Advertisement
Advertisement
Episode 23 Part 1
All images credit and content copyright: Hunan TV

Di Universitas Olahraga Selatan, tim putra sedang latihan bersama Pelatih Wu, Pelatih Wu mengawasi mereka agar focus latihan, tapi Tang Yibai terlihat tidak focus karena memikirkan saat Lin Zi mengatakan perasaannya kepada Yun Duo. Tang Yibai juga mengingat saat dia mengibaratkan jika dia yang menyatakan perasaan kepada Yun Duo, tapi Yun Duo memberikan jawaban “tidak mungkin” kata itu membuat Tang Yibai tidak focus latihan dan tidak memperhatikan intruksi Pelatih Wu.

Setelah itu, Pelatih Wu memberikan aba-aba untuk bersiap lompat katak. Pelatih Wu melihat Tang Yibai yang terus pemanasan dan tidak mendengarkan intuksi Pelatih Wu. Kemudian Pelatih Wu memanggil Tang Yibai beberapa kali, tapi Tang Yibai masih belum sadar, sampai akhirnya Pelatih Wu menghampiri Tang Yibai dan memanggil Tang Yibai dengan suara yang lebih keras lagi.
Qi-Ruifeng, Lingye dan yang lainnya bertanya-tanya dengan apa yang Tang Yibai pikirkan. Tapi mereka tidak terlalu focus kepada Tang Yibai dan melanjutkan latihannya. Pelatih Wu meminta Tang Yibai untuk bangun dan bertanya “ada yang sednag kamu pikirkan? Kau tidak dengan apa yang baru saja aku katakana?”. Tang Yibai tidak menjawab apa-apa dan terlihat sangat lelah karena latihan begitu keras. 
Pelatih Wu menYun Duoruh Tang Yibai keluar untuk berlari dan meminta Tang Yibai untuk tidak kembali sebelum dia bisa, tanpa berkata apa-apa, Tang Yibai langsung pergi keluar. Pelatih Wu sangat kesal menghadapi sikap Tang Yibai yang kembali kacau. Qi-Ruifeng dan Lingye memperhatikan mereka, Pelatih Wu baru menyadari bahwa Qi-Ruifeng dan Lingye memperhatikan mereka. Pelatih Wu marah kepada mereka dan berkata “apa yang kalian lihat? Apa kalian juga ingin berlari seperti Tang Yibai?”. Tanpa berkata apa-apa Qi-Ruifeng dan Lingye kembali lompat kodok.

