Advertisement
Advertisement
Episode 20 Part 2
All images credit and content copyright: Hunan TV

Yun Duo mendatangi tempat Sun Yang, dia heran karena banyak reporter yang tidak menyerah untuk bisa mewawancarai Sun Yang. Yun Duo berkata kepada dirinya sendiri “kapan aku bisa mewawancarai Sun Yang?”.

Kemudian perkataan sun melintas dipikrannya “Sun Yang adalah tokoh olahraga china. Yun Duo, berenang selalu menjadi kelemahan asia. Namun, Sun Yang ini meraih prestasi karena kelemahan ini. Entah itu di dunia ini atau dalam sejarah. Dia layak dikenang oleh seluruh  manusia yang ada di bumi. Jumlah medali emas yang dia miliki, telah mengalahkan semua perenang gaya bebas seniornya, dan itu termasuk Alexander Pavop dan Ian Thorpe yang terkenal. Sebenarnya hanya Sun Yang dan Michael Phelps yang mampu di pilih dua kali berturut-turut oleh kejuaraan dunia sebagai MVP. Diatas semua itu, pada olimpiade yang baru saja berakhir, Sun Yang memenangkan medali emas di gaya bebas 200 meter. Dia menjadi orang pertama dalam sejarah yang memecahkan rekor untuk jarak pendek dan panjang. Yun Duo, aku tidak melebih-lebihkan. Jika kau bisa mewawancarai Sun Yang, QK.Video bisa mengalahkan semua pesaing “.

Yun Duo tidak peduli dengan apa yang dikatakan sun dan berkata “terserah. Tidak ada yang tahu siapa yang akan menang sampai ini berakhir”. Dia pun menyemangati dirinay sendiri untuk tetap semangat.

Yun Duo menghampiri reporter lain dan bertanya “apa semuanya baik-baik saja?”. Reporter itu melihat ID Yun Duo dan bertanya “reporter magang?”. Yun Duo hanya tersenyum. Kemudian reporter wanita melihat Yun Duo dengan teliti dan berkata “dialah yang terlibat sskandal dengan Tang Yibai, reporter magang QK.Video”. teman yang lainnya membenarkan perkataa tersebut. Yun Duo punterdiam.

Kemudian seseorang berkata “lihat, ada seseorang yang datang”. Semua reporter pun langsung mendekati pintu masuk untuk melihat siapa yang datang.
Mereka memberikan pertanyaan seputar Sun Yang dan jadwal Sun Yang untuk beberapa hari kedepan, mereka juga meminta kepastian apakah benar Sun Yang ada di hotel tersebut.

Yun Duo membuka ponselnya dan melihat sebuah foto, itu adalah foto Xiao Ren. Sun mengatakan tentang xiao ren.
“Xiao ren sedikit menakutkan, dia sering terlibat dalam perkelahian. Jika kau ingin mewawancarai Sun Yang, kau harus mengatasinya terlebih dahulu”.

Kemudian Yun Duo berlari mendekati kerumunan reporter. Di tengah-tengah para reporter sedang mengajukan banyak pertanyaan meski taka da satupun jawaban yang keluar dai Xio Ren, Yun Duo langsung menyelundup ke depan dan mengajukan pertanyaan “Tuan Xiao Ren, senang bertemu denganmu. Aku Yun Duo dari QK.Video”. namun Xio Ren tak menghiraukannya. Lalu Xiao Ren mengumumkan kepada seluruh reporter.
Xiao Ren : seuluruh reporter dan penggemar, terima kasih atas dukungan kalian. Saat ini, Sun Yang sedang menjalani latihan pribadi. Jadi dia tidak akan menerima wawancara apapun, tolong kembali lah.
Setelah itu, dia kembali ke hotel, semua reporter tidak menyerah dan mengikutinya sambil terus mengajukan banyak pertanyaan. Saat reporter lain berlarian mengejar Xiao Ren, Yun Duo memelas ingin mewawancarai Sun Yang.

Tang Yibai, Ming Tian dan Lingye sedang berkumpul sambil menikmati snack yang mereka bekal dari asrama. Ming Tian berkata kepada mereka “baguslah, aku penuh persiapan. Kita masih punya cemilan di tengah tempat terpencil seperti ini”. Mereka menertawakan Ming Tian. 
Tang Yibai nengok kesana kemari, ternyata dia mencari Qi-Ruifeng dan bertanya “kemana perginya Qi-Ruifeng?”. Lingye dan Ming Tian tidak mengetahui keberadaan Qi-Ruifeng saat ini. Kemudian Qi-Ruifeng masuk dengan membawa 4 ponsel, dia terlihat gembira dengan ponsel itu.

