Advertisement
Advertisement
Episode 23 Part 2
All images credit and content copyright: Hunan TV

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Mr. Mermaid Episode 23 Part
Setelah Yun Duo bertatapan dengan Lin Zi, dia langsung duduk di meja kerjanya dan memainkan ponselnya, Yun Duo mecari sesuatu di ponselnya dan akhirnya dia menemukan apa yang dia cari dan menelpon seseorang dari telpon kantor, Lin Zi masih memperhatikan Yun Duo dari meja kerjanya.
Yun Duo memanggil sebuah agensi dan meminta mereka untuk meyakinkan Sutradara Xu agar bisa di wawancarai oleh QK.Video, sepertinya Yun Duo belum mendapat kesempatan untuk mewawancarai Sutrada Xu, dia terlihat lelah dan tidak tahu haruss berbuat apa lagi.

Saat Yun Duo menunduk di mejanya, tiba-tiba Guru Sun datang dan bertanya “Yun Duo kecil ada apa? Apa Susana hatimu sednag tidak baik?” Yun Duo langsung terbangun dan menunjukkan wajah kesalnya kepada Guru Sun, dia juga mengeluh kepada Guru Sun “bagaimana bisa kau tahu kalau aku punya masalah? Apa kau kesini untuk membantuku?”.
Guru Sun : hei hei, ada apa? Apa kau menemui maslaah di bagian hiburan? (Yun Duo tak menjawabnya dan hanya cemebrut di depan Guru Sun) tidak apa-apa. Aku bisa mengajarimu untuk berjalan, tapi aku tidak bisa berjalan untukmu. Bagaimana dengan ini? Kalau kau punya masalah, bicarakain semua ini dengan asistenmu.
Guru Sun menyarankan Yun Duo untuk membicarakan masalahnya dengan Lin Zi, karena menurutnya Lin Zi sangat jenius, tapi Yun Duo merasa kalau dirinya hanya seorang karyawan magang dan tidak bisa membawa asistennya kemanapun dia pergi. Guru Sun bilang kalau diirnya tidak bisa membuat kekuasaan apapun karena semua itu hanya Direktur Liu yang memutuskan. Dan meminta Yun Duo untuk bertanggung jawab dengan orang yang diberikan Direktur Liu untuknya.
Setelah mendengar apa yang dikatakan Guru Sun, Lin Zi sangat senang dan tersenyum sendiri sambil memperhatikan mereka. Guru Sun juga mengatakan bahwa Direktur Liu yang akan diwawancarai Yun Duo adalah Direktur Liu favorit pacarnya. Guru Sun juga tak lupa untuk memintakan tanda tangan idola tersebut untuknya.
Yun Duo hanya menggelengkan kepalanya dan berakta bahwa itu semua sulit baginya karena dia sudah menelpon kantor mereka tapi mereka tidak mengangkatnya dan bahkan Yun Duo meminta reporter lain untuk membantunya, tapi mereka juga tidak bisa melakukan wawancara itu. Yun Duo tidak tahu harus bagaimana lagi menghubungi kantor tersebut.
Guru Sun : benarkah? Industry hiburan sungguh menarik. Biar kuajarkan sesuatu. Ketika menghadapi orang-orang yang tidak mau menerima wawancara, kau harus menggunakan kekuatanmu, kau seorang perempuan. Bagaimana perempuan membuat pacarnya kesal, kau mengerti?
Yun Duo : Guru Sun, berhenti bercanda denganku. Rasanya kepalaku ssudah mau pecah.
Guru Sun : aku tidka bercanda. Meski appaun aku tidak akan menggangu bagian hiburanmu.
Setelah itu Guru Sun pergi karena harus menyimpan beberapa file informasi. Kemudian Yun Duo bicara pada dirinay sendiri “sekarang aku tahu, betapa beruntungnya bisa mengikuti Guru Sun  dan memberitakan olahraga.

Lin Zi menghampiri Yun Duo dan menawarkan bantuan kepadanya, tapi Yun Duo menolak bantuannya. Lin Zi meyakinkan Yun Duo “benarkah? Mungkin aku punya cara untuk mewawancarai Xu Haoze” Yun Duo meminta Lin Zi untuk tidak bicara hal yang tidak mungkin karena dia akan pergi ke tempat itu sekarang juga. 
Lin Zi heran dan bertanya “kemana kau akan pergi?” Yun Duo menjawabnya “tentu saja aku akan mecari Xu Haoze”.

