Advertisement
Advertisement
Episode 9 part 1

All images credit and content copyright: MBC


Yun Duo dan Tang Yibai berpapasan di sebrang jalan, mereka saling menandang dari kejauhan, Tang Yibai tersenyum melihat Yun Duo dan mulai berjalan untuk menghampirinya. Tanpa berkata apapun, Tang Yibai langsung memebawa Yun Duo ke suatu tempat dan membawakan kopernya.

Yun Duo sednag duduk sendirian di taman, Tang Yibai datang mebawakan minuman untuk Yun Duo, Yun Duo berteima kasih dan bertanya “jaid kau kau tidak merespon pesanku karena ponselnmu disita oleh Pelatih Wu?”.
Tang Yibai : ya, Pelatih Wu ingin aku konsentrasi latihan.
Yun Duo : kalau begitu aku lega, kukira kau mengabaikan pesanku karena kau marah padaku.
Tang Yibai : kenapa kau bisa berpikir seperti itu?
Yun Duo : karena saat situs web kami menaruh artikel seperti itu, menarik banyak perhatian. Dan itu mempengaruhimu secara negatif. Aku mengerti sepenuhnya jika kau marah padaku.
Tang Yibai menertawakannya dan menepuk kepalanya sambil mengatakan “logika macam apa itu? Kau tida punya kepercayaan padaku”.
Yun Duo : bukannya aku tidak punya kepercayaan padamu, aku tida punya kepercayaan kepada diriku. Kau seorang atlet, berteman dengan reporter memang tidak ada hal yang baik.
Tang Yibai : aku malah takut, berteman denganmu hanya akan mempersulitmu saja. Kau membantuku menghalabi begitu banyak artikel negatif. Atasanmu pasti sering memarahimu.
Yun Duo : aku hanya melakukan yang aku anggap benar. Dimarahi oleh atasanku bukan masalah.
Yun Duo heran dengan tatapan Tang Yibai dan bertanya “kenapa kau menatapku speerti itu?”. Tang Yibai khawatir dengan Yun Duo karena tida tahu akan tinggal dimana dia malam ini. Yun Duo meminta Tang Yibai untuk tidak khawatir karena dia akan menginap di rumah Cheng Mei dan sekarang sedang menunggu telponnya.
Tang Yibai : bagaimana jika dia tida menelponmu? Apa kau akan menunggunya semalaman diluar?
Yun Duo : tidak mungkin, kau tida perlu mengkhawatirkanku. Sekarang sudah larut, sebaiknya kau segera kembali dan istirahat.
Tang Yibai tersenyum dan langsung berdiri membawa koper dan memegang tangan Yun Duo, dia meminta Yun Duo untuk mengikutinya. Entah dibawa pergi kemana Yun Duo oleh Tang Yibai.

Tang Yibai membawa Yun Duo ke asrama putra Universitas selatan, Yun Duo kaget dan bertanya “untuk apa kamu membawaku kemari?
Tang Yibai : bukankah kau tidak punya tempat untuk tinggal malam ini?
Yun Duo : kau tidak mungkin menyarankanku tinggal disini, kan? Aku ini perempuan, tinggal di asrama putra tidak baik.
Tang Yibai : tida apa-apa. Kapten tim kami menganggap semua peremouan sebagai pria.
Yun Duo : tida mungkin (Sambil ketawa)
Tiba-tiba Pelatih Wu keluar dari asrama dan meminta semua yang ada di asrama untuk segera istirahat dan tidak main-main lagi karena besok masih ada latihan. Dia juga bilang akan memeriksa mereka kembali nanti.

Saat melihat Pelatih Wu, mereka langsung bersembunyi. Saat itu Yun Duo hampir terjatuh dan Tang Yibai langsung menahannya. Mereka saling bertatapan, mungkin mereka merasakan sesuatu yang berbeda.
Kemudian Tang Yibai melihat pintu asrama , dia langsung mengajak Yun Duo untuk masuk karena Pelatih Wu sudah tidak ada.

