Advertisement
Advertisement
Episode 3 Part 2

All images credit and content copyright: MBC


Direktur memberitahu dua hal kalau bicara dengannya. Pertama, aku mengontrol hasil masa magangmu untuk menjadi reporter resmi atau tidak. Kedua, kau hanya reporter magang, pekerjaanmu adalah belajar cara menjadi reporter profesional bukan mengajari cara menjadi reporter. Yun Duo ingin melakukan pembelaan, namun direktur memotongnya.
Direktur : Yun Duo, jika kau bicara seperti ini kepadaku, aku janji kau tidak bisa menemukan....
Tiba-tiba gadis magang datang memanggil direktur, dia memiliki pertanyaan kepada direktur tentang tugasnya yang diberikan direktur. Direktur pun memintanya untuk menunjukkan apa yang tidak dimengerti oleh gadis itu.
Saat direktur sedang menjelaskan padanya, gadis itu menyuruh Yun Duo untuk segera keluar dari ruangan direktur, dengan tergesa-gesa Yun Duo pun keluar dari ruangan direktur. Setelah Yun Duo keluar, dia langsung pamit dengan sudah paham dan dengan yang direkutr barusan. Direktur kaget kemana Yun Duo pergi, bahkan dia belum menyurh Yun Duo untuk keluar.

James Liu membuat kopi sendiri dan menikmatinya di depan jendela apartemen.

Yun Duo sedang melihat papan peringkat karyawan magang, dan dia masih di peringkat 11. Yun Duo terlihat sangat gelisah, tiba-tiba Guru Sun datang dan memindahkan peringkat Yun Duo dari 11 ke peringkat paling bawah yaitu peringkat 13, Yun Duo sangat kaget dengan apa yang Guru Sun lakukan dengan peringkatnya. Guru Sun memintanya untuk tidak marah karena itu perintah dari direktur Liu. Kemudian Guru Sun menyemangatinya untuk terus berusaha dan berhasil.
Yun Duo bergumam “sekarang aku berada di peringkat pertama paling bawah” Yun Duo terlihat tidak semangat untuk hari ini.

Gadis itu datang menghampiri Yun Duo, dia meminta Yun Duo untuk membantah direktur lagi dan mengatakan mereka bisa menjadi reporter tergantung pada direktur “lihatlah dirimu, kau ada di posisi paling akhir. Kalau begini, bagaimana kau bisa lulus magang bersama denganku?” Yun Duo masih belum semangat apapun.
Yun Duo : aku mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak suka menggunakan temanku untuk popularitas.
“lihat dirimu, kau pintar tapi tidak fleksibel. Sebenarnya, direktur Liu sangat mudah dihadapi, kau hanya perlu beberapa cara”
Yun Duo : apa saja?
Gadis itu membawa Yun Duo untuk mengajarkan caranya.

James Liu melihat Yun Duo dari apartemennya, jendelanya pas banget menghadap ke meja kerja Yun Duo dan dia bisa melihat Yun Duo kapan pun dia inginkan.

Setelah selesai belajar, Yangyang memberikan catatanya kepada Qi-Ruifeng. Qi-Ruifeng malah mengeluh “aku bahkan tidak punya waktu untuk latihan, jadi bagaimana aku bisa punya waktu untuk membaca semua catatan ini? ambil saja” Yangyang tidak peduli Qi-Ruifeng membacanya atau tidak. Tapi dia mengingatkannya “tapi kalau kau gagal di ujian akihr, kau tidak akan bissa mengikuti kompetisi untuk mewakili sekolah, kalau kau dihukum karena alasan ini, itu akan sangat memalukan bagi seorang kapten tim”.
Qi-Ruifeng : aku hanya takut menjadi terlalu sempurna, bahkan tuhan akan cemburu, kau mengerti? Kalau tidak, mana mungkin Tang Yibai terkenal sebagai murid yang pintar (Yangyang hanye tersenyum) itu hanya ujian akhir. Tidak apa-apa, aku hanya akan berusaha semampuku.

