10/17/2017

My Mr. Mermaid Episode 3 Part 1

Episode 3 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Di malam hari, Yangyang mondar-mandir di depan asrama putra dengan membawa sebuah bingkisan. Kemudian Qi Ruifeng keluar, Yangyang berkata kepada Qi Ruifeng “kenapa kamu lama sekali? Kau tahu berapa lama kau menunggumu disini?” Qi Ruifeng heran, kenapa Yangyang membawa banyak barang dan bertanya “Hei Tomboi, kenapa kamu menyuruhku datang?” Yangyang marah karena tidak ingin di panggik “tomboi” dia merasa tidak tidak mendengar kata “Tomboi”.
Qi Ruifeng : kenapa tidak enak di dengar? Aku sedang memujimu. Apa kau pernah bertemu gadis lain yang segalak dirimu?
Yangyang kesal dan memukul dada Qi Ruifeng, Qi Ruifeng kesakitan dan berkata “kau memukul sungguhan?”. Yangyang memperingatkannya, jika dia memanggilnya Tomboi akan dia pukul lagi, dia akan memukulnya seberapa banyak Qi Ruifeng memanggilnya Tomboi “lihat saja kalau kau memanggilku begitu lagi”.
Setelah Yangyang lelah berdebat dengan Qi Ruifeng, dia memberikan bingkisan kepada Qi Ruifeng, dan ternyata itu sebuah kacamata. Qi Ruifeng bertanya, “kenapa kau memberiku kacamata? Apa gadis dari tim wanita ada yang menyukaiku dan menyuruh kamu untuk mengantarkannya padaku?” dan ternyata itu bukan untuk Qi Ruifeng. Yangyang pun menjelaskannya.
Yangyang : janggan kepdean dulu.  Xiao-Lu dari timku sudah lama suka pada Tang Yibai, dia menyuruhku untuk memintamu untuk memberikannya pada Tang Yibai.
Qi Ruifeng : baik, kalau begitu beritahu Xiao-Lu, aku akan memberikannya kepada Tang Yibai dan beritahu dia juga, suruh dia pergi ke rumah sakit untuk memeriksa matanya. Dia menyukai Tang Yibai bukannya aku, pasti matanya bermasalah.
Yangyang hanya tersenyum kecil, ketika Qi Ruifeng akan pergi, Yangyang memanggilnya “tunggu sebentar” dan memberikan kotak makan untuk makan malamnya, dia juga meminta Qi Ruifeng untuk makan lebih banyak agar lebih kuat, sebelum Qi Ruifeng kepedean, Qi Ruifeng memberitahunya “jangan salah paham, ini pelatih Yuan yang menyuruhku membelinya”
Qi Ruifeng : siapa yang salah paham? Kau yang terlalu berlebihan. Sampaikan terima kasih untuk kepala Yuan. (mereka pun pergi ke asrama masing-masing).

Tang Yibai sedang latihan, dan teman yang lainnya sedang asyik nonton. Qi Ruifeng pun datang dan meminta temannya untuk pindah ke kamarnya “pergi dan tertawalah sepuasnya di kamarmu” Qi Ruifeng terlihat sangat kesal melihat temannya tertawa karena membuatnya terganggu.
Qi Ruifeng memberikan bingkisannya dan memberitahunya bahwa itu hadiah dari penggemarnya. Teman yang lain kaget dan bilang “penggemar? Kak Yibai punya pengemar?”
Qi Ruifeng : benar, Xian Yangyang memberitahuku, ini diberikan oleh anggota tim wanita.
Tang Yobai menyuruh Qi Ruifeng untuk memberikannya lagi dan meminta dia untuk bilang padanya “Tang Yibai tidak pernah menerima hadiah dari orang lain”
Qi Ruifeng : kenapa? Apa kau tida terlalu kejam? Orang lain memeberimu hadiah tapi kau tidak mau menerimanya. Kau begini hanya menghancurkan hati ssorang gadis, seorag gadis! (berkata dengan tingkah konyolnya).
Tang Yibai merasa Jijik dengan tingkah Qi Ruifeng, dan Qi Ruifeng pun menyuruhnya untuk muntah kalau dia merasa jijik. Qi Ruifeng berpikir “kenapa? Seingatku dua hari yang lalu, ada seorang adik telur yang memberimu telur teh! Lalu kenapa kau memenrimany?”
“kak Feng kau tidak tahu ini ya? Sekarang ada ungkapa yang bagus. Yibai tidak pernah menerima hadiah, dia hanya menerima telur teh” Qi Ruifeng mengerti “makanya kubilang, dulu Yibai tak banyak bicara dan tidak suka tersenyum, tapi belakangan ini dia sering bicara dan bahkan tersenyum. Adik telur ini benar-benar dewa, dia bisa membuatmu jadi bipolar” Tang Yibai tidak menghiraukannya karena sedang membaca buku dan dengan Headpone-nya. Qi Ruifeng pun membuka headponenya, namun Tang Yibai memarahinya “Berhenti memanggilnya adik telur karena dia punya nama. Namanya Yun Duo”
Qi Ruifeng bertingkah konyol saat mempraktekkan Yibai dan Yun Duo berbincang. Dan mengejekanya kalau mereka menykai Yun Duo. Tang Yibai makin kesal “kau menyukainya?”
Qi Ruifeng : Hei bukannya kau memakain Headpone? Kenapa kau bisa mendengar kami? Kurasa kamu hanya pura-pura. Tang Yibai, kami tahu apa yang kau lakukan, biarpun kamu tidak mengatakannya, kau hanya pura-pura mendengarkan musik.
Tang Yibai tak menghiraukannya dan pergi tidur.