Ming tia kaget melihat Tang Yibai membawa Yun Duo larut malam ke asrama dan bertanya “kak Tang Yibai, kenapa kau tiba-tiba membawa kak Yun Duo kemari?” mereka belum menjawabnya dan malah tersenyum malu. Ming Tian medekati mereka dan melihat Tang Yibai menggenggam tangan Yun Duo.
Ming Tian: kak Tang Yibai, apa perlu aku pergi? Atau mungkin aku bisa memutarkan lagu cita untuk kalian? Lalu mempersiapkan lilin dan bunga mawar untuk kalian?
Tang Yibai : Ming Tian, omong kosong apa yang kau katakan? Aku mebawa Yun Duo kemari karena dia diusir keluar oleh pemilik rumah sewaannya dan tidak punya tempat tujuan.
Ming Tian : begitu ya kak Yun Duo, jangan sungkan, anggap saja seperti rumah sendiri.

Ming Tian meminya Yun Duo untuk duduk dan membersihkan kursinya terlebih dulu, Yun Duo bilang “asrama kalian sangat bersih. Kukira semua asrama putra sangat berantakan”.
Ming Tian : itu karena ada kak Tang Yibai di asrama putra kami, dia terpilih sebagai teman sekamar terbaik.
Yun Duo terkejut “teman sekamar terbaik?”. Ming Tian menjelaskan lebih detail “dia gila kebersihan, bila melihat sesuatu bukan pada tempatnya, dia akan langsung membereskannya” Tang Yibai hanya tersenyun mendengar ocehan Ming Tian dan memberikan minuman kepada Yun Duo.
Ming Tian : karena itu semua orang bilang “perlu memiliki Tang Yibai di rumah, karena kecoa dan tikus akan mengucapkan selamat tinggal”
Tang Yibai menyuruhnya untuk diam dan pergi. Yun Duo tertawa dan berkata “tampaknya Tang Yibai adalah pembersih terbaik kalian di asrama” Tang Yibai duduk di dekat Yun Duo.
Ming Tian : ucapan itu tidak salah. Justru karena kak Tang Yibai paing menyukai kebersihan di asrama kami, karena itu kami sengaja memberi dia orang paling berantakan sebagai teman sekamaranya.
Yun Duo : siapa yang laing berantakan?
Tang Yibai : ya siapa lagi? (asyik tertawa)
Qi-Ruifeng keluar dari kamar mandi sambil ngomel “siapa lagi yang mencuri bajuku? Aku sudah tidak punya baju lagi untuk dikenakan”. Tiba-tiba Qi-Ruifeng melihat Yun Duo dan teriak sangat kencang. Yun Duo pun kaget melihat Qi-Ruifeng setengah telanjang dan ikutan teriak “aaaahhhhhhhhhh” Tang Yibai sibuk meminta mereka untuk diam.

Semua tetangga mereka keluar karena tergangu dengan teriakan mereka, mereka bertanya-tanya “apa yang terjadi? Siap itu?” mereka pun tikdak mempermasalahkan kembali teriakan tersebut dan masuk kemabli ke kamarnya masing-masing.