Ketika Yangyang dan Qi-Ruifeng akan pergi, tiba-tiba ada seorang gadis berbaju merah menghampirinya “kakak Q! Aku sangat menyukaimu, aku menyaksikan semua pertandingan renangmu”
Qi-Ruifeng : benarkah (dengan wajah polosnya)
“tentu saja., aku belum perbah satu kalipun melewatkan pertandingamu.
Qi-Ruifeng : sangat kebetulan sekali, aku juga belum pernah melewatkan pertandingaku sekalipun.
Yangyang sangat kesal melihat mereka, gadis itu mengatakan bahwa Qi-Ruifeng sangat lucu, dan ternyata itu hanya rayuan semata agar bisa berfoto dengan Qi-Ruifeng, Qi-Ruifeng pun menyetujuinya untuk berfoto bersama, namun sebelum itu, dia menitipkan bukunya kepada Qi-Ruifeng. Ketika Qi-Ruifeng sedang asyik berfoto dengan fans-nya, Yangyang pergi karena jesal melihat kelakuan mereka. Setelah berfoto Qi-Ruifeng mencari Yangyang.

Yun Duo sedang mencari berkas, dia melihat setiap lembar kertas dari banyak tumpukan kertas yang ada di mejanya.

Guru Sun memanggil Yun Duo dan mengatakan bahwa dia punya tugas untuknya “hari ini, jam 3 sore. Pengelola piala mimpi akan mengadakan kofersi pers, seharusnya aku yang pergi, atpi aku ada urusan mendadak yang tiba-tiba waktunya berubah, karena itu, aku tidak bisa menghadiri konfersi pers tersebut, aku sudah memutuskan untuk mengirimmu, ok?”
Yun Duo : piala mimpi? (Yun Duo langsung berimajinassi tentang piala mimpi) itu adalah kompetisi renang paling terkenal diantara semua universitas. Banyak atlet-atlet sebelumnya yang terpilih dari piala mimpi. Ini sangat penting, apa kau tidak khawatir mengirim reporter magang sepertiku?
Guru Sun : kalau kau memperlakukan dirimu sendiri sebagai reporetr magang, kau akan tetap di posisi itu selamanya, mengerti? Kau tidak bisa menunggu orang lain memberimu kesempatan. Kau harus memperjuangkan itu sendiri.
Karyawan lain memberitahu Guru Sun untuk tidak datang ke acara konfersi pers di piala mimpi nanti sore karena direktur yang memintanya.
Guru Sun : kenapa tidak?
“direktur bilang, bahwa kau sudah berpengalaman, jadi tidak akan berarti kalau kau yang pergi, dia memberikan pekerjaan ini untukku, agar aku bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman” Yun Duo bengong.
Guru Sun : katakan saja yang sejujurnya. Apakah betul direktyr Liu yang menyuruhnya, atau kau menggunakannya sebagai alasan?
“jangan salah paham, aku memohon kepada direktur tadi pagi, ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendengar kata setuju dari direktur”’
Dengan pasrah Guru Sun menyuruhnya untuk segera pergi, dan memberitahu Yun Duo cara dia mendapatkan peluang, Guru Sun terus membandingkan Yun Duo dengan reporter magang yang ian agar dia tetap semangat dan terus berusaha. Kemudian Guuru Sun memberi sebuah trik “Konversi pers piala mimpi ini sangat penting. Itu artinya semua reporter olah raga akan ada disana, apakah kau tahu itu artinya apa?”
Yun Duo : artinya, kalau aku tidak pergi, aku akan melewatkan sebuah peluang yang sangat besar.
Guru Sun : gunakan otakmu ok? Justru sebaliknya. Ini artinya kau sudah menemukan sebuah peluang yang sangat besar, pikirkan itu. Begitu banyak repirter. Itu artinya para reporter yang sebelumnya mengejar Qi-Ruifeng bakalan ada disana. Apa kau mengerti?
Yun Duo : maksudmu, saat Qi-Ruifeng sendirian, aku harus melakukan wawancara ekslusif dengannya.
Guru Sun : betul. Tapi bukan aku yang mengatakan itu.