Yun Duo dan Lin Zi turun dari mobil, sepertinya mereka akan menemui Xu Haoze. Lin Zi berjalan mendahului Yun Duo, saat Lin Zi ingin memijit bel, Yun Duo bertanya “apa yang akan kau lakukan? Mundur dan Biarlah aku yang melakukannya. Setelah Yun Duo memijit belnya dia langsung mempersiapkan diri dan merapikan rambutnya.
Akhirnya ada seseoarng yang membuka pintu, orang itu menyapa Yun Duo. Yun Duo langsung memperkenalkan dirinya, tapi orang itu sepertinya tidak peduli dengan Yun Duo.
Saat Xu Haozen melihat Lin Zi dia sangat terkejut dan bilang “Lin Zi”. Mereka sudah lama tidka bertemu dan saling merangkul, kedekatan mereka membuat Yun Duo heran. Xu Haoze melakukan percakapan dengan Lin Zi.
Xu Haoze : kapan kau kembali? Kenapa kau tidak memberitahuku?
Lin Zi : aku sibuk sejak aku kembali ke cina. Aklau kita berjodoh, kita pasti akan bertemu kembali.
Xu Haoze : kau anak kecil, apa yang membawamu kesini?
Sebelum Lin Zi menjawabnya, dia meminta Lin Zi untuk masuk terlibeih dahulu, di tengah-tengah dia bertanya tentang Yun Duo. Lin Zi mengatakan bahwa Yun Duo adalah mentornya dan menyuruh Yun Duo untuk masuk bersamanya. Sepertinya Xu Haoze tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lin Zi.

Di dalam kantor, Yun Duo bicara dengan nada putus asa kepada Xu Haoze “aku tahu kau tidak mau melakukan wawancara, tapi….”. karena kasihan atau karena Lin Zi, akhirnay Xu HAoze bersedia menerima wawancara dai Yun Duo. Yun Duo sangat terkejut mendnegar apa yang diakatakan Xu Haoze kepadanya “apa yang baru saja kau katakana? Kau menerimanya?”. Xu Haoze mengangguk “ya”.
Yun Duo : bukankah kau tidak mau melakukannya? Kenapa… terima kasih sudah mau menerim wawancaraku.
Xu HAoze : tidak perlu terlalu sopan, aku menerima wawancaramu karena murid didikanmu, tapi dia harus ada disini. Kalau bukan karena bantuan Lin Zi sebelumnya, tidak aka nada Xu Haoze. Jadi kalau dia meminta, aku harus menerimanya. (Yun Duo sepertinya bingung)
Lin Zi : baiklah, tidak semuanya karena aku, itu karena kau professional, mentor. Lebih lagi, aku dan dia sudah saling mengenal sebelumnya, yang kubawa untuk wawancara ini.
Yun Duo : baiklah, aku berhutang padamu. Nanti aku akan membayarnya. Xu Haoze, apakah kita bisa memulainya sekarang?
Xu Haoze : sekarang? Sepertinya kita harus menunggu sampai minggu depan. Sekarang ini aku sibuh pindahan kantor, lihatlah aku harus bersih-bersih dulu.
Lin Zi : tidak masalah ini hanya mengatur beberapa barang. Aku bisa membantumu melakukannya. Aku selalu membantumu membersihkan asrama.
Xu HAoze : kalau kau berkata begitu, kau mau membantuku membersihkannya.
Lin Zi : tidak masalah, terima saja wawancara dari mentorku.
Xu Haoze bersedia melakukan wawancaranya sekarang, Lin Zi menyemangati Yun Duo sebelum memulai wawancaranya.

Setelah mereka pergi untuk melakukan wawancra, Lin Zi mulai membereskan barang-barang pindahan Xu HAoze dengan semangat, saat Lin Zi sedang membereskan beberapa buku, tiba-tiba sebuat foto jatuh dari buku tersebut. 
Lin Zi pun mengambil foto tersebut, dia kaget saat melihat isi foto tersebut dan berkata dalam hatinya “ini adalah….”. Lin Zi terlihat kesal setelah melihat foto tersebut.