Di QK.video, Yun Duo berjalan menuju meja kerjanya, dia bicara pada dirinya sendiri “kenapa Lin Zi bersikap biasa saja? Bagaimana dia bisa tidak tersipu malu saat mengatakan kata-kata itu padaku?”.
Setelah Yun Duo sampai di meja kerjanya, tiba-tiba ada Yangyang bersama reporter lain, Yangyang memanggil Yun Duo, Yun Duo heran kenapa Yun Duo berada di QK.Video, Yangyang mengatakan alasannya kenapa dia datang ke QK.Video.
Yangyang : rekan kerjamu menYun Duoruhku datang untuk wawancara, saat ini kami akan membahas pertanyaan wawancara.
Yun Duo : kau menerima wawancara? (Yangyang mengangguk senang) mengapa kau tidak memakai riasan? (Yangyang terlihat aneh saat mendengar perkataan Yun Duo) jika kau tidak berhias, kau akan terlihat lesu saat dikamera. Bagaimana kalau aku membantu kamu merias wajah?
Yangyang akhirnya setuju untuk merias wajahnya. Yun Duo melihat jenis kulit Yangyang, Yun Duo bilang bahwa Yangyang memiliki jenis kulit kering dan menyarankan untuk memakai masker terlebih dahulu, Yangyang setuju-setuju saja dengan apa yang disarankan Yun Duo. Untungnya Yun Duo juga membawa masker, jadi tidak perlu repotrepot mencari masker dulu.
Rekan kerja Yun Duo mengatakan bahwa Yangyang tidak perlu memakai riasan, karena tidak akan masalah jika Yangyang tidak memakai riasan. Rekan laki-laki juga mengatakan kepada Yun Duo bahwa poin utama mereka etntang kekuatan wanita dan hanya mengejar citra  atlet wanita tangguh seperti Yangyang yang tidak memakai riasan. Menurut mereka Yangyang tidak cocok jika memakai riasan, Yangyang menjadi murung dengan perkataan mereka. Tapi mereka khawatir penonton tidak akan mengenali Yangyang jika Yangyang memakai riasan. Yun Duo mengungkapkan pendapatnya.
Yun Duo : siapa bilang atlet wanita harus tangguh dan tidak boleh berdandan? Tidak bisakah kalian membiarkan Yangyang cantik di depan kamera?
Direktur Liu melihat percakapan mereka dari jauh. Rekan Yun Duo mengatakan bahwa tpik utama mereka… Yun Duo memotong pembicaraan mereka, Yun Duo bilang bahwa dia tahu kekuatan seorang perempuan dan meminta mereka untuk membiarkan Yangyang mengungkapkan gagasannya tentang kekuatan perempuan.
Setelah mereka diskusi akhirnya mereka setuju Yangyang memakai riasan untuk wawancara nnati, mereka menanyakan kepada Yangyang, apakah Yangyang ingin memakai riasan dan bukan paksaan dari Yun Duo, Yangyang mengatakan “iya” dengan wajah berbinar-binar senang, mereka juga membantu Yangyang mencarikan penata rias yang handal agar Yangyang terlihat semakin cantik dan feminism. Yun Duo mengambil maskernya dan membantu memakaikan masker di wajah Yangyang.

Qi-Ruifeng menaiki tang QK.Video, dia berpapasan dengan karyawan QK.Video dan karyawan tersebut menyapa Qi-Ruifeng. Dengan sombongnya Qi-Ruifeng berkata “benar. Aku Qi-Ruifeng, kau jangan meragukannya. Dimana Yun Duo? Aku sedang mencarinya”.
Karyawan tersebut dangat gugup dan memberitahu dimana Yun Duo berada, Qi-Ruifeng pun melanjutkan perjalananya untuk emnemui Yun Duo.

Yun Duo sepertinya sangat senang membantu Yangyang memakaikan masker dan membantu Yangyang membersihkan wajahnya sebelum berdandan, Yun Duo memberitahu Yangyang bahwa wanita harus merawat kulitnya”. Yun Duo juga memberika Yangyang beberapa masker agar Yangyang selalu merawa wajahnya, Yangyang sangat berterima kasih kepada Yun Duo, Yun Duo meminta Yangyang untuk tidak sungkan dan melanjutkan merias wajahnya dengan penata rias handal.

Ponsel Yun Duo bordering, sebelum mengangkat panggilan tersebut, Yun Duo meminta Yangyang untuk berdandan dengan santai dan pamit pergi untuk mengkat panggilan tersebut. Yun Duo mengangkat panggilan tersebut dan itu adalah panggilan dari Qi-Ruifeng. 
Yun Duo : Qi-Ruifeng, ada apa mencariku?
Qi-Ruifeng : aku datang mecarimu tentu saja karena ada hal penting.
Setelah itu Qi-Ruifeng menemukan Yun Duo dan melambaikan tangannya, Yun Duo pun berjalan menghampiri Qi-Ruifeng.