Ternyata Pelatih Wu juga nendengar teriakan mereka, dia langsung kembali ke asrama putra untuk mencaritahu asal teriakan yang dia dengar tadi. Kemudian lPelatih Wu mengetuk pintu kamar Tang Yibai. Tapi di dalam sudah aman dan Yun Duo entah dimana mereka sembunyikan.
Tang Yibai pun akhirnya membuka pintu dan Pelatih Wu bertanya “apa yang terjadi? Kenapa ada suara perempuan?” Yun Duo sembunyi dia balik tirai, dia terlihat sangat takut ketahuan. Tang Yibai mengatakan bahwa yang tadi itu Qi-Ruifeng. Pelatih Wu melihat Qi-Ruifeng dan berkata “Qi-Ruifeng?”
Ming Tian : benar, tadi dia melihat kecoa saat mandi, akhirnya dia berteriak dan lari keluar, dia meminta kak Tang Yibai untuk melindunginya dari kecoa.
Tang Yibai : benar.
Pelatih Wu : tidak benar. Qi-Ruifeng seoarng pria, kenapa bisa berteriak seperti itu?
Ming Tian : Pelatih Wu, itu benar-benar suara kak feng. Suara kak feng sangat mirip dengan ssuara perempuan. Sulit untuk mengetahui apakah itu dari suara laki-laki atau perempuan. Aku juga beberapa kali salah dengar.
Qi-Ruifeng : benar, benar, benar. Pelatih aku memang seperti itu, coba kau dengar (dia memoeraktekkan teriakannya dan berkata dengan terkaku-kaku untuk membuat Pelatih Wu percaya) “Tang Yibai! Ada kecoa! Aku takut sekali, tolong lindungi aku!” pelatih kau lihat kan?
Yun Duo tak kuat menahan tawanya, dia menutupu mulutnya untuk menghindari Pelatih Wu. Tang Yibai juga menertawakan Qi-Ruifeng yang mempraktekkan teriakannya. Pelatih Wu masih belum yakin dan bertanya “lalu yang satunya lagi?” mereka bingung siapa yang akan menggantikan Yun Duo.
Tang Yibai : yang satunya lagi itu adalah Ming Tian.
Pelatih Wu : Ming Tian?
Ming Tian kaget harus berteriak seperti apa. Tapi akhirnya dia menjawab dengan tenang “ita, itu aku. Tadi saat kak feng keluar, dia membuatku begitu kaget. Jadi aku langsung.... (Ming Tian mempraktekkan teriakkannya aaaaahhhhh, dia berusaha mengeluarkan suara yang mirip dengan peremupan)”. Pelatih Wu menghentikannya karena tidak ingin mendengar kebisingan lagi.
Pelatih Wu : sudha begitu larut. Jangan main-main terus. Cepat tidur, mengerti?
Mereka dengan kompak mengatakan “mengerti pelatih”. Dia menunjuk Tang Yibai, Ming Tian dan Qi-Ruifeng. Dan akhirnya Pelatih Wu pergi juga.

Mereka sangat lega setelah Pelatih Wu pergi, Ming Tian langsung mengunci pintu kamar mereka. Kemudian Tang Yibai langsung membantu Tang Yibai keluar dari balik tirai. Setelah keluar dari balik tirai, Yun Duo batuk-batuk. Dia masih melotot melihat Qi-Ruifeng.
Qi-Ruifeng : Yun Duo apa kau mau melihat lagi? (menujukkan otot tangannya dan).
Tang Yibai melemparkan bajunya dan meminta Qi-Ruifeng untuk segera memakai baju.
Qi-Ruifeng : jaman sekarag meskipun sudah bayar sewa rumah tetap masih bisa di usir.
Ming Tian meminta Tang Yibai untuk tidka menghalangi Yun Duo dan berkata “kak Yun Duo, hidupmu cukup mengagumkan. Baiklah melihat kak feng dan kak Yun Duo adalah teman baik, aku akan menerimamu untuk satu malam!.
Qi-Ruifeng : tunggu, Ming Tian, apa ini kamar asramamu?.
Ming Tian merangkul Qi-Ruifeng dan berkata “kak feng, apa bedanya antara kamar punyaku dan punyamu?” Qi-Ruifeng masih bengong dan belum menjawab peryanyaan Ming Tian.
Yun Duo : tak perlu. Aku hanya tinggal sebentar. Setelah temanku menelpon, aku akan segera pergi.
Tang Yibai begitu khawatir dan berkata “ini sudah begitu larut dan belum ada kabar dari temanmu, mungik temanmu sudah tidur. Kurasa kau tidak usah menunggu lagi dan tinggal saja disini untuk malam ini”.
Yun Duo : mana bisa begitu?
Qi-Ruifeng: Tang Yibai. Kau juga terlalu terang-terangan. Membawa seorang gadis tinggal disini tidak begitu baik, kan?
Ming Tian : aku tida sanggup melihatnya lagi (menutup wajanya dengan tangan)
Tang Yibai : kalian ini sedang bicara apa? Yun Duo tinggal disini sendirian. Aku dan Qi-Ruifeng akan tinggal di kamar kalian.
Mereka terkejut dnegan apa yang dikatakan Tang Yibai. Qi-Ruifeng berkata “apa? Empat orang tidur di 2 tempat tidur? Mana bisa?”
Tang Yibai : dengan gaya tidurmu, aku bahkan tidak masalah, lalu kau mengeluh apa?
Qi-Ruifeng : aku akan tidur telanjang, apa kau mau tidur denganku?
Yun Duo merasa malu sendiri, kemudian Tang Yibai menyuruh Ming Tian untuk membawa Qi-Ruifeng pergi. Qi-Ruifeng mengancamnya, tapi mingtian tetap memaksanya dan akhirnya berhasil membawa Qi-Ruifeng keluar. Qi-Ruifeng berteriak kepaada Tang Yibai sambil menunjukknya “kau lebih berat kepada kekasih daripada temanmu, Tang Yibai?”
Mereka henya menertawakan tingkah konyol Qi-Ruifeng. Setelah mereka pergi Tang Yibai meminta Yun Duo untuk istirahat. Dia juga berkata “disana juga ada sprei dan selimut baru, kau ganti saja sendiri” Yun Duo mengagguk malu. Sebelum pergi Tang Yibai mengambil earphonenya dan bilang bahwa Qi-Ruifeng sangat bersisik kalau tidur dan itu sangat mengganggunya.

