Advertisement
Advertisement
Episode 14 Part 2

All images credit and content copyright: Hunan TV


Sekarang pertandingan 100 meter gaya bebas putra dan ini juga pertandingan pertama Tang Yibai dari Universitas Olahraga Selatan setelah empat tahun di tangguhkan. Tang Yibai sedang melakukan pemasan sebelum kompetisi. Komentator bertanya-tanya “bisakah Tang Yibai mengatasi  tekanan dan menang melawan Ding Liangjiang yang sama-sama populernya dan membuktikan kepada semua orang bahwa dia memiliki kemampuan untuk ikut serta dalam piala impian.
Yun Duo, Pelatih Wu, Kepala Pelatih Yuan dan selurih tim Universitas Olahraga Selatan panik, meski kompetisi belum di mulai. Komentator mengajak semua yang ada di satdion untuk meliahat berlangsungnya pertandingan piala mimpi sampai akhir.

 Ding Liangjiang bertanya kepada Tang Yibai “apa di tim-mu tidak ada orang lain dan hanya ada kau satu-satunya? Kau melakukan gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Jadwal kamu begitu sibuk ternyata. Apa kau perlu aku pinjamkan beberapa orang untuk berenang?”
Tang Yibai tak menjawab sepatah katapun kepada ding, dia hanya tersenyum sambil melakukan pemanasan.

Tang Yibai melihat ke kerumunan wartawan, wartawan heran karena Tang Yibai melihat ke arah mereka. Yiabi sempat gelisah karena tidak bisa menemukan Yun Duo di kerumunan wartawan. Dan akhirnya Tang Yibai menemukan Yun Duo. Tang Yibai kembali tersenyum.
Yun Duo berkata "semangat, aku akan menenoton sepanjang waktu”. Mereka saling menatap dengan penuh senyuman.

Kilas balik ditampilkan. Tang Yibai meminta Yun Duo untuk berjanji padanya. Yun Duo berbalik dan meminta Tang Yibai untuk mengatakannnya.
Tang Yibai : ketika aku bertanding, kau hanya boleh memperhatikanku.
Yun Duo : kenapa?
Tang Yibai : karena selama kau melihatku, aku tidak akan kalah. Ingatlah, kau hanya boleh memperhatikanku.
Tang Yibai langsung pergi. Saat Tang Yibai mulai berjalan, Yun Duo berkata “aku berjanji akan terus memperhatikanmu. Semoga berhasil!”. Tang Yibai tersenyum dan mengangkat tangannya. Kilas balik berakhir.

Pertandingan gaya bebas 100 meter akan segera dimulai, para pserta mulai menaiki posisinya masing-masing. Ternyata Ouyang Heng melihat pertandingan dan duduk di deretan para penonton. Dia membuka kacamatanya dna memperhatikan Tang Yibai.
Tang Yibai ingat perkataan Yun Duo untuk menghilangkan tekanan. Tang Yibai mempraktekkan apa yang dicontohkan Yun Duo kepadanya. Tang Yibai mulai memejamkan matanya dan mengangkat lengannya sambil menarik nafas dalam-dalam. Yun Duo tersenyum melihat Tang Yibai mempraktekkan apa yang ia contohkan, Yun Duo memotret Tang Yibai saat mengangkat lengannya.

Pertandingan dimulai, semua perhatian tertuju pada Ding Liangjiang dan Tang Yibai. Yun Duo fokus memperhatikan Tang Yibai karena dia sudah berjanji akan terus memperhatikannya dan tidak akan melirik yang lain.
Semua penonton tak henti bersorak menyemangati peserta kebanggaan mereka. Tang Yibai yang berada di jalur empat masih memimpin, tim Universitas Olahraga Selatan terus memperhatikan Tang Yibai sambil bekata “kau bisa melakukannya”. Tang Yibai melakukannya dengan sangat baik dan tetap mempertahankan kecepatannya dan masih memimpin di posisi pertama.
Ouyang Heng masih menonton pertandingan, dia hanya memperhatikan Tang Yibai. Pelatih Wu berkata kepada Kepala Pelatih Yuan “tidakkah Tang Yibai berenang terlalu cepat? Aku sudah jelas-jelas mengatakan kepadanya untuk tidak kehilangan kecepatannya hanya untuk menang. Bagaimana jika dia kehabisan tenanga di paruh kedua?” Qi-Ruifeng terlihat sangat panik mendengar perkataan Pelatih Wu barusan.

