Advertisement
Advertisement
Episode 20 Part 1
All images credit and content copyright: Hunan TV

Pelatih Wu yakin bahwa Yun Duo mempunyai harapan tinggi kepada Tang Yibai, tapi dia meminta Yun Duo untuk sama-sama mempertimbangkan masa depan Tang Yibai, Yun Duo tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Pelatih Wu dan bertanya “apa maksud Pelatih Wu?”.
Pelatih Wu : berjanjilah kepadaku jangan menemui Tang Yibai lagi.
Yun Duo terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu, kemudian Yun Duo berdiri sambil memukul meja dan mengambil air minum dan memnimunya dengan sangat rakus (sepertinya dia haus hehe). Setelah itu Yun Duo meminta Pelatih Wu untuk mengijinkannya bicara. Pelatih Wu pun mempersilahkan Yun Duo untuk bicara.
Yun Duo : karena kau sudah memanggilku keluar hari ini. Biar kuberitahu isi hatiku, aku tidak akan menahannya lagi. Pertama, aku tidak pernah menggunakan identitas reporterku untuk menggali perangkap untuk Tang Yibai., aku sungguh menganggapnya sebagai teman baikku. Aku juga tidak pernah menulis berita palsu untuk menguntungkan diirku. Mengapa kau tidak mengijinkan aku untuk bertemu dengan Tang Yibai lagi? 
Saat itu Pelatih Wu sempat ingin menjawab pertanyaan Yun Duo, tapi Yun Duo tidak memberi kesempatan Pelatih Wu untuk bicara dan terus melanjutkan apa yang ingin dia katakana.
Yun Duo : kau melarang kebebasan melaporkan berita, kau tahu itu? Kedua, foto Tang Yibai menggendongku itu, aku sudah menjelaskannya kepada public, itu hanya kesalahpahaman. Jika kedepannya kami tidak bertemu lagi, orang lain akan melihatnya lebih mencurigakan.
Pelatih Wu : aku tahu itu.
Yun Duo : tidak. Kau tidak tahu. Jika kau tahu, kau tida akan memisahkan aku dengan Tang Yibai. Pelatih Wu, jika kau sungguh melakukan ini demi kebaikan Tang Yibai, coba kau pikir, jika seseorang melaporkan berita tentang Tang Yibai, bagi kalian itu bukan situasi yang berbahaya.

Setalah Yun Duo selesai bicara, Pelatih Wu meminta Yun Duo untuk kembali duduk dan tenang, Yun Duo pun dengan senang hati kembali duduk.
Pelatih Wu : mengapa aku merasa sepertinya kau berhasil meyakinkanku? Wawancara kurasa tidak masalah. Tapi, bagaimana kalau kita ganti dengan reporter lain? Asalahkan bukan kau.
Yun Duo : kenapa? Kenapa tidak boleh aku yang mewawancarai Tang Yibai? Pelatih Wu, coba kau piker, reporter mana yang mengerti kerja keras Tang Yibai yang speerti aku? Yang terpenting untuk Tang Yibai sekarang adalah berenang dan kompetisi, itu adalah mimpinya. Karena aku tahu berapa besar usahanya demi mimpi ini, jadi sebagai reporter, terutama sebagai seorang teman, aku ingin melihat Tang Yibai mencapai mimpinya selangkah demi selangkah. Aku ingin merekam semua ini dan memberitahu semua orang bahwa Tang Yibai adalah atlet yang patut dihormati.
Lagi-lagi Yun Duo tidak memberi kesempatan Pelatih Wu untuk bicara dan melanjutkan perkataannya “Pelatih Wu, kau jangan khawatir, jika suatu hari nanti aku menjadi hambatan untuk Tang Yibai, tak perlu kau beritahu, aku tahu apa yang harus aku lakukan.
Pelatih Wu : kau bilang begitu. Biar kuberitahu kau sebuah kebenaran. Sekarang ini, kau telah menjadi hambatan terbesar Tang Yibai untuk mencapai mimpinya, kau mungkin tidka tahu, tapi karena situasi kalian berdua telah mempengaruhi pandangan tim pelatihan elit asia terhadapnya. Demi melindungimu, dia menolak tawaran untuk bergabung dengan tim pelatihan elit asia.
Yun Duo : demi aku? (terkejut)
Pelatih Wu : dia mungkin tak mengatakannya secara langsung, tapi aku tahu, mungkin dia melakukannya untuk melindungimu.

