11/07/2017

My Mr. Mermaid Episode 7 Part 2

Episode 7 part 2

All images credit and content copyright: MBC


Di luatr stadion sudah banyak wartawan, Tim Ouyang Heng berjalan menuju pintu, mereka tiba-tiba berhenti karena kaget melihat banyak wartawan dan Tim-nya bertanya “ada apa disini? Kenapa banyak reporter?”.
“kalian masih belum tahu ya? Kudengar Tang Yibai akan di diskualifikasi dari keikutsertaan di piala mimpi” Ouyang Heng sangat terkejut dan bertanya “di diskualifikasi? Darimana kau tahu tentang hal ini?”
“itu semua memenuhi internet sekarang” dia pun langsung menunjukkannya kepada Ouyang Heng. Ouyang Heng terkejut melihat berita tentang Tang Yibai yang sudah beredar di internet.

Di QK.Video. Yun Duo dan yang lainnya sedang mempersiapkan untuk wawancara ekslusif dengan Qi-Ruifeng. Disana Qi-Ruifeng Terlihat sudah siap untuk wawancara.
Guru Sun : Hai Qi-Ruifeng, aku sangat senang kau datang ke QK.Video. berita menghebohkan apa yang kau miliki untuk kami?
Qi-Ruifeng : tunggu. Aku datang untuk mencari Yun Duo, bukan kamu.
Guru Sun : aku sungguh berpendirian!.
Yun Duo : Qi-Ruifeng! Guru Sun seorang reporter senior dan profesional, dia yang akan mewawancarai...
Qi-Ruifeng : pertama, aku tak perlu ditanyai oleh kalian. Aku kemari untuk memberikan pernyataan. Kedua, kalian dengarkan baik-baik, kau harus menyiarkan apa yang hendak kukatakan secara utuh. Kau tidak bisa mengeluarkan sesuatu dari konteks seperti yang kau lakukan dengan Yibai, kau mengerti?
Yun Duo hanya diam saja, kemduian Guru Sun memberikan microfonenya kepada Eun Jae dan segera mewawancarainya. Eun Jae pun mengambilnya dan mengerti apa yang dimaksud Qi-Ruifeng. Dia meberikan microfonenya kepada Qi-Ruifeng. Qi-Ruifeng mulai memberikan pernyataannya secara ekslusif.
“aku adalah kapten dari tim renang universitas olahraga selatan, Qi-Ruifeng. Aku disini untuk menyatakan bahwa apabila pihak penyelenggara piala impian karena paksaan, mendiskualifikassi Tang Yibai dengan tuduhan Tang Yibai yang tidak beralasan. Aku bersama dengan Tang Yibai, akan menolak untuk berpartisipasi dalam piala impian sebagai bentuk protes”
Qi-Ruifeng selesai memberikan pernyataannya dan meminta mereka untuk segera mengunggahnya ke internet.
Yun Duo : tunggu Qi-Ruifeng. Apa kau serius?
Qi-Ruifeng : seumur hidupku, aku tidak pernah seserius ini. aku hanya ingin mengatakan satu hal. Kalau Tang Yibai tidak ikut serta dalam piala impian, maka Qi-Ruifeng juga tidak akan mengikutinya. Baiklah, segera unggah video tersebut.
Guru Sun : kkita tidak bisa mengungganya langsung sebelum informasi dipastikan. Kita tidka bisa memasang itu tanpa pertanggung jawaban.
Qi-Ruifeng : kau tidak mungkin serius, kau mebgejarku untuk wawancara ekslusif sebelumnya, tapi sekarang ketika itu terjadi, kalian tidak menginginkannya?.

