Advertisement
Advertisement
Episode 2 Part 2

All images credit and content copyright: MBC


Pertandingan semakin menegangkan, sekarang sudah mendekati 50 meter terakhir, Tang Yibai dan Qi Ruifeng bergerak dengan kecepatan yang hampir sama. Yun Duo terlihat sangat khawatir dengan kompetisi ini, di detik-detik terakhir Yun Duo menutup matanya dia tidak ingin melihat hasil dari kompetisi ini.
Peneliti : Tunggu sebentar. Tang Yibai meningkatkan kecepatannya, menutup jatrak diantar mereka berdua.
Pelatih Wu : Tang Yibai baguslah, susul dia ayo cepat!!!
Kompetisi semakin meriah, para penontonpun terus bersorak menyemangati juara mereka.
Peneliti : Qi Ruifeng juga menaikkan kecepatannya, mereka semua sama-sama meningkatkan kecepatannya. Tapi menurutku Tang Yibai yang lebih cepat. Perbedaan jarak mereka semakin tipis.

Semua pelatih, Yangyang, Yun Duo, Guru Su dan semua orang terlihat sangat panik, dan pertandingan akhirnya selesai, namun sayangnya tidak diumumkan siapa pemenangnya, tapi yang terlihat Tang Yibai yang pertama sampai di final, tapi entahlah siapa yang jadi pemenangnya nanti juga akan ada pemberitahuan.

James Liu tiba di stadion dengan mobil mewahnya, sebelum dia masuk stadion, dia melihat sekeliling stadion terlebih dulu.

Juri mengumumkkan hasil akhirnya “baiklah mari kita lihat hasila khirnya. Perenang terakhir dari Tim A Universitas Olahraga Nanyang, Qi Ruifeng memiliki catatan 52.23 detik, total waktu ke empat perenang adalah 3 menit dan 46.22 detik. Sementara itu dari Tim B Universitas Nanyang memiliki catatan waktu 51.32 detik. Total waktunya adalah 3 menit 46.02 detik. Horeee dan akhirnya Tang Yibai yang memenangkan kompetisi ini, bergairah sekali saat tahu bahwa dia pemenangnya.
Yun Duo sangat gembira dan bisa membuktikan kepada Guru SU bahwa apa yang diayakini itu benar, Guru Sun kaget dan terlihat tidak percaya dengan semua ini.
Juri : Tang Yibai sudah memimpin Tim B Universitas Olahraga Nanyang untuk kembali dan menang!
Peneliti : hasil keduanya hanya terpaut 20 milidetik dan kurang dari satu detik, bahkan lebih pendek dari mengedipkan mata, tapi waktu yang sangat pendek ini menentukan hasil pertandingan.
Qi Ruifeng dan Tang Yibai terlihat sangat bangga dengan hasilnya saat ini, Qi Ruifeng tidak terlihat kesal bahwa dia dikalahkan oleh Tang Yibai.

Yun Duo : itu sangat menyenangkan.
Guru Sun : aku tidak bisa mempercayainya.
Yun Duo : Guru Sun, aku tahu bahwa Tang Yibai akan melakukannya dengan baik.
Guru Sun : baiklah, kau punya mata yang bagus. Qi Ruifeng yang terkenal kalah dari Tang Yibai yang bukan siapa-siapa. Konfersi pers nanti pasti akan seru. Ayo kita segera ke pondium penghargaan dan mengambil tempat.

DI stadion renang, sekarang akan memulai pembagian mendali untuk para juara.

Tang Yibai pertama yang diberi mendali, dia terlihat sangat bahagia bisa kembali menjadi juara setelah 4th vakum.

Para pelatih dan teman-teman dari Tim Pria dan wanita begitu sangat bahagia dengan hasil dari Tim mereka yang sangat membanggakan.

Para reporter sibuk mengambil gambar mereka, begitu pun dengan Yun Do yang tak mau melewatkan momoent emas seperti ini.

James Liu seperti sedang menjadi detektif, tatapannya begitu tajam kepada Tang Yibai dan Qi Ruifeng, dia berlagak seperti layaknya seorang reporter. Yangyang terlihat sangat fokus kepada Qi Ruifeng, apalagi saat Qi Ruifeng diberikan mendali dia begitu senang.