Qi-Ruifeng mengahmpiri mereka, Tang Yibai bertanya “apa yang kau lakukan, kau terlihat seperti pencuri?” kemudian Qi-Ruifeng meminta Tang Yibai untuk diam dan berkata “aku memang benar mencuri”. Yang lain kaget mendengarnya. Lalu Qi-Ruifeng membagikan ponsel milik mereka. Tang Yibai masih herang dengan apa yang dilakukan Qi-Ruifeng.
Tang Yibai : bukankah Pelatih Wu menyitanya? Kenapa ada padamu?
Qi-Ruifeng : aku membawakan makan malam untuk Pelatih Wu, tapi dia tidak disana. Aku mendengar ponselku bordering, jadi aku mengambil ponselku. Aku bahkan mengambil milik kalian juga
Ming Tian : bagaimana kau tahu kunci lokernya?
Qi-Ruifeng : aku menduga bahwa itu adalah ulang tahun Kepala Pelatih Yuan (mereka menertawakannya)
Tang Yibai : tidakkah kau takut dia akan mengetahuinya?
Qi-Ruifeng: lemari itu seperti pasar ponsel. Aku ragu dia akan menghitung seluruh ponsel dan bukannya tidur. Tak apa, siapa yang peduli aklau dia mengetahuinya? Kita akan menggunakannya selama kita bisa. Bagaimana bisa kita hidup tanpa ponsel disini?
Tang Yibai : aku kagum padamu. Terima kasih.
Qi-Ruifeng: tak apa, sekarang aku tidak akan bosan dan aku bisa mengirim pesan kepada Yun Duo. Kau bisa membangun hubunganmu (Tang Yibai nyengir)
Ming Tian : kak feng, kak Tang Yibai, aku membawa kartu, ayo kita bermain.

Ming Tian mengajak mereka untuk bermain kartu, dan menurutnya bermain kartu bisa menghilangkan rasa bosan mereka.
Qi-Ruifeng : bermain kartu, bisakah kau mengalahkanku? Kalau kau kalah, kau harus melepas celanamu. Tentu, ayo kita bermain apa? Apa yang harus dilakukan jika aku kalah?
Ming Tian : yang kalah melepas baju dan alri 10 putaran. Tidak tidak, itu terlalu mudah dan tidak menentang, cepat pikirkan sesuatu.
Lingye : bagaimana kalau berpakaian seperti wanita?
Sepertinya Ming Tian setuju dengan saran Lingye, dan Tang Yibai tersendak saat mendengar itu, Qi-Ruifeng bingung bisa menemukan pakaian itu darimana. Kemudian Lingye membuka tasnya dan mengeluarkan pakaian da aksesoris wanita.
Qi-Ruifeng : Lingye, aku tidak tahu kau punya ketertarikan seperti itu.
Lingye : bagaimana mungkin? Ini kau yang menyuruhku mempersiapkannya untuk kegiatan. Kulihat kau tertarik dalam hal seperti itu. Jadi aku membelinya secara online.
Lingye melemparkan pakaian itu ke muka Qi-Ruifeng, Tang Yibai yang lain menertawakannya dan Ming Tian mengagumi ke jeniusan teman sekamarnya “Lingye”. Lingye pun tersenyum.
Qi-Ruifeng : baiklah kita semua disini, kita punya kartu dna peralatan hukukammnya, ayo mulai bermain.
Tang Yibai : kalian bermainlah, aku mau tidur.
Qi-Ruifeng : jangan Tang Yibai, ayo bermain bersama. Jangan rusak suasananya. Ayo bermain. Apakah kau  takut harus berpakaian seperti pelayan wanita kalau kau kalah? Kau punya mata lebar dan alis tebal, kau akan terlihat bagus dengan pakaian wanita.
Tang Yibai : baiklah. Ayo bermain, ayo kita lihat siapa yang akan memakainya.
Permainan berlangsung sangat seru, Lingye dan Ming Tian sudah menghabiskan kartunya dan sekarang giliran Tang Yibai, apakah dia selesai atau akan kalah?. Dan yang kalah adalah….. Qi-Ruifeng kalah dalam permainan kartu saat ini, mereka bersorak gembira. 
Tang Yibai : yang kalah harus mengakuinya.
Qi-Ruifeng: baiklah, aku akan memakainya, tapi aku tidak bisa memakainya tanpa alasan.
Lingye memberikan pakaian wanitanya dan meminta Qi-Ruifeng untuk segera memakainya, Tang Yibai sangat senang meledek Qi-Ruifeng, Qi-Ruifeng pun pergi untuk mengganti pakaian.