Tang Yibai mempertahankan kecepatannya dengan sangat baik, sekarang para peserta akan melakukan putaran pertamanya, Pelatih Wu terlihat sangat khawatir dengan putaran yang akan dilakukan Tang Yibai.
Tang Yibai ingat perkataan Yangyang tentang keunggulan Ding Liangjiang “ Ding Liangjiang dikenal dengan kakinya yang sangat kuat. Pada putaran 50 meter, ia akan memamerkan kekuatannya yang luar biasa”.
Sempurna, putaran Tang Yibai begitu sempurna dan hampir menyerupai Ding Liangjiang tapi tetap Tang Yibai berada di tingkat pertama dan Ding Liangjiang berada di posisi kedua. Ding Liangjiang menambah kecepatannya, tapi dia masih berada di belakang Tang Yibai.

Ouyang Heng senang melihat Tang Yibai melakukan renang gaya bebasnya dengan sangat baik. Tapi tim Universitas Olahraga Selatan masih terlihat tegang karena pertandingan babak ini belum selesai.
Komentator mengatakan bahwa Tang Yibai masih mempertahankan kecepatannya di paruh ke dua dengan sangat sempurna dan tidak mengurangi kecepatannya, dia pasti berlatih sangat keras. Ini sunguh lawan yang menyeramkan.
Yun Duo sangat tegang melihat kompetisinya, Lin Zi fokus merekam mereka, Ouyang Heng tersenyum kembali melihat Tang Yibai dan berkata “Tang Yibai, kau harus kembali” setelah itu, Ouyang Heng langsung pergi dari stadion.

Dan akhirnya Tang Yibai yang berada di posisi pertama, dan menjadi pemenang di kompetisi 100 meter gaya bebas dengan sangat baik. Ding Liangjiang berada di posisi kedua.
Tang Yibai sangat senang dengan apa yang telah dia raih, disisi lain Ding Liangjiang terlihat kesal dan kecewa karena kalah dari Tang Yibai.
Komentator : baiklah, mari kita lihat catatan waktu mereka. 48.06 detik, dan ini rekor baru! Tang Yibai mengalahkan rekor waktu tahun lalu Ouyang Heng, dan mencetak rekor baru di piala mimpi! 48.06 detik adalah rekor gaya bebas 100 meter putra baru di piala mimpi china. Itu dicetak oleh Tang Yibai dari tim Universitas Olahraga Selatan, yang baru saja kembali setelah empat tahun ditangguhkan.
Tim Universitas Olahraga Selatan sangat senang dengan pencapaian Tang Yibai dan mendatangkan rekor baru jauh dari Ouyang Heng tahun lalu, semua penonton bersorak untuk kemenangannya. Begitupun dengan Yun Duo, dia terlihat sangat senang. Tapi Lin Zi sepertinya tidak senang dengan kemenangan Tang Yibai saat ini.

Tim Universitas Olahraga Selatan berlari mengampiri Tang Yibai, Ding Liangjiang melewati mereka dan terlihat sangat kesal dengan kekalannya. Kepala Pelatih Yuan sangat bangga pada Tang Yibai.
Mereka merangkul dan menggendong Tang Yibai karena sangat senang dengan kemenangan yang diraihnya.
Semua wartawan langsung bergegas menuju Tang Yibai, Yun Duo masih asyik melihat Tang Yibai dan terus bertepuk tangan untuknya. Guru Sun mengatakan kepada Yun Duo “jangan hanya berdiri dan tepuk tangan disana. Pergi dan ampil tempat untuk mewawancarai Tang Yibai!” mereka pun bergegas untuk mewawancarai Tang Yibai yang mengalahkan rekor Ouyang Heng tahun lalu.

Tang Yibai dikerumuni banyak wartawan, para wartawan mengajukan banyak pertanyaan kepada Tang Yibai, tapi Tang Yibai masih belum menjawab satupun dari pertanyaan mereka.
Lagi-lagi Yun Duo ketinggalan, dai berada di posisi paling belakang, dia kesusahan untuk mengambil gambar Tang Yibai, bahkan dia juga tidak bisa menerobos untuk maju kedepan. Kemudian Tang Yibai melihat Yun Duo yang kesulitan untuk maju ke depan dan berkata “tunggu, bisakah reporter itu maju kedepan?” (tertuju kepada Yun Duo) semua wartawan langsung tertuju kepada Yun Duo dan memberi jalan untuknya.
Yun Duo kaget dan masih berdiam diri di posisi semula, kemudian Tang Yibai mempersilahkannya untuk maju ke depan, Yun Duo pun mulai melangkah ke depan, tapi dia terlihat malu dengan para reporter lainnya.

