Advertisement
Advertisement
Episode 21 Part 2
All images credit and content copyright: Hunan TV

Lin Zi membawa Yun Duo masuk rumah, tiba-tiba Bibi Lu datang melihat mereka dan bertanya “hei, Yun Duo apa yang terjadi?”. Yun Duo bilang tidak apa-apa, Lin Zi menyapa Bibi Lu. Kemudian Bibi Lu mengatakan kepada Lin Zi “bukankah kau orang yang mengatakan bahwa Yun Duo adalah pacarmu?”.
Yun Duo : bukan, dia hanya rekan kerja.
Bibi Lu : rekan kerja? Lalu sedang apa kau memegang Yun Duo? (berusaha melepaskan pegangannya)
Yun Duo : tak apa-apa bi, aku hanya pingsan,jadi dia mebawaku ke rumah sakit.
Bibi Lu : apa yang terjadi? Pingsan? Kau merasa sakit dimana? Apa aku tidak menjagamu dengan baik?
Yun Duo tak mengatakan apapun , kemudian Bibi Lu memanggil suaminya untuk membantu Yun Duo.

Paman datang dan khawatir melihat keadaan Yun Duo yang tak berdaya, Bibi Lu meminta Lin Zi untuk pergi karena Bibi Lu bisa menGuru Suns Yun Duo dengan baik, Bibi Lu terus mengatakan bahwa rinya bisa merawat Yun Duo dan tidak memerlukan bantuan Lin Zi. Ditengah perkataan Bibi Lu, Yun Duo tiba-tiba pingsan. Lin Zi pun langsung menggendong Yun Duo.
Lin Zi menjelaskan keapda mereka bahwa Yun Duo tidak bisa berdiri lama-lama karena dia terlalu lemas, Lin Zi juga meminta paman untuk menunjukkan kamar Yun Duo. Setelah mereka membawa Yun Duo ke kamar, Bibi Lu terus mengomel pada diirnya sendiri.

Di kamar, Yun Duo sudah terbaring di kasur, dia meminta Lin Zi untuk segera kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.
Lin Zi : jangan khawatir, aku akan pergi begitu kau tidur.
Yun Duo : terima kasih untuk hari ini, aku mengganggumu seharian. Jadi, jika kau tidak memberitahuku bahwa aku sakit tadi, dia (Tang Yibai) mungkin akan ketularan olehku.
Lin Zi : sudahlah, berapa kali kau akan berterima kasih padaku? Jujur saja, aku merasa bertanggung jawab. Sebagai asisten, aku harus menjagamu.
Yun Duo : tidak seserius itu. Kapan aku pernah bertemu seorang magang seperti aku? Aku bahkan punya asisten sendiri. Aku selalu sehat sejak kecil, aku tidak apa-apa (mulai mengantuk) aku akan bersemangat lagi setelah tidur, jika kau tidak percaya, aku…..
Yun Duo pun akhirnya tidur, Lin Zi terus memperhatikan wajah Yun Duo saat tidur. Sebelum pergi, Lin Zi merapikan rambut Yun Duo dan berkata “kau suka berpura-pura kuat, aku tidak bisa tidak mencemakanmu.

Di luar kamar Yun Duo. Bibi Lu sedang menguping percakapan mereka. Paman mengingatkan istrinya bahwa menguping tidak baik, Bibi Lu meminta paman untuk diam karena dia tidak bisa mendengar percakapan mereka.
Bibi Lu mengatakan bahwa dirinya melindungi Yun Duo karena dia adalah seoarng agdis cantik dan baik, kemudian Tang Yibai datang dan melihat mereka. Tang Yibai mendekati orang tuanya dan bertanya “ibu, apa yang sedang kalian lakukan?”.
Ibu heran karena Tang Yibai tiba-tiba pulang dan bertanya “kenapa kau tiba-tiba kembali?”. Tang Yibai penasaran dengan apa yang dilakukan orang tuanya di depan kamar Yun Duo.