Saat Yun Duo berjalan untuk memotre gambar yang lebih bagus dan jelas, Guru Sun memanggilnya dan mengingatkannya untuk berhati-hati agar tida jatuh lagi. Guru Sun meneriaki Yun Do untuk bergerak cepat mewawancarai Qi Ruifeng. Namun Yun Duo terlihat bingung siapa yang akan lebih dulu dia wawancarai Qi Ruifeng atau Tang Yibai. Dan akhirnya dia menuju Qi Ruifeng lebih dulu karena Guru Sun terus meneriakinya untuk segera mewawancarai Qi Ruifeng.

James Liu tak sengaja memotret Yun Duo, dia terlihat tidak asing dengannya, apa mungkin dia mengenalinya?

Akhirnya Yun Duo berhasil menyelinap di kerumunan banyak wartawan yang ingin mewawancarai Qi Ruifeng. Qi Ruifeng kaget melihatnya tiba-tiba ada dihadapannya.
Qi Ruifeng : hei, kenapa itu kau? Wajar saja kau fans nomor satuku.
Yun Duo kaget dengan kata-katanya, reporter lain juga heran kenapa Qi Ruifeng bisa kenal dengan Yun Duo bahkan mereka terlihat seperti sudah saling kenal, dan seorang wawancara mulai mengajukan pertanyaan “Qi Ruifeng, bisakah kau bicarakan mengenai penampilanmu hari ini?” “Qi Ruifen, gapa yang kau pikirkan dengan pertandingan hari ini?”

Qi Ruifeng : kalian jangan khawatir, tanyalah satu persatu, dan kau bisa mulai duluan (tertuju keapda Yun Duo, Yun Duo pun kaget tak kepalang) aku akan membiarkanmu memberikan pertanyaan pertama.
Yun Duo : baiklah. Qi Ruifeng, tida hanya catatan waktu peroranganmu yang kalah dari Tang Yibai, kau juga tidak berhasil untuk tetap mempertahankan hasil tim-mu yang tadinya unggu, bagaimana perasaanmu kalah dalam pertandingan 4x100m campuran ini?
Qi Ruifeng terlihat sangat kesal dengan pertanyaan Yun Duo, salah datu dari reporter lain mengatakan “ini sangat cedik, darimana dia berasal, sangat berani sekali dia mengajukan pertanyaan seperti ini”
Yun Duo : Qi Ruifeng tolong jawab pertanyaanku, apakah kau tidak mendengarku dengan jelas? Aku bisa mengulanginya.
Qi Ruifeng mulai berontak : pertanyaan berikutnya... aku memilihmu spertinya kau pintar dalam memberikan pertanyaan.
Yun Duo tersingkir dari hadapan Qi Ruifeng. Dan dia menggerutu “berpura-pura kua tiidak mendengarku” tapi Yun Duo terlihat tida menyesal, karena dia tidak antusias untuk mewawancarainya, dia berpikiran tentang Qi Ruifeng bahwa dia hanya seseorang yang jenius dengan pikiran yang koslet.

Yun Duo mendatangi kerumunan Tang Yibai, dia memberitahu Guru Sun bahwa Qi Ruifeng menolak untuk menerima wawancaranya.

Reporter : Tang Yibai, apa yang kau lakukan selama 4th terakhir.
Tang Yibai : latihan (dia menjawab dengan penuh senyuman, Yun Duo seperti biasa mulai menyelinap lagi).
Reporter : mengapa kau memilih untuk menggunakan gaya bebas.
Tang Yibai : karena aku menyukainya.
Guru Sun meminta reporter lain untuk tidak menorongya, yanng lainpun langsung melihatnya.

Yun Duo : Halo Tang Yibai, aku seorang reporter dari QK.Video. walaupun hari ini bukan kompetisi formal, bagaimana perasaanmu setelah memenangkan mendali emas setelah 4th berhenti?
Tang Yibai : bisa kembali terasa sangat menyenangkan.

