhirnya penjaga toko tersebut bersedia untuk menunggu dan memberi waktu Yun Duo 20 menit untuk sampai di tokonya.

Lin Zi mulai berjalan menuruni tangga, dan dia terlihat begitu buru-buru. Cheng Mei melihatnya saat menuruni tangga dan memeperhatikan arah yang Lin Zi lewati.

Lin Zi berjalan menuju apartemen-nya. Ternyata Cheng Mei mengikutinya, Cheng Mei berhenti sejenak dan terliaht memikirkan seusuatu. Cheng Mei melihat Lin Zi memasuki apartemen mewah dan melihat bahwa Lin Zi menaiki lantai 3. Karena penasaran, Cheng Mei melihat informasi tiap lantai. Cheng Mei semakin penasaran karena lantai tiga tidak ada informasi apa-apa.

Yun Duo dalam perjalanan menuju toko olahraga, dia meminta sopir taksi-nya untuk mengemudi lebih cepat karena dia sedang buru-buru. Sopir taksi meminta Yun Duo untuk tidak khawatir, karena akan segera sampai.
Yun Duo : dalam keadaan aman, bisakah kau mengemudi lebih cepat? Aku sangat terburu-buru (sopir meliat Yun Duo dari spion. Yun Duo melihat belokan dan menujukkannya) aku mau belok kiri, kenapa kau terus lurus?.
Sepertinya sopir mulai kesal dan berakat “yang mengemudi itu aku apa kau? Apa kau tidak lihat rambu-rambu dilarang belok kiri?” Yun Duo terlihat gelisah karena takut tokonya keburu tutup. Kemudian Yun Duo meminta sopir untuk berhenti dan menepi ke pinggir jalan, Yun Duo akan berjalan kaki menuju toko olahraga. Setelah turun dari mobil, Yun Duo langsung berlari.

Yun Duo akhirnya tiba di toko olahraga tersebut, Yun Duo terlihsat sangat lelah karena berlari sangat jauh. Penjaga toko merasa lega karena akhirnya Yun Duo datang, dia sudah ingin pulang kerja dan sudah larut malam. Dia pun memberikan kacamata yang sudah diperbaikinya.

Qi-Ruifeng keluar dari asramanya, dia melihat setiap sudut halaman asramanya, dia juga malihat ponselnya, Qi-Ruifeng seperti sedang menunggu seseorang dan menunggu kabarnya. Kemduian Qi-Ruifeng duduk di depan pintu asrama, dia memikirkan saat yangyang membawa makan malam untuknya, yangyang juga selalu memperhatikannya jika akan menghadapi perlombaan.
Qi-Ruifeng berkata “setiap kali sebelum kompetisi, kau selalu mengirimku makanan, apa yang terjadi hari ini? apa kau masih marah padaku? Kau memilih waktu untuk marah padaku disaat aku sangat lapar”.

Ketika Qi-Ruifeng akan masuk ke asramanya, tiba-tiba Ji’er datang memanggil Qi-Ruifeng. Qi-Ruifeng mengira kalau itu adalah yangyang, dia bilang “lihatlah? Kau tetap datang”.
Qi-Ruifeng kaget melihat Ji’er karena dia mengira itu yangyang. Mereka menghampiri satu sama lain, dengan malu-malu Ji’er berkata “kau mungkin tidak ingat padaku, aku Fan Ji’er, aku sering...”.
Qi-Ruifeng : aku ingat kau. Kau sering datang melihtaku latihan, ada masalah apa kau mencariku?
Tiba-tiba yangyang datang membawa makanan untu Qi-Ruifeng, dia juga melihat percakapan Qi-Ruifeng dan Ji’er. Ji’er mengatakan kepada Qi-Ruifeng”aku melihat kompetisimu hari ini dan itu sangat menyentuh. Jadi aku ingin datang secara langsung untuk memberimu semangat. Qi-Ruifeng berterima kasih karena telah menyemangatinya. Yangyang sangat kesal, sehingga makanannya dia lempar dan dia pergi.

Yun Duo berlari menuju asrama putra, dia berpapasan dengan Tang Yibai yang sedang berlari, Tang Yibai melihtanya dan memanggil Yun Duo.