Di kamar Lingye, Tang Yibai menjelaskan situasi Yun Duo saat ini, jadi malam ini dia akan merepotakn Lingye. Lingye mengatakan bahwa semua itu terserah pada Ming Tian. Ming Tian langsung menjelaskan “Lingye ingin mengatakan bahwa teman asramanya, jadi dia ingin kami memutuskan bersama. Bagiku ini tidak masalah, jadi Lingye harusnya tidak masalah juga”.
Lingye : tapi...
Tang Yibai : tapi apa?
Ming Tian : Lingye berpikir tentang bagaimana kita berempat akan membagi tempat tidur. Dia perlu memikirkannya dengan jelas apa yang hendak dia katakan sebelum mengatakannya.
Lingye : itu benar (sambil merangkul Ming Tian).
Qi-Ruifeng : tapi Ming Tian, apa kau penerjemah Lingye? Dia hanya mengatakan dua kata, dan kau mengerti apa yang dia inginkan? (Tang Yibai menertawakannya)
Ming Tian : tidak, Lingye cukup jelas dengan apa yang ingin dia katakan.
Tang Yibai : bagaimana jika begini? Lingye hari ini kau dan aku akan berganti tempat tidur. Ming Tian akan tidur dengan Qi-Ruifeng dan kau tidur denganku. Qi-Ruifeng terlihat sangat kesal karena tidak ada yang mau berbagi tempat tidur dengannya.
Diantara mereka tidak ada yang mau tidur seranjang dengan Qi-Ruifeng karena tidur Qi-Ruifeng sangat berontak. Ming Tian berkata “kak Tang Yibai, jangan pikir aku tida tahu apa yanng kau rencanakan”.
Lingye : benar. Jangan berpikir untuk kabur. Kita akan menggunakan gunting batu kertas untuk memutuskan.
Qi-Ruifeng : tunggu. Apa yang kalian lakukan? Kalian semua tidak mau tidur dneganku? Apa kita bukan saudara? (mereka hanya tertawa mendnegar perkataan Qi-Ruifeng) baiklah. Jika kalian tidak mau tidur denganku, maka aku akan kembali dan tidur telanjang.
Tang Yibai : aku janji padamu, aku akan berbagi tempat tidur denganmu.
Akhirnya Qi-Ruifeng setuju dan duduk kembali dengan tenang.

Cheng Mei dan Lin Zi tiba di apartemen yang disiapkan untuk Yun Duo. Cheng Mei bertanya “apa kau yang menyiapkan ini semua?” Lin Zi bilang “iya, bagaimana menurutmu?” Cheng Mei hanya mengaguk saja.
Lin Zi meminta Cheng Mei untuk duduk di mana saja yang dia mau karena Lin Zi akan menaruh makanan di dapur.

Setelah Lin Zi pergi ke dapur, Cheng Mei melihat setiap sudut ruangan yang akan ditempati Yun Duo, desan ruangan itu sangat lucu dengan boneka dimana-mana. Dia membayangkan saat Lin Zi sedang menyiapkan semuanya. Dia terlihat cemburu dengan apa yang dilakukan Lin Zi untuk Yun Duo.