Qi-Ruifeng sudah mengganti pakaiannya dengan penampilan seperti pelayan wanita, dia datang ke kamar Yangyang dan mengetuk pintu, Yangyang bertanya “siapa?” karena diluar terus mengetuk pintu tanpa berkata apapun.
Akhirnya Yangyang pun keluar, Yangyang sangat kaget melihat penampilan Qi-Ruifeng dengan pakaian pelayan wanita, Qi-Ruifeng tersenyum sambil menatap Yangyang. Di dalam bertanya kepada Yangyang “Yangyang, siapa itu?” Yangyang tidak mengatakan yang sebnarnya, dan mengatakan bahwa dia akan pergi keluar sebentar.

Yangyang menyeret Qi-Ruifeng menjauh dari pintu dan bertanya “apa yang kau lakukan? Kenapa kau berpakaian seperti ini? Apa kau gila?”. Qi-Ruifeng ingin menjelaskannya, tapi Yangyang tidak memberinya kesempatan dan melanjutkan perkataannya “kalau Pelatih Wu melihatmu berpakaian seperti ini, habislah kau”.
Qi-Ruifeng : aku sudah berpakaian seperti ini, kenapa kau tidak tertawa?
Yangyang : kenapa aku harus tertawa?
Qi-Ruifeng : kalau kau tertawa, aku bisa berkata bahwa kau juga tertawa padaku yang mengenakan gaun. Dengan begitu, kita bisa impas dan kau tidak boleh marah lagi kepadaku.
Yangyang masih diam dan so jual mahal di depan Qi-Ruifeng, Yangyang juga terlihat gugup berhadapan dengan Qi-Ruifeng.
Qi-Ruifeng : aku tidak peduli, kau sudah melihatku mengenakan gaun. Kau harus memaafkanku karena sudah menertawakanmu memakai gaun. (Yangyang masih diam saja dan so jual mahal) baiklah, aku akan mengorbakan diriku sendiri. Ambillah gambarku saat memakan pakaian seperti ini.
Diam-diam Lingye dan Ming Tian bersembunyi memperhatikan mereka, bahkan mereka Ming Tian mengambil gambar Qi-Ruifeng.
Qi-Ruifeng : biarkan semua orang menertawakanku. Dengan begitu, kau bisa berhenti marah padaku.
Yangyang : bagaimana aku bisa mengambil gambar, ponselku disita.
Qi-Ruifeng terdiam, kemudian Lingye dan Ming Tian menghampiri mereka dan berkata “kak Yangyang, kami punya ponsel kami. Kami akan memotretnya” Yangyang melihat mereka. Qi-Ruifeng marah kepada Lingye dan Ming Tian.
Qi-Ruifeng : siapa yang mengijinkan kalian kemari?
Ming Tian : ini kesalahanmu karena tidak memberitahu kami kemana kau pergi. Jadi kau pergi mencari kak Yangyang?

Yangyang terlihat malu-malu, Ming Tian memperhatikan  foto Qi-Ruifeng dan berkata kepada Lingye “kalau kami mengunggahnya di weibo, ini akan menjadi topic utama”. Qi-Ruifeng mulai kesal.
Lingye : gambar ini terlihat bagus, kita bisa langgsung mengetahui bahwa ini Qi-Ruifeng
Qi-Ruifeng menyeret Ming Tian ke pintu dan meminta Ming Tian untuk menghapus fotonya sekarang juga, Ming Tian terlihat tegang, dia melirik ke sisinya dan berkata “kak feng, kau lebih feminism daripada kak Yangyang saat menegnakan gaun”.
Qi-Ruifeng : kau….
Yangyang marah tapi tidak mengatakan apapun dan langsung masuk ke kamarnya. Qi-Ruifeng berteriak “Yangyang, aku tidak mengatakannya, jangan marah. Qi-Ruifeng juga mengejarnya sampai pintu, tapi Yangyang bersikeras meminta Qi-Ruifeng untuk pergi.
Setelah utu Qi-Ruifeng menatap Lingye dan Ming Tian dengan tatapan mata penuh amarah sambil berkata “kalian berdua, jangan tidur mala mini”. Mereka pun langsung berlari dan Qi-Ruifeng mengejar mereka.