Yun Duo pun berhenti dan berbalik menghampiri Tang Yibai, Yun Duo sangat kecapean karena dari tadi terus berlari, Tang Yibai bertanya “apa yang terjadi padamu? Kenapa kau terlihat seakan kau berlari semalaman?”
Yun Duo tertawa dan berkata “ya, aku memang habis berlari semalaman”. Tang Yibai bertanya “kenapa kau kemari dan berlari dengan tergesa-gesa?”. Yun Duo mengatakan bahwa dia mencari Qi-Ruifeng. Tang Yibai kaget karena Yun Duo mencari Qi-Ruifeng bukan mencari dirinya “mencari Qi-Ruifeng? Kenapakau mencari Qi-Ruifeng?”.
Yun Duo : aku sebenarnya mencari Qi-Ruifeng untuk memberimu sesuatu. Tapi, karena aku sudah menemukanmu, aku bisa memberikannya langsung kepadamu.
Tang Yibai : apa yang begitu penting?
Yun Duo langsung mengambil barang yang ingin dia berikan kepada Tang Yibai. Yun Duo memberikan bingkisan tersebut, Tang Yibai pun langsung membukanya dan berkata “bukankah ini kacamata yang kuberikan untukmu? Kenapa kau mengembalikannya padaku?”.
Yun Duo : aku tidak mengembalikannya padaku, lihat baik-baik.
Tang Yibai melihat ukiran di lensa kacamata renangnya dan berkata “ini...?” Yun Duo tersenyum dan berkata “apa kau masih ingat, saat kau memberiku kacamat renang itu, Qi-Ruifeng menulis tanda tangannya di lensa kacamata itu? Kau memberiku kacamata, tapi kenapa dia harus menulisnya disitu? Aku pulang dan berusaha menghapusnya, tapi itu tidak berhasil, jadi aku menyuruh orang untuk mengganti lensanya. Lihatlah, mereka bilang bisa mengukir kata-kata diasatnya, bkankah itu unik?”.
Tang Yibai kembali melihat kacamatanya dan melihat kata “dream” yang terukir disana. Tang Yibai bertanya “jadi pada kacamata renang kau mengukir kata (mimpi)?”.
Yun Duo : ya, karena aku ingat kau mengatakan bahwa mimpimu adalah menjadi perenang tercepat di dunia.
Tang Yibai : ya, itu mimpiku.
Yun Duo : jadi, aku berharap saat kau memakai kacamata renang ini, mimpimu tepat ada di depan matamu. Aku tahu kau sedih mengenai Zheng Lingye di diskualifikasi, tapi besok adalah kompetisi peroranganmu. Jadi aku berharap kacamata renang ini bisa memberitahumu selama kau tidak menyerah, mimpimu akan sangat dekat.
Tang Yibai : tapi, saat aku memakai kacamata renang, itu terlalu dekat dan aku tidak bisa melihat ukirannya.
Yun Duo : kau tidak bisa melihat mimpimu, itu benar. Tapi itu benar-benar tepat di depan matamu.
Tang Yibai : kau bahkan belum setua itu, dan kau sudah bicara seperti orangtua “selama aku tidakmeyerah, mimpimu akan tetap berada di depan matamu” itu terlalu norak.
Yun Duo terlihat murung dan berkata “iya, itu trelihat norak, jika kau tidak suka, kau bisa mengembalikannya kepadaku”. Yun Duo mengambil kembali kacamatany, tapi Tang Yibai mengangkatnya dan berkata “siapa bilang aku tidak suka?”.

Yun Duo berusaha mengambil kacamatanya tersbeut, Yun Duo tidak bisa mengambilnya karena Tang Yibai begitu tinggi. Saat Yun Duo terus berusaha mengambilnya, tiba-tiba dia terpeleset dan hampir jatuh, untungnya ada Tang Yibai, dia menahannya dan saling bertatapan.
Yun Duo terlihat kaku dan langsung melepaskan pegangan Tang Yibai. Tang Yibai berkata “aku akan meminjam mimpi ini darimu. Setelah aku mencapai mimpiku, aku akan mengembalikannya padamu” mereka berdua tersenyum.

Tang Yibai mengambil kacamat Yun Duo dari lokernya, dia melihat ukiran di kacamata tersebut, dia tersenyum dan mengingat saat Yun Duo memberikannya.

Pelatih Wu datang dan meminta Tang Yibai untuk duduk beramanya, dia terlihat khawatir dan bertanya “kau sudah siap untuk kompetisi nanti? Dalam 4 tahun terakhir, ini pertandingan peroranganmu yang paling bergengsi. Meskipun kompetisi ini sangat penting, aku ingin memberitahumu agar tidak gugup dan tetap tenang (Tang Yibai tersenyum dan mengangguk-angguk ya) lakukan yang bisanya kau lakukan dan aku janji itu akan baik-baik saja”.
Tang Yibai : Pelatih Wu, akulah yang akan bertanding, tapi kenapa kau yang lebih gugup?
Pelatih Wu : siapa yang gugup? Aku tidak gugup. Bagaimana bisa aku gugup? Aku paling percaya padamu.
Tang Yibai : Pelatih Wu, apa kau ingat hari apa hari ini?
Pelatih Wu : hari apa?
Tang Yibai : hari ini 7 tahun berlalu, diamana kita pertama kali bertemu. Aku takkan pernah lupa apa yang kau katakan padaku waku itu.