Tiba-tiba Tang Yibai datang, Yun Duo, Qi-Ruifeng dan yang lainnya terkejut dengan kedatangannya. Qi-Ruifeng langsung menghampirinya. Yibai meminta Yun Duo untuk tidak mendengarkan apa yang dikatakan Qi-Ruifeng barusan dan jangan mengunggahnya di internet.
Qi-Ruifeng: Yun Duo, kalau kau melihatku dan Yibai sebagai teman, maka kau akan mendengarkanku dan memasangnya di internet sekarang juga.
Yibai : jangan dengar apapun yang dia katakan.
Yun Duo : aku punya prinsip dasar dalam hal menyampaikan berita, aku bisa memasang atau tidak memasang berita hanya karena seseorang menyuruhku melakukannya.
Qi-Ruifeng menarik tanag Yun Duo dan menyuruhnya untuk segera mengunggah ke internet. Yibai s angat marah dan melepaskan tangannya dari lengan Yun Duo “Qi-Ruifeng. Aku tidak perlu kau melakukan ini, kau tidak membantuku!”
Qi-Ruifeng terdiam, dan Guru Sun fokus merekam adegan tersebut. Yibai meminta Yun Duo untuk menganggap bahwa wawancaranya dengan Qi-Ruifeng hari ini tidak pernah terjadi, dia juga meminta maaf kepada Yun Duo.
Setelah itu, Yibai memaksa Qi-Ruifeng untuk pergi bersamanya dan tidak bertingkah ceroboh lagi. Yun Duo bingung melihat mereka berdua.

Di stadion, pelatih Yuan menceramahi tindakan bodoh Qi-Ruifeng “untuk sebuah berita yang belum dipastikan, kau tidak mempedulikan masa depanmu dan mengundurkan diri dari kompetisi sebagai bentuk protes?” Qi-Ruifeng melihat Yibai dengan kesal dan berkata “teman macam apa kau ini? aku mengorbankan diriku untukmu, tapi kau menusukku dari belakang?”.
Pelarih Yuan : apa kesalahan yang Tang Yibai lakukan? Apa kau pikir dengan melakukan hal ini, pihak penyelenggara akan berpikir. Oh, Qi-Ruifeng mengundurkan diri sebagai bentuk protes, sayangnya kita tidak bisa membiarkan itu, ia sangat penting dan hebat. Kita harus mengadakan konfersi pers internasional karena Qi-Ruifeng untuk menyatakan bahwa Tang Yibai dibersihkan dari segala tuduhan, kau pikir siapa dirimu itu? Apa kau punya otak? (sambil mengetuk kepada Qi-Ruifeng).
Qi-Ruifeng : aku sebagai Kapten Tim Renang Putra Universitas Selatan harus melindungi anggota tim-ku, tapi bagaimana denganmu, pelatih? Kau ketua pelatih kami, tapi setelah satu dari anggota Tim kami yang dituduh tanpa alasan, kau tidka mengatakan apapun! Ketua pelatih macam apa kau ini?
Pelatih Yuan hanya diam saja, Yibai sangat kesal dengan apa yang dikatakan Qi-Ruifeng kepada pelatih Yaun. Yangyang menghentikan perkataan Qi-Ruifeng. Tanpa berkata apapun pelatih Yuan pergi begitu saja dari hadapan Qi-Ruifeng.

Setelah pelatih Yuan pergi, Yibai langsung memarahi Qi-Ruifeng dan menyuruhnya untuk segera minta maaf “dan katakan bukan itu yang kau maksud” dengan keras kepadal Qi-Ruifeng bilang “itu yang kumaksud. Bagaimana aku harus minta maaf”
Yanyang kelewat kesal, dia menendang kaki Qi-Ruifeng dengan keras. Qi-Ruifeng tentunya marah dan berkata “apa  yang kau lakukan dengan kakiku?”
Yangyang : bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu kepada pelatih Yuan? Apa kau tahu apa yang dia lakukan untu Yibai? Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa pelatih Yuan tidak pantass menjadi ketua pelatih?
Pelatih Wu : kurasa sebaiknya aku harus menjelaskan yang sebenarnya. Seblum situasi ini menjadi tidak terkendali. Seorang teman bisnis kami Ouyang Ji, segera datang menemui kami dan memberitahu kami seberapa parah kasus ini.
Qi-Ruifeng : Ouyang Ji? Bukankah dia ayahnay Ouyang Heng?
Pelatih Wu : Ya berul, dia juga kakak kelasku dan pelatih Yuan. Dalam lingkaran ini, ia tentunya memiliki pengaruh, maka kita bisa menganggap bahwa kata-katanya itu penting. Yibai, empat tahun yang lalu ketika kau dihukum dari kompetisi, ia mencoba melakukan banyak hal untuk membersihkan namamu, bukan?
Yibai mengangguk Ya, dan kemudian pelatih WU melanjutkan perkataannya “karena itu kami menemuinya kali ini untuk mendengar pendapatnya.