Yun Duo heran dnegan kedatangan Qi-Ruifeng yang tiba-tiba “Qi-Ruifeng, kenapa kau datang kesini?” Qi-Ruifeng mengatakan bahwa dia mencari Yun Duo karena ada sesuatu yang penting, tapi orang yang bersangkutan tidak ingin Yun Duo mengetahuinya. Qi-Ruifeng merasa sulit jika dia tidak memberitahu sesuatu yang penting kepada Yun Duo. Yun Duo tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Qi-Ruifeng dan meminta Qi-Ruifeng untuk bicara lebih jelas dan mudah dimengerti.
Qi-Ruifeng : jika aku biisa bicara lebih jelas, aku bisa memberitahumu lewat telpon dan tidak perlu jauh-jauh datang kesini.
Qi-Ruifeng meminta Yun Duo untuk mendengarkan perkataannya dan hanya menggunakan hati dan perasaan Yun Duo untuk mencerna perkataan Qi-Ruifeng. Yun Duo semakin tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Qi-Ruifeng “gunakan hatiku untuk merasakannya?”.
Qi-Ruifeng : benar, dengarkan hubungan kita, aku tidak perlu mengatakan apapun. Tatap saja mataku dan kau akan tahu apa yang ingin ku katakana. Ayo tatap mataku sekarang.
Kemudian Qi-Ruifeng memegang kepala Yun Duo sambil menatapnya dengan tajam. Qi-Ruifeng bicara dalam hatinya dan berharap Yun Duo bisa mengerti dengan apa yang dia maksud dan yang dia mau “Yun Duo, dengarkan aku baik-baik. Sebenarnya Tang Yibai sangat menYun Duokaimu. Sangat dan sangt menYun Duokaimu”. Qi-Ruifeng terus menatap Yun Duo dengan kelopak mata yang semakin membesar, Yun Duo semakin tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Qi-Ruifeng kepadanya.
Qi-Ruifeng : sudah, apa kau mengerti?
Yun Duo : jangan main-main. Justru aneh jika aku mengerti dengan kekonyolan yang kamu lakukan Qi-Ruifeng.
Qi-Ruifeng : yang benar saja Yun Duo. Kenapa kau begitu buruk dalam memahami orang? Pesanku sangat sederhana. Karena kejadian kemarin malam, sekarang Tang Yibai sangat terpukul.
Yun Duo : Tang Yibai sangat terpukul? (Yun Duo tidak mengerti dan tidak menyadari dengan apa yang terjadi kemarin malam) bisakah kau bicara sedikit lebih jelas?/
Qi-Ruifeng :  aku sudah bicara sangat jelas. Jika aku bicara lagi, aku akan mengkhianati Tang Yibai. Sudahlah. Pikirkan saja sendiri. Jika kau masih tidak mengerti pergilah dan tanyan sendiri kepada Tang Yibai.

Saat Qi-Ruifeng pamit pergi, tiba-tiba Yangyang datang dengan riasan di wajahnya dan memanggil Qi-Ruifeng “hei Qi-Ruifeng, apa yang kau lakukan disini?”. Qi-Ruifeng terpukau dengan penampilan Yangyang yang sangat cantik dan feminism, Yun Duo juga kaget dengan penampilan Yangyang.
Qi-Ruifeng sangat kaku saat menjawab pertanyaan Yangyang “aku datang untuk mencari Yun Duo” dia bahkan tidak berani berhadapan ddengan Yangyang. Yangyang penasaran dan bertanya kembali “ada apa kamu ingin bertemu dengan Yun Duo?”. Qi-Ruifeng mengatakan tidak ada apa-apa dan langsung pamit pergi. Yangyang heran dengan sikap Qi-Ruifeng yang tiba-tiba kaku. Yun Duo tersenyum dan melihat penampilan Yangyang, namun Yangyang terlihat malu dengan penampilannya saat ini.

Qi-Ruifeng berlari keluar dengan sangat cepat, dia berhenti dan bicara pada dirinya sendiri “apa yang terjadi padaku barusan? Menga[a jantungku berdebar begitu kencang? Kenapa aku begitu gugup melihat Yangyang? Aku bahkan tidak bisa bernafas”. Qi-Ruifeng bingung dengan apa yang dirasakannya saat ini.

