11/11/2017

My Mr. Mermaid Episode 8 Part 2

Episode 8 part 2

All images credit and content copyright: MBC


Pelatih Wu datang menghampiri Yun Duo dan bertanya “apa yang kau lakukan disini?” Pelatih Wu menatap Tang Yibai , Tang Yibai  hanya diam saja dan tidak bisa berbuat apa-apa, dia melihat percakapan mereka dari kejauhan.
Pelatih Wu : jika perlu sesuatu bicarakan padaku, mari ke kantorku. Ini adalah periode waktu yang sangat penting, jangan mempengaruhi latihannya.
Yun Duo : Pelatih Wu, kali ini aku datang untuk mencarimu. Apakah daftar sekolahmu di piala impian sudah dirilis?
Pelatih Wu belum mejelaskannya dan meminta Yun Duo untuk ikut ke kantornya. Yun Duo pun pergi mengikuti pelaatih wu. Tang Yibai  dan Lin Zi hanya melihat mereka.

Kemudian Tang Yibai  bertanya kepada Lin Zi tentang Yun Duo dan Pelatih Wu “apa kau tahu sesuatu tentang mereka?”
Lin Zi : apa kau tahu mengapa? Meskipun jelas bahwa dia mleihatmu, Yun Duo tidak mengatakan apapun padamu, tapi pergi dengan Pelatih Wu. Karena saat gadis bodoh ini tahu bahwa kau bisa berpartisipasi dam kompetisi, dia datang untuk memberi selamat dan menyemangatimu. Tapi dia bertemu dengan Pelatih Wu di depan pintu dan diomeli. Dia berkata bahwa klaian berdua tidak cocok berteman. Dia juga berkata bahwa statusnya sebagai reporter akan mempengaruhimu, jadi dia harus menjauhimu.
Tang Yibai  diam saja mendengar perkataan Lin Zi, Lin Zi merasa kalau perkataa Pelatih Wu itu benar bahwa Tang Yibai  dan Yun Duo tak seharusnya berteman dan berkata “bukan hanya statusnya sebagai reporter akan memperngaruhimu, tapi statusmu sebagai seorang atlet juga akan menyakitinya”.
Tang Yibai  : apa maksudmu?
Lin Zi : tidakkah kau tahu? Sudah jelas kalau sekarang dia hanya seorang pegawai magang. Tapi untuk melindungimu, dia selalu berdebat dengan atasannya, dan dia menolak menuliskan berita apapun yang tidak bermanfaat bagimu. Jika ini terus berlanjut, kau masih bisa berkompetisi, tapi kemungkinan besar dia akan kehilangan pekerjaannya karenamu. Biar aku bertanya sebagai temanmu. Apakah pantas baginya berkorban sebanyak ini untukmu?
Tang Yibai  tak mengatakan apapyn, dia terlihat merenungi semua perkataan Lin Zi, setelah selesai bicara dengan Tang Yibai , kemudian Lin Zi pergi mengikuti Yun Duo ke kantor Pelatih Wu.

Di malam hari, Yun Duo masih berada di kantor, dia sedang mencari apartemen untuk tempat tinggalnya. Lin Zi juga belum pulang, dia sedang bersiap untuk pulang. Dia melihat Yun Duo sedang sibuk mencari tempat tinggal dan bertanya “mentor, apa kau masih mencari rumah? (Yun Duo tak menjawabnya)  bagaimana jika aku membantu mengatur tempat untuk kau tinggali?”
Dengan ketus Yun Duo menjawabnya “tidak, terima kasih. Aku akan menacri tempat sendiri untuk kutinggali. Terlebih lagi, dengan kepribadianmu yang aneh, siapa yang tahu tempat aneh macam apa yang akan kau carikan untuku”.  Lin Zi terlihat kesal.
Lin Zi : kau masih keras kepala. Kalau kau berakhir tidur di jalan, kalau begitu jangan datang padaku. Baiklah, selamat mencari, aku akan pulang duluan.
Setelah Lin Zi pergi, Yun Duo masih terlihat kesal dan melanjutkan kembali pencarian rumahnya.