Di Universitas Olahraga Selatan. Tim putra sedang latihan. Saat sedang latihan Qi-Ruifeng terus memperhatikan Tang Yibai, kemudian dia mengampiri Tang Yibai dan memintanya untuk segera istirahat karena Tang Yibai sudah berlatih begitu keras, Qi-Ruifeng mengatakan apa yang ingin dia bicarakan dengan Tang Yibai “aku bisa mengetahuinya jika kau sedang mengkhawatirkan sesuatu, taoi aku adalah seorang ahli dalam hal mendnegarkan masalah orang lain, ceritakanlah padaku”.
Qi-Ruifeng memberikan minumannya, tapi Tang Yibai merasa tidak perlu untuk mengatakannya karena dia merasa baik-baik saja dan tidak ada yang sedang dia khawatirkan, setelah itu Tang Yibai mengambil minumannya dan berterima kasih kepada Qi-Ruifeng.

Kembali ke kantor baru Xu Haoze, Yun Duo baru selesai mewawancarai Xu Haoze, dia sangat berterima kasih karena Xu Haoze sudah bersedia menerima wawancaranya, Yun Duo juga merasa kalau dirinya merasa terbantu dalam hal membuat film pendek oleh Xu Haoze, Yun Duo memuji banyak hal tentang keahlian Xu Haoze.
Xu Haoze : kau sungguh terlalu berlebihan, aku senang bisa bicara denganmu, dari wawancara denganmu hari ini, aku menyadari bahwa diwawancari bukanlah hal yang buruk.
Yun Duo : oh ya, bolehkah aku mengambil beberapa gambar dari kantormu?
Xu Haoze : tentu saja, kau bisa mengambil sebanyak  foto yang kau butuhkan.

Xu Haoze menunjukkan beberapa spot foto yang bisa diambil oleh Yun Duo, Yun Duo pun mulai mengambil beberapa foto yanga da di kantor Xu Haoze, disana Lin Zi masih sibuk membereskan barang-barang yang ada di kantor Xu Haoze.

Saat Yun Duo mengambil salah satu foto dai sudut lain, tiba-tiba dia terdiam sambil melihat salah datu foto tersebut, sepertinya dia mengingat sesuatu dari foto tersebut sambil berkata “adegan itu terlihat familiar”.
Xu Haoze : indah bukan? Itu empat tahun yang lalu. Sungguh kebetulan, aku pergi kesana untuk mengambil beberapa gambar. Di dekat danau, aku melihat seorang perempuan yang diselamatkan karena jatuh ke danau (Yun Duo dan Lin Zi sangat trekejut) , itu agak jauh, tapi kemudian aku dengar bahwa wanita itu dalam bahaya, itu merupakan mukjijat jika dia bisa disematkan.
Yun Duo : apakah kau tahu pria yang menyematakan wanita itu menggunakan baju warna putih? (Lin Zi terus mempehatikan pembicaraan mereka).
Xu HAoze : aku kurang yakin. Aku tidak bisa menentukan apakah yang menyelamatkan adalah seorang pria ada atau perempuan. Tapi, kenapa kau bertanya?
Yun Duo : karena wanita yang diselamatakn waktu itu sepertinya aku.
Xu Haoze : kau? (sangat kaget)
Yun Duo : kau sungguh tidak tahu siapa yang menolongnya?
Kemudian Lin Zi menghampiri mereka dan bertanya “kenapa kau bisa jatuh disana? Kau juga tidak bisa mengingat siapa yang menyelamatkanmu”. Yun Duo mengeluh “aku tidak bisa menemukan penyelamatku, karena itu aku sangat kesal. Aku ingat bahwa dia memakai baju warna putih, tapi aku tidak tahu bagaimana wajahnya. Ketika aku bagun di rymah sakit, aku sangat ingin berterima kasih padanya, tapi dia sudah menghilang (sepertinya Xu HAoze sedang memikirkan sesuatu) aku tida tahu bagaimana caranya untuk menemukan dia”.
Xu HAoze : waktu itu…. Kami mengambil banyak gambar. Mungkin itu bisa membantumu mencari petunjuk.
Yun Duo : benarkah?
XU HAoze : aku ingat asistenku mencetak gambar-ganbar itu dan emnyimpannya di buku, tunggu sebentar…

Setelah mendengar itu, Yun Duo kembali tersenyum dan merasa ada harapan untuk menemukan siapa yang menyelamtkannya. Xu Haoze mencari gambar tersebut dari beberapa buku yang ada di rak dan di box, tapi dia tidak bisa menemukannya dan bertanya kepada Lin Zi “Lin Zi, apa kau melihatnya ketika kau membereskannya tadi?” dengan kaku Lin Zi berkata “tidak”.
Yun Duo membantu Xu Haoze mencari gambar tersebut, tapi Yun Duo juga tidak bisa menemukan gambar tersebut.  Bahkan mereka sudah mencarinya dari semua buku yang yang ada disana. Lin Zi terlihat bingung dan memikirkan sesuatu