Setelah Yun Duo berada di hadapannya, Tang Yibai langsung bertanya “apa kau punya sesuatu yang ingin kau tanyakan reporter QK.Video, Yun Duo?” Yun Duo tersenyum dan belum menjawab apapun. Qi-Ruifeng dan Ming Tian melihat mereka dan kemudian pergi.
Reporter lain kesal karena Yun Duo masih diam dan belum mengajukan pertanyaan satupun. Mereka bilang kepada Yun Duo “reporter Yun Duo, cepat dan tanyakanlah. Kami hanya bisa bertanya setelah kau selesai mengajukan pertanyaan” semua wartawan berseru kepada Yun Duo untuk segera bertanya.
Dan akhirnya Yun Duo mengajukan pertanyaannya “Tang Yibai, pertama-tama selamat karena sudah memecahkan rekor piala mimpi sebelumnya untuk gaya bebas 100 meter. Penampilanmu hari ini sudah berjalan lama sejak dua bulan yang lalu. Dan itu merupakan penampilan yang sangat hebat. Bagaimana kau bisa melakukan ini?”.
Tang Yibai : penampilanku hari ini sedikit lebih baik dari yang aku harapkan, tapi itu tidak bisa dikatakan sangat hebat. Untuk bisa menjadi sangat hebat, aku harus bisa menyelesaikannya dibawah 48 detik.
Yun Duo : jadi targetmu berikutnya adalah untuk menyelesaikannya dibawah 48 detik?
Tang Yibai : ya.
Yun Duo : apakah kau tau apa artinya untuk bisa menyelesaikan dibawah 48 detik?
Tang Yibai : 48 detik adalah garis yang membagi perenang terbaik di dunia. Bukankah semuanya pernah mengatakan bahwa aku adalah seseorang yang menantang Ouyang Heng? Kalau aku tidak bisa selsesai dalam 48 detik, bagaimana aku bisa melawannya?.
Reporter lain mulai bertanya “apakah kau menyatakan tantanganmu kepada Ouyang Heng?” Tang Yibai menjawabnya “waktu kita hampir habis. Kita tidak bisa tetap di kolam terlalu lama juga. Pertanyaan terakhir”.
“apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan kepada penggemarmu?”
Lin Zi melihat Tang Yibai sedang dikerumuni banyak wartawan. Tang Yibai menjawab pertanyaan terakhir “aku Tang Yibai, sudah kembali”.
“apa kau yakin bisa mengalahkan Ouyang Heng? Bisakah kau beritahu kami? Bisakah kami memberimu pertanyaan lain?” semua wartawan terus mengajukan banyak pertanyaan. Lin Zi pun pergi.

Lin Zi duduk di taman, dia menelpon dan bertanya keadaan adiknya Xiao Sang “halo? Bagaimana Xiao Sang? Apakah dia baik-baik saja?” Lin Zi meminta orang di telpon untuk memberikan telponnya kepada Xiao Sang karena dia ingin bicara dengan adiknya.
“Xiao Sang, ini aku. Hari ini adalah hari Tang Yibai bertanding, aku pergi untuk melihatnya bertanding. Jangan khawatir, dia melakukannya dengan sangat baik dan menang. Kalau kau ada disitu, kau pasti akan sangat senang dan mengatakan dengan bangga kepadaku (lihat kan? Itu Tang Yibaiku)”.
Lin Zi menangis dan mengatakan bahwa Xiao Sang adalah gadis bodoh.