Yun Duo sedang di dalam mobil, saat dia sudah tiba di tempat tujuannya, dia mengambil seluruh perlengkapan untuk mewawancarai Sun Yang.

Tim renang putra dan putri Universitas Olahraga Selatan sedang melakukan pemanassan di villa tengah danau, setelah itu merela lanjut berlari dengan penuh semangat.

Yun Duo berada di depan hotel tempat Sun Yang menginap, disana sudah banyak reporter yang menunggu Sun Yang keluar. Kemudian Sun Yang keluar dengan jaos berwarna merah, dia terlihat gagah dengan kacanat hitamnya.
Semua reporter langsung menyerbu mengambil gambar dan ingin mengajukan banyak pertanyaan. Tapi Sun Yang mengabaikannya dan lanjut berjalan dengan bantuan para pengawalnya. Yun Duo bingung karena susah untuk mewawancarai Sun Yang.
Kemudian Yun Duo pergi ke belakang dan naik ke atas mobil, dia berteriak sambil mengangkat poster Sun Yang “Sun Yang!!!”. Semua reporter mendekati mobil Sun Yang. Tapi Xiao Ren mendorong semua reporter untuk menjauh dan segera pergi.

Setelah semua reporter pergi, Yun Duo menghampiri Xiao Rend an berkata “senang bertemu denganmu, aku Yun Duo dari QK.Video. aku tidak punya kartu nama, tapi aku punya surat yang ditulis tangan. Dengan hormat kami mengundang Sun Yang untuk menerima wawancara QK.Video. tolong berikan ini kepadanya”.
Xiao ren menerima surat yang diberikan Yun Duo untuk Sun Yang, Yun Duo sangat senang dan berharap tinggi dengan surat yang dia berikan untuk Sun Yang melalaui Xiao Ren.

Kembali ke tempat lataihan, Tang Yibai dan kedua tim lainnya sedang berlatih sangat keras untuk mempersiapkan pertandingan piala impian.
Di depan hotel, semua reporter masih menunggu Sun Yang keluar, mereka tidak menyerah karena ingin mewawancarai Sun Yang. Yun Duo mondar mandir sambil melihat surat untuk Sun Yang.
Kemudian Sun Yang keluar, mereka langsung mendekati Sun Yang dnegan harapan bisa mewawancarainya hari ini. Seperti biasa, Sun Yang tidak menghiraukan mereka dan langsung masuk ke dalam mobil. Hari ini mereka masih tidak berhasil untuk mendapatkan informasi tentang Sun Yang.
Di tempat latihan, kedua tim sedang berlari dan lanjut berlatih renang. Semangat mereka tak memudar, dan bahkan semangatnya terus membara.

Yun Duo kelelahan dan bahkan dia sampai ketiduran di depan hotel, Yun Duo terbangun dan langsung melihat ke sekelilingnya berharap Sun Yang kembali, Yun Duo melihat jam tangannya dan membuat kegiatan agar tidak ngantuk. Tapi tetap saja rasa kantuk itu tak bisa ditahan, Yun Duo kembali ketiduran ssedikit-sedikit.

Di ruang istirahat, Lingye, Ming Tian dan Qi-Ruifeng sedang tidur di kursi, tapi Tang Yibai malah melamun, entah apa yang sedang ia pikirkan, dia sangat gelisah dan melihat teman-temannya tertidur di kursi karena kelelahan setelah latihan. Kemudian Tang Yibai melihat ponselnya, tapi dia bingung harus berbuat apa dan kembali menyimpan ponselnya.

Di hari berikutnya, Yun Duo seperti biasa berada di depan hotel rempat Sun Yang berada, dia sangat lelah namun masih bersemangat menunggu Sun Yang kembali, meski reporter yang lain sudah pergi semua, Yun Duo masih setia menunggu Sun Yang sendirian.
Kemudian Yun Duo melihat xia ren datang, dia langsung menghampirinya dan seperti biasa memperkenalkan diri sebelum bertanya, Yun Duo meminta xiao ren untuk memberikan sepucuk surat kepada Sun Yang lagi. Xiao ren masih mengingat saat Yun Duo memberikan surat waktu itu.
Xiao ren : apa ini sama dengan yang waktu itu?
Yun Duo tersenyum dan memaksanya untuk tetap memberikan surat itu kepada Sun Yang, xiao ren pun menerimanya dan langsung masuk ke dalam. Yun Duo sangat lega karena xiao ren menerima suratnya dan berharap kali ini Sun Yang bisa membacanya dan menerima wawancaranya.