 Kembali ke dalam, Yun Duo dan Yangyang sedang menikmati kopi, Yangyang bertanya kepada Yun Duo “Yun Duo, ada apa Qi-Ruifeng datang mencarimu?”. Dengan polosnya Yun Duo menjawab “aku juga tidak tahu kenapa dia mencariku, dia bicara hal yang aneh-aneh. Dia bilang Tang Yibai sangat terpukul oleh kejadian malam kemarin, aku tidak mengerti”. Yangyang terus menyimak perkataan Yun Duo.
Yun Duo : kemarin malam Tang Yibai memang bertanya sesuatu padaku, tapi juga tidak seharusnya menjadi sangat terpukul.
Yangyang : apa yang terjadi kemarin malam?
Yun Duo membisikkan kejadian kemarin malam, Yangyang mengerti dengan apa yang terjadi dengan Tang Yibai. Yun Duo bilang “aku sungguh tidak menegrti, orang yang mengatakan cinta kemarin sudah jelas Lin Zi dan bukan Tang Yibai. Lin Zi baik-baik saja, tapi kenapa Tang Yibai sangat terpukul?”.
Yangyang : apa kau pernah terpikir. Bagaimana jika kemarin malam Tang Yibai ingin mengatakn cinta kepadamu?
Yun Duo : bagaimana mungkin? (sangat terkejut)
Yangyang : kenapa tidak mungkin?
Yun Duo : kenapa kau menanyakan hal yang sama dnegan Tang Yibai? (Yangyang tidak mengerti) aku tahu diirku sendiri, bagaiman mungkin Tang Yibai yang hanya focus pada latihan dan kompetisi punya waktu untuk menyatakan cinta. Dan lagi, dia begitu berbakan dan banyak gadis yang menYun Duokainya, dan dia tidak mungkin akan jatuh cinta kepada seorang reporter magang.
Yangyang : kenapa tidak? Kita para atlet juga manusia.
Yun Duo : kecilkan suaramu
Yangyang : kami juga bisa punya orang yang disukai, dan kami juga berharap untuk disukai. Lagipula kau dan Tang Yibai sangat dekat. Sedikitpun aku tidak merasa aneh jika Tang Yibai menYun Duokaimu. Selain dari yang kulihat, apa yang dia katakana kepadamu kemarin malam, ingin menguji apakah kau memiliki perasaan padanya, tapi kau bilang padanya tidak mungkin. Pantas saja Qi-Ruifeng bilang padamu kalau dia terpukul.
Yun Duo : tidak mungkin seperti itu. Ada ada kesalahpahaman? Aku tidak pernah terpikir kalau Tang Yibai akan menYun Duokaiku.
Yangyang : apa kau juga pernah berpikir kalau kau juga menYun Duokai Tang Yibai?
Yun Duo : aku juga tidak memikirkan pertanyaan ini.
Yangyang : kau sungguh tidak pernah memikirkannya?
Yun Duo : tidak, tidak (terlihat gugup)
Yangyang : baik, aku ganti pertanyaan lain. Menurutmu apakah Tang Yibai tampan?
Yun Duo : sangat tampan, dia tinggi dan bugar.
Yangyang : pertanyaan kedua, menurutmu pribadi, apa pendapatmu tentang Tang Yibai?
Yun Duo : kepribadiannya juga sangat bagus. Dia selalu memperbaiki diir dan tidak pernah menyerah saat menghadapi kesulitan. Dia memberi orang perasaan ayng bisa diandalkan.
Yangyang : pertanyaan ketiga. Kau suka Tang Yibai yang seperti ini? (Yun Duo terdiam sambil tersenyum) baik, kau tidak perlu menjawabku. Aku Tanya kau satu pertanyaan lagi. Pada saat kau menghabiskan waktu bersamanya, bagaimana suasana hatimu?
Yun Duo masih etrdiam dan memikirkan saat-saat bersama Tang Yibai, Yun Duo terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi susah untuk di ungkapkan. Yangyang bertanya kembali “sekarang katakan kepadaku, sebenarnya kau menYun Duokai Tang Yibai atau tidak?”. Saat Yun Duo akan menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba karyawan lain memanggil Yun Duo bahwa Direktur Liu meminta Yun Duo datang ke ruangannya. Setelah itu, Yun Duo pamit untuk pergi ke ruangan Direktur Liu dulu. Yangyang pun menghabiskan kopinya sendirian.