Di sebuah restoran, Tim Universitas Olahraga Selatan sedang merayakan kemenangannya hari ini. mereka bersulang dengan sangat ramai. Ayah Qi-Ruifeng mengatakan kepada mereka untuk makan yang banyak, karena dia baru saja mendapatkan bahan-bahannya hari ini dan semuanya masih sangat segar. Ayah juga meminta Qi-Ruifeng untuk menjada timnya agar tetap makan. Qi-Ruifeng dan yang lainnya sangat berterima kasih kepada ayah Qi-Ruifeng.
Pelatih Wu : tidak perlu menahan diri hari ini! aku yang akan traktir, makanlah sebanyak yang kalian mau. Qi-Ruifeng, apa kau sudah memberitahu ayahmu bahwa yang membayar...
Qi-Ruifeng: jangan khawatir. Pelatih Wu, potongan 30% untuk pekerja.
Tang Yibai merangkul Pelatih Wu dan bertanya “bagaimana? Apa kau menerimanya?”. Pelatih Wu berhenti makan dan bertanya “apa?”.
Tang Yibai : hadiah yang kujanjikan tadi pagi.
Pelatih Wu : aku tidak mau hal-hal kecil ini, aku mau medali emas piala mimpi.
Tang Yibai : baiklah, aku berjanji padamu. Tapi karena kita sudah melewati putaran pertama kompetisi, kau tidak perlu terlalu khawatir lagi. Benar kan? Kenapa kau tidak memberikan ponselku?
Pelatih Wu : jangan bertanya apapun mengenai ponsel.
Semua tim saling memandang. Kemudian Tang Yibai mengedipkan mata kepada Qi-Ruifeng, Yangyang dan Zheng Lingye.

Zheng Lingye mulai mengerti dengan kedipan Tang Yibai, dia tersenyum dan menuangkan minuman sambil berkata kepada Pelatih Wu “Pelatih Wu, Tang Yibai harus belajar tingkat 6 untuk ujian bahasa inggris. Dia harus menggunakan aplikasi penerjemah di ponselnya untuk belajar”.
Tang Yibai : benar.
Zheng Lingye : ia juga menggunakan ponselnya untuk memanatau penampilannya. Kemablikan saja ponselnya kepada dia.
Qi-Ruifeng: ya pelatih. Ini minumlah dulu, aku akan menuangkan satu gelas lagi untukmu. Siapa yang mengambil ponsel di jaman seperti ini, iya kan?
Mereka serempak meminta Pelatih Wu untuk mengembalikan ponsel kepada Tang Yibai. Mereka kembali bersulang. Pelatih Wu berkata “demi mendapatkan ponselnya, kalian berani bersekongkol melawanku?” yang lain terdiam karenaa motifnya sudah ketahuan Pelatih Wu.
Pelatih Wu berkata kepada Tang Yibai “kau! Jelas sekali, kau lulus CET6, kan? (tes bahasa inggris universitas)”. Tang Yibai memegang kepalanya sambil memelas “aku lulus ya?”. Pelatih Wu dengan tegas mengatakan “ya, bahwa kau lulus”.
Pelatih Wu menegrur Zheng Lingye karena berani mengatakan hal itu kepadanya. Kemudian Tang Yibai menyenggol teman di pinngirnya untuk melakukan sesuatu. Dia bingung dan mengajal Pelatih Wu untuk bersulang, Qi-Ruifeng dengan semangat mengajal yang lainnya bersulang untuk pelatih Pelatih Wu.
Setelah itu, Pelatih Wu mengatakan “baiklah. Sebelum pertandingan piala mimpi berakhir. Tang Yibai, kau tidak akan bisa mendapatkan ponselmu kembali”. Tang Yibai dan yang lainnya terkejut dan bilang “haaahhhhhh”. Pelatih Wu mengejek mereka dengan mengatakan hal yang sama “haaaahhh”.
Pelatih Wu meminta mereka untuk tidak memberitahu Kepala Pelatih Yuan tentang perayaan kemenangan di babak pertama, karena dia akan membuatku kesulitan dalam berbagai hal.
Qi-Ruifeng : jangan khawatir pelatih, itu tida akan terjadi.
Pelatih Wu : janji, ya?
Yang lainnya mengangguk ya. Zheng Lingye berkata “bukankah baru saja kau menyuruh kami untuk tidak bersekongkol?”
Pelatih Wu marah dan berkata “kau....” tiba-tiba dia mendapat panggilan dan mengangkatnya lebih dulu.

Pelatih Wu mendapat panggilaan dari Kepala Pelatih Yuan, dia meminta tim-nya untuk diam. Dan ternyata Kepala Pelatih Yuan mengetahui bahwa Pelatih Wu membawa tim-nya untuk merayakan kemenangan di babak pertama. Pelatih Wu menyangkalnya, tapi Kepala Pelatih Yuan tetap mengatakan bahwa dia benar-benar mebawa tim-nya makan.
Disisi lain Zheng Lingye melihat berita di ponselnya dan melihat Pelatih Wu yang sedang bicara dengan Kepala Pelatih Yuan di telpon. Pelatih Wu menegaskan bahwa dirinya tidak berbohong, tapi sepertinya Kepala Pelatih Yuan marah kepada Pelatih Wu dan langsung menutup telponnya.