Saat Bibi Lu mendengar Lin Zi keluar dari kamar Yun Duo, Bibi Lu terlihat kaku dan mengajak suaminya untuk pergi karena takut ketahuan Lin Zi. Lin Zi kaget melihat Tang Yibai ada di rumah Yun Duo dan bertanya “Tang Yibai? Kenapa kau disini?”.
Bibi Lu : kalian mengenal satu sama lain?
Lin Zi mengatakan kepada Tang Yibai bahwa Yun Duo baik-baik saja dan sedang tidur, Lin Zi juga meminta Tang Yibai untuk segera kembali, dengan tenang Tang Yibai menjawab “ini rumahku”. Lin Zi sangat kaget.
Lin Zi : ini rumahmu? Jadi, selama ini Yun Duo tinggal di rumahmu?
Tang Yibai : benar.

Di luar rumah, Tang Yibai berterima kasih kepada Lin Zi. Lin Zi heran dan bertanya “kenapa kau berterima kasih kepadaku?”.
Tang Yibai : terima kasih telah membantuku menjaga Yun Duo.
Lin Zi : kalau begitu, aku pasti sudah salah paham. Apa yang kulakuka taka da hubungannya denganmu. Semua yang kulakukan adalah untuk Yun Duo (Lin Zi semakin mendekati Tang Yibai) Tang Yibai, biar aku bertanya kepadamu. Kalau gadis yang kau sukai sakit, tapi kau harus berkompetisi. Bisakah kau mengabaikan konsekuensi tidak bisa bertanding untuk berada disisinya dan merawatnya?
Tang Yibai : aku….
Lin Zi : jika gadis yang kau sukai menghadapi masalah dalam pekerjaan atau dalam kehidupannya, saat dia membutuhkan bantuan, akankah kau mengabaikan seluruh konsekuensi dan membantunya?
Tang Yibai : aku…
Lin Zi : tak peduli apakah kau punya kemampuan untuk membantunya atau tidak. Bisakah kau membantunya, membagi bebannya dan mendengarkan keluh kesahnya? Bisakah kau menjadi sepertiku? Kapanpun, apapun yang sedang kau lakukan, selama dia membutuhkanku, aku bisa muncul di hadapannya kapan saja. Bisakah kau membuat janji semacam ini? Kalau kau tidak bisa, kau tidak punya hak untuk menyukai Yun Duo. Juga, kau tidak boleh mengijinkan Yun Duo menyukaimu. Jika dia benar-benar berpikir kau adalah orang yang terpenting dalam hidupnya, itu benar-benar tak adil baginya.
Tang Yibai masih diam saja dan belum diberi kesempatan untuk bicara, Lin Zi terus mengeluarkan apa yang ingin dia katakan kepada Tang Yibai “Yun Duo adalah gadis yang baik. Dia layak mendapatkan seseorang yang peduli padanya. Kalau kau bisa menempatkannya dalam posisi terpentingmu, tolong menjauh darinya”. Lin Zi pergi dari hadapan Tang Yibai.

Saat Tang Yibai mulai berjalan menuju mobilnya, Tang Yibai bilang “aku bisa melakukannya”. Lin Zi pun berhenti.
Tang Yibai : sebelum hari ini, aku tidak tahu betapa pentingnya Yun Duo dihatiku. Tapi aku sekarang menyadarinya, bahwa Yun Duo sama pentingnya dengan kompetisi di hatiku. Yun Duo, renang dan mimpiku tidak saling bertentangan satu sama lain, karena dia adalah mimpiki. Jadi, kak Lin Zi, aku bisa melaukan semua yang kau katakana.
Lin Zi berbalik, Tang Yibai melanjutkan perkataannya “tapi aku tidak akan meninggalkan Yun Duo untuk alasan apapun, mungkin aku tidak bisa berada disisinya setiap saat. Tapi, berapa jauhnya kami berpisah,a ku tahu dan dia tahu, bahwa dia tidak pernah meninggalkan hatiku”. Setelah selesai mengatakannya kepada Lin Zi, Tang Yibai pun kembali masuk ke rumah. Namun Lin Zi sangat kesal dengan apa yang dikatakan Tang Yibai.

