Advertisement
Advertisement
Episode 22 Part 2
All images credit and content copyright: Hunan TV

Di Universitas Olahraga Selatan, Tang Yibai dan yang lain sedang berkumpul di kamarnya. QI-Ruifeng mengejek perkataan Tang Yibai tadi di depan Pelatih Wu “OH MY GOD!!! bahkan jika seluruh dunia mengatakan padaku bahwa kami tidak cocok, aku ingin tetap memeluknya, menciumnya, melindunginya (memeluk Ming Tian) Pelatih Wu, apa menurutmu aku menyukai gadis ini? Jika kau mengabaikannnya, apa aku seorang pria?”.
QI-Ruifeng sampai menyekik lehernya karena saking aSun Yangik membuli Tang Yibai, tapi yiabi tidak menghiraukan perkataan QI-Ruifeng, Ming Tian menghentikan aksi QI-Ruifeng dan bertanya “benarkah? Tang Yibai sungguh bilang begitu kepada Pelatih Wu?”. QI-Ruifeng mengangguk “iya”. Lingye merasa bahwa semua itu hal yang konyol untuk dilakukan Tang Yibai.
QI-Ruifeng mengatakan bahwa dia mendengar semua percakapan Tang Yibai dengan Pelatih Wu bahkan dia juga menulangi percakapan mereka dengan adegan yang sebenarnya. Tang Yibai mulai kesal dan berkata “jangan dengarkan omong kosongnya, dia cuman bersikap gila”.
QI-Ruifeng : aku gila? Kaulah yang sedang jatuh cinta! Apa kau cukup berani untuk mengaku bahwa kau bilang pada Pelatih Wu, bahwa kau menyukai Yun Duo kan?

Tang Yibai tak menjawab pertanyaan QI-Ruifeng sama sekali. Kemudian QI-Ruifeng menghampiri Tang Yibai dan menanyakan rencana Tang Yibai berikutnya karena telah menyukai Yun Duo “apa kau perlu bantuan kami untuk menjalankan misimu?”.
Tang Yibai : tidak. Kupikir lebih baik membiarkan perasaan berkembang dengan alami (meminta QI-Ruifeng untuk Ming Tiangir karena dia akan naik ke tempat tidurnya) ketika waktunya tepat, aku akan memberitahunya.
QI-Ruifeng : ini tida akan berhasil. Jika kau menykai seseorang, kau harus memberitahunya. Kau tidak bisa membiarkan ini menjadi alami. Saat Yun Duo dicuri oleh orang lain, kau akan menyesalinya nanti karena telah membiarkan semuanya berjalan secara alami.
Ming Tian : benar, pasti banyak pria yang menyukai Yun Duo. Bagaimana jika suatu hari ada seseorang yang muncul dan merebut kak Yun Duo dari kak Tang Yibai dan membawanya pergi?
QI-Ruifeng :  bagaimana dengan ini Tang Yibai? Aku sudah memikirkan sebuah rencana. Selama pertandingan berikutnya, beritahu pada semua wartawan bahwa kau menyukai Yun Duo “aku ingin bersamanya” itu akan mengatasinya.
Tang Yibai : kau membuatnya terlalu public.
QI-Ruifeng : karena itu yang sesungguhnya yang kau inginkan. Biarkan semua orang tahu bahwa kau menyukainya.
QI-Ruifeng tetap menyarakan Tang Yibai untuk melakukan hal-hal konyol yang menurutnya itu semua akan berhasil, Ming Tian tidak setuju dengan pendapat QI-Ruifeng dan mengatakan pendapatnya “aku pikir bahwa kita harus tetap focus pada pencitraan. Kita semua menonton drama. Biasanya pemeran untama pria menyiapkan 3 hal untuk diungkapkan pada pemeran utama wanita. Bunga yang cantik, kembang api yang romantic dan putih yang berkilau”.
QI-Ruifeng: apa iyu putih yang berkilau?
Ming Tian : putih yang berkilau koin perak. Begini caranya, kau bisa memesan sebuah restoran dengan pemadangan yang indah. Membeli sebuket bunga, dan memanggil orang-orang untuk menyalakan kembang api diluar. Disaat itu, kau bisa mengungkapkan perasaanmu di depan kak Yun Duo “aku menyukaimu, mari kita bersama”.
Tang Yibai hanya tersenyum saja mendengar perkataan Ming Tian, Ming Tian merasa pendapatnya itu sangat romantic dan setiap wanita akan menyukai hal-hal yang berbau romantic sehingga mereka akan menerima perasaan pria.
QI-Ruifeng : Tang Yibai, jangan dengarkan dia. Caranya kuno dan membuang-buang waktu. Dengarkan aku, bahwa aku yakin semua ini akan berhasil.
Ming Tian : bagaiman aini kuno? Ini pergerakan klasik! Apakah kau tidak menonton drama? Apakah tidak meninton drama wanita yang tumbuh dewasa. Drama idol tentang cinta, novel percintaan.