Pelatih Wu kembali ke meja dan berkata kepada tim-nya “bukankah kita sudah sepakat? Kita tidak akan memberitahu Kepala Pelatih Yuan. Kenapa kalian memberitahunya? Siapa yanng mengkhianatiku, ayo mengaku!” yang lain tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Pelatih Wu, karena diantara mereka tidak ada yang memberitahu Kepala Pelatih Yuan.
Zheng Lingye : Pelatih Wu, diantara kami tidak ada yang memberitahunya. Bahkan jika kita tidak mengatakannya, Kepala Pelatih Yuan sudah mengetahinya.
Pelatih Wu : kenapa?
Zheng Lingye : karena diluar toko dipenuhi banyak reporter. Ini tidak mengejutkan, mungkin Kepala Pelatih Yuan sudah melhat berita tentang kita di internet.
Linye memberikan ponselnya kepada Pelatih Wu, Qi-Ruifeng berjalan menuju jendela dan melihat kerumunan wartawan yang berdesakan disana. Dia tersenyum  melihat Yun Duo dan Guru Sun, sepertinya Qi-Ruifeng punya rencana dan ingin melakukan sesuatu.

Guru Sun mengatakan keapda Yun Duo “sial, kita awalnya ingin melakukan wawancara ekslusif perayaannya dengan Universitas Olahraga Selatan. Untuk beberapa alasan, semuanya begitu sensitif dan datang kemari”. Yun Duo hanya tersenyum. Guru Sun mrnanyakan tentang Lin Zi.
Yun Duo : Lin Zi? Aku tidak tahu, aku tidak melihatnya setelah pertandingan.
Guru Sun : anak nakal ini bolos kerja.
Ponsel Guru Sun berdering, dan itu panggilan dari putrinya. Guru Sun mengatakan bahwa dia sibuk bekerja. Yun Duo bertanya “Apa yang terjadi?” Guru Sun mengatakan bahwa putrinya sakit dan harus buru-buru pulang.
Yun Duo meminta Guru Sun untuk segera pulang dan membawa putrinya ke rumah sakit. Guru Sun kembali lagi dan meyakinkan bahwa Yun Duo bisa melakukannya sendirian. Yun Duo meminta Guru Sun untuk tidak khawatir karena dia tidak akan mempermalukannya. Guru Sun meminta Yun Duo untuk segera menelponnya jika ada masalah.

Qi-Ruifeng datang menghampiri Yun Duo, dia menggunakan masker dan topi agar tidak diketahui wartawan lain. Yun Duo kaget melihat Qi-Ruifeng berpenampilan seperti itu, Qi-Ruifeng meminta Yun Duo untuk diam dan mengikutinya.

Qi-Ruifeng membawa Yun Duo masuk ke restoran. Dia memanggil Tang Yibai dan berkata “lihat, siapa yang aku bawa untukmu!” Yun Duo menyapanya. Tang Yibai [un langsung menghampirinya dan bertanya “Yun Duo, kenapa kau ada disini?”.
Qi-Ruifeng: perayaan ini tidak bisa dilewatkan tanpa teman baikku.
Qi-Ruifeng meminta ibunya untuk datang dan memperkenalkan Yun Duo kepadanya. Qi-Ruifeng memperkenalkan orangtuanya. Yun Duo langsung menyapanya. Mereka mengatakan kalau Yun Duo terlihat cantik dan ceria.
Qi-Ruifeng: dia penggemarku dan teman terbaikku. Suatu hari dia akan menjadi reporter terkenal.
Yun Duo : aku tersanjung, keluargamu bergitu baik.
Qi-Ruifeng: tentu saja.
Tang Yibai : jangan ssombong. Apa kau masih ingat seperti apa kau sebelumnya?
Qi-Ruifeng : tidak, kau....
Tang Yibai : ketika pertama kali aku bertemu dengannya, dia dua kali lebih besar dari sekarang.
Yun Duo : sungguh?
Tang Yibai : iya.
Ibu Qi-Ruifeng mengatakan “apa salahnya jika dendut?” dia mengambil ponsel dari saku suaminya dan menunjukkan foto Qi-Ruifeng waktu kecil, dulu dia terlihat sangat gemuk. Yun Duo menertawakannya. Ibunya bilang bawa gendut itu sangat menggemaskan.
Qi-Ruifeng merebut ponsel dari ibunya. Yun Duo mengatakan “akhirnya aku tahu kenapa kau diberi julukan QQ”. Qi-Ruifeng marah dan berkata “siapa yang tidak punya masa lalu?”.
Ibu : ini cukup baik.
Tang Yibai : tapi itu sangat mengesankan. Dia kehilangan 25kg selama musim panas setelah bergabung dengan tim renang.
Yun Duo : 25kg?
Mereka mengangguk ya.
Yun Duo : sangat mengesankan, sekarang aku mengerti kenapa kau begitu narsis.
Orangtua Qi-Ruifeng meminta Yun Duo untuk bergabung makan sebelum makanannya dingin.