Tim putra sedang latihan, QI-Ruifeng melihat kesana kemari dan bertanya kepada lingye “kenapa wawancara Tang Yibai lama sekali? Latihan sudah dimulai, kenapa dia belum kembali?”. Diam-diam Kepala Pelatih Yuang melihat percakapan QI-Ruifeng dnegan lingye, dia menghampirinay dan menjewer QI-Ruifeng sambil berkata “kenapa kau mengobrol dan bukannya focus pada pemansana?”.
Pelatih Wu melihat Kepala Pelatih Yuan menjewer QI-Ruifeng, QI-Ruifeng meminta Kepala Pelatih Yuan untuk melepaskannya karena itu sangta sakit dan berjanji akan focus latihan.
Kepala Pelatih Yuan : kau sudah selesai, kan? Kenapa kau tidak berenang? Haruskah aku mendorongmu ke kolam?
QI-Ruifeng: tidak perlu, aku akan mulai sekarang juga, lingye ayo, ayo.
Yang lain pun mengikuti QI-Ruifeng untuk berenang

Kepala Pelatih Yuan memanggil Pelatih Wu dan bertanya tentang wawancara Tang Yibai “apa wawancara Tang Yibai sedang berjalan? Kenapa kau tidak menemanianya?” Pelatih Wu terlihat bingung dan tidak mungkin untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Kepala Pelatih Yuan.
Pelatih Wu : Tang Yibai ….
Kepala Pelatih Yuan : ada apa? Dimana Tang Yibai?
Pelatih Wu : wawancara Tang Yibai sudah selesai, aku memberinya tipe latihan yang lain. Dia mungkin tidak akan datang hari ini untuk berlatih dengan yang lain.
Kepala Pelatih Yuan : latihan lain? Latihan seperti apa?
Pelatih Wu : jangan pedulikan urusan Tang Yibai, bagaimana kau ingin melatihnya itu urusanku. Pergi dan urusui QI-Ruifeng mu.
Setelah itu Pelatih Wu pergi, Kepala Pelatih Yuan sepertinya penasaran tentang Tang Yibai yang sebenarnya.

Pelatih Wu berdiri di samping stadion, dia mengingat perkataan Tang Yibai sebelum pergi “saat aku berada di titik rendahku, saat aku tidak tahu bagaimana menghadapi rintanganku, aku telah beralri terllau lama, kunci hatiku akan berkarat, saat aku melupakan titik awalku. Yun Duo lah yang memberiku kekuatan untuk menghadapi masalahku”.
Setelah itu, Pelatih Wu membuka ponsel Tang Yibai dan melihat semua percakapan Tang Yibai dan Yun Duo di message.
Yun Duo : semoga berita hari ini tidak mempengaruhimu. Itu bukanlah yang ku inginkan. Aku mencoba, tapi aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf.
Pelatih Wu berpikir “apakah Yun Duo benar-benar bukan orang yang menulis berita  tentang hukuman Tang Yibai? Apakah aku salah memahami Yun Duo?”. Kemudian Pelatih Wu melanjutkan percakapan mereka.
Tang Yibai : terima kasih sudah membantuku menemukan diriku di masa lalu, orang yang mengejar mimpinya dengan senyuman lebar. Halangan apapun yang kita temui di masa depan. Kuharap kita berdua bisa mengejar mimpi kita dengan senyuman yang lebar.
Yun Duo : ingatlah yang kukatakan. Saat kau merasa tertekan tutuplah matamu, angkatlah tanganmu dan bernapaslah. Percayalah padaku, kalau kau mengikutiku, tida akan ada tekanan apapun.
Pelatih Wu : gerakan ini adalah apa yang dilakukan Tang Yibai sbeelum bertanding dengan Chen Ziqiang, itu adalah saat dia mengatasi rintangannya. Aku tidak percaya Yun Duo mengajarinya tentang hal itu.
Setelah itu, Pelatih Wu melihat langit dengan awan yang cantik, dia merasa kalau dirinya telah melakukan hal yang salah selama ini kepada Yun Duo dan Tang Yibai.