Reporter : Tang Yibai, kau pernah menjadi peraih mendali emas di Kejuaraan Nasional Sekolah Menengah, namun dalam empat tahun kau terdaftar di Universitas Olahraga Nanyang, kau tidak pernah ikut kompetisi, mengapa? Yang Tibai atau kau bisa menjelaskan situasi empat tahun yang lalu ketika engkau dihukum karena menggunakan obat-obatan.
Yun Do kaget “Obat?” begitupun dengan Tang Yibai dia terlihat bingun mau jawab gimana. Penanya tersebut tetap ngotot minta jawabannya “empat tahun yang lalu apa kau menggunakan obat-obatan untuk memperbaiki hasilmu? Kau tampi dengan baik sekali hari ini, apakah itu semua hasil usahamu sendiri?”

Tiba-tiba Yun Do melakukan pembelaan “Tuan, mengapa kau mengatakan kalau Tang Yibai menggunakan obat-obatan? Apakah kau punya bukti?
Reporter : aku hanya memberikan pertanyaan kepada Tang Yibai dan ini bukan urusanmu. Gadis kecil kau dari media mana?
Yun Duo : aku adalah seorang reporter magang di QK.Video. (Guru Sun terlihat sangat baggga dengan keberanian Yun Duo)
Reporter : reporter magang? Baiklah.
Yun Duo : itu betul, walaupun aku hanya magang, aku tahu bahwa semua harus bisa didukung dengan bukti. Karena kau mengatakan bahwa Tang Yibai menggunakan obat-obatan, apa bukti yang kau punya.
Reporter : aku punya! lihat saja, hasil tes obat-obatannya positif dan dia dihukum, itu adalah fakta, bukti apa lagi yang diperlukan? (Yun Duo melohat Tang Yibai, namun Tang Yibai tetap tenang dan menghadapi dengan senyuman) Tang Yibai, empat tahun yang lalu kan dan Ouyang Heng memperebutkan posisi terakhir di Tim Elit Asia. Apa kau menggunakan obat-obatan untuk mengalahkan dia?
Tang Yibai : Empat tahun yang lalu itu memang benar bahwa aku dicurigai karena hasil tes obat-obatan positif, tapi aku tidak menggunakan obat-obatan untuk menang ataupun melewati siapapun.
Reporter : hasil tes obat-obatan yang positif, berarti kau dengan sengaja menggunakan obat-obatan itu.
Yun Duo : bagaimana hasil tes obat-obatan positif, berarti ia sengaja menggunakannya? Atlet-atlet di luar negeri sering menerima hasil tes obat-obatan positif karena tidak sengaja mengkonsumsi jenis makanan makanan tertentu, ada banyak contoh untuk hal ini (Tang Yibai heran dengan perkataan Yun Duo) misalnya saja mananan yang tidak diperiksa secara teliti, atau obat-obatan khusus yang diresepkan dokter, bisa merujuk pada hasil tes obat-obatan yang positif. (Guru Sun berusaha menghentikannya, namun Yun Duo terus ngomel) Bahkan pada orang yang paling teliti dan hati-hati bisa salah dalam mengkonsumsi obat-obatan. Itu betul. (James Liu terlihat sedang memperhatikan Tang Yibai dan Yun Duo)
Reporter : apa maksudmu? Ssiapa yang kau maksud salah mengkonsumsi obat-obatan?
Yun Duo : itu hanya contoh. Kau ssudah menjadi reporter selama bertahun-tahun, bagaimana kau tidak bisa membedakan antara fakta dan analogi.
Rerpoter : aku .... (dia terlihat gugup dan malu)
Yun Duo : Bahkan bila Tang Yibai memang gagal dalam hasil tes obat-obatan, kau tidak bisa menyimpulkan bahwa dia sengaja mengkonsumsi obat-obatan, kalau kau menghatakan bahwa ia sengaja mengkonsumsi obat-obatan, tolong berikan buktinya.
Kamera semua reporter langssung tertuju kepada penanya tersebut dan meminta alasan dari apa yang dia katakan sebelumnya, penanya melakukan pembelaan “aku tidak mau berargumen dengan seorang reporter magang sepertimu” dia meminta Tang Yibai untuk menjwab pertanyaanya kembali.
Tang Yibai : dia (Yun Duo) sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan (mereka semua bengong)
Guru Sun : Tang Yibai, itu berarti bahwa fakta kau gagal dalam tes obat terlarang, benar begit?
Tang Yibai : iya, aku benar-benar gagal dalam tes obat-obatan terlarang, dan aku juga benar-benar di tangguhkan, tapi aku tida menggunakan obat-obatan terlarang untuk kompetisinya, aku tidak pernah memilikinya, dan tidak akan pernah menggunakannya.
Guru Sun : Tang Yibai, bisakah kau menjelaskan kenapa kau gagal dalam tes obat-obatan terlarang?