Ming Tian bersikeras meminta Tang Yibai untuk mendengarkannya karena dia yakin bahwa Tang Yibai akan mendapatkan Yun Duo, dan meminta Tang Yibai untuk membiarkannya mengurus kembang api. Lingye angkat bicara.
Lingye : sebuah pengungkapan tidaklah penting. Yang paling penting adalah apakah wanita memiliki perasaan apdamu atau tidak. Jika mereka tidak punya perasaan, ini tida ada gunanya untuk mengatakan sesuatu. Jika dia menyukaimu, kau hanya perlu mengatakan satu hal “aku menyukaimu” itu saja cukup.
QI-Ruifeng : Lingye. Kau hanya membuang-buang kata. Masalah kita yang sesungguhnya adalah apakah Yun Duo mempunyai perasaan yang sama dengan Tang Yibai atau tidak. Itu sebabnya kita perlu melakukan pengungkapan.
Ming Tian : itu benar. Jika kau tidak mengungkapkannya, bagaimana kau tahu jika seorang wanita menyukaimu atau tidak?
Lingye : siapa bilang kau harus mengungkapkan perasaan untuk mengetahui apakah si wanita menyukai kita atau tidak?
Mereka terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan Lingye. Kemudian Lingye mendapat panggilan dari seseorang dan menjawabnya “hallo sayang” (sepertinya itu panggilan dari pacar Lingye). Mereka sangat kaget mendengar Lingye memanggil “saying”. Lingye baru menyadari bahwa mereka memperhatikannya dan pemita pergi untuk menjawab pangilan dan pergi keluar.
QI-Ruifeng dan Ming Tian bertanya-tanya tentang siapa yang menelpon Lingye. Tapi Tang Yibai masih merenung, dan akhirnya Tang Yibai bicara bahwa sebuah pengungkapan tidaklah penting. QI-Ruifeng dan Ming Tian kaget dengan apa yang dikatakan Tang Yibai.
Tang Yibai berdiri di depan jendela sambil berkata “hal terpenting adalah apa yang dirasakan Yun Duo kepadaku”.

Di restoran. Yun Duo. Cheng Mei dan Lin Zi sedang bersulang merayakan keberhasilan Yun Duo dalam mewawancarai Sun Yang. Mereka mulai mencicipi hidangan makan malamnya. Lin Zi terlihat sangat bahagia. Kemudian Yun Duo berkata kepada Lin Zi “Lin Zi, Cheng Mei sungguh pendonor bagiku. Di kampus, dia membantu untuk mengurusku”. Lin Zi bertanya “sungguh?” Cheng Mei kaget dengan apa yang dikatakan Yun Duo dan itu tidak sesuai dengan faktanya. Yun Duo memberi kode agar Cheng Mei tetap diam dan membiarkannya kembali bicara.
Yun Duo : dia sangat penuh perhatian, cantik dan feminim. Di sekolah jiuga banyak sekali pria yang menyukainya.
Cheng Mei menjadi sangat kaku dan berkata “Yun Duo…”. Lin Zi juga menjadi gugup dan bertanya “sungguh?”. Yun Duo membenarkan semua perkataannya tentang Cheng Mei.
Yun Duo : jika aku menguingat dengan benar, kau lajang kan? Cheng Mei juga lajang. Bagaimana dengan…. (Cheng Mei tersenyum malu).
Cheng Mei : bagaimana kalau kau makan saja daripda bicara omong kosong yang tak penting.
Yun Duo : setelah melihat kalian berdua. Kalian cukup coock, sangat cocok.
Lin Zi : apa?
Yun Duo : oh tunggu, nyonya rumahku bilang bahwa dia butuh bantuanku hari ini, jadi aku harus pulang cepat. Bagaimana bisa aku melupakannya? Kalian makanlah, aku akan pergi duluan.
Lin Zi mengehntikannya dan bertanya “apa yang perlu kau banty?”. Yun Duo terlihat kaku dan mencari alasan “pipa air rumah kita…. Sajian ini bahkan tidak dimakan, jangan mebuangnya, makanlah dan nikmati semua hidangan makan mala mini”. Setelah itu Yun Duo pergi tanpa menghiraukan perkataan Lin Zi.