Tang Yibai berjalan menuju kamar Yun Duo, dia terhenti karena melihat Yun Duo terbangun karena panggilan telepon, Yun Duo pun mengangkat panggilan tersebut. Dan itu panggilan dari Cheng Mei yang menanyakan kondisi Yun Duo sekarang.
Cheng Mei : Yun Duo, apa kamu baik-baik saja? Kudengar kau sakit saat wawancara.
Yun Duo : aku baik-baik saja. Bukankah hari ini kau harus mewawancarai Tang Yibai? Apkah berjalan dengan baik?
Yun Duo bicara sangat pelan karena masih sangat lemas, Tang Yibai masih berada di depan kamar Yun Duo dan menguping semua perbincangan Yun Duo di telpon.
Cheng Mei : lihatlah dirimu, kenapa kau masih mengkhawatirkan diirnya saat kau sakit begini?
Yun Duo : saat ini adalah masa yang penting untuk Tang Yibai. Melalui wawancara ini, kuharap lebih banyak orang akan dapat melihat keraja kesarsanya dan mendukungnya.
Cheng Mei : bailklah, aku tidak akan mengacaukannya. Tapi, aku bisa tahu bahwa kau sangat sakit. Bagaimana kalau begini, aku akan cuti siang ini untuk menemanimu?.
Yun Duo : aku baik-baik saja, aku akan baik-baik saja setelah tidur. Setelah aku membaik, aku harus pergi ke hotel sung yang. Aku harus melihat apakah aku bisa mewawancarainya.
Cheng Mei : aku harus masih pergi untuk wawancara? Bisakah kau melakukannya?
Yun Duo : aku harus bertahan. Direktur Liu berkata, dia akan segera mengumumkan daftar eliminasi karyawan magang. Kalau begini aku pasti akan di eliminasi. Aku tidak akan bicara lagi, aku mau tidur.
Yun Duo pun kembali tertidur.

Tang Yibai masuk ke kamar Yun Duo. Dia memperhatikan Yun Duo yang sedang tidur, dan juga merapikan tangan Yun Duo dan menyelimutinya, Tang Yibai tersenyum melihat Yun Duo yang tertidur, sepertinya Tang Yibai sangat senang bisa berada di dekat Yun Duo meskipun Yun Duo tidak menyadarinya.

Tang Yibai keluar dari rumah, di tengah perjalanan, perkataan Lin Zi melintas di pikirannya “bisakah kau menjadi sepertiku? Kapanpun, apapun yang sedang aku lakukan, selama dia membutuhkanku, aku bisa segera bersamanya. Bisakah kau membuat janji semacam itu?”. Tang Yibai merenungi semua perkataan Lin Zi waktu itu.

Cheng Mei sedang memperhatikan video latihan Tang Yibai yang diambil oleh Yun Duo. Kemudian Cheng Mei mengingat Tang Yibai menanyakan keberadaan Yun Duo dan bahkan belum menerima wawancaranya.
Cheng Mei berkata kepada dirinay sendiri “aku tidak mengira Tang Yibai begitu mempedulikan Yun Duo”.

Guru Sun menghampiri Cheng Mei dan bertanya “bagaimana wawancaranya dengan Tang Yibai?”. Mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Guru Sun merasa lega karena dia pikir Tang Yibai tidak akan menerima wawancara Cheng Mei. Lin Zi memperhatikan mereka dari meja kerjanya.

Tang Yibai datang ke QK.video, Cheng Mei kaget dan memanggilnya “Tang Yibai?” Tang Yibai pun menghempiri mereka. Lin Zi langsung menghampiri Tang Yibai dan berkata “Tang Yibai?” Tang Yibai tidak menghiraukan perkataan Lin Zi. Dan mendekati Guru Sun.
Cheng Mei : Tang Yibai, kenapa kau ada disini? Apa kau membutuhkan sesuatu?
Tang Yibai : aku ingin bertemu bosmu.
Cheng Mei berbalik menatap Guru Sun, Guru Sun pun tak bisa berbuat apa-apa dan hanya mengedipkan mata kepada Cheng Mei.