Kilas balik ditampilkan, saat Yibai, pelatih Wu, pelatih Yuan dan Ouyang Ji sedang berbincang tentang masalah Yibai. Ouyang Ji mengatakan “jika masalah ini meluas, ini akan mempengaruhi karir Yibai. Menurutku, pilihan terbaik yang ada dihadapan kita adalah, sebelum pihak penyelenggara mengeluarkan pernyataan. Kita harus mengambil inisiatif dan menarik Yibai dai kompetisi. Dengan cara ini, Yibai tidak perlu khawatir tentang membersihkan namanya, dengan mengeluarkan hasil tes obat-obatan dan menyebabkan skandal yang besar, dan dia juga bisa mempertahankan martabatnya”
Yibai berdiri karena keberatan, dia juga mengatakan “aku tidak akan mudnur dari kompetisi, aku ingin terus berkompetisi” Pelatih Wu meminta Yibai untuk duudk kembali, Yibai pun duduk kembali.
Ouyang ji : Yibai, aku tahu untuk saat ini kau tidak bisa menerima ini, tapi ini semua demi masa depanmu. Ketika semuanya sudah lebih tenang, kita bisa memikirkan cara yang lain.
Pelatih Yuan : tidak, aku tidak akan membiarkan Yibai melakukan ini. kalau piala impian mengorbankan Tang Yibai karena citra mereka, aku bisa menerimanya. Tapi kalau mereka mencabut hak Tang Yibai untuk berpartisipasi, maka aku akan mengundurkan diri dari posisiku sebagai ketua pelatih (Yibai dan pelatih Wu sangat terkejut dengan perkataan pelatih Yuan) aku akan mengundurkan diriku sendiri sebagai bentuk protes yang laing parah.
Ouyang Ji : Runmei, apa kau perlu bertindak sejauh ini? apa kau sudah lupa kalau empat tahun yang lalu, untuk membuktikan bahwa Tang Yibai tidak bersalah, kau mengorbankan kesempatan terhormat untuk bergabung dengan Tim Pelatih Tim ELIt Asia sebagai pelatih? (Yibai baru tahu pengorbanan Pelatihnya sampai sejauh itu) tapi apa yang kau dapat pada akhirnya? Sekarang untuk anak ini, kau ingin mempertaruhkan kerhormatan yang sudah kau bangun bertahun-tahun? Apakah ini setimpal?
Yibai : apa yang baru saja kau katakan tentang apa yang dilakukan pelatih Yuan empat tahun yang lalu untukku?
Ouyang Ji : kalau Runmei tidak mendukungmu empat tahun yang lalu, universitas mana yang akan menerima atlet yang dihukum dari kompetisi?. Untukmu, Runmei harus menahan penderitaan sangat besar tahun ini. ia bahkan melepaskan kesempatan untuk melatih Tim Elit Asia.
Yibai : pelatih Yuan, kau...
Pelatih Yuan : aku percaya padamu empat tahun yang lalu, jadi tentu saja sekarang aku mempercayaimu.
Yibai terharu dengan apa yang dilakukan pelatih Yuan untuknya, dia terdiam merenungi semua itu.
Pelatih Yuan : apapun yang terjadi aku tidak akan mengijinkan Yibai mundur dari kompetisi. Aku adalah pelatihnya. Kalau bahkan aku tidak mempercayainya, dan aku tidak bisa melindungi mimpinya, lalu apa hakku untuk bisa berdiri disini?
Yibai, Pelatih Wu dan Ouyang Ji terdiam dan tak berkata apapun lagi.