Kilas balik ditampilkan. Pelatih Wu merangkul Tang Yibai di depan kolam renang SMA-nya. Pelatih Wu berkata kepada Tang Yibai “suatu hari nanti, aku akan membuatmu menjadi perenang putra tercepat di dunia”. Kilas balik berakhir.
Tang Yibai merangkul Pelatih Wu dan berkata “kau bilang, itu janji diantara dua laki-laki. Kompetisi ini akan menjadi permulaan yang baru. Aku pasti akan menjadi perenang putra tercepat di china”. Pelatih Wu tersenyum dan berkata “dasar”.
Tang Yibai : untuk memperingatinya, aku akan memberimu hadiah.
Pelatih Wu : hadiah apa?
Tang Yibai : medali emas untuk pertandingan ini.
Pelatih Wu : pastikan kau melakukannya dengan baik, jangan hanya membual. Dengar ya, jangan hanya memikirkan kemenangan, ingat untuk menyesuaikan dirimu. Kau dengar aku? Aku percaya padamu.
Tang Yibai tersenyum dan pergi mengikuti Pelatih Wu.

Yun Duo terlihat begitu tegang, padahal kompetisinya belum dimulai. Guru Sun heran dengan sikap Yun Duo dan bertanya “Yun Duo, ada apa? Kenapa kau terlihat sangat gelisah? Bahkan ini bukan pertama kalinya kau mewawancara” Lin Zi hanya melihatnya dan tak mengatakan apapun.
Yun Duo : pertandingan berikutnya adalah pertandingan peroranga Qi-Ruifeng dan Tang Yibai. Jika mereka kalah disini, maka mereka akan kalah semuanya. Aku takut mereka akan terganggu dengan hasil kemarin.
Guru Sun : itu mungkin terjadi.
Lin Zi : kurasa tidak. Qi-Ruifeng dapat mengubah tekanan menjadi kekuatan yang mendorong pada saat yang paling kritis. Inilah mengapa dia berbeda dari peserta lainnya.
Yun Duo : kau benar-benar penggemar Qi-Ruifeng.

Qi-Ruifeng mulai masuk untuk pertandingan perorangan di 1500 meter gaya bebas. Qi-Ruifeng memulai dengan kecepatan penuh. Semua Tim Universitas Olahraga Selatan menyemangatinya, tapi Zheng Lingye masih terlihat murung dan tidak memberikan semangat kepada Qi-Ruifeng.
Tang Yibai meminta Zheng Lingye untuk berdiri dan menyemangati Qi-Ruifeng. Akhirnya Zheng Lingye kembali dan menyemangati Qi-Ruifeng sama seperi yang lainnya.
Semua penonton tetuju kepada Qi-Ruifeng, karena kecepatannya tidak menurun dan berbalik dengan sempurna. Tapi Pelatih Wu dan Kepala Pelatih Yuan terlihat tidak tenang karena perlombaan masih berlangsunng.
Para wartawan terpaku melihat kecepatan Qi-Ruifeng, begitupun dengan Ding Liangjiang dan Tim Universitas Olahraga Minghua lainnya, mereka melongo melihat penampilan Qi-Ruifeng yang sangat menakjubkan. Yangyang terlihat bangga melihat penampilan renang Qi-Ruifeng dan tak hentik menyemangatinya.
Tang Yibai dan yang lainnya berteriak menyemangati Qi-Ruifeng. Zheng Lingye berteriak “kak feng semangat, biar mereka tahu hawa kau tidak bisa lolos seenaknya dari Universitas Olahraga Selatan.
Qi-Ruifeng berada paling depan, Qi-Ruifeng juga pemenang pertandingan di piala impian tahun lalu, Qi-Ruifeng tetap mempertahankan kecepatannya dan menampilkan renang gaya bebasnya dengan sangat menakjubkan.

Dan akhirnya Qi-Ruifeng pertama yang sampai di garis finish dan itu artinya Qi-Ruifeng adalah pemenangnya, betapa senang dan bangganya Tim Universitas Olahraga Selatan dengan yang diraih Qi-Ruifeng. Ibu Qi-Ruifeng berteriak sangat keras, orangtua Qi-Ruifeng sangat bangga pada putranya, mereka bersorak ria untuk kemenangan Qi-Ruifeng.
Qi-Ruifeng juga menyelesaikan waktu yang sangat sempurna, Yun Duo sangat gembira dan melompat-lompat depan Guru Sun. Tim Universitas Olahraga Minghua kecewa dengan hasil yang mereka dapatkan. Ding Liangjiang langsung berdiri dan melihat mereka dengan penuh kesal.

Qi-Ruifeng dan Ding Liangjiang saling menatap dengan tatapan yang sangat tajam. Penonton dan Tim Universitas Olahraga Selatan berteriak membanggakan Qi-Ruifeng. Tim Universitas Olahraga Selatan menghampirinya. Mereka memeluk dan menggendong Qi-Ruifeng. Mereka terlihat sangat bahagia dengan kemenangan Qi-Ruifeng.