Lin Zi kesal karena Yun Duo pergi begitu saja, Cheng Mei bilang “aku tidak tahu apa yng terjdai dengan Yun Duo hari ini, mungkin sesuatu benar-benar terjadi dirumahnya. Baiklah, biarkan kita berdua makan?”.
Lin Zi : maaf, aku tidak punya nafsu makan lagi. Kau makanlah, aku harus pergi. 
Cheng Mei : Lin Zi, kau…..
Cheng Mei sangat kesal karena Lin Zi tak menghiraukkanya dan pergi menyusul Yun Duo.

Yun Duo berjalan dan terlihat bahagia karena telah membiarkan Cheng Mei dan Lin Zi berduaan, dan merasa kalau Cheng Mei dan Lin Zi akan semakin akrab.
Tiba-tiba Lin Zi memanggil Yun Duo dan menghampirinya. Yun Duo sangat kaget “Lin Zi? Dimana Cheng Mei?”. Lin Zi terlihat kesal dan meminta Yun Duo untuk ikut kedalam mobil dengannya. Lin Zi memaksa Yun Duo untuk masuk ke dalam mobilnya.

Di rumah, Yun Duo bertanya kepada Lin Zi “kau makan dengan baik dengan Cheng Mei, kan? Kenapa kau tiba-tiba datang kepadaku? Apa yang terjadi, kenapa kau tidak bicara? Bukankah suasana di tempat makan cukup bagus? Apakah ada sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi?”.
Akhirnya Lin Zi bicara juga “bisakah kau berhenti menjadi seperti ini? Apakah kau tahu ini tidak hormat padamu untuk menjodohkan aku dnegan Cheng Mei?”. Yun Duo tersenyum dan tidak paham maksud perkataan Lin Zi.
Yun Duo : Cheng Mei sangat luar biasa, dia juga sangat menyukaimu, aku tida mengatakannya, agar susananya menjadi begitu alami dan tidak akan canggung, kenapa kau marah?
Lin Zi : kau tidak tahu apa-apa, apakah kau pernah menganggap kemungkinan bahwa aku sudah menyukai seseorang.
Yun Duo : kau sudah menyukai seseorang? Aku….. kenapa aku tidak menanyakanya kepadamu lebih dulu? Dan disana aku menjdoohkan kalian berdua seperti orang bodoh, ini sudah selesai, bagaimana aku akan memberitahu Cheng Mei?
Lin Zi : bukankah kau ingin tahu siapa orang yang aku sukai?
Yun Duo : benar. Siapakah itu? Apakah aku kenal dia?

Tiba-tiba Tang Yibai pulang dan mendengar percakapan mereka, Tang Yibai berhenti dan kembali mendengar apa yang akan dikatakan Lin Zi kepada Yun Duo.
Lin Zi mengatakan bahwa wanita yang dia sukai dipanggil Yun Duo, Yun Duo sangat kaget dan bengong setelah mendengar ungkapan Lin Zi. Tang Yibai juga kaget dan berseru. Lin Zi dan Yun Duo kaget melihat Tang Yibai ada disana. Kemudian dia menghampiri mereka.