Yibai mengatakan “bertahun-tahun, aku bertahan dari prasangka yang diberikan orang-orang padaku. Bahkan ketika itu sangat berat, aku selalu memberitahu diriku sendiri bahwa aku harus terus gigih, agar aku bisa berdiri di arena untuk Piala Impian. Untuk melindungi mimpi kita, untuk mengijinkan kita berdiri di piala mimpi. Pelatih Yuan rela untuk mengorbankan dirinya sendiri untuk masa depan kita. Tapi Qi-Ruifeng, apa yang kau lakukan saat ini? (Qi-Ruifeng hanya diam saja) kau mengambil satu-satunya yang paling kuhargai dan menggunakannya untuk tawar menawar! Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa kau akan mundur dari kompetisi demi aku? Untukku kau harus terus berenang dan menang, bukan?”
Yangyang dan pelatih Wu terdiam dan mendegarkan apa yang dikatakan Yibai kepada Qi-Ruifeng. Yibai melanjutkan perkataannya “sampai hari ini, aku tidak pernah meneyrahkan mimpiku untuk memenangkan mendali denganmu. Selama aku tidak menyerah, kau juga tidak boleh menyerah”
Mereka terharu dengan perkataan Yibai, dan kemudian Qi-Ruifeng meminta maaf kepada Yibai. Yibai mengatakan bahwa orang yang harus dimintai maaf bukalah dirinya tapi Pelatih Yuan. Kemudian Yibai pergi dan Qi-Ruifeng masih merenungi apa yang dikatakan Yibai.

Di luar stadion, masih banyak wartawan yang menunggu Yibai untuk mereka wawancarai. Yun Duo terlihat begitu resah. Lin ZI berusaha ingin bicara dengannya, tapi Yun Duo tidak menghiraukannya sedikitpun.

Yibai keluar dari stadion, para wartawan pun langsung menyerbunya. Pelatih Wu meminta maaf karena untuk saat ini mereka tidak bisa menerima wawancara. Yibai meminta pelatih Wu untuk membiarkan dirinya menghadapi para wartawan. Pertanyaan pun mulai bermunculan.
“dari apa yang kami mengerti, pihak penyelenggara piala mimpi menarik hakmu untuk berpartisipasi dalam kompetisi, bagaimana pendapatmu tentang hal ini?” “apa aku akan mengundurkan diri dalam kompetisi untuk mengatasi pendapat publik tentang skandalmu empat tahun yang lalu?”
Disana Yun Duo tak mengajukan satu pertanyaan pun dan terus memperhatikan Yibai. Yibai meminta maaf kepada semua wartawan karena telah menyebabkan ketidak nyamanan mereka.
Yibai : tapi aku tidak akan meminta maaf karena mengejar mimpiku. Dihukum dari kompetisi selama empat athun yang lalu, itu membuatku sadar bahwa kalau kau telah kehilangan mimpimu, kau tida lagi hidup. Karena itu aku kembali. Aku mengerti, bahwa aku tidak punya hak untuk mengatur apa yang orang pikirkan tentangku, dan aku tidak punya hak untuk mengubah kecurigaan orang-orang padaku. Di saat yang bersamaan, tidak ada orang yang bisa menghalangiku untuk kembali ke kolam renang untuk kembali mengejar mimpiku.
Yun Duo : jadi apapun yang terjadi, kau tidak akan menyerah dalam piala mimpi?
Yibai : Ya tentu saja, aku tidak akan menyerah untuk mengikuti kompetisi piala mimpi. Bahkan jika aku harus melakukan tes obat-obatan sebelum melakukan kompetisi, aku akan tetap bertanding hingga kahir. Karena mimpi yang aku tekuni ini tidak ternilai.
“bagaimana bila piala mimpi tetap akan menarik hakmu untuk bertanding?”
Yibai bingung harus menjawab apa, ketika Yibai ingin menjawab pertayaan tersebut, tiba-tiba Ouyang Heng berkata “aku bersedia untuk mempertaruhkan karir olahragaku untuk menjamin Tang Yibai”.
Yibai dan yang lainnya terkejut mendengar jawaban Ouyang Heng. Para wartawan geger melihat kedatangan Ouyang Heng.
Ouyang Heng : Tang Yibai sudah selalu menjadi saingaku satu-satunya dalam pertandingan (Yibai dan Ouyang Heng saling menatap) aku percaya bahwa dia tidak akan tidak menghormati seorang atlet. Dan aku percaya bahwa pihak penyelenggara piala mimpi akan memberikan tanggapan penuh untu situasi ini. dan mereka tidak akan menuduh atau mengambil paksa masa depan seorang atlet. Aku harap para wartawan dan para penonton tidak akan menyebarkan gosip.
Yun Duo terlihat senang mendengar pernyataan Ouyang Heng, namun itu berbeda dengan Lin Zi, dia terlihat kesal dengan semua pernyataan itu. Yibai juga tersenyum mendengar semuanya yang dikatan Ouyang Heng.