Lin Zi mengantarkan Yun Duo pulang, setiba di depan pintu Yun Duo, mereka masih duduk di dalam mobil dan Yun Duo berkata sambil memejamkan matanya “kenapa dia tidak bisa menemukan gambar itu? Itu sungguh menyedihkan. Apa kau tahu, aku slelalu memanggil penyelamatku si pangeran duYun Duog?? Aku sudah mencarinya selama ini, tapi aku tidak ingat seperti apa wajahnya. Aku baru saja menemukan sedirkit petunjuk, namun sekarang itu semua sudah berakhir”. Lin Zi terdiam dan terlihat sednag memikirkan sesuatu.
Yun Duo : apakah aku tidak akan pernah bisa menemukan penyelamatku?
Lin Zi : cukup. Berhentilah berpikir terlalu banyak. Kau sudah mengomel pepanjang perjalanan. Kau pasti akan menemukannya.
Yun Duo : terima kasih untuk wawancara hari ini. Aku berhutang padamu, aku akan membayarnya nanti.
Saat Yun Duo membuka pintu mobil, tiba-tiba Lin Zi  memanggilnya “Yun Duo!”. Yun Duo pun kembali terdiam dan penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Lin Zi. Lin Zi tersenyum sendiri sambil berkata “tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengingatkanmu, bahwa Direktur Liu ingin melihat draf wawnacaranya besok pagi. Jadi, mala mini kau tidak usah memikirkan si pangeran duYun Duog dulu”.
Yun Duo : hei, aku adalah meontormu. Apakah anak didikku harus mengingatkan mentornya? Aku tahu.
Sebelum Yun Duo masuk ke rumahnya, dia meminta Lin Zi untuk berhati-hati dalam perjalanna pulang dan bilang sampai bertemu besok.

Setelah Yun Duo masuk ke dalam rumah, Lin Zi membuka foto yang tadi dia ambil saat memberskan barang-barang Xu Haoze, dan ternyata benar itu adalah foto saat Tang Yibai menyelamatkan Yun Duo. Lin Zi terlihat ssangat kesal melihat kenyataan bahwa Tang Yibai adalah pangeran duYun Duognya Yun Duo, yang menyelamatkan Yun Duo saat tengelam 4 tahun yang lalu.

Di QK.Video, Cheng Mei dan rekannya yang lain sednag membahas putaran kualifikasi Universitas Olahraga Selatan dalam aspek kesulitan dan popularitasnya dan dalam melawan Minghua sebelumnya. Mereka membicarakan lebih dalam tentang selata.
Di sisi lain, Yun Duo sedang melamun sambil menggigit jarinya. Dia mengingat saat-saat bersama Tang Yibai. Setelah ingatannya kembali dia berkata “aku kesal, kenapa Tang Yibai selalu muncul di otakku? Kenapa dia selalu muncul ketika aku ingin melupakannya? Aku sungguh tidak berguna (Yun Duo menundukkan kepalanya di meja) tidak bisa, aku tidak bisa seperti ini, aku perlu meningkatkan energy. Berhenti memikirkan Tang Yibai”.

Tiba-tiba Guru Sun menghampiri Yun Duo dan bertanya tentang Tang Yibai “ada apa dengan Tang Yibai?” Yun Duo kaget dan balik bertanya kepada Guru Sun “ada apa?”.
Guru Sun : aku mendapat berita bahwa proyek wawancara dengan Tang Yibai mungkin akan diberhentikan.
Yun Duo : kenapa? Bukankah Direktur Liu menyukainya?
Karena Guru Sun melihat banyak orang di sekitarnya, dia pun mengajak Yun Duo untuk membicarakananya di tempat lain, mereka pun pergi. Cheng Mei penasaran dengan apa yang mereka bicarakan dan kemabli melanjutkan pekerjaannya.