Cheng Mei melihat Lin Zi sedang membereskan makanan di dapur. Cheng Mei melihatnya dan bertanya “kau berusaha keras melakukan semua ini untuk Yun Duo? Apa benar-benar hanya ingin membalas budinya?”
Lin Zi : iya, apa lagi jika bukan?
Chneg mei : tidak apa-apa, aku hanya agak iri dengan Yun Duo. Ada orang yang penuh perhatian di dekatnya. Jika aku memiliki pemuda yang sama perhatiannya disisiku betapa bagusnya itu, iya kan?
Lin Zi : jangan kahwatir. Asalkan kau membantuku. Aku pasti akan mengenalkanmu pada pacar yang pintar dan perhatian.
Cheng Mei : itu tidak perlu, aku akan mencari pacar sendiri. Bisa dikatakan, aku membantumu dengan ini semua. Bagaimana kau akan membalas kebaikan ini?
Lin Zi : bagaimana kau ingin aku membalasmu?
Cheng Mei : belum kupikirkan. Kalau sudah ada akan langsung kuberitahu padamu.

Ming Tian heran kenapa Qi-Ruifeng memakai masker mata dan bertanya “apakah rasanay enak kak feng?”. Qi-Ruifeng memberikan satu masker untuknya dan berkata “ini masker uap. Ini bisa mengembalikan air dan mengurangi kelelahan. Ini menenangkan dan  dan membantu tidur pedeknya (Ming Tian diam-diam mengambil susu kotal Qi-Ruifeng) ini bagus untuk matamu, kau boleh mengambil beberapa dan bisa mencobanya” Ming Tian berterima kasih padanya karena telah memberikan satu masker mata untuknya.
Di sisi lain, Tang Yibai sedang sibuk mencari tempat tingal untuk Yun Duo. Qi-Ruifeng masih berbincang dengan Ming Tian “ming tia, sudah kubilang kalau aku adalah orang bermartabat. Aku dicontai oleh banyak orang. Bahkan saat bunga melihatku, mereka semua mekar dan sekarang sudah turun derajat, aku dijejealkan ke tempat tidur orang lain”. Lingye tak berkata apapun mendengar Qi-Ruifeng terus ngomel. Dia hanya melihat Tang Yibai yang sedang sibuk mencari apartemen untuk Tang Yibai.
Ming Tian : nasibku sungguh malang.
Qi-Ruifeng: sangat tragis.
Ming Tian membuka masker tersebut sambil asyik minum yogurt Qi-Ruifeng. Tiba-tiba Qi-Ruifeng mencari yogurtnya dengan tangan tertutup tadi tak kunjung dia temukan, akhirnya dia membuka masker matanya dan melihat Ming Tian sedang minum yogurtnya, dia sangat marah.
Ming Tian : akan ku kembalikan (sambil memberikannya)
Qi-Ruifeng: kau kembalikan? Kau sudah menghabiskannya.
Mereka terus berantem karena gara-gara yougert, Lingye dan Tang Yibai tak berani memaisakhkan mereka, dan hanya menertawakan kekonyolan mereka yang sangat kekanak-kanakan.

Di tengah malam, Lingye dan Ming Tian tidur dengan nyaman, tapi disisi lain Tang Yibai sangat kasihan karena Qi-Ruifeng sangat berontak dan itu membuat tidur Tang Yibai terganggu, Tang Yibai berusaha menarik selimutnya tapi tidak bisa, sampai-sampai Tang Yibai tidur dengan bantal buku karena semuanya terpakai Qi-Ruifeng. Tang Yibai mengambil earphone-nya karena berisik Qi-Ruifeng yang terus mendengkur.

Yun Duo masih belum tidur, dia masih melihat ponselnya dan menunggu panaggilan dari chneg mei. Dia heran karena biasanya Cheng Mei belum tidur jam segini, tapi kenapa dia tidak membalas dan menjawab panggilannya.

Tang Yibai keluar dari kamar, dia terlihat pegal-pegal karena tidur dengan bantal buku dan Qi-Ruifeng sangat berontak, itu membuat tidur Tang Yibai terganggu, Tang Yibai kaget karena kamar Yun Duo masih nyala.

Di dalam, Yun Duo tak sengaja melihat foto Tang Yibai. Dia melihat-lihat foto kebersamaan Qi-Ruifeng Tang Yibai dan ouyang heng dulu.