Mereka membawa Yun Duo ke meja, Yun Duo menyapa tim lainnya. Ibu Qi-Ruifeng mengatakan akan membawa makanan untuk semua tim dan memberikan piring untuk Yun Duo. Qi-Ruifeng membantu Yun Duo menyimpan kameranya.
Tang Yibai mempersilahkan Yun Duo untuk menikmati makanannya, mereka saliang menatap dan tersenyum. Saat Tang Yibai sedang minum, Pelatih Wu meminta Tang Yibai untuk mengikutinya karena ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengannya.

Pelatih Wu membawa Tang Yibai ke belakang, dia mengatakan “sudah kubilang beberapa kali kepadamu, jangan terllau dekat dengannya”.
Tang Yibai : Pelatih Wu, aku mengerti perhatianmu. Tapi kau benar-benar salah paham kepada Yun Duo. Dia bukan hanya repoerter biasa, dia juga teman baik kami. Ada sesuatu yang belum kukatakan padamu. Ketika aku bersedih, Yun Duo benar-benar banyak membantuku.
Pelatih Wu : cukup. Kau punya banyak sekali alasan untuk membelanya.
Tang Yibai : itu tidak benar. Aku memberitahu yang sebenarnya, Yun Duo...
Pelatih Wu : cukup cukup. Aku tahu kau tidak akan mendengarkanku. Jika kau ingin terus menemuinya, itu terserah padamu. Tapi aku harus memberitahumu sebagai pelatihmu, sekarang bukan saat yang tepat untuk berkencan.
Tang Yibai : Pelatih Wu, jangan khawatir, aku berjanji, dia tidak akan menghalangi latihanku, tanpa menyebutkan pertandingannya.
Pelatih Wu : bagus. Aku mempercayaimu. Tapi untuk sementara aku harus mengingatkanmu, sekarang kau terkenal. Semua media memperhatikanmu, setiap kata yang kau katakan sekarang bisa menjadi halaman di depan koran. Jadi tolong berhati-hatilah dengan apa yang kau katakan di depan Yun Duo. Jangan bicara tanpa berpikir, terutama pemikiran dan perasaan mendalammu. Kau dengar?
Tang Yibai : iya iya aku mengerti.
Mereka kembali bergabung dengan yang lainnya untuk makan malam.

Ouyang Heng dan tim-nya sedang berlatih  di ruang gym, mereka melihat berita tentang kemenangan Tang Yibai.
“tidak mungkin, Tang Yibai benar-benar mengalahkan kapten kita. Dia bahkan memecahkan rekor kapten kita”
“jadi Tang Yibai benar-benar memiliki potensi”
“potensi apanya? Maksudmu, potensi untuk mengalahkan kapten kita?”
Ouyang Heng juga melihat berita tersebut. Dia senang melihat Tang Yibai mengatakan bahwa dirinya sudha kembali.
“katakan padaku, apa aku tidak berhalusinasi? Kapten kita tersenyum?”
Mereka heran dengan kaptennya karena tersenyum melihat kemenangan Tang Yibai dan bahkan memecahkan rekornya.

Ouyang Heng berjalan di lorong, dia tersenyum melihat ponselnya, entah apa yang sedang ia lihat. Papa Ouyang Heng menghampirinya, tapi Ouyang Heng mengabaikannya.
Papanya berkata “rekormu tahun lalu dipecahkan oleh seseorang dan kau masih bisa tersenyum?”. Ouyang Heng berhenti dan berkata “jika Tang Yibai semakin kuat dan terbang lebih tinggi, kemenanganku darinya akan lebih bermakna”.