Kilas balik ditampilkan.
Tang Yibai : jika situasi ini hanya mempenharuhiku, bagiku tidak masalah. Aku masih bisa bicara melalui prestasiku, tapi bagaimana dengan Yun Duo? Aku tidak bisa menghancurkan karirnya demi melindungiku. Karena itu, Kepala Pelatih Kepala Pelatih Yuan, aku harap kau bisa menarik keputusanmu dan mengijinkan Yun Duo melanjutkan mewawancaraiku.a ku sudah selesai mengatakan apa yang ingin aku katakana. Kilas balik berakhir.
Yun Duo tak menyangka Tang Yibai melakuka banyak hal untuknya dan dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Pelatih Wu : dia sudah dampai sejauh ini. Yun Duo, tidakkah kau seharusnya juga berpikir untuknnya?

Di stadion renang, kedua tim sedang latihan. Kemudian Kepala Pelatih Kepala Pelatih Yuan dan Pelatih Wu datanga menghampiri mereka ddan meminta mereka untuk berkumpul. Mereka langsung bersiap dan membuat barisan di depan Kepala Pelatih Kepala Pelatih Yuan dan Pelatih Wu.
Kepala Pelatih Kepala Pelatih Yuan : aku akan mengumumkan sesuatu kepada kalian, agar kalian semua bisa lebih focus pada latihan, Pelatih Wu menyarankan bahwa mulai besok kita akan mengikuti  latihan pribadi selama 5hari 4malam dan Pelatih Wu yang akan bertugas.
Pelatih Wu : kalian dilarang pergi keluar. Semua ponsel akan disimpan oleh pelatih. Selama 5 hari ini, kalian hanya bisa melakukan 3 hal. Latihan, makan. Tidur, bangun dan latihan lagi, makan lagi dan tidur lagi.
Qi-Ruifeng : kau bahkan meyita ponsel kami? Apa masih membiarkan kami hidup?
Mereka berteriak bahwa apa yang dikatakan itu benar, Tang Yibai ingin mengatakan sesutau tapi kebutu Kepala Pelatih Kepala Pelatih Yuan yang brekata lebih dulu.
Kepala Pelatih Kepala Pelatih Yuan : waktu yang kalian sia-siakan pada ponsel terlalu banyak. Di kompetisi piala impian, jika kau ingin masuk ke 8 besar, kalian harus mengeluarkan tekad kalian sendiri,, kalian jangan lupa, kalian berdiri diatas berapa banyak air mata dan penyesalan orang-orang, untuk bisa berada disini sekarang, apakah kalian juga ingin menjadi salah satu dari orang-orang itu? Besok jam 7 pagi, berkumpul di depan sekolah.

Setelah Pelatih Wu dan Kepala Pelatih Kepala Pelatih Yuan pergi, kedua tim berkumpul dan mengarahkan kembali kepada timnya masing-masing.
Di kubu putra, Qi-Ruifeng bertanya “bagaimana persiapan kalian?”.
Lingye : aku akan menGuru Suns aktivitasnya, Ming Tian sedang isstirahat.
Setelah selesai berunding dengan tim maisng-masing, mereka kembali berlatih.

Qi-Ruifeng membawa Tang Yibai menjauh dari tim yang lain dan berkata kepadanya “Tang Yibai, kuberitahu kau ya, ada sesuatu yang kurasa sangat aneh. Latihan pribadi biasanya setelah kompetisi piala impian, kenapa tiba-tiba dilakukan sebelumnya?”.
Tang Yibai : karena aku.
Qi-Ruifeng : karena kau? Beritahu aku, kenapa? Apa ada yang kau sembunyikan dariku?
Tang Yibai : kenapa kau begitu ingin tahu? Kembali latihan (sambil tersenyum)
Qi-Ruifeng memaksa Tang Yibai untuk memberitahu alasannya.