Di sebuah kafe, Guru Sun dan Yun Duo sedang membicarana proyek mewawancarai Tang Yibai, Guru Sun mengatakan “dua minggu ini, apa kau melihat video dari wawancara pribadi Tang Yibai?”. Yun Duo mengangguk sambil berkata “aku melihatnya sedikit”.
Guru Sun : bagaimana bisa hanya sedikit? Kau yang mengusulkan proyek itu, tidakkah kau peduli akan jadi bagaimana ketika orang lain mengambil alihnya?
Kemudian Guru Sun menujukkan video dua minggu ini setelah Cheng Mei mengambil alihnya dari Yun Duo, penontonnya turun drastic, Guru Sun bertanya “dimana masalahnya? Bisakah kau katakana apa yang salah?”. Yun Duo terus memperhatikan video tersebut.
Yun Duo : meskipun aku tidak bisa mengatakannya, tapi aku bisa merasakannya. Latihan Tang Yibai tidak sama lagi dengan sebeulmnya seolah….
Guru Sun : seolah seseorang berhutang uang padanya, dia tidak senang. Dia tidak ingin siapapun dekat dengannya, kan?
Yun Duo : Guru Sun, kurasa itu bukan masalah Tang Yibai. Mungkin, teknik latiahnnya sama dengan yang disiarkan sebelumnya, jadi penonton melihat itu berulang-ulang dan itu menjadi sangat membosankan.
Guru Sun : tida mungkin (memperlihatkan video sebelumnya yang diwawancarai Yun Duo) lihat ini yang kau wawancarai sebelumnya. Penonton hariannya masih tinggi sampai sekarang. Terlebih, ini bukan masalah dari satu episode saja (menunjukkan beberapa episode yang menunjukkan bahwa Tang Yibai tidak semangat seperti sebelumnya dan terlihat banyak melamun saat latihan, itu membuat Tang Yibai tidak konsentrasi latihan) Yun Duo, apa kau mengerti mengapa aku mengatakan ini kepadamu? Prsedir sudah mengakuinya sendiri. Jika wawancara berikutnya masih sedikit penonton, dia akan menghentikan wawancara dengan Tang Yibai.
Yun Duo memikirkan hal itu.

Di kantin Universitas Olahraga Selatan. Yangyang sedang makan sendirian, kemudian Qi-Ruifeng datang dan makan di depan Yangyang. Kemudian Qi-Ruifeng bertanya “ini sudah malam, kenapa kau makan sendirian disini?”.
Yangyang : tim wanita menambahkan  beberapa acara baru.
Qi-Ruifeng : ohh, Yangyang, apa mennurutmu Tang Yibai agak aneh belakangan ini?
Yangyang : apanya yang aneh?
Qi-Ruifeng : belakangan ini, dia selalu menGuru Sunng dirinya. Tidak peduli apakah itu sedang latihan atau di asrama. Dia tidak membiarkan seorangpun mendekatinya. Apa kau menyadarinya? (Yangyang terus makan dan tidak menjawab pertanyaan Qi-Ruifeng) Yangyang, aku sednag bicara padamu, apa kau dengar?
Yangyang : aku mendengarnya. Kapan dia menGuru Sunng dirinya? Aku melihatnya di area renang hari ini.
Qi-Ruifeng : dia tidak benar-benar menGuru Sunng dirinya. Itu analogi saja. Tang Yibai bukan tipe orang yang suka bicara, dan dia sudah berlatih begitu keras belakangan ini. Aku khawatir dia sedang depresi, aku harus bicara dengannya.
Yangyang : apanya yang harus dibicarakan? Semua orang tahu bahwa Tang Yibai tidak senanng karena Yun Duo.
Qi-Ruifeng : benar, itulah yang kupikirkan.
Yangyang : jadi, apa yang dipikirkan Tang Yibai sekarang?
Qi-Ruifeng : aku tidak mengerti dengan apa yang dia katakan.