Ouyang Ji marah kepada putranya (Oyang Heng) karena telah menggunakan treputasinya dan menjamin Tang Yibai secara terang-terangan kepada wartawan. Ouyang Heng terlihat sangat pucat dan sepertinya dia sedang sakit. Dia masih terdiam dan belum mengatakan apapun.
Ouyang Ji : Jika Tang Yibai mundur dari kompetisi hari ini, apa kau akan berhenti menjadi atlet? Berikan aku penjelasan!
Ouyang Heng : jika di sisa hidupku, aku tidak bisa mengalahkan Tang Yibai di dalam kolam renang, bahkan ketika aku berdiri di penghujung kakiku, aku akan merasa itu tidak ada gunanya. Jadi berhenti menyebarkan rumor, dan berenti menyuruhnya mundur!
Ouyang ji : apa kau benar-benar mempedulikannya?
Ouyang heng bicara semakin keras kepada ayahnya “bukan aku, tapi kaulah yang memepdulikannya! Kaulah yang dengan jelas mempercayai bahwa dialah yang bisa mengalahkanku karena itulah kau bermain curang. Kau ingin dia mundur? Tapi apa kau pernah memikirkan apa yang aku pikirkan? Bahkan sejak aku bisa mengingatnya, hanya ada satu hal yang bisa kupikirkan. Itu adalah membantumu meraih impianmu, dengan menjadi perenang terbaik nasional bahkan dunia. Jadi tidak peduli betapa keras ataupun menyakitkannya pelatihanku, aku menggeretakkan gigiku dan menahannya, agar kau merasa bangga padaku, tapi bagaimana denganmu? Seperti Xiao Sang, aku terus memberikan perhatianmu kepada Tang Yibai, dan selalu berpikiran bahwa dia lebih baik dariku. Apa kau tahu bahwa itu membuatku begitu marah?
Ouyang JI menncoba menenangkannya, tapi Ouyang Heng tak menghentikan perkataannya “untuk mendapatkan perhatianmu, tidak peduli bagaimanapun, aku akan mengalahkan Tang Yibai dari hadapanmu. Kali ini aku pasti akan membuktikan bahwa tidak ada yang bisa mengalahkanku, aku yang terkuat, kalian harus banggaku” setelah Ouyang Heng mengeluarkan isi hatinya, dia langsung pergi dari ruangan ayahnya, mata Ouyang Heng sangat merah dan wajahnya begitu pucarm bahkan saat dia bicara, dia terus bergemetar. Oiuyang Ji terus memanggil Ouyang Heng, namun dia tidak mendengarkannya.

Di kantor pelatih Yuan, Qi-Ruifeng marah-marah melihat video wawancara Ouyang Heng yang membela Yibai “apa ini? dia berani meniruku? Aku yang pertama mengatakan bahwa aku akan mundur demi Yibai”
Yangyang berbisik kepada Yibai “tapi sekarang Ouyang Heng lah yang terlihat keren, Qi-Ruifeng menjadi gila lagi”
Qi-Ruifeng seperti ingin memukul Ouyang Heng dan terus berakata “beraninya kau berkata sseperti itu, apa urusanmu dengan Yibai? Aku teman baiknya Yibai, akulah yang akan menang atau gagal bersamanya”
Pelatih Yuan dan Pelatih Wu heran dengan perilaku Qi-Ruifeng. Saat Qi-Ruifeng ingin memukul wajah Ouyang Heng di layar kaca, Yangyang dan Yibai langsung menghentikannya.