Di QK.Video Yun Duo sedang melamun, perkataan Tang Yibai saat di kolam renang SMA Tang Yibai terlintas dipikirannya “karena aku menyadari dua kali aku berenang yang terbaik beberapa hari ini kau ada disana, kau seperti pembawa keberuntungannku. Sepertinya asal kau ada disana, aku bisa berenang lebih cepat dari semua orang yang ada di dunia ini”.
Di pintu  satadion depan banyak reporter
“aku minta maaf telah menyebabkan masalah ini, tapi aku tidak akan minta maaf karena mengehar mimpiku. Absen setelah 4th ini membuatku mengerti bahwa jika seseorang kehilangan mimpi mereka, mereka tidak algi hidup. Karena itu, aku kembali”.
Di samping selatan.
“disini ada sekelompok rekan tim dan pelatih yang berjuang dan mengejar mimpi kami bersama. Ini adalah titik awalku, kami telah berjanji akan memenangkan kejuaraan dan membuat selatan menjadi yang pertama di dunia ini. Bagaimana aku bisa melanggar janji yang telah dibuat?”.

Sekarang perkataan Lin Zi yang melintas di pikiran Yun Duo “apakah kau pernah terpikir Tang Yibai bekerja begitu keras untuk kembali berenang, tapi sekarang karena kau, karir renangnya pun terpengaruh. Jika kau adalah Tang Yibai, apa yang akan kau lakukan”. Yun Duo bingung dengan semua yang mereka katakana. Dan sekarang perkataan Pelatih Wu yang terlintas.
“tapi karena situasi kalian berdua telah mempengaruhi pandangan tim pelatihan elit asia terhadapnya, demi melindungimu, dia menolak tawaran untuk bergabung dengan tim pelatihan elit asia”.
Sekarang Yun Duo berpikir “Tang Yibai tidak mungkin menolak tawaran untuk bergabung di tim pelatihan elit asia karena aku, kan? Lalu apakah aku akan menjadi orang yang bersalah” setelah itu, Yun Duo membuka ponselnya, entah apa yang sedang dia cari.

Direktur Liu memminta semua karyawan untuk berkumpul dan mengatakan bahwa dia telah melihat kerja keras semua karyawan dan karyawan magang, dia juga memberitahu lagi bahwa hanya sejumlah karyawan magang yang bisa tetap tinggal di QK.Video dan Direktur Liu akan meninjau  kinerja setiap orang untuk kedepannya dan hanya peringkat 6 besar pekerja magang untuk tetap bekerja di QK.Video.
Direktur Liu : Yun Duo, apa kau sudah selesai mengatur informasi tentang Tang Yibai? Segera berikan kepada Cheng Mei.
Yun Duo, Lin Zi dan Cheng Mei sangat terkejut dan saling menatap satu sama lain, Yun Duo berkata kepada Direktur Liu “Direktur Liu, tolong beri aku kesempatan lain”.
Direktur Liu : aku akan memberimu dua pilihan. Satu, QK>Video akan membatalkan wawancara dengan Tang Yibai. Dua, biarkan orang lain yang mewawancarai Tang Yibai.
Yun Duo : maaf karena aku tidak memperhatikan tindakanku sehingga membawa masalah ke QK.Video. aku bersedia menerima konsekuensinya. Tapi, Tang Yibai tidak bermasalah dalam situasi ini. Direktur Liu, nanti aku akan memberi informasi yang telah disusun kepada Cheng Mei. Tapi tolong lanutkan proyek untuk terus mewawancarai Tang Yibai.
Lin Zi terlihat bingung dan tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk Yun Duo.