Lin Zi berjalan menuju lobi perusahaan, dia melihat Cheng Mei belum pulang dan bertanya “kenapa kau belum pulang?”
Cheng Mei : kau juga? Aku baru menyelesaikan pekerjaanku (melihat jam tangannya) ya ampun sudah jam 9 malam.
Lin Zi : Cheng Mei, apa sekarang wktumu luang?
Cheng Mei : luang? Apa kau akan mengajakku keluar sekarang?
Lin Zi ingin meminta bantuan kepada Cheng Mei, sepertinya itu tentang Yun Duo.

Di kamarnya, Tang Yibai  sedang bersedih dan memikirkan perkataan  ouyang heng “saat ini, kau bahkan tidak bisa mengalahkan dirimu empat tahun yang lalu, apalagi mengalahkanku”. Sekarang perkataan Pelatih Wu yang melintas dipikirannya “aku pelatihmu, jadi aku bertugas untuk mengatakan kepadamu, bahwa saat ini adalah hal paling penting dalam karir atletikmu. Aku tidak ingin konsentrasimu pada kompetisi tidak terganggu oleh siapapun atau apapun itu (Tang Yibai  mengatahuinya, saat dia ingin mejelaskan semua itu, Pelatih Wu tak memberikan kesempatann untunya bicara)  kalau kau tahu tingkat keparahan situasi ini, kau tidak akan menyia-nyiakan waktumu untuk gadis itu”.
Tang Yibai  tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Dia juga ingat perkataan Lin Zi padanya “sudah jelas bahwa dia hanya pegawai magang, tapi untuk melindungimu, dia selalu berdebat dengan atasannya dan dia menolak menuliskan berita apapun yang tidak bermanfaat bagimu. Jika ini terus berlanjut, kau masih bisa berkompetisi, tapi kemungkinann besar dia akan kehilangan pekerjaannya karenamu”.
Kilas balik saat perbincangan Tang Yibai  dengan Yun Duo “aku yakin jika lain kali Guru Sun menyuruhku pergi ke universitas selatan untuk sebuah wawancara, itu bukan karena Qi-Ruifeng atau orang lain, tapi itu untukmu. Jadi kau harus melakukan yang terbaik untuk menjadi perenang putra tercepat di dunia” semua moment yang berkaitan dengan Yun Duo dan karirnya terus melintas dipikiran Tang Yibai .

Setelah itu Tang Yibai  melihat Ming Tian yang sedang asyik main game di ponselnya (sepertinya dia berpikiran untuk meminjam ponselnya dan menghubungi Yun Duo). Kemudian Tang Yibai  menghampirinya dan meminta Ming Tian meminjamkan ponselnya.
Ming Tian langsung berbalik karena dia sedang sibuk bermain game dan tidak ingin di ganggu. Yiabi memaksanya dan berkata “aku hanya mengunakannya sebentar untuk mengirim pesan” Ming Tian langsung berhenti main game dan berkata “kak Tang Yibai , siapa yang akan kau kirimi pesan?”
Tang Yibai  : aku... lupakan saja, anggap aku tidak mengatakan apapun.