Pelatih Yuan meminta Qi-Ruifeng untuk berhenti berkelahi dan mematikan siaran tersebut. Pelatih Yuan memberitahu bahwa siang ini, panitia piala impian mengadakan konpersi pers untuk memberikan pernyataan resmi tentang keadaan Yibai.
Pelatih Wu : apa yang mereka katakan?
Pelatih Yuan : kemungkinan penagguhan Yibai dari kompetisi sepenuhnya merupakan rumor yang tak berdasar (mereka terlihat senang) dari sudut pandang mereka. Mereka membutuhkan jaminan bahwa setiap kompetitor harus memiliki kualifikasi yang cukup untuk membuktikan diri mereka. Jadi tolong jangan dengarkan rumor-rumor itu.
Qi-Ruifeng : itu berarti bahwa Yibai akan bisa betanding dalam kometisinya?
Yanyang : tentu saja, Yibai, selamat! (mereka bertepuk tangan untuk Yibai)
Pelatih Yuan : tapi demi ketidak berpihakkan, panitia akan melakukan beberapa tes khusus kepada atlet yang ditangguhkan, sebagai tambahan tes penggunaan obat terlarang.
Pelatih Wu : itu disebut adil? Mereka jelas-jelas menargetkan Yibai.
Yibai : tidak apa-apa. Bagiku itu lebih baik, tidak ada yang mencurigaiku lagi.
Pelatih Yuan : Yibai, aku senang kau berpikiran seperti itu. Baikalh kalian boleh pergi sekarang.
Sebelum mereka pergi, Yangyang mengatakan kepada pelatih Yuan bahwa Qi-Ruifeng ingin mengatakan sesuatu padanya, mereka mendorong Yibai ke hadapan pelatih Yuan.

Yibai dan Yangyang menutup pintu kantor pelatih Yuan. Di dalam Qi-Ruifeng mengatakan kepada pelatih “pelatih maafkan aku, tanpa mengetahui apapun, aku meluapkan amarahku. Pukul saja aku (memberikan sandal tidur untuk memukulnya) aku tidak tahu apapun, aku pantas dipukul” Yangyang dan Yibai menertawakan Qi-Ruifeng.
Pelatih mengambil sandal tersebut, tapi Qi-Ruifeng meminta pelatih untuk tidak memukul wajahnya. Pelatih mengelilingi Qi-Ruifeng dengan memukul-mukul sandal itu ke tangannya. Qi-Ruifeng terlihat snagat ketakitan dan menutup wajah dengan tangannya.
Pelatih mulai memukul pantat Qi-Ruifeng dengan sangat keras dan berkata “kau berani mengatakan kalau aku tidak layak menjadi pelatihmu? Kau benar-benar ya.”
Qi-Ruifeng : pelatih, aku sudah dewasa, kenapa kau memukul pantatku?
Pelatih : tentu saja aku memukulmu. Kita lihat apakah kau berani mengatakan hal itu lagi?
Qi-Ruifeng : pelati terus saja pukul aku, aku memang salah.
Pelatih : bagus, kalau kau tahu kau memang  bersalah.

Yun Duo tida murung lagi, dia sedang berjalan menuju stadion renang, tapi disana ada Pelatih Wu yang menghentikannya “maaf, Tang Yibai tidak akan menerima wawancara dari Pers lagi”.
Yun Duo : pelatih Wu, aku disini bukan untuk mewawancarai. Kudengar bahwa piala impian memberikan pernyataan resmi, jadi aku datang untuk menyemangati Tang Yibai sebagai temannya.
Pelatih Wu : oh, jadi aku datang untuk menyemangati Tang Yibai? Itu semakin menjadi alasan aku tidak bisa mengijinkanmu untuk menemuinya. Karena kau adalah temannya., meskipun kau reporter, kami menolongmu. Tapi kemudian QKVideo mengeluarkan sebuah berita. Apa kau tahu bahwa kau hampir mengakhiri karir Tang Yibai. Kau masih menyebut dirimu sebagai temannya?
Yun Duo : pelatih, aku tahu kau tidak akan mengerti, tapi aku benar-benra...
Pelatih Wu : kau tidak perlu menjelaskannya lagi, aku yakin setelah cobaan ini, Yibai akan memahami dia tidak seharusnya berteman dengan seorang reporter. Baiklah kau boleh pergi (Yun Duo kaget dan masih diam saja) atau haruskah aku memanggil satpam untuk bicara denganmu? Sampai jumpa.
Lin Zi melihat percakapan mereka, dia terlihat bersalah dengan yun Duo. Yun Duo pun pergi dari stadion meski belum sempat menyemangati Yibai.