Lin Zi bersikap baik kepada Tang Yibai dan bertanya “Tang Yibai, kau kembali?”. Tang Yibai pura-pura tida tahu dengan apa yang terjadi barusan dan bertanya kepada mereka “kalian baru pulang kerja?”.
Lin Zi : kiha hanya makan malam bersama, ini sudah larut malam, jadi aku mengantrnya pulang.
Tang Yibai meminta mereka untuk melanjutkan pembicaraannya dan menawarkan minuman kepada mereka, atpi Lin Zi menolaknya dan Tang Yibai pun pergi meninggalkan mereka. Setelah itu, Lin Zi melanjutkan pembicaraannya.
Lin Zi : apa ini? Apakah kau takut bahwa Tang Yibai akan salah paham? Atau apakah kau menemukan cara untuk menolakku untuk menghindari kecanggungan?
Yun Duo menggelengkan kepalanya, Lin Zi meminta Yun Duo untuk tida khawatir karena dia tidak buru-buru untuk mendengar jawaban Yun Duo. Lin Zi hanya ingin Yun Duo tahu bahwa untuk kedepannya dia tidak boleh melakukan hal konyol sseperti hari ini lagi. Setelah itu, Lin Zi pun pergi.

Di ruang makan, Yun Duo bingung dengan perkataan Lin Zi dan tidak nyaman dengan Tang Yibai, karena takut Tang Yibai salah paham dan akan memepngaruhi pertandingannya. Yun Duo mengingat sikap Lin Zi setelah keluar dari rumah sakit. Sekarang kilas balik saat Lin Zi yang mengaku di depan awak media bahwa dia adalah pacarnya.
Perkataan Lin Zi tadi “wanita yang aku sukai dipanggil Yun Duo” terus terngiang dipikiran Yun Duo. Sekarang kilas balim tentang Tang Yibai yang mengatakan kepada Yun Duo “dimataku, kau akan selalu menjadi orang pendek yang perlu dilindungi, saat Tang Yibai menolongnya dan kejadian-kejadian romantic yand terjadi diantara mereka, saat Tang Yibai menenangkannya dan menghapus air mata yang jatuh ke pipinya, itu membuat Yun Duo bingung.

Kemudian Yun Duo berbalik, tiba-tiba Tang Yibai sudah ada dihadapannya dan bilang bahwa dia ingin bicara dengannya. Yun Duo hanya diam saja.
Tang Yibai : Lin Zi mengungkapkan perasaannya kepadamu, apa yang kau katakana padanya?
Yun Duo : aku mendnegar? Aku….
Tang Yibai : iya, aku mendengar semuanya, dia bilang dia menyukaimu. Apakah kau memberinya jawaban?
Yun Duo : tidak.
Tang Yibai : aapakah kau punya perasaan padanya? Apa yang kau katakana setelah itu?
Yun Duo : (dengan polosnya) aku tidak tahu.
Tang Yibai : aku tida tahu? Kenapa kau tida tahu? Jika kau menyukai seseoreang atau tidak, jawabannya sangat jelas.
Yun Duo : aku tida tahu jika kita akan cocok bersama. Apa yang akan terjadi setelah kita berkencan, dan berapa lama kita bisa tetap bersama? Sangat banyak pertanyaan, aku tidak bisa menjawabnya langsung.
Tang Yibai : bagaimana jika orang yang mengungkapkan perasaannya hari Ini bukan Lin Zi dan itu adalah aku? (Yun Duo snagat kaget) bagaimana jika aku memberitahumu hari Ini bahwa aku menyukaimu? Apa yang akan kau jawab?
Yun Duo terdiam sejenak dan kemudian berkata “jangan bercanda denganku. Satu Lin Zi saja sudah cukup membuat kepalaku sakit, jangan mengangguku dulu”.
Tang Yibai : aku tidak bercabda denganmu, aku serius. (Yun Duo langsung menatapnya) aku ingin membantmu untuk menjelaskan perasaanmu yang sebenarnya kepada Lin Zi. Karena itulah aku bertanya “bagaimana jika aku yang mengungkapkan perasaan hari ini? Bagaimana jawabanmu? Akankah jawabannya sama dengan yang aku berikan kepada Lin Zi? Katakana (Tang Yibai terus menekankan Yun Duo untuk memberikan jawabannya jika dia yang mengatakan perasaannya tadi).
Yun Duo : jika kau mengatakan bahwa kau menyukaiku, maka aku akan menjawab….
Mengingat perkataan Pelatih Wu kepadanya “kuberitahu kau tentang kenyataannya. Belakangan ini, kau merupaka halangan bagi Tang Yibai” dalam perasaan bombing Tang Yibai berkata “tida mungkin”.
Tang Yibai : apa kau bilang?
Yun Duo : kubilang tida mungkin.
Tang Yibai : kenapa? Kenapa kau mengatakan “aku tidak tahu” ketika Lin Zi mengungkapkan perasaannya. Tapi padaku kau bilang “tida mungkin” kenapa? Kenapa?.