Yun Duo sedang melawamun di tempat ngopi, kemudian Guru Sun menghampirinya dan memberikan bingkisan kepada Yun Duo.
Guru Sun : Yun Duo, selama hidup, kesedihan tidak akan pernah berakhir. Jika kita berjodoh, kita akan bertemu lagi, kau mengerti?
Yun Duo tida paham dengan apa yang dikatakan Guru Sun, itu membuat Yun Duo bangkit dan menatap Guru Sun dengan penuh pertanyaan. Guru Sun tergagap dan kemudian dia berkata kemabali kepada Yun Duo.
Guru Sun : ini hadiah yang kumenangkan dalam undian tahun lalu. Aku sellau menyimpannya, aku akan benar-benar kehilanganmu. Terimalah hadiah ini.
Yun Duo : Guru Sun, masih belum di konfirmasi bahwa aku akan pergi, kau sudah memberiku hadiah perpisahan, ambil ini kembali.
Guru Sun : Yun Duo, Direktur Liu sudah  mengatakannya. Catatan kinerja itu tidak bisa diremehkan sekarang. Begitu dia bicara, tidak bisa ditarik kembali.
Yun Duo : apa tida ada harapan? Bagaimana jika aku terus bekerja lebih keras?
Guru Sun : Yun Duo, dalam banyak situasi, kerja keras  tida akan membuat perbedaan. Aku sungguh mengagumimu. Kau bekerja sangat keras, tapi tidak cukup beruntung. Waktu, hidup, keberuntungan. Jilka kau mewawancara Sun Yang waktu itu, dalam hal penghargaan dan prestasi, kau akan diperingkat pertama.
Yun Duo semakin gelisah, Guru Sun pun kembali memberikan hadiahnya, tapi Yun Duo menegmbalikannya lagi, mereka terus membalikkan hadiah itu tanpa berkata-kata. Guru Sun melihat Yun Duo semakin gelisah dan menaruh bingkisan di depannya, kemudian Guru Sun pergi.

Yun Duo memikirkan perkataan Guru Sun barusan “jika kau mewawancara Sun Yang waktu itu, dalam hal penghargaan dan prestasi, kau akan diperingkat pertama”. Sepertinya Yun Duo mempunyai ide.

Di kolam renang, Tang Yibai sedang menyendiri, kemudian QI-Ruifeng datang, dia terdiam sejenak saat melihat Yun Duo melamun. Akhirnya QI-Ruifeng pun menghampirinya sambil membawakan air mineral untuk Tang Yibai.
QI-Ruifeng : tentu saja kau berada disini (Tang Yibai diam saja) jika ada yang mengganjal dihatimu, kau harus membereskan itu dulu. Hatimu tidak disini, kau tida akan bisa berlatih. Apa kau masih terpikir tentang Yun Duo dan kak Lin Zi berkencan? Jangan cemas, aku sudah memikirkan rencana untukmu. Aku akan mengorbankan diriku, aku akan bertanya padanya untukmu.
Tang Yibai langusng melihatnya. QI-Ruifeng pun menelpon Yun Duo untuk Tang Yibai.

Yun Duo mondar-mandir di depan asrama putra, Tang Yibai datang dan kaget melihat ada Yun Duo disana. Mereka saling menatap satu sama lain, kemudian Tang Yibai menghampiri Yun Duo dan bertanya “bagaimana kabarmu?”. Yun Duo juga sama menanyakan hal itu kepada Tang Yibai. Mereka terdiam karena mengatakan hal yang sama bersmaan. Kemudian mereka meminta maaf dalam waktu bersamaan juga. Akhirnya mereka bisa tertawa, Tang Yibai berkata “kita benar-benar serempak”.
Yun Duo : iya, aku seharusnya minta maaf, kenapa kau yang minta maaf?
Tang Yibai : aku tidak tahu kau sudah punya pacar. Insiden waktu itu mungkin memberimu banyak masalah.
 Yun Duo ketawa dan berakata “kau bicara tenatng situasi itu? Lin Zi bukan pacarku. Dia membuatnya untuk menyelesaikan ssituasi denganmu”. Tang Yibai tertawa karena merasa lega bahwa Yun Duo dan Lin Zi tidak benar-benar pacaran. Yun Duo heran dan bertanya “kenapa kau tertawa? Dan apa yang kau tertawakan?”/
Tang Yibai : tidak ada. Kalau begitu, kenapa kau minta maaf kepadaku?
Yun Duo : karena aku menyebabkkanmu tersangkut dalam situasi ini. Kudengar itu mempengaruhi kesempatanmu untuk bergabung dengan tim pelatihan elit asia. Jika kau perlu, aku bisa datang menjelaskan, aku tidak mau menyebabkanmu….
Tang Yibai : itu keputusanku untuk menolak  mereka dan tetap disini. Aku ingin mewakili selatan dan bertanding untuk piala impian. Aku ingin berjuang dengan QI-Ruifeng dan bersaing dengan Ouyang Heng. Dan juga aku ingin pelatih Pelatih Wu dan seseorang melihatku berenang sebegai perenang putra tercepat di china. Aku belum melakukannya, jadi aku belum bisa pergi dulu.
Yun Duo : apakah seseorang itu aku?
Tang Yibai : ya.
Yun Duo ; kalau begitu, jangan membuatku menunggu sampai tua.
Tang Yibai : jangan khawatir, aku takkan membiarkanmu menunggu sampai kau tua.