Tang Yibai mengetuk pintu kamar Yun Duo dan Yun Duo pun membukanya, Yun Duo kaget karena tiba-tiba Tang Yibai datang. Mereka terlihat kaku, Tang Yibai pun memulai perbincangan “aku lupa mengatakan padamu. Di lemari kamar kecil, ada perlengkapan mandi baru yang bisa digunakan”.
Yun Duo : terima kasih, kenapa kau belum tidur?
Tang Yibai : aku insomnia, jadi aku tidka bisa tidur, bagaimana denganmu?
Yun Duo : aku memikirka harus tinggal dimana besok, jadi aku tidka bisa tidur.
Tang Yibai : berhubung kita berdua tidak bisa tidur. Bagaimana jika aku membawamu ke tempat yang biasa aku datangi?
Tang Yibai dan Yun Duo pergi sambil berpegangan tangan.

Tang Yibai membawa Yun Duo ke halaman belakang asramanya, Tang Yibai membuka jaketnya dan menutupi kaki Yun Duo karena dia memakai rok pendek dan tidak mau Yun Duo kedinginan . mereka melihat bintang-bintang yang bertebaran di langit, dan itu terlihta sangat indah.
Tang Yibai : setiap kali aku tidak bisa tidur, aku sellau datang kesini. Mendengarkan musik sambil menatap kosong bintang-bintang di langit.
Yun Duo : kau juga kadang tidak bisa tidur?
Tang Yibai : kadang-kadang sebelum kompetisi atau ujian, aku terllau tegang.
Yun Duo : kurasa aku belum pernah menanyakan hal ini dulu. Kenapa kau mulai berenang?
Tang Yibai : itu sangat sederhana. Aku hanya suka perasaan berenang. Di dalam air, aku tida bisa mendengarkan apapun yang ada di atas, aku merasa seakan aku ada di dunia lain. Aku tak perlu bicara, dan aku tak perlu peduli tentang apa yang dipikirkan orang terhadapku, aku selalu berpikir untuk berpikir di bawah air, ketimbang hidup di daran jauh lebih sederhana dan mudah.
Yun Duo : memang, masalah di darat sangat menyebalkan. Misalnya, direktur liu mengawasi aku, atau di usir keluar dari rumahku.
Tang Yibai : kuharap kecemasanmu tidak termasuk ucapan Pelatih Wu. Meskipun kau tidak mengatakan apapun, kupikir kau benar-benar peduli dengan apa yang dikatakan Pelatih Wu padamu. Aku sellau merasa kau ingin menjaga jarak dariku.
Yun Duo : tidak, aku selalu menganggapmu sebagai teman baik. Sungguh. Tapi melalui pengalaman ini,a ku mulai paham apa yang dimaksudkan Pelatih Wu. Aku tahu apa yang dia cemaskan. Mungkin dia benar. Bagaimanapun juga seorang atlet dan reporter harus menjaga jarak.
Tang Yibai : kalau begitu bagaimana jika aku tidak melihatmu sebagai reporter dan kau melihatku sebagaiu atlet? Kita hanya hanya sekedar teman. Bukankah kerumitannya berkurang? Mulai sekarang. Saat kita berdua saja, kau bukan seorang reporter dan aku buakn seorang atlet. Kita hanya yiabi dan Yun Duo. Jangan biarkan orang-orang berwenang mempengaruhi persahabatan kita.
Yun Duo tersenyum dan berkata “baiklah. Itu sebuah janji, ya? Biasanya saat kau selesai berenang, apa yang kau lakukan?
Tang Yibai : bukankah aku baru katakan padamu. Di depanku kau tidak bisa menjadi reporter. Mengapa kau sudah mewawancaraiku lagi?
Yun Duo : aku bukan reporter, ini bukan wawancara. Aku hanya bertanya saja karena penasaran.
Tang Yibai : benarkah?
Yun Duo : misalnya, saat aku kecapaian bekerja, setelah bekerja aku masih harus memikirkan pekerjaan.
Mereka terlihat sangat asyik berbincang sampai selarut malam dan lupa kalau besok masih banyak kegiatan yang harus mereka lakukan.