Yun Duo tiba do stadion renang, dia mengatakan kalau Guru Sun sangat mengesankan “tempat ini biasa dipenuhi para rporter, tapi ini tidak ada satupun. Ini waktu yang tepat untu mewawancarai Qi-Ruifeng” Yun Duo mulai berjalan dan berharap dirinya berhasil hari ini.

Yun Duo langsung menuju pintu stadion, namun dua oenjaga tersebut menghentikannya, karena untuk hari ini sstadion tidak dibuka untuk umum. Yun Duon pun langsung memperkenalkan dirinya “aku seorang reporter dari Qk.Video, aku datang kesini untuk wawancara”
“termasuk reporter pun tidak diijinkan. Atasan kami memberikan perintah bahwa semua reporter harus mengikuti prisedur biasa untuk melakukan wawancara”
Yun Duo : lalu, dimana aku harus melakukan itu?
“di Kantor Urusan Umum Universitas” petugas itu pun menunjukkan arah untuk tiba di Kantor Urusan Umum Universitas. Dan Yun Duo pun langsung bergegass pergi kesana. Yun Duo balik lagi karena dari sana menyuruhnya untuk ke kantor manajeman, namun spetugas tetap menolaknya karena harus menaati peraturan yang ada.

Yun Duo mengeluh “kalau ebgini aku tidak bisa mewawancarai Qi-Ruifeng seumur hidupku” Yun Duo melamun depan kolam dan meminta maaf kepada Guru Sun karena telah mengecewakannya “aku Yun Duo masih seekor domba kecil. Tidak peduli seberapa rajin aku bekerja, aku tidak akan menjadi serigala” saat Yun Duo berbali, dia melihat pintu samping stadion tidak dikunci, dia terlihat sangat senang, ssebelum Yun Duo membukanya, dia melihat sekitanya terlebih dahulu dan akhirnya dia bisa masuk ke stadion.

Yun Duo akhirnya bisa masuk stadion, namub dia heran kenapa tidak ada orang sama sekali, dia berpikir “apa mungkin sedang istirahat?” tiba-tiba dia melihat gelembung udara dari dalam kolam, karena penasaran, dia pun mendekati kolam dan melihatnya, saat mendekati kolam renang, tiba-tiba Tang Yibai muncul dari kolam renang. Tang Yibai pun bertanya “Yun Duo, kenapa kau ada disini? Apa yang sedang kau lakukan?”

Tang Yibai naik ke darat, Yun Duo masih kaget dan tidak percaya hanya ada Tang Yibai di stadion, dia tak bicara sedikitpun. Tang Yibai pun bertanya “Yyun Duo, ada apa?” Yun Duo tidak menjawabnya, dan dia pun langsung berlari tanpa mengatakan apapun. Tang Yibai bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan Yun duo?

Yun Duo berlari dari stadion, dia mulai kelelahan dan berhenti di dekat lapang basket, dia teringat kembali saat Tang Yibai muncul dari kolam renag secara tiba-tiba. Yun Duo herang, kenapa dia selalu memikirkan gambaran itu?

Disana banyak yang bermain basket, tiba-tiba bola basketnya melenceng dan akan mengenai Yun Duo, orang-orang tersebut berteriak “hati-hari” namun Yun Duo hanya diam saja karena kaget, tiba-tiba Tang Yibai datang dan menagkap bola basket tersebut. Tang Yibai memandang Yun Duo dengan penuh senyuman. Pemain basket itu meminta Tang Yobai untuk mengoper bolanya. Tang Yibai pun melemparkan bolanya dan goalllllll masuk ke dengan sangat bagus. Yun Duo tersenyum dan terlihat bangga dengan Tang Yibai yang mempunayi banyak talenta.