Pelatih Wu dan kepala pelatih terlihat panik, kemudian kepala pelatih menyuruh pelatih Wu untuk membawa Tang Yibai.
Reporter : apa kalian tidak tahu maslaah penting seperti ini? (Pelatih Wu datang)
Pelatih Wu datang untuk membawa Tang Yibai dan memberitahu semuanya bahwa waktu untuk wawancara sudah selesai, namun para reporter masih belum menyerah untuk mendengarkan jawaban Tang Yibai, mereka mengikuti Tang Yibai dan pelatih Wu.

Guru Sun sedang mengomeli Yun Duo tentang pertanyaanya tadi, tiba-tiba Tang Yibai berlari menghampiri mereka dengan membawa Bucket bunga “Yun Duo” Yun Duo ppun berbalik dan menyapanya “Tang Yibai!”
Tang Yibai : terima kasih telah berada di pihakku hari ini.
Yun Duo : sama-sama. Aku tidak melakukan apapun (dia terlihat sangat malu)
Kemudian Tang Yibai memberika Bukcket bunga kepada yun Duo (dia kaget) ini untukmu. Guru Sun berpikir “seperti yang ku katakan sebelumnya, orang harus membayar budi.

Tiba-tiba Qi Ruifeng dan teman-temannya datang menghampiri Yun Duo dan Qi Ruifeng mengatakan “aku tida percaya, kau teman yang cukup loyal” Guru Sun kaget Qi Ruifeng menghampiri Yun Duo yang terlihat sudah sangat akrab.
Qi Ruifeng : seperti pepatah bilang, pahlawan menghormati pahlwan lain, aku tida akan menyimpan dendam untuk pertanyaan bodoh yang kau tanyakan tadi. Karena kau membantu Yibai.
Yun Duo terlihat sangat kesal, kemudian Qi Ruifeng memberikan bunganya kepada Yun Duo “jangan terlalu tersentuh dengan pemberian bunga ini”
Yun Duo : bisakah aku menolaknya?
Guru Sun memintanya untuk tidak menolak pemberian orang lain, Guru Sun juga memperkenalkan Yun Duo dan memintanya untuk memperhatikan mereka jika ada wawancara lagi. Teman yang lainnya juga memberikan bunga untuk Yun Duo, Yun Duo terlihat malu sekaligus senang mendapatkan 4 buga sekaligus dari pria-pria tampan dari Tim Renang Prifesional. Dan akhirnya Yun Duo pamit untuk pergi, mereka semua melambaikan tangan kepada Yun Duo.