Yun Duo sedang menata bunga pemberian Tang Yibai, Qi Ruifeng dan perenang yang lain, dia terlihat sangat senang. Sepertinya Yun Duo ingat sesuatu dan langsung mengambil tas-nya untuk mencari dompet, dia kesal karena baru mendapat gaji. Dia menangis karena harus mengganti skartu debit dan yang lainnya.
Dia pun melihat kacamata renang pemberian Tang Yibai dan mengambilnya “amuletku. Selain melindungiku, dapatkah kau juga memberiku nasib baik? Aku ingin nasib baik!”


Ponsel Yun Duo berdering, dia mendapat telepon dari seseorang “apa ini dengan Nona Yun?”
Yun Duo : ya, benar. Ini dnegan siapa?
James Liu : begini, aku menemukan sebuah dompet, kulihat didalamnya ada kartu namamu. Apakah kamu kehilangan ddompet?
Yun Duo : benar, benar, benar. Dompet itu milikku! Kau boleh ambil uangnnya, tapi bisakah kau tinggalkan kartu dan surat-surat lainnya? Kumohon padamu, semua itu sangta penting bagiku.
James Liu : jangan khawatir, tida ada masalah. Aku hanya memastikannya, aku tidak akan mengambil uangmu. Besok aku akan mengantarkannya ke perusahaanmu.
Yun Duo sangat senang karena dompetnya ditemukan orang yang baik dan akan mengembalikkanya besok ke kantor tempat dia bekerja, Yun Dou tak lupa untuk berterima kasih padanya. James Liu pun menutup panggilannya.
Yun Duo memegang amuletnya kembali dan berkata “amuletku! Kau sungguh mendengarkan apa yang kukatakan, ini ajaib sekali!”.

James Liu melihat dompet Yun Duo. Setelah itu dia berjalan ke arah tangga, saat dia melihat tempat sampah, dia seperti mengingat sesuatu, dan kilas balik pun di tampilkan, saat dimana dia sangat kesal banyak minum, kemudian duduk di depan tempat sampah itu. Tiba-tiba dia batuk mengelurakan darah dan dia jatuh pingsan.
Saat itu Yun Duo turun dari tangga, dia kaget melihat ada orang tergeletak di hadapannya, sebelum mendekatinya, Yun Duo melihat sekitanya terlebih dulu. Dia pun mulai membangunkannya, setelah orang titu mulai sadar dia bertanya “apa kau baik-baik saja? kanapa kau minum alkohol sendirian? Bahkan kamu berdarah?” Yun Duo pun menawarkan untuk mengantarkannya ke rumah sakit. Kilas balik berakhir.
James Liu tersenym setelah mengingta moment tersebut.

Di stadion renang, Tang Yibai berlatih sangat keras, setelah selesai latihan, tiba-tiba lututnya sakit lagi, dia terlihat sangat kesakitan.