Yun Duo bingung dan menurunkan tangan Tang Yibai dari pundaknya sambil berkata “tidak mudah bagimu untuk bisa sejauh ini untuk kembali berenang. Yang gterpenting bagimu saat ini adalah pertandingan dan berenang. Bagaimana bisa kau punya tenaga untuk berkencan? Itu tidak boleh terjadi. Kita juga hanya berhubungan karena kau adalah seorang atlet dan aku seorang reporter. Bagaimana jika suatu hari, kau bukan atlet lagi atau aku bukan reporter lagi? Kita tidak bisa berhubungan lagi”.
Tang Yibai : kenapa tidak bisa berhubungan? (mendekati Yun Duo dan memegang pundaknya) Kita mengatakannya sebelumnya, kita akan melupakan status kita sebagai reporter dan atlet. Semua itu bohong?
Yun Duo : bukan begitu…
Tang Yibai : baiklah, baiklah, baiklah. Kau tidak perlu menjelaskannya lagi. Sebelumnya aku mengatakan “bagaimana jika” itu tidak berarti aku benar-benar menyukaimu.
Setelah itu Tang Yibai bengong dan terlihat kesal. Yun Duo terus memperhatikan Tang Yibai.

Tang Yibai kembali ke asrama dan terlihat sangat lelas. Dikamar ada QI-Ruifeng sedang latihan dan bertanya “Tang Yibai, kenapa? Apa kau sakit? Bukankah kau barusaja mengetes bagaimana perasaan Yun Duo kepadamu? Apa kau menemukan sesuatu?”. Tang Yibai hanya diam saja sambil merapikan pakaian QI-Ruifeng yang ada di kasurnya. QI-Ruifeng penasaran dan bertaya kembali “tidak, ekspresi macam apa ini? Apa kau ditolak setelah mengungkapkan perasaanmu?”. Tang Yibai masih tidak menghiraukan pertanyaan QI-Ruifeng dan berbaring diu tempat tidurnya.
QI-Ruifeng: ini tida masuk akal, Yun Duo tidka mungkin menolakmu, atau orang yang dia sukai adalah aku? (tertawa sambil bercanda).
Tang Yibai : orang yang mengungkapkan perasaan kepada Yun Duo adalah Lin Zi, bukan aku.
QI-Ruifeng : kak Lin Zi? Apa ini? Apa yang Yun Duo katakan?
Tang Yibai : dia bilang, dia tidak tahu.
QI-Ruifeng :  tidak tahu, apa itu tidak tahu? Jika dia suka, maka dia ssuka. Jiak dia tidak suka, maka tidak suka. Apa itu jawaban “tidak tahu”? jangan kahwatir Tang Yibai, bukankah dia bilang “tidak tahu”? dia tidak billing “oke” kau masih punya kesempatan.
Tang Yibai : jawabannya untuk Lin Zi adalah “tidak tahu”. Tapi jawaban untukku “tidak mungkin”
QI-Ruifeng : tidak mungkin? Tang Yibai, sekspresi macam apa ini? Apa kau ingin menyerah?
Tang Yibai : bagaimana aku bisa menyerah? Aku sungguh berpikiran Yun Duo tidak memikirkan bahwa kita akan memiliki kemungkinan lainnya. Dia hanya melihatku sebagai teman.
QI-Ruifeng: teman?
Tang Yibai : juga… QI-Ruifeng, kukatakan padamu. Lebih baik kau jangan katakan kepada siapapun bahwa aku menyukai Yun Duo.
QI-Ruifeng: kenapa?
Tang Yibai : aku takut setelah kau mengatakan sesuatu, dia dan aku tidak bisa berteman lagi.
QI-Ruifeng bingung “tidak bisa berteman lagi? Kenapa?”. Tang Yibai pun keluar dari kamarnya.