Mereka terlihat sangat bahagia, sampai Tang Yibai memegang kepala Yun Duo, kemudian mereka saling menatap dan kembali terdiam, Tang Yibai pun melepaskan tangan dari kepala Yun Duo. Tang Yibai terlihat gugup dan mengatakan sesuatu.
Tang Yibai : aku lupa memberitahumu. Kami akan mengadakan sesi latihan pribadi mulai bessok, jadi kami tidak aka nada di sekolah. Wawancaranya harus menunggu sampai senin depan. Apa yang terjadi? Apa wawancaranya di batalkan?
Yun Duo : tidak dibatalkan. Kita akan bicarakan itu saat kau kembali. Aku pergi dulu.
Tang Yibai : aku ada waktu, aku akan mengantarmu.
Yun Duo : tak perlu. Kau masih harus bersiap untuk latihan pribadi, aku akan pergi sendiri.
Setelah itu mereka pamit untuk pergi. Dan akhirnya mereka kembali tersenyum dan tidak gelisah lagi. Tang Yibai terus memperhatikan Yun Duo saat sedang berjalan pergi.

Pelatih Wu membawa kedua tim ke sebuah tempat, QI-Ruifeng bertanya “Pelatih Wu, agar tidak mebiarkan kami bersenang-senang, aku berusaha terlalu keras”.
Pelatih Wu : tempat ini hebat. Nilainya 100! Aku akan memberi kalian 10 menit untuk menaruh barang-barang kalian. Berkumpul di tepi danau dan lari 10 putaran.
Ming Tian : hei, Pelatih Wu. 10 putaran? Seberapa besar danau itu?
Pelatih Wu : jangan khawatir. Oke, 9 menit 5 detik. Cepat!!!
Mereka langsung berlarian karena waktunya akan segera habis.

Di hari kedua, mereka sudah melakukan rutinitas latihan yang sudah dijadwalkan. Pelatih Wu mengawal mereka saat latihan.
“jangan lupa mengontrol kecepatan. Biar kubantu kalian mengatur kecepatan”.
Mereka mulai kelelahan dan berhenti sejenak untuk istirahat. QI-Ruifeng bertanya kepada Tang Yibai “Tang Yibai, apa yang kau lakukan? Kenapa Pelatih Wu menghukum kita sampai seperti ini?”.
Tang Yibai : dia ingin membuatku kelelahan, agar aku tida punya energy untuk memikirkan hal lain.
QI-Ruifeng : apa maksudmu?
Tang Yibai : kau tak perlu tahu, kau cuman harus berlari.
Tang Yibai kembali berlari, QI-Ruifengdan yang lainnya pun mengikuti Tang Yibai untuk terus berlari. Saat Tang Yibai melewati Pelatih Wu, dian memberi Tang Yibai air mineral. Dia berkata kepada dirinya sendiri “Tang Yibai, kau tetap disini karena aku. Aku takkan membiarkan keputusanmu sia-sia. Aku akan sekuat tenaga membantumu meraih mimpimu”. Setelah selesai lari, mereka berlatih sangat keras di dalam ruangan.