Guru Sun bertanya-tanya “sejak kapan Yun Duo akrab dengan mereka” kemudian dia membahas soal wawancara tadi terhadap Tang Yibai, karena dia bukan manajer dari atlet seperti mereka “pekerjaanmu hanya mewawancarai mereka, atau merekam jawab mereka”.
Yun Duo : maafkan aku, Guru Sun. Sejujurnya aku tidak tahu apa hyang trejadi tadi. Ketika aku melihat reporter mengganggu Tang Yibai, aku ingin bicara untuknya.
Guru Sun : aku tidak mengerti, itu bukan urusanmu. Kenapa kau membantunya?
Yun Duo : iya itu bukan urusanku, tapi aku merasa, itu tidak adil untuk Tang Yibai. Dia masih belum menjawab, tapi dia sudah dituduh sengaja menggunakan obat-obatan terlarang. Bahkan jika dia melakukan kesalahan di masa lalu, dia sudha di hukum. Jika tidak ada yang bicara untuk Tang Yibai, akankah hadiahnya pada pertandingan pertamanya setelah menunggu empat tahun, dimaafkan? Itu tidak adil untuk Tang Yibai.
Guru Sun : aku tidak berdaya, beratapa berbudinya kau, tapi itu bukan kita sebagai reporter Yun Duo. Kita tidak bisa membawa pendirian kita pada wawancara, jika kau terang-terangan ada di pihak Tang Yibai, kau akan kehilangan profesionalisme sebagai reporter.
Yun Duo : aku mengerti, Guru Sun, aku terlalu gegabah hari ini, untuk kedepannya aku akan lebih berjati-hati (dengan memelas).
Guru Sun : Yun Duo kau ini pekerja keras dan tulus, kau memiliki kemauan untuk meningkat dan kau juga baik. Dimataku, kau penuh dengan potensi, tapi sebagai reporter profesional kau terlalu banyak punya titik kelemahan.
Yun Duo : titik kelemahan?
Guru Sun : pertama-tama, otakmu kehilangan skrupnya atau sskrupnya longgar dan selalu copot. Kedua, bahkan jika kau ini orang yang berbudi, tidak berarti bahwa kita bisa mengatakan apapun yang kita mau. Sebagai reporter kau harus melaporkan berita dengan objektif, kau tidak bisa menilai orang lain berdasarkan moralmu sendiri.

Ketika Guru Sun bilang yang ketiga, Yun Duo langsung duduk dan melepaskan tasnya “tunggu Guru Sun bicaralah pelan-pelan” dia mengambil buku dari tasnya, ketika dia mencari buku dan pulpen, tiba-tiba dompetnya jatuh tanpa dia sadari. Sambil mulai menulis dia berkata “biar kutuliskan, apa yang ketiga?”
Guru Sun menertawakannya “ketika kau terlalu keras kepala” karena dia hanya menggerutu kecerobohannya dan semua yang dia katakan tadi hanya bercanda “menurutmu, aku sedang mengajarimu? Dan kau akan menulisnya? (sambil meledek) jangna menulisnya lagi”
Guru Sun : jangan bilang, argumen ini mungkin semuanya berita buruk. Aku bisa melihat Qi Ruifeng dan Tang Yibai memiliki kesan yang baik terhadapmu. Kita bisa menggunakan hubungan ini untuk mendapatkan wawancara ekslusif.
Yun Duo : tidak baik memanfaatkan orang lain seperti itu.
Guru Sun : kita bukan memanfaatkan mereka! Sebagai reporter memiliki hubungan baik dengan oarng yang kau wawancarai sangatlaj penting. Jika tidak, kau tidak akan mendapatkan laporan berita yang terpercaya. (sambil berjalan) Yun Duo, inilah titik kelemahan ke empatmu, otakmu terlalu lambat.
Kemudian Yun Duo mengambil tas dan kameranya tanpa mengecek barang-barangnya dulu, dan dompet Yun Duo yang jatuh itu pun tertainggal dibwah kursi luar stadion. Guru Sun terus ngomel “caramu menganalisa hal-hal terlalu ekstrem. Tidak bagus ketika kau melihat segalanya hanya hitam dan putih. Kita tidak akan memanfaatkan mereka. Sebagai reporter kita harus mendapatkan kepercayaan orang yang kita wawancarai”

James Liu melihat dompet Yun Duo dan kemudian mengambilnya, sepertinya dia akan mengembalikannya sendiri kepada yun Duo.

Yun Duo mulai menaiki bis, ternyata James Lieu mengikutinya, saat Yun Duo akan mengambil dompet dari tasnya, dia kaget dompetnya tidak ada, kondektur itu bilang “anak kecil, orang lain sedang menunggu, bisa dipercepat?”
Yun Duo : sebentar pak, dompetku hilang, aku sedang mencarinya.