Di ruang ganti, Tang Yibai mengompresnya namun masih terlihat kesakitan, tiba-tiba temannya datang dan sangat khawatir melihat Tang Yibai “apa kau baik-baik saja? Kompress es takkan bekerja” dia pun langsung mengambil sesuatu dari kotak P3K, itu terlihat seperti plester warna biru, dia menerapkan plester itu di lutut Yibi dan memberitahunya “jika kau menempelkannya seperti ini, akan meningkatkan ototmu saat berkonsentrasi. Dan kemudian ini mengurangi kelelahan, ini juga dapat meningkatkan ke stabilitasan sendi”
Tang Yibai : apa kau belajar ini dari ayahmu?
“ayahku adalh instruktur kesehatan dan kebugaran tim nasional. Dia sangat mengerti tentang kesehatan sendi. Jadi diam-diam aku belajar sedikit tentang hal itu”
Tang Yibai menggerakan kakinya perlahan, dia merasa sudah mulai terasa reaksinya dan bilang “tak heran, kaulah pakar perawatn kesehatan dan kebugaran tim kita, aku akan mengingat yang barusan kau ajarkan padaku”
“oh iya, sebelum kau kembali ke tim, aku selalu yang pertama latihan, tapi sekarang, setiap aku tiba, kau sudha latihan. Tapi ini bagus. Dengan kau disini, aku takkan pernah bosan untuk latihan”
Kemudian dia membahas soal latihan pemanasan dan itu sangat penting bagi mereka.

James Liu datang ke QK.Video dengan mobil mewahnya, dia mulai menaiki tangga dan setiba di depan pintu kantor, dia melihat setiap sudut luar kantor QK. Video tempat Yun Do bekerja.

James Liu masuk ke kantor tempat Yun Duo bekerja dan mengatakan kepada resepsionis bahwa dia menemukan dompet seorang karyawan QK.Video, dia pun menujukkan foto Yun Duo.
“oh iya, dia adalah seorang reporter magang disini” dan meminta James Liu untuk mingisi daftar tamu  dan kotaknya untuk mempermudah menghubunginya. Saat Yun Duo tiba, resepsionis langsung memanggilya “Yun Duo!” dan meminta James Liu untuk memberikannya sendiri.

Yun Duo kaget meliah James Liu “Hei, kau rupanya! Bukankah kau orang yang membantuku membayar ongkos bis hati itu?”
James Liu : iya.
Yun Duo : kenapa kau ada disini?
James Liu menujukkan dompetnya dan memberitahu Yun Duo bahwa dia menemukan dompetnya dan Yun Duo bilang, akulah yang bicara denganmu di telpon tadi malam.
Yun Duo : aku heran kenapa suara ini rasanya pernah kedengar.
James Liu berpikir kalau dunia ini sangat kecil dan memberikan dompetnya. Yun Duo mengatakan “aku bertemu denganmu dua hari berturut-turut dan kau membantuku dua kali. Bagaimana jika aku mentraktirmu makan siang sebagai rasa terima kasihku” karena sibuk, James Liu berkata “lain kali saja” dan pamit pergi.
Yun Duo menghentikannya dan berkata “kau sudah membantuku dua kali, jika aku tidak berterima kasih, aku merasa tidak enak. Aku punya prinsipku sendiri”
James Lieu : aku tahu. Meskipun seluruh dunia berhutang padamu, kau tak boleh berhutang uang kepada orang lain. Simpan saja utang ini sekarang. Kau bisa membayarnya nanti”

Yun Duo heran, kenapa orang-orang di kantor menangis dan bertanya kepada Guru Sun “Guru Sun, kenapa dengan semua orang disini?”
Guru Sun : kutebak, mereka baru selesai bicara dengan direktur Liu di kantornya. Mengerti? Ini sangat normal.
Yun Duo : normal?
Guru Sun : Yun Duo kuberitahu kau sesuatu, tapi bukan aku yang bilang ya, aku cuman pembawa pesan (Yun Duo mengangguk Ya) diantara kalian para magang, ada legenda, jika seseorang masuk ke kantor direktur Liu dan melakukan percakapan dengannya lebih dari 5menit, maka ada dua yang dihassilkan. Pertama menangis selama 3hari dan yang kedua depresi. Dan tidak akan merasa bahagia lagi.
Guru Sun juga memberitahunya kalau Direkur Liu mempunyai julukan sendiri di antara para reporter magang yaitu “DEMONTER” Yun Duo sangat kaget saat mendengarnya, Guru Sun memintanya untuk melihat Harry Potters sebagai referensi.
Guru Sun juga meminta Yun Duo untuk tidak cemas untuk setiap angkatan magang, karena ada satu dua orang yang tersenyum setelah keluar dari kantor Direktur.