Kilas balik ditampilkan saat Tang Yibai dan Qi-Ruifeng bicara di depan stadion renang Universitas Olahraga Selatan.
Tang Yibai : tumbuh besar, aku merasa sangat percaya diri dalam mengendalikan diriku. Aku merasa seolah aku tidak akan terpengaruh oleh siapapun. Aku percaya, bahwa aku tidak melakukan sesuatu yang menentang kehendakku sendiri karena seseorang. Tapi belakangan ini, aku menyadari bahwa banyak hal  yang tidak seperti yang kuharapkan.
Qi-Ruifeng : hal apa?
Tang Yibai : dalam hatiku. Aku sudah memutuskan untuk menganggapnya sebagai teman. Tapi ketika aku bertemu dnegannya, aku kehilangan arah. Aku panic. Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menyukainya. Aku menyukainya, tapi aku tidak bisa memberitahunya. Aku takut kita tidak bisa berteman lagi setelah aku mengatakan kepadanya. Jadi sebelum kita meraih titik dimana kita tidak bisa berbalik, aku memutuskan untuk menjaga jarak dengannya. Lebih baik untuk berada lebih jauh darinya.
Kilas balik berakhir.
Setelah mendengar semuanya, Yangyang berkata “kurasa Tang Yibai benar. Mungkin inilah rasanya menyukai seseorang”.
Qi-Ruifeng : tida benar. Kenapa kau harus menjauh dari seseorang yang kau sukai?
Yangyang : sebenarnya aku memahami Tang Yibai. Karena dia mempedulikan Tang Yibai, dia takt bahwa dia akan merusak hubungan mereka karena menyukainya. Karena itulah dia menjaga jarak dan memutuskan untuk tidak mengganggunya.
Qi-Ruifeng : alasan macam apa ini? Bagaimana itu disebut menyukai seseorang?
Yangyang : tidakkah kau tahu? dia melakukannya untuk gambaran yang lebih besar. Dia sudah dewasa, sekarang katalan bagaimana menurutmu jika menyukai seseorang.
Qi-Ruifeng : sangat mudah. Jika kau menyukai seseorang, aku akan mengatakannya dengan sangat jelas bahwa aku menyukainya. Lalu, aku akan menggenggam tangannya dan tidak akan pernah melepaskannya. Begitulah yang harus dilakukan orang normal pada umumnya.
Yangyang : jadi, jika kau menyukai seseorang, kau akan memberitahunya dan aku akan mengungkapkan perasaanmu?
Qi-Ruifeng : tentu saja, dunia ini begitu besar. Sulit menemukan seseorang yang kau sukai. Tidak ada waktu untuk saling mengabaikan atau saling menghindari.
Yangyang : jadi. Jika kau menyukai seseorang. Kau pasti akan bersamanya dan memberitahunya? Kau tidak akan memperlakukannya seperti kau memperlakukanku dan terus bertengkar, berdebat dan memberiku bahu yang dingin?
Qi-Ruifeng terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan Yangyang, dia bengong sambil terus menatap Yangyang dengan sangat dalam. Yangyang memastikan pertanyaannya tapi Qi-Ruifeng masih bengong dan tersu menatapnya.
Yangyang : Qi-Ruifeng, ingat apa yang sudah kau katakan hari ini. Ketika kau menemukan gadis yang kau sukai. Kita lihat apa kau memegang kata-katamu itu.
Setelah selesai bicara dengan Qi-Ruifeng, Yangyang bilang bahwa dirinya sudah kenyang dan pamit pergi, Qi-Ruifeng masih bengong dan berkata “tampaknya Yangyang marah lagi. Apa aku mengatakan sesuatu?”. Qi-Ruifeng masih belum bisa melihat bahwa Yangyang menyukainya.

Di Universitas Olahraga Selatan, tim putra dan tim putri sedang melakukan latihan rutin, Qi-Ruifeng terus memperhatikan Tang Yibai dan Yangyang. Kemudian Lingye bertanya “kenapa aku merasa suasananya tidak baik? Seolah udaranya dipenuhi dengan pembunuh? Akankah aku berdarah jika aku bernapas?”. Qi-Ruifeng melepaskan tangan Lingye.

Kemudian Qi-Ruifeng membawa Lingye menjauh dari posisi latihan. Qi-Ruifeng mengatakan bahwa dirinya mengetahui akan hal itu.
Qi-Ruifeng : sebagai sosok pusat ternama di Universitas Olahraga Selatan, bagaimana aku tidak mengetahui dua gunung es yang sedang berbadai salju?
Lingye : cepat pikirkan sesuatu, sosok pusat.
Qi-Ruifeng : aku sedang memikirkan rencananya, tapi kau menggangguku.
Lingye : apa aku mengganggumu? Dengan kepandaianmu, aku bisa memandu pertandingan mengatakan gurauan (ingin menyelanya tapi Lingye tak memibarkan Qi-Ruifeng memotong pembicaraannya) mungkin kau akan memikirkan cara menyatukan teman yang lainnya lagi.
Qi-Ruifeng: apa maksudmu? Di matamu, aku sedangkal dan belum dewasa?
Lingye : iya (Qi-Ruifeng sepertinya mempunyai ide) lihat ekspresimu. Apa kau memikirkan rencana menyatukan teman yang lainnya lagi?.
Qi-Ruifeng: tiba-tiba aku memikirkan rencana yang sangat bagus. Itu bisa menyelesaikan suasana yang rendah di tim renng kita.
Lingye : renacana apa?
Qi-Ruifeng : tunggu dan lihatlah.
Kemudian Qi-Ruifeng mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, dan dia menanyakan kabar orang yang dia telpon.