Di ruangan Direktur Liu. Direktur Liu memberi tugas baru kepada Yun Duo, dia memindahkan tugas Yun Duo dari berita olahraga menjadi berita hiburan. Yun Duo sangat kaget “berita hiburan?”
Direktur Liu : sekarang, serahkan semua pekerjaanmu kepada Guru Sun. Mulai besok, kau mengerjakan berita hiburan.
Yun Duo : kenapa? Direktur Liu, kenapa kau mengirimku ke berita hiburan? Siapa yang memutuskan ini?
Direktur Liu : aku, pengawasmu bukan Guru Sun lagi. Mulai sekarang, aku aka bertanggung jawab atas pekerjaanmu, itu berarti mulai sekarang sampai akhir magangmu, aku yang akan mengawasi kinerjamu sampai akhir magang dengan saksama, apa ada pertanyaan? Katakans aja.
Yun Duo : Direktur Liu, apa aku melakukan sesuatu yang buruk atau salah?
Direktur Liu : kenapa kau bertanya ini?
Yun Duo : aku merasa perubahan posisi ini adalah hukuman.
Direktur Liu : ini bukan hukuman, aku hanya ingin melihat bagaimana kamu mengerjakan berita lain. Aku ingin melihat apakah etos kerjamu pantas untuk menjadi reporter resmi.
Yun Duo : reporter resmi? Kenapa begitu mendadak?
Direktur Liu : tahukah kau apa yang terjadi sebelum akhir tahap pertama magang (Yun Duo menggelengkan kepalanya) hanya untukmu, Tang Yibai datang mencariku.
Yun Duo kaget mendengar perkataan Direktur Liu.

Yun Duo berjalan di luar Qk.Video. dia terlihat sangat bingung, dia juga mengingat saat perbincangannya dengan Direktur Liu. Yun Duo kaget saat mendengar bahwa Tang Yibai mencari Direktur Liu karena Yun Duo, dalam percakapan tadi saat di ruang Direktur Liu, Direktur Liu menjelaskan semuanya kepada Yun Duo.
Direktur Liu : dia bilang, dia akan menolak semua wawancara dari kita jika bukan Yun Duo yang mewawancarainya. Aku tahu bahwa dia mengatakan itu tanpa berpikir panjang. Tapi aku telah melakukan karir ini selama bertahun-tahun, aku tidak pernah melihat orang yang diwawancarai membuat keputusan seperti itu karena seorang reporter magang. Jujur saja, aku awalnya berpikir dia melakukan semua ini karena koneksi kalian berdua. Namun, berikutnya kau mewawancarai Sun Yang. Usahamu akhir-ajhir ini juga membuatku ingin mengkonfirmasi satu hal, yaitu kelayakanmu menjadi seorang reporter resmi. Aku ingin melihat, apakah kau layak untuk tetap tinggal menjadi reporter resmi atau tidak. Kau harus berterima kasih kepada Tang Yibai. Jika hukan karena kegigihannya, aku takkan membuat keputusan seperti ini. 
Kilas balik berakhir.

