Advertisement
Advertisement
 Episode 23 Part 1

All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 22 Part 2 
Jia meminta pertolongan saat dia menyadari bahwa mereka terkunci di garasi, tapi sang kapten tidak dapat mendengarnya karena telinganya yang tertutup. Dia berjanji kepada Min-kyu bahwa dia akan segera mengeluarkan mereka dari sana, tapi jia merasa cemas karena mereka berdua akan terkunci disana semalaman . Jia meyakinkan Min-kyu bahwa dia bisa mengandalkannya, terdengar suara se[erti seekor tikus membuat Jia melompat ketakutan ke dalam mobil.

Dengan malu, dia berpura-pura menyalakan lampu depan. Min-kyu tidak bisa menahan senyumnya, bahkan saat dia mengatakan kepadanya untuk tidak takut. Tapi Min kyu dengan tenang  mengatakan kepadanya bahwa dia baik-baik saja, karena dia sudah terbiasa dikurung dan kedinginan.

Perut bergemuruh, dan Jia menyalahkannya pada Min-kyu sampai gemuruh kedua membuatnya sadar bahwa itu dia. Dia menjelaskan dengan menyesal bahwa dia hampir tidak makan sepanjang hari.





Pi dalam perjalanan untuk bertemu dengan Jia, dan salju turun dengan lebat sementara Baek-Gyun mencoba memperbaiki mesinnya. Dia mencoba menyuruh Pi kembali ke dalam van sehingga dia tidak kedinginan, menambahkan bahwa dia tidak dapat berkonsentrasi saat Pi berada di sampingnya karena gugup. Pi mengatakan bahwa dia tidak dapat berkonsentrasi karena dia lelah dan menyuruhnya untuk masuk dan beristirahat, Pi kembali mengatakan sedikit istrirahat tidak akan membunuh profesor.

Min-kyu mengikuti Jia di sekitar garasi mobil, dengan membawa lampu ponsel sementara dia mencari sesuatu agar tetap hangat. Dia menolak keras tumpukan jerami yang ditemukannya, tapi Min kyu khawatir saat mendapat serpihan di jarinya. Min Kyu memegang tangannya dan perlahan-lahan mengeluarkan serpihan jeraminya, Min Kyu tersenyum saat dia selesai.



Baek-gyun tertidur didalam mobil. Pi diam-diam bertanya apakah dia baik-baik saja setelah mengetahui bahwa Jia dan Min-kyu memiliki perasaan satu sama lain. Dia menyamakan perasaan mereka dengan perasaannya bahwa Min-kyu pasti merasa sedih saat dia tidak dapat menemukan Aji-3 lagi.

"Aku tahu mengapa kita terpisah, dan aku ingin memperbaiki kesalahan masa lalu ku, tapi Jia tidak lagi menjadi dirinya saat itu. Dan aku juga bukan lagi aku saat itu, "dia menambahkan bahwa itu adalah sesuatu yang tidak dapat diulang lagi. Pi mengatakan itu sebuah cerita yang menyedihkan, dan Baek-Gyun mengakui bahwa ini menyakitkan, "Tapi itu tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit yang mereka berdua rasakan."




Pi menyalakan radio untuk lagu yang liriknya sangat mendesak mereka untuk melihat orang yang tepat di samping mereka. Baek-gyun akhirnya tertidur, dan Pi menyelinap ke luar untuk memperbaiki mesinnya sendiri, meski pergelangan tangannya yang terluka membuatnya sulit.

Sementara itu, Jia menyiapkan tempat untuk Min-kyu tidur diatas truk. Min-Kyu masih memanggil Jia "Hong-joo," dia mengatakan hanya ada tempat untuk untuk satu orang, dan Jia mengira bahwa Min Kyu menyuruhnya untuk berada disampingnya, dia akan mati karena hatinya akan meledak. Tapi beberapa saat kemudian, Min-kyu menemukan pemanas gas, bersama dengan sekotak makgeolli dan ramyun.





Mereka menyiapkan meja yang nyaman dan Min-kyu menggoda Jia tentang perutnya yang bersuara. Saat dia memakan ramyun kering dan minum makgeolli, dia menatapnya dengan mata lembut.

Dia memintanya untuk tidak menatap, dan dia menjelaskan bahwa menakjubkan baginya untuk melihat dia merasa kedinginan dan lapar, dan bagi mereka untuk makan dan minum bersama, "Karena sekarang, kamu melakukan semua hal yang ingin aku dengar dan lihat dari Aji-3. "

Sesekali hampir melupakan sesuatu, Jia akhirnya berkata, "tentu saja karena aku manusia."





Dia sangat senang mengetahui bahwa mereka seumuran dan dengan penuh semangat mengatakan bahwa mereka seharusnya berteman. Jia langsung menolak ("kamu mau jadi apa?") Dan Min Kyu merasa bingung karena Jia tidak menanyakan namanya, ternyata Jia juga tidak ingin tahu namanya, tapi Min Kyu mengatakan kepadanya (Kim Min Kyu, Aku bukan hanya pelanggan atau tamu, aku Kim Min Kyu).

Dia mengaku bahwa dia menyukai segala hal tentang situasi mereka saat ini. Dia membayangkan pacarnya tidak akan senang dengan apa yang baru saja dia katakan, dan dia hanya menatapnya dalam sekejap. "Aku tidak punya pacar," jawabnya, dan Jia melakukan segalanya agar tidak terlalu terlihat terkejut.