Saat mereka sedang berjalan, Yun Duo bertanya “bukannya kau perenang? Tapi kenapa kau pandai juga bermain bassket?”
Tang Tiba : diantara para perenang, aku pemain basket terbaik.
Yun Duo : kau tidak merendah sama sekali.
Tang Yibai : ada yang terjadi denganmu? Kenapa tadi kau lari tanpa mengatakan apapun? Apakah aku semenakutkan itu?
Yun Duo : aku bukan takut, tiba-tiba kau muncul dari dalam kolam renang dan itu mengejutkanku, saat itu juga pikiranku sednag kosong, jadi aku berlari keluar. Tapi ketika aku menyadari apa yang aku lakukan, aku sudah ada disana.
Tang Yibai : aku tidak mencoba menakutimu, aku sedang berlatih menahan nafasku. Ketika aku dibawah air, aku bahkan tidak tahu kau ada disana. Jadi kau lari karena malu? (Yun Duo mengangguk Ya) kau melhtaku bertanding sebelumnya? Saat itu, aku juga hanya menggunakan celana renang.
Yun Duon : itu tidak sama. Sekarang aku tidak sedang bertanding. Tiba-tib akau berdiri di hadapanku hanya dengan menggunakan celana renang dan aku tidak siap untuk itu. Aku bahkan tidak tahu harus melihat kemana.
Tang Yibai hanya menertawakannya dan Yun Duo memintanya untuk berhenti tertawa.

Tang Yibai bertanya “jadi kau melakukan semua proses itu hanya untuk mewawancarai Qi-Ruifeng?
Yun Duo : benar. Sekolah kalian sanat protektif. Untuk wawancara saja sesulit itu.
Tang Yibai : ini semua dilakukan oleh pelatih kepala Yuan. Sejak Qi-Ruifeng memenagkan mendali emas, setiap hari reporter mengejar kami, sampai-sampai kelas kami terganggu dan tidak bisa memikrkan latihan kami.
Yun Duo : para atlet juga harus mengambil pendidikan akademik?
Tang Yibai : kau terang-terangan mendiskriminasi atlet?
Yun Duon : tidak! Sulit bagi kalian untuk menjalani latihan setiap hari. Bagaimana ada waktu untuk kelas? Bukankah kalian semua akan mengantuk?
Tang Yibai : benar bagi Qi-Ruifeng, tapi tidak bagiku.
Yun Duo : itu berarti bahwa kau punya peringkat sangat bagus?
Tang Yibai : rata-rata. Ketika aku ditangguhkan empat tahun yang lalu untuk tim renang, aku punya banyak waktu untuk datang ke kelas. Selama empat tahun itu, aku mendapatkan peringkat tiga pertama di semua kelas. Aku mendapatkan beasiswa. Jadi aku bukan hanya pemain basket trebaik di tim renang. Aku juga siswa terbaik di tim renang. Jika kau memanggilku “sarjana unggulan” maka aku akan menerima pujian itu.
Yun Duo : aku menyadari bahwa kau agak berbeda dari perenang lain.
Tang Yibai : kau juga berbeda dari reporter lain.
Yun Duo : tentu saja! Karena aku hanya reporter interen.
Tang Yibai : kau baru saja bilang ingin mewawancarai Qi-Ruifeng, kan? Aku akan membantumu. Nanti ikuti saja tindakanku.

Kepala pelatih Yuan tidak mengizinkan Yun Duo untuk mewawancarai Qi-Ruifeng.
Tang Yibai : kepala, kau menolaknya. Karena kau khawatir Qi-Ruifeng tidak akan berpikir sebelum bicara dan mengatakan apapun yang muncul di pikrannya?
Setelah mengatakan hal itu, Tang Yibai terlihat kaku dan melihat kesana kemari. Pelatih Wun mengatakan “yang terpenting, semuanya bika-baik saja sebelum dia bicara, tapi selain dia melakukannya, candaan yang dia buat sendiri menjadi viral” pelatih Kepala masih diam saja.