Di pagi hari, Yun Duo dan semua wartawan sudah berkerumun di depan hotel untuk menemui Sun Yang.
Di tempat lain, Tang Yibai sedang menikmati udara pagi, dia melihat matahari dan memotrenya kemudian mengirimka gambar tersebut. Tang Yibai sepertinya ingat dengan Yun Duo.

Yun Duo cemberut karena tidak berhasil mewawancarai Sun Yang lagi, Yun Duo sangat lelah dan merasa ingin menyerah karena tidak selalu tidak berhassil mewawancarai Sun Yang. Dia meratapi surat untuk Sun Yang.

Kemudian ponsel Yun Duo bunyi dan langsung membukanya dan ternyata itu pesan dari Tang Yibai, Tang Yibaimengirim gambar yang dia ambil tadi dan berkata “kau juga disini, menatap langit mengingatkanku pada dirimu”. Yun Duo pun melihat langit dengab birunya awan. Yun Duo kembali tersenyum dan bersemangat.
Yun Duo : Tang Yibai sama sepertiku. Dia bekerka keras dibawah langit yang sama. Jadi, aku tidak bisa menyerah seperti ini.

Tang Yibai dan tim yang lain kembali berlatih, mereka berlatih sangat keras tanpa merasa lelah dan terus bersemangat untuk mencapai mimpi mereka bersama.

Bibi Lu bingung dan berkata kepada dirinya sendiri “bagaimana bisa aku sebodoh ini? Aku bahkan tidak tahu aku pura-pura sakit. Haruskah aku pura-pura sakit kepala atau sakit perut? Anak nakal ini, demi bertemu dnegannya, aku haruss pura-pura sakit”.

Yun Duo pulang kemalaman. Saat Yun Duo masuk, Bibi Lu langung pura-pura sakit dan mencari perhatian Yun Duo, Yun Duo sangat kahwatir dengan kadaan Bibi Lu, Bibi Lu mengatakan bahwa dia tertular flu dari suaminya.
Yun Duo : terkena flu?
Bibi Lu : kuberitahu kau ya, kepalaku sakit, perutku sakit, hatiku sakit. Seluruh tubuhku kesakitan dan ini benar-benar sakit.
Yun Duo : aku akan membawa Bibi Lu ke rumah sakit, ayo pergi sekarang.
Bibi Lu : tidak perlu, bantu hubungi Tang Yibai untukku. Katakana padanya untuk pulang, aku sangat kesakitan. Mungkin ini hari terakhirnya kami bertemu.
Yun Duo : Bibi Lu jangan bilang begitu, kau akan baik-baik saja.
Bibi Lu : kuberitahu kau, dadaku terasa sesak. Aku tidak bisa bernafas. Telpon dia, cepat katakan padanya untuk pulang ke rumah.
Yun Duo khawati dan mencoba menghubungi Tang Yibai.

Tang Yibai, Qi-Ruifeng, Lingye dan Ming Tian di panggil ke ruangan Pelatih Wu, mereka terlihat ketakutan. Kemuddian Pelatih Wu meminta mereka untuk mengeluarkan ponselnya. Qi-Ruifeng melakukan pembelaan.
Qi-Ruifeng : Pelatih Wu, kau tidak menyadarinya selama 4hari, ini sudah hari terakhir, biarkan saja kami.
Pelatih Wu : menurut kalian aku tidak tahu kalian mebawanya, hah? Menurut kalian aku tidak bisa menghitung? Aku menghitungnya da nada 4 ponsel yang hilang. Aku tahu kalian yang mengambilnya, serahkan ponsel kalian sekarang juga.
Dengan terpaksa mereka pun menegmbalikan ponselnya kepada Pelatih Wu. Pelatih Wu mengatakan kepada Tang Yibai “kau juga, Tang Yibai, kau melanggar aturan untuk menggunakan ponsel. Keluar dan lari 10 putaran. Tang Yibai dan yang lainnya kaget.