Kemudian ada seorang gadis magang yang baru keluar dari kantor direktur, Guru Sun langsung menunjukknya karena dia terlihat sangat senang dan tersenyum lebar setelah keluar dari kantor direktur. Guru Sun berharap Yun Duon menjadi yang kedua dan terus menyemangatinya. Gadis magang itu menghampiri Yun Duo.
“Yun Duo. Apa yang kau lakukan kali ini? direktur Liu memanggil namamu”
Yun Duo sangat terkejut dan terlihat begitu lemas saat mendengarnya.

Di kelas, Yangyang dan yang lainnya sedang mengikuti pelajaran dengan tema “kejujuran”. Yangyang membangunkan Qi Ruifeng yang tertidur dalam kelas “Hei jangan tidur, aku bisa mendengarmu mendengkur, bangun dan perhatikan” Qi Ruifeng pun bangun dan berkata “apa kau pikir, aku ingin tidur? Aku ada latihan oagi sekali tadi, aku sangat lelah”.
Yangyang : kau disini untuk belajar atau tidur?
Qi Ruifeng tak menghiraukannya dan lanjut tidur, karena takut ketahuan, Yangyang pun menghalangi Qi Ruifeng dengan buku, tiba-tiba tangan Qi Ruifeng gerak dan membuat bukunya jatuh. Kali ini dosen medengar suara tersebut dan melihat ke arah Yangyang. Yangyang dan yang lainnya kaget. Yangyang pun mebuat alasan bahwa barusan bukunya jatuh dan menyebabkan kebisingan.

Yun Do berada di ruang direktur, direktur memberitahunya bahwa dia hanya sebagai reporter magang dan tidak memiliki jabatan formal apapun dan bertanya “siapa yang memberimu hak untuk menanyai reporter lain?”
Sebelum Yun Duo menjelaskan apa alasannya, direktur menunjukkan sebuah video saat Yun Duo berdebat dengan reporter lain. Yun Duo kaget dan bertanya-tanya, kenapa video tersebut bisa tersebar.
Direktu : kau tahu, berapa banyak telepon yang kuterima pagi ini? aku tak mengerti, sebagai reporter magang, darimana kau menemukan keberanian untuk berdebat dengan reporter lain seperti ini?
Yun Duo : tidak, aku tidak mau berdebat dengannya. Tapi dia menuduh seorang atlet tanpa bukti, dan ini sangat memalukan. Jadi aku tak sengaja menyuarakan pikiranku.
Direktur : bagaimana kau yakin, kalau dia sembarangan menuduh Tang Yibai? Bagaimana kau punya bukti kalau dia tidak melakukan hal buruk untuk menang? (Yun Duo hanya terdiam) ika tiddak punya bukti, cobalah untuk mencari tahunya. Kupikir Tang Yibai punya kesan baik padamu setelah insiden ini.
Direktur meminta Yun Duo menggunakan kesempatan ini untuk menyelidiki kebenaran dibalik penangguhan Tang Yibai 4th yang lalu “apa kau tidak mau?”
Yun Duo : Direktur Liu, sebagai reporter sudah tugasku melaporkan berita. Tapi aku tidak bisa menggali skandal temanku dan menaburkan garam di atass lukanya. Ini berlawanan dengan moralku, aku tida bisa.
Direktur langsung berdiri menghampirinya dan berkata “kapan kau mendengarkaku menyuruhmu menciptakan skandal? Aku hanya menyuruhmu mencari kebenaran secara objektif, jika dia tidak bersalah, laporanmu bisa membersihkan namanya. Jika dia bersalah, sebagai atlet dia harus menerima pemeriksaan massyarakat. Terlebih lagi, aku tak tertarik dengan opini moralmu terhadap pekerjaan ini, aku hanya ingin mengingatkanmu.
Comments


EmoticonEmoticon