Yun Duo mulai menuruni tangga, saat baru beberapa langkah Yun Duo menuruni tangga, Tang Yibai berkari menaiki tangga, dan mereka saling memandang satu sama lain, akhirnya Yun Duo memulai percakapan.
Yun Duo : kenapa kau datang kesini?
Tang Yibai : aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.
Yun Duo : kebetulan, aku juga ingin mengatakan sesuatu denganmu.
Mereka pun mulai berjalan dan Yun Duo berjalan lebih depan dari Tang Yibai.

Dalam perjalanan, Tang Yibai bertanya tentang apa yang ingin dibicarakan Yun Duo dengannya. Yun Duo mengatakan apa yang ingin dibicarakannya “apakah tadi kau mencari Direktur Liu dan bilang padanya jika aku tidak mewawancaraimu, kau tidak akan menerima wawancara dai QK.Video?”.
Tang Yibai : kaulah yang membuat wawancara itu, dan pelatih baru setuju karena mereka percaya padamu. Jadi, jika bukan kau yang mewawancaraiku lagi, tidak ada gunanya untuk melanjutkan wawancara itu lagi. Maaf, apa ini menyebabkan masalah pada pekerjaanmu?.
Yun Duo : tidak, aku hanya ingin bilang, kalaupun bukan aku yang mewawancarimu, aku teta berharap agar kau terus melanjutkan wawancaranya, karena kau ingin lebih banyak orang yang melihat hasil kerja kerasmu dan mendukungmu.
Tang Yibai : kenapa?
Yun Duo : karena aku dipindahkan ke berita hiburan, aku takkan mengerjakan berita olahraga lagi.
Tang Yibai : apa itu karena apa yang aku katakana kepada bossmu?.
Yun Duo : tidak, tidak ada kaitannya denganmu, karena itu sudah diatur oleh perusahaan. Aku juga ingin melihat apakah aku bisa membuat berita lain selain berita olahraga.
Tang Yibai : kau tidak berusaha untuk bersembunyi dariku, kan?
Yun Duo : bersembunyi darimu? Kenapa aku mau bersembunyi darimu?
Tang Yibai : taka pa, kau tidak perlu merasa canggung, aku datang mencarimu hari ini untuk membiacran tentang hal kemarin. Semalam aku hanya bercanda, kau tidak berpiki aku serius kan?
Yun Duo : bercanda?
Tang Yibai : kita adalah teman, kemarin aku melihatmu sangat resah, aku ingin membantumu. Aku menanyaimu pertanyaan itu hanya untuk bersenang-senang. Aku bahkan menekankan kata “bagaimana jika” itu hanya scenario, kau tidak berpikir itu sungguhan, kan?
Mata Yun Duo mulai berkaca-kaca, dia berbalik menghindari tatapan dan kembali berjalan sambil berkata “tentu tidak, kenapa aku berpikir kau serius?”. Yun Duo mengejar Yun Duo dan berjalan berdampingan.
Tang Yibai : baguslah, kupikir kau akan menghindariku karena kecanggungan.
Yun Duo : tidak, kau bilang “bagaimana jika” itu bukan sungguhan. Kenapa aku akan merasa canggung?
Tang Yibai : kita masih berteman, kan?
Yun Duo : tentu, jika kita tidak berteman, lalu apa?
Mereka pun melanjutkan perjalannya.

Di Universitas Olahraga Selatan, Pelatih Wu sedang menjelaskan alur pertandingan piala impian kepada kedua tim, disana juga ada Yun Duoan. Yangyang mengajukan pertanyaan.
Yangyang : Direktur Liu Xun adalah tokoh sentral tim tenang universitas Yun Duodong, dia peringkat ke 7 pada piala impia terakhir.
Qi-Ruifeng : apa dia hanya peringkat ke-7, kenapa kita harus khawatir? 
Yun Duoan menjewernya sambil berkata “dalam kompetisi jangka panjang, jangan meremehkan musuh itu butuk”. Kedua tim menertawakan Qi-Ruifeng. Sekarang Yun Duoan yang mejelaskan alur pertandingan kepada kedua tim, dia meminta keuda tim untuk mendengarkan dengan saksama.
Yun Duoan : pada kompetisi yang akan datang, kalian tidak boleh ceroboh, entah itu menang ataupun kalah. Setelah kompetisi berakhir, semuanya mulai kembali. Jangan jadi orang yang sombong, apa kalian mengerti?
Kedua tim berseru “mengerti” ddengan kompak. Kemudian Tang Yibai mengajukan pertanyaan “Yun Duoan, bisakah kita mulai latihan? Aku ingin mulai lebih awal”. Yun Duoan mengijinkanya untuk memulai latihan.