Pelatih Wu melihat video saat Qi-Ruifeng sedang di wawancara oleh reporter dengan menggunakan bahasa inggis “apa yang akan kamu lakukan setelah lulus?” Qi-Ruifeng terlihat kebingungan karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Yangyang pun membisikkan “dia bertanya, apa rencanamu setelah lulus kuliah” Qi-Ruifeng baru mengerti dan paham dengan apa yang harus dia jawab, namun dia maish kebingungan karena susah mengatakannya dengan bahasa inggris. Dengan tergagap dia pun menjawabnya, namun mereka terlihat kebigungan dengan apa yang dikatakan Qi-Ruifeng.
Pelatih Wu mengatakan bahwa Qi-Ruifeng hanya membuat candaan untuk dirinya sendiri. Tang Yibai dan Yun Duo menertwakannya dengan pelan. Kemudan kepala pelatih Yuan mengambil ponselnya dan bilnag “berhenti menonoton, ini sangat memalukan. Aku tetap tidak akan mengijinkan Qi-Ruifeng menerima wawancara apapun”.
Yun Duo : benar. Demi harga diri semua orang China, lebih baik Qi-Ruifeng tidak menerima wawancara apapun (sambil menertawakannya tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya).
Tang Yibai kaget Yun Duo bisa mengatkan itu dan menatapnya, Kepala Yuan dan pelatih juga menatapnya dengan sinis. Yun Duo baru menyadarinya dan meminta maaf atas kelancangannya barusan, dia bilang “pelatih, aku tahu apa yang kau khawatirkan, tapi bagaimanapu, Qi-Ruifeng adalah kapten renang di Universitas Nyayang. Dia tidak bisa menghindari media selamanya, jadi aku....
Tang Yibai : Yun Duo benar daripada secara langsung menentangnya, kenapa tidak mencari reporter terpercaya seperti Yun Duo (Yun Duo merasa dibela) untuk mulai mengajari Qi-Ruifeg tentang bagaimana menghadapi media. Kepala pelatih Yuan, izinjkan Yun Duo melakukan wawancara ekslusif dengan Qi-Ruifeng. Sebagai balasannya, Yun Duo akan mengajarkannya bahasa inggris secara reguler. Bagaimana dengan kemampuan Qi-Ruifeng, dia pasti akan memasuki komppetisi renang internasional. Saat itulah, kau akan menginginkan insiden “sampai jumpa sekolah” itu terjadi lahi kan?
Kepala Yuan masih berpikir dan mengingat saat Yun Duo menolong Tang Yibai  saat wawancara. Dan akhirnya kepada Yuan setuju Yun Duo mewawancarai Qi-Ruifeng secara eksludif dengan alasan “aku melihat kau membela Ybai saat itu, aku percaya kau tidak akan melebihi kenyataan dan menciptakan laporan palssu.
Tang Yibai : Yun Duo tidak akan melakukannya.
Kepala Yuan : jiika kau bersedia mengajarinya bahasa inggris, urusan ini bisa diseesaikan seperti ini.
Yun Do dan Tang Yibai terlihat sangat senang sekali, dan Yun Duo pun berterima kasih kepada Kepala Pelatih Yuan.