Qi-Ruifeng masuk kamar, dia sedang asyik bicara di telpon (tidka tahu siapa yang sedang dia ajak bicara). Tang Yibai  mencoba mengambil ponselnya tapi Qi-Ruifeng tidak membiarkannya karena sedang asyik menelpon, Qi-Ruifeng membahas gaya baru rambutnya. Tang Yibai  terus memaksa untuk meminjamkannya.
Qi-Ruifeng bicara dengan sangat pelan “aku sedang bicara dengan ibumu sekarang” Tang Yibai  kaget dan bertanya “kenapa kau menghubungi ibuku?”
Qi-Ruifeng: dia menelponku untuk mengatakan bahwa kau tidak menjawab panggilan ibumu saat dia menelponmu dan kau juga tidak membalas pesannya. Dia juga memberitahuku bahwa sudah cukup lama sejak kau pulang tidak menghubunginya. Jika kau tidak segera kembali, kau sebaiknya tidak usah kembali lagi.
Tang Yibai  : aku akan bicara sendiri dengan ibuku, aku buruh ponselnya, cepat berikan.
Qi-Ruifeng: ada apa denganmu? Sebentar.
Ming Tian menertawakan kekonyolan mereka yang memperebutkan ponsel Qi-Ruifeng. Qi-Ruifeng melanjutkan perbincangannya dengan ibu Tang Yibai  di telpon “bibi, Tang Yibai  tidak mengijinkanku bicara denganmu. Dia bahkan menyuruhku memberikan ponsel padanya agar dia bisa memanggil orang lain”.
Qi-Ruifeng mengatakan “Tang Yibai , ibumu menyuruhku mengatakan ini padamu, dia bilang, kau tidak menjawab panggilannya atau membalas pesannya, dan kau bahkan ingin menggunakan ponselku untuk orang lain. Gadis mana yang lebih penting daripada ibumu?”
Qi-Ruifeng menebak siapa yang akan Tang Yibai  hugungi “aku tahu, sudah jelas pasti, yun.....” Tang Yibai  langsung membungkam mulutnya dan berkata “Qi-Ruifeng aku tidak peduli apa yang kau katakan pada ibuku, tapi sebaiknya kau tidak memberitahukan tentang Yun Duo. Kalau kau memberitahunya, aku tidak akan pernah memaafkanmu”. Setelah itu Tang Yibai  pergi dan mengambil jaketnya.
Qi-Ruifeng : kau mau pergi kemana selarut begini?
Tang Yibai  : apa urusannya denganmu?
Qi-Ruifeng memberitahu ibu Tang Yibai  bahwa dia sudah memberitahu apa yang ibu Tang Yibai  katakan, setelah banyak perbincangan diantara mereka, Qi-Ruifeng memberitahu bahwa dia akan memnita Tang Yibai  untuk segera pulang dan mengakhiri panggilan. Qi-Ruifeng heran kemana Tang Yibai  akan pergi selarut ini.

Sebelum pulang, Guru Sun menghampiri Yun Duo dan berkata “Yun Duo, kau masih belum pergi? Kau tidak berencana bermalam di kantor lagi untuk malam ini?”.
Yun Duo : ya, tapi jangan khawatir Guru Sun, aku sedang mencari tempat sekarang, dan saat aku sudah menemukannya, aku akan segera pindah.
Guru Sun : baiklah, cepat keluar dari sini. Yun Duo jangan salah paham, aku tidak mendesakmu, aku mengatakan ini demi kebaikanmu sendiri. Penjaga memberitahuku bahwa hari ini, perusahaan mempekerjakan perusahaan pembersih untuk melakukan pembersihan di kantor ini. asap kimia itu sangat berbahaya bagi tubuh. Aku sarankan kau mencari tempat untuk tinggal malam ini, hanya untuk sebentar saja.
Guru Sun pergi begitu saja, Yun Duo ingin mengatakan sesuatu tapi dia keburu pergi. Yun Duo sedih karena tidak tahu harus kemana malam ini dan berkata “dunia besar sekali, tapi kenapa tidak ada tempat tinggal untuku”.

Di sebuah cafe, Lin Zi memberikan sebuah kunci kepada Cheng Mei. Cheng Mei heran dan bertanya “apa ini?”
Lin Zi : aku membantu Yun Duo mencari tempat tinggal. Ini kunci dan alamatnya. Aku ingin kau membantuku memberikan semua ini padanya.
Cheng Mei : kau mengajaku keluar malam ini, hanya untuk ini?
Lin Zi : aku punya permintaan lain padamu. Kau harus memberitahunya bahwa kau menemukan apartemen untuknya, dan sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Untuk biaya sewanya, kau bisa memberitahunya untuk tidak khawatir akan hal itu. Pemiliknya tidak membutuhkan uang, jadi dia bisa membayar berapapun seperti yang dia bayarakan sebelumnya.
Chneg mei : aku tidak mengerti. Karena kau sudah mencarikan tempat untuknya, kenapa kau tidak memberitahukan ini sendiri padanya?
Lin Zi : sata ini dia masih marah padaku karena situasi Tang Yibai . Jika aku memberitahukan ini padanya, dia pasti tidak akan menerimanya. Tapi jika kau yang memberitahunya, dia pasti tidak akan mempermasalahkannya.
Cheng Mei tak menjawabnya, Lin Zi bertanya “ada apa?” chneg mei pun bertanya “apa kau menyukai Yun Duo?” Lin Zi terdiam dan dengan kaku menjawab pertanyaan Cheng Mei “kenapa kau mengatakannya?”.
Cheng Mei : jangan salah paham. Membantu orang asing dengan urusan percintaan dan menyembunyikannya dari temanku bukan gayaku.
Lin Zi : baiklah. Kalau begitu jika aku memberitahumu yang sebenarnya, akankah kau membantuku?
Cheng Mei hanya tersenyum dan tak mengatakan apapun.