Tang Yibai langsung mengambil posisi latihannya tanpa berbincang ddenagn yang lain dulu seperti biasanya, Qi-Ruifeng heran dan bertanya kepada Lingye “ada apa dengan Tang Yibai? Kenapa dia latihan seperti orang gila?”.
Lingye : sejak Yun Duo hanya menganggapnya sebagai teman, dia menjadia gila.
Setelah itu, Qi-Ruifeng dan Lingye bersiap untuk memulai latihannya.

Pelatih Wu berkata kepada Yun Duoan “ini konsekuensi cinta. Jika dia tidak mengalaminya sendiri, dia tidak akan mengerti”. Yun Duoan terdiam saat mendengar perkataan Pelatih Wu.

Di QK.Video, Yun Duo sedang membaca kamus bahasa inggris, tiba-tiba dia ingat perkataan Tang Yibai “bagaimana jika aku yang menyatakan perasaan kepadamu dan bukan Lin Zi yang menyatakannya? Bagaimana jika aku bilang aku menYun Duokaimu? Apa jawabanmu?”. Yun Duo bingung dengan perkataan Tang Yibai malam itu.
Kemudian Yun Duo bilang kepada dirinya sendiri “apa sekarang? Dia hanya bercanda. Kenapa aku malah mendiskusikan ini dengan Yangyang? Apa aku bodoh? Apa itu menyenangkan, Tang Yibai?”. Yun Duo merasa bingung dan kesal harus berbuat apa.

Yun Duo kaget mendengar ada seseorang yang menangis, Yun Duo pun menghampri rekannya dan melihat bahwa rekannya terbawa suasana saat menonton drama romantic. Teman kerja Yun Duo bilang “jika seseorang menyatakan cinta padaku, bukankah itu bagus?”.
Yun Duo : biar kuberitahu. Dalam cinta, tidak boleh ada kata-kata yang tidak pasti seperti “bagaimana jika” dan “mungkin” (temannya tak mengiraukan Yun Duo, dia kesal dan membuat temannya berhadapan ddenagn Yun Duo) saat sseorang pria berkata padamu “bagaimana jika aku bilang bahwa aku mencintaimu?” dank au percaya dia, lalu berikutnya dia akan bilang “aku hanya bercanda, jangan berpikir itu sungguhan”. Dia tidak mempertimbangkakn perasaan wanita, mengerti?
Teman Yun Duo tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Yun Duo, Yun Duo pun melanjutkan perkataannya “jadi, pria yang mengatakan ini tida bertanggung jawab”.
Rekan kerja yang satunay lagi bilang “Yun Duo, “bagaiman jika aku berkata, aku mencintaimu”. Yun Duo marah “kau bilang apa?”
“film itu sebentar lagi tayang perdana. Kita akan mewawancarai sutradara Xu Haoze minggu depan. Ghubungi dia hari ini, ya?”.
Yun Duo : oke, aku tahu. Aku akan menghubungi dia.
Yun Duo berjalan ke mejanya sambil berkata kepada dirinya sendiri “judul film bodoh, tak bertanggung jawab. Jika kau mencintaiku, bilang saja. Kenapa kau menambahkan kata “bagaimana jika”?”. Setalah itu Yun Duo kaget karena lasngung melihat Lin Zi ada di hadapannya.