Qi-Ruifeng kaget mendengar Yun Duo akan menjadi guru bahasa inggrisnya, Yun Duo bertanya “kenapa? Apa itu tidak bisa?”
Qi-Ruifeng: iya tentu bisa, selama bukan si Tomboi ini yang menjadi guru bahasa inggrisku, siapapun boleh. Tapi Yun Duo, kau tidak terlihat seperti pandai berbahsaa inggris, bisakah kau melakukannya?
Yun Duo : Demi melakukan wawancara ekslusif denganmu, aku harus melakukannya, meskipun aku tidak bisa, tapi sebelumnya, aku sungguh ingin tahu tahap pengetahuan bahasa inggrismu, agar aku bisa menungkatkan titik kelemahanmu, biar kulihat hasil tesnya.
Qi-Ruifeng tidak mau memperlihatkannya, dan yang lainnya pun menertwakan Qi-Ruifeng, temannya pun merebut hasil tes dan memberikannya kepada Yun Duo, dia juga bilang bahwa Qi-Ruifeng sangat buruk saat mendengarkan, membacam menulis dan berbicara bahasa inggris, tidak ada yang bagus darinya. Qi-Ruifeng sangat kesal dengan perkataan temannya yang mebuat dia terpojok di depan Yun Duo.
Yun Duo : Qi-Ruifeng, tida memperhatikan tata bahasamu. Kau tidak mengeja setiap bahasa dengan benar.
Qi-Ruifeng mencoba merebut kertasnya, namun Tang Yibai menahannya “Hei, jangan begini, Qi-Ruifeng kami melakukannay demi kebaikanmu. Duduklah”
Qi-Ruifeng : demi kebaikanku? Aku mengerti segalanya. Kau hanay ingin menggunakan kesempatan ini untuk semakin dekat dengan seseorang, menurutmu aku tidak menegtahuinya?
Tang Yibai : tinggalkan aku sendiri, aku tidak mau mengatakan apapun lagi padamu. (dalam bahasa inggris)
Qi-Ruifeng tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Tang Yibai, dia bertanya kepada Yangyang, namun Yangyang tidak memberitahunya, pertanyaan Qi-Ruifeng dengan nada semakin keras beratnya kepada yang lain “Ming Tian apa artinya?” namun dia pura-pura tidak tahu. Qi-Ruifeng bertanya lagi kepada Lingye “Lingye apa artinya? Ayo beritahu aku” Lingye menjelaskan arti dari perkataan Tang Yibai “aku tidak mau bicara denganmu” namun Qi-Ruifeng malah marah “apa maksudmu? Sikap macam apa itu”
Tang Yibai menertawakannya, Lingye mengatakan sekali lagi apa yang dikatakan Tang Yibai “Tang Yibai bilang, aku tidak mau bicara denganmu” Qi-Ruifeng semakin marah “apa kau memberontak? Kau bahkan tidak mau mendengarkanku lagi?”
Ming Tian : Kak Feng jangan marah. Kak Yibai barusan mengatakan “Leave me alone, i don’t want to say any word (To You)” dalam bahasa China, itu berarti “aku tidak mau bicara denganmu (Qi-Ruifeng terlihat sangat malu)
Lingye : Kak Feng, apa kau akan menciptakan candaan viral lainnya setalah “sampai jumpa sekolah” mu itu?
Yang lainnya tak henti menertawakan Qi-Ruifeng.

Tang Yibai berlatih sangat keras di stadion, dia selalu berlatih sendirian tak pernah di waktu yang sama dengan temannya yang lain.


Yangyang memberitahu Timnya, bahwa sekarang Qi-Ruifeng dan yang lainnya tidak punya waktu untuk membuat masalah, dan Tim wanita bisa berkatih dengan damai, jangan buang-buang waktu kalian, sebelum pergi Yangyang memberitahu Timnya kalau nanti dia akan memeriksanya saat latihan.

Tang Yibai baru selesai latihan, ketika dia sedang mengeringkan rambutnya, tiba-tiba Qi-Ruifeng megirim pesan yang berisi “aku akan pergi ke Hollywod. Aku menemukan gUru bahasa inggris yang ahli dibidangnya “waiting of you”
Tang Yibai menertawakannya karena Qi-Ruifeng salah dalam menulis kata “waiting For You” dia malah “waitung Of You” aku heran kenapa Qi-Ruifeng salah menggunakan kata-kata semudah ini.

Saat Tang Yibai keluar dari stadion, dia langsung disuguhkan pemandangan yang membuatnya tidak nyaman, dia pun mulai mendekati tempat tersebut, Qi-Ruifeng masih belum paham dengan cara bicara, arti dari sebuah kata dan cara mengucapkannya. Yun Duo pun memperjelas dan mempraktekkannya. Tang Yibai mulai kesal dan pergi.

Tang Yibai datang, Yun Duo kaget dan bertanya “kenapa kau datang kemari?” Tang Yibai langsung menggunakan kacamataya dan bilang “Guru, aku juga punya pertanyaan untukmu” Tang Yibai cemburu melihat kedekatan Yun Duo dan Qi-Ruifeng saat mengarakan Qi-Ruifeng bahasa inggris, dan akhirnya dia ingin ikut belajar bersamannya