Tang Yibai  berjalan di lorong apartemen Yun Duo sebelumnya, dia belum tahu bahwa Yun Duo sudah tidak tinggal di apartemennya. Tang Yibai  bertanya-tanya “apakah tidak sopan jika aku tiba-tiba menemuinya?” akhirnya Tang Yibai  pun memberanikan diir untuk mengetuk pintu. Pemilik rumah pun membukanya dan bertanya “siapa yang kau cari?”.
Tang Yibai  kaget karena orang lain yang membuka pintunya dan bertanya “apakah Yun Duo tinggal disini?”
Pemilik : Yun Duo?
Tang Yibai  : ya. Dia temanku dan aku mencarinya.
Pemilik : kau bisa berhenti mencari karena dia tidak tinggal disini lagi. Dia pindah beberapa hari yang lalu.
Tang Yibai  bingung harus mencari Yun Duo kemana lagi.

Yun Duo mendatangi sebuah hotel dan meminta resepsionis untuk mencarikan kamar termurah untuknya, petugas disana memita Yun Duo untuk menunjuka kartu identitasnya. Yun Duo pun langsung membuak tasnya, tapi dompet Yun Duo tidak ada, dia mengeluarkan semua isi tasnya tapi tetap tidak adak.
Kemudian Yun Duo mengingat saat dia memasukkan barang-barang ke dalam tasnya saat di kantor dan mengeluh kepada petugas karena dia tidak bisa menemukan dompetnya.

Kembali ke cafe. Lin Zi mengakui alasannya bahwa dia datang ke QK.Video adalah karena Yun Duo, Cheng Mei semakin yakin dengan apa yang dia pikirkan sebelumnya.
Chneg mei : jadi kau mengakui alasan tersbeut. Karena kau menyukai Yun Duo, kau datang ke perushaan kami?
Li zi : aku tidak datang untuk mengejarnya, tapi untuk membalas kebaikannya.
Cheng Mei kaget “membalas kebaikannya?”
Lin Zi : belum lama ini, aku bertemu dengan tamparan terbesar dalam hidupku.

Kilas balik ditampilkan. Disaat Lin Zi sedang menunggu di depan ruang operasi, setelah itu dokter datang dan Lin Zi pun langsung menanyakan keadaan Xiao Sang.
Dokter : pasien ini sudah tidak sadarkan diri sejak lama, tapi kami baru saja membawanya kembali pada kondisi yang stabil.
Lin Zi menangis dan berkata “ketika kupikir aku kehilangan segalanya. Ketika aku hampir menyerahkan harapan dan kehidupanku, dialah yang muncul di hadapanku. Yun Duo yang menyelamatkanku dan menarikku dari kegelapan”.
Saat itu Yun Duo membersihkan luka Lin Zi dan mengatakan “dokter mengatakan karena kau terlalu banyak minum dan kau tidak makan dengan baik, jadi kau punya maag, karena itulah kau pingsan”. Setelah itu Yun Duo memberikan bubur agar dia mendapatkan kemabli energinya.
Yun Duo sangat senang karena Lin Zi memakan buburnya. Yun Duo berkata “aku tidak tahu hal buruk apa yang terjadi denganmu, tapi tidak peduli apapun yang terjadi, kau harus masih harus makan dengan baik. Karena hanya dengan makanan pun itu membawa kebahagiaan”.
Setelah itu Yun Duo mengambil uang dari dompetnya, dia meberikan uang itu kepada Lin Zi dan berkata “ambil uang ini. pergi dan cari sesuatu untuk dimakan, tapi kau jangan berkeliaran dan minum alkohol lagi. Ketika kau selesai makan, kau harus istirahat dan aku tidak akan menganggumu lagi.
Yun Duo merasa kalau Lin Zi terlihat dalam kondisi baik, kemudian Yun Duo meminta Lin Zi untuk mencari pekerjaan dan tidak minum alkohol lagi karena tidak baik untuk kesehatannya. Yun Duo juga memberitahunya bahwa keluarganya pasti akan mengkahawatirkannya. Yun Duo menyemangatinya dan pamit untuk pergi.
Lin Zi sedang membereskan administrasi pengobatannya dan bertanya tentang Yun Duo kepada petugas rumah sakit. Sayangnya petugas tidak mengetahui informasi tentang Yun Duo, karena Yun Duo tidak memberikan informasi kontak atau memberitahu namanya. Lin Zi bingung harus mencari Yun Duo kemana, karena dia tidak mengetahui indentitas Yun Duo sama sekali.