Kemudian James Liu datang dan membayarkan tiket bis untuk Yun Duo “tidak apa-apa aku akan membayarkan untuk dia” Yun Duo kaget tibaa-tiba ada orang yang membayarkannya.

Saat bis sudah melaju, Yun Duo menghampiri James Liu, dia berterima kasih dan mengatakan bahwa dia bukan tidak punya tapi dompetnya hilang, dia juga minta kontak James Liu agar disa bisa menghubunginya nanti untuk mengganti uang tiket masuk bis nya.
James Liu : tida apa-apa, itu bukan uang yang banyak, jangan khawatir.
Yun Duo : tidak, tapi aku punya prinsipku sendiri. Meskipun seluruh dunia berhutang padaku, aku tidak bisa meminjam uang kepada orang lain. Berikan informasi kontakmu, aku akan menghubungimu nanti.
James Liu : bagimana jika kau memberiku bunga ini (sambil megnambil setangkai bunga dari tangan Yun Duo) kau memberiku bungan ini sebagai caramu membayar ongkos bisnya, ya?
Kemudian James Liu berpamitan karena sudah sampai di tempat tujuannya, tanpa mengembalikan Dompet Yun Duo dia pergi begitu saja.

Setelah turun dari Bis James Liu langsung memotret bunga yang di ambil dari Bucket bunga Yun Duo, Yun Duo melihatnya dari bis, James Liu pun membalas pandangannya dengan senyuman manis.

Dan ternyata James Liu bukan mengambil foto bunga tersebut, tapi dia mengambil foto Yun Duo yang sedang melihatnya dari bis, Dia senyum-senyum sendiri saat melihat foto Yun Duo. Di sisi lain Yun Duo berpikiran kalaau Yun Duo orang yang aneh.

Di malam hari, Tang Yibai sedang berjalan di koridor stadion renang, Pelatih Wu bilang kalau kompetisinuya tadi sangat bagus, dia juga bilang “tapi kalo soal wawancara tadi, kalau kau menjawabnya seperti itu, kau akan menyinggung banyak reporter, untuk selanjutnya harus lebih berhati-hati” Yibai hanya diam saja dan terus berjalan, Pelatih Wu bilang “apa kau mendengarku?”
Yibai langsung berbalik dan mengatakan “pelatih WU, aku hanya mengatakan yang bersalah”
Pelatih WU : kau dituduh, tapi kau seorang pria, kau harus bisa melepaskannya, jangan sampai pertanyaan para reporter itu mempengaruhi suasana hatimu (Yibai mengangguk Ya) kau masih belum banyak mendapatkan prestasi dalam berenang, tanpanya, kau tidak punya dukungan. Kenapa Qi Ruifeng begitu arogan? Karena dia mimiliki medali emas piala impian, bagaimana denganmu? Paling banyak, kau mendapatkan mendali emas di kejuaraan sekolah sekunder, bukan begitu?
Yibai : Pelatih Wu, apa ada yang pernah memberitahumu bahwa kapanpun kau mulai menggurui, kau seperti wanita?
Pelatih Wu : apa maksudmu wanita? Aku serius denganmu! Aku tidak bercanda denganmu, menurutmu aku ini bawel? (Yibai hanya menertawakannya) baiklah!
Yibai : tidak, tidak...
Pelatuh Wu : setelah aku mengatakan satu hal lagi. Aku akan mengatakan satu hal lagi. Apa yang terjadi empat tahun yang lalu bukanlah salahmu, tidak ada yang menyalahkanmu, YA? (Yibai mulai terdiam) tapi kita akan menggunakan waktu dan prestasimu untuk membuktikan bahwa kemampuanmu di dapatkan dan dirai melalui latihan dan kerja keras.
Sebelum pergi, pelatih wu memberitahunya untuk beristirahat karena Yibai Harus berlatih besok pagi. Yibai memanggil pelati lagi “Pelatih Wu” pelatih pun berbalik.
Pelatih Wu : ada apa lagi?
Yibai : terima kasih untuk empat tahun ini, tanpamu aku tidak akan kembali kemari.
Pelatih Wu : kau ingin berterima kasih padaku? Lakukan denag prestasimu.
Yibai : tentu.