Tang Yibai mengulangi perkataan Tang Yibai tadi “bagaimana jika kukatakan aku menyukaimu? Jangan salah paham, kubilang “bagaimana jika” Yun Duo merasa Tang Yibai tidak benar-benar harus menambahkan dua kata “bagaimana jika” itu.
Yun Duo kembali melamun “apa yang Tang Yibai pikirkan? Meskipun dia tidak menambahkna kata “bagaimana jika”, aku tahu itu tidak mungkin, tapi kenapa dia harus menanyakan pertanyaan aneh seperti itu? Apa latihannya tidak sibuk? Apa menggodaku sungguh menyenangkan baginya?. Yun Duo malah marah-marah keapda erbai, dan meminta erbai untuk emngatakan sesuatu.

Saat Yun Duo sednag menaiki tangga QK.Video dia bingung jika bertemu dengan Lin Zi nanti dan tidak tahu haruss berbuat apa saat bertemu Lin Zi nanti.

Kemudian Lin Zi datang dan memanggil Yun Duo, Yun Duo pun berhenti dan terlihat kaget, dia bingung harus berbuat apa. Lin Zi menyapa Yun Duo denagn penuh semangat “selamat pagi” dengan kaku Yun Duo menjawab.
Yun Duo : pagi, murid apa kau sudah sarapan?
Lin Zi : kurasa kau sungguh menggemaskan. Jangan memaksakan dirimu. Aku tahu apa yang terjadi kemarin mungkin membuatmu berpikirak bahwa hubungan kita di tempat kerja akan memburuk. Jadi, kau harus bersikap baik padaku untuk menghindari kecanggungan, kan? Aku akan menjadi asisten yang baik dan akan berinteraksi denganmu dengan sangat baik. Karena kau belum memberiku jawaban, itu tidak berarti kau menolakku.
Yun Duo : apa maksudmu? Maksudmu Jika aku menolakmu….
Lin Zi : baiklah. Tidak apa-apa untuk menolakku, penolakkan juga merupakan hal seorang gadis (Yun Duo mengangguk) tapi bekerja keras adalah ahk laki-laki (Yun Duo kaget dan kembali melihatnya) kau bisa menolakku sekali, aku akan mengungkapkannya uintuk yang kedua kalinya. Kau bisa menolakku lagi, aku akan terus mengungkapkannya lagi sampai kau menerimaku.
Yun Duo terlihat sangat kaku dan kebingungan. Lin Zi mengajak Yun Duo untuk segera bekerja dan memebritahu Yun Duo bahwa nomor satu dalam catatan kerja adalah pertahankan. Yun Duo bingung dan bertanya-tanya pada dirinya sendiir “apa dia serius? Ya ampun. Bagaimana aku akan berinteraksi dengannya nanti?”.

Di Universitas Olahraga Selatan, tim putra sedang latihan. Pelatih Wu mengawasi latihan mereka. Tang Yibai terlihat sangat lelaah dan ungkapan perasaan Lin Zi kepada Yun Duo terus terngiang dikepalanya “gadis yang kusukai beranam Yun Duo”. Dia juga ingat jawaban Yun Duo saat dia mengukapkan perasaanya “bagaimana jika aku yang mengungkapkannya padamu hari ini, apa yang akan kau katakana?” waktu itu Yun Duo mengatakan “tidak mungkin” Tang Yibai semakin tertekan dan terlihat lelah.
Kemudian Pelatih Wu memberikan aba-aba kepada tim untuk segera bersiap lompat kodok. Tang Yibai tidak focus dan tidak mendnegarkan intruksi Pelatih Wu, Pelatih Wu memanggilnya beberapa kali, tapi itu tetap tidak menyadarkan Tang Yibai.