Yun Duo berjalan dengan sangat gelisah, dia merasa bersalah dengan berita tentang Yibai, kemudian Lin ZI menghampirinya dan menawarkan diri untuk mengantar Yun Duo pulang, tapi Yun Duo tidak menerima tawaran tersebut karena ingin menyendiri. Lin Zi terlihat kesal dan mengikuti Yun Duo.

Di Stadion renang, sekumpulan gadis cantik datang melihat Tim Putra latihan. Lingye mengatakan kepada Qi-Ruifeng bahwa gadis cantik dari sekolahnya datang untuk melihat latihannya lagi. Qi-Ruifeng pun menyapa mereka. Yangyang yang sedang mengajari Tim-nya melihat nya dan itu membuatnya tidak fokus untuk berlatih.
Teman gadis cantik itu mengaggap kalau Qi-Ruifeng menyukainya. Qi-Ruifeng meminta Lingye untuk giliran latihan dengannya. Yangyang sangat kesal dengan kedatangan wanita-wanita cantik tersebut.

Kemudian Yangyang menghampiri Qi-Ruifeng dan berkata “bisakah kau berlatih dengan serius? Jika kau selesai melakukan pemanasan, bagaimana jika kau terluka” Qi-Ruifeng terus berlatih dengan mata yang tertuju pada gadis itu.
Qi-Ruifeng : aku tahu, aku tahu. Tidak bisakah kau lihat bahwa aku melakukan pemanasan dengan serius sekarang?
Yangyang memanggil Xiao Lu dan memintanya untuk mengusir gadis-gadis cantik itu karena itu sungguh mengganggu latihannya. Saat Xiao Lu mulai berjalan, Qi-Ruifeng mengehntikannya dan berkata “Xiao Yangyang, mereka datang untuk melihat kami berlatih. Mereka tidak menganggu kami, kenapa kau meengusir mereka?” Yangyang ingin mengatakan sesuatu tapi Lingye mendahuluinya.
Lingye : iya. Kehadiran mereka akan membuat kita berlatih lebih keras.
Qi-Ruifeng : benar.
Yangyang : apa katamu?
Lingye : aku mengatakan bahwa ketika dilihat gadis cantik, moral kami akan meningkat.
Yangyang : siapa yang akan percaya dengan apa yang kalian katakan? Xiao LU suruh mereka pergi sekarng juga, cepat!!!
Xiao Lu pun langusng menghampiri mereka dan menyuruh mereka pergi dengan paksa, mereka menolak untuk pergi, tapi Xiao Lu terus mendorong mereka. Qi-Ruifeng mengatakan kepada Yangyang “kau semakin dan semakin seperti pelatih Yuan, kau sama sekali tidak peminim! Gadis-gadis datang untuk menyemangati kita, tapi tidak ada laki-laki yang menyemangatimu”.
Yangyang sangat kesal dan kemudian mengangkat kerah Qi-Ruifeng sambil berkata “siapa yang kau bilang tidak peminim?”
Qi-Ruifeng : apa ini feminim?
Yangyang sangat jengkel dengan apa yang dikatakan Qi-Ruifeng dan dia pun menjewernya dan berkata “aku tida boleh terganggu untuk berhadapan denganmu, aku akan lari”. Qi-Ruifeng heran, apa yang sebenarnya terhadi dengan Yangyang.

Yangyang berjalan di luar gedung dan berkata “si bedebah Qi-Ruifeng, dia bilang aku tidak feminim. Jika kau tidak memperlakukanku seperti wanita, bagaimana kau tahu kalau aku feminim atau tidak. Ini sangat menjengkelkan!” Yangyang menendang-nendang kakinya karena sangat kesal dengan Qi-Ruifeng.
Comments


EmoticonEmoticon