Akhirnya Lin Zi bisa pulang ke apartemennya, dia ingin berterima kasih kepada Yun Duo tapi dia tidak bisa menemukannya. Lin Zi mengatakan “aku tidak sengaja menemukannya di kantor sebrang apartemennya, Yun Duo sedang sibuk bekerja”.
Lin Zi langsung ke kamar mandi dan membersihkan badannya. Setelah itu dia memilih baju yang cocok untuk menemui Yun Duo. Dia datang ke kantor Yun Duo dan mereka berpapasan di tangga, tapi saat itu Yun Duo sudah tidak mengenalinya lagi. Kilas balik berakhir

Lin Zi : apalagi dia pernah menolongku. Jadi aku memikirkan setiap cara untuk dekat dengannya dan diam-dim melindunginya.
Tiba-tiba Cheng Mei mendapat panggilan dari Yun Duo dan menunjukkannya kepada Lin Zi, tapi dia tidak mengangkat panggilan Yun Duo.
Lin Zi : apakah kau ingin membantuku atau tidak, itu tidak masalah. Tapi setidaknya jangan beritahukan soal ini kepada Yun Duo.
Cheng Mei : baiklah. Melihat bahwa kau benar-benar ingin membalas kebaikan Yun Duo, aku akan membantumu. Tapi bawa aku untuk melihat tempatnya.
Lin Zi heran dan terdiam. Cheng Mei pun bertanya “kenapa? Bagaimana jika rumah yang kau temukan untuk Yun Duo tidak cocok dan kurang sesuatu? Bagaimana aku bisa merekomendasikan padanya?” akhirnya Lin Zi pun setuju dengan permintaan Cheng Mei.

Yun Duo sedang berjalan di jalanan sendirian, dia terus menghubungi Cheng Mei, tapi tetap tidak mengangkat panggilannya. kemudian Yun Duo mengirim pesan suara kepada Cheng Mei “Cheng Mei, jika kau mendapatkan pesan suara ini, telpon aku balik”. Setelah itu yun do melanjutkan perjalanannya.
Kilas balik ditampilkan, saat Tang Yibai  mengatakan “tapi dimataku, kau selalu jadi sipendek yang harus dilindungi” saat Yun Duo akan terkena bola basket dan Tang Yibai  mengahalinginya.

Yun Duo berpikir “jika Tang Yibai  tidak mengabaikanku, disaat yang malang seperti ini, aku benar-benar ingin mendengar suaranya. Aku ingin memberitahunya apa yang telah terjadi belakangan ini.
Disisi lain Tang Yibai  juga sedang berjalan sendirian dan berkata dalam hatinya “Yun Duo sudah pindah, tapi dia tidak memberitahuku. Mungkin apa yang dikatakan kak Lin Zi benar. Dia benar-benar mengambil hati perkataan pelatih”. Di tempat yang berbeda meraka mengatakan hal yang sama “ada apa denganku? Kenapa disaat buruk speerti ini, aku ingin sekali melihatnya”.

Kemudian mereka berjalan di sebrang jalan dengan arah yang sama, Yun Duo kaget saat dia berbalik untu nyebrang, tiba-tiba dia melihat Tang Yibai  ada di sebrang jalan. Tang Yibai  tersenyum bisa melihat Yun Duo di saat yang dia inginkan. Karena dia sudah mencari Yun Duo kemana-mana dan akhirnya sekarang Yun Duo ada di depan matanya.

2 komentar


EmoticonEmoticon