Tang Yibai dan Cheng Mei berada di ruangan di rektur. Direktur Liu bilang bahwa Cheng Mei mengatakan kepadanya kamu ingin bertemu denganku.
Tang Yibai : ada sesuatu yang ingin kubicarakan padamu secara pribadi.
Direktur Liu : apa itu?
Tang Yibai : aku menerima wawancara pribadi QK.Video awalnya karena hubunganku dengan Yun Duo. Semangatnya bekerja memenangkanku. Jika bukan Yun Duo lagi yang mewawancaraiku.maafkan aku, tapi aku tidak akan berpartisipasi dalam wawancara apapun lagi.
Direktur Liu : apakah kau tahu bahwa apa yang kau katakana bisa berdampak negative pada Yun Duo?
Tang Yibai : aku tidak takut. Karena aku tahu bahwa aku akan terus menang. Aku bukan hanya akan terus memenangkan piala impian. Aku akan berdiri lebih tinggi di pondium penghargaan. Saat itulah aku hanya akan menerima wawancara Yun Duo.
Direktur Liu : jadi tujuanmu datang kemari hanya untuk mengingatkanku. Bahwa jika aku mempertahankan Yun Duo, itu akan menguntungkan bagi QK.Video?
Tang Yibai : tidak, aku ingin mengingatkanmu bahwa Yun Duo layak menjadi reporter. Tidak setiap reporter bisa mendapatkan kepercayaan mutlak dari yang mereka wawancarai.  aku selesai dengan apa yang ingin kukatakan. Sampai jumpa.
Cheng Mei tidak ikut mengatakan apapun dalam percakapn Tang Yibai dan Direktur Liu. Cheng Mei juga keluar setelah Tang Yibai pergi. Setelah mereka pergi, Direktur Liu berkata kepada dirinya sambil tersenyum meledek “layak menjadi reporter?”.

Tang Yibai keluar dari ruangan Direktur Liu. Lin Zi bertanya dan membuat Tang Yibai berhenti “kau datang karena Yun Duo?” Tang Yibai tak menghiraukannya dan kembali berjalan. Lin Zi kesal dan memanggil Tang Yibai kembali dan mendekatinya.
Lin Zi : jangan berpikiran tindakan gegabahmu bermakna bahwa kau mempedulikannya.
Tang Yibai : kau salah. Aku tidak perlu membuktikan kepada siapapun betapa aku mempedulikannya. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Kau benar soal ssatu hal, Yun Duo adalah gadis yang baik. Dia membutuhkan seseorang yang dengan tulus melindungi dan mempedulikannya. Jika aku tidak bisa melakukannya, aku tidak punya hak untuk menyukainya.
Lin Zi : kau menyukainya?
Tang Yibai : benar. Aku menyukai Yun Duo. Aku percaya aku sudah mengatakannya dengan jelas hari ini. Aku tidak menyadari sebelumnya. Tapi belakangan ini, aku bisa dengan jelas melihat bahwa aku menyukainya. Jadi mulai sekarang, aku akan menggunakan caraku sendiri untuk melindunginya.
Setelah itu Tang Yibai pergi dan Lin Zi pun tak bisa mengatakan apapun lagi.

Yun Duo terbangun, dia langsung melihat jam dan kaget sudah jam 7 malam. Kemudian Tang Yibai masuk membawa makanan untuk Yun Duo.

Tang Yibai menghampirinya dan Yun Duo bertanya “kenapa kau ada disini?”. Tang Yibai mengatakan bahwa dia datang untuk menemui Yun Duo. Yun Duo ingin mengatakan sesuatu tapi dia keburu ingat dan berkata sambil menutup mulutnya “tidak, tidak. Aku tidak bisa melakukannya, nanti kamu akan tertular. Keluar”.
Tang Yibai : berhenti berpura-pura. Aku melihat catatan pasienmu. Kau tida punya flu. Kau hanya kelelahan.
Kemudian Tang Yibai meraba kening Yun Duo dan mengatakan bahwa demam Yun Duo sudah hilang. Setelah itu Tang Yibai meminta meminta Yun Duo untuk makan bubur dan obat.
Tang Yibai : ketika kau merasa lebih baik, aku akan mewawancarai Sun Yang bersamamu. 
Mereka saling menatap satu sama lain.

Tang Yibai dan Yun Duo keluar dari taxi, mereka datang ke hotel Sun Yang untuk mewawancarainya. Yun Duo memakai masker, Yun Duo tidak mengatakan apapun dan hanya memberikan kode kepada Tang Yibai. Tang Yibai pun sama-sama memberikan kode kepada Yun Duo. 
Kemudian Yun Duo melihat kerumunan reporter dan berkata kepada Tang Yibai “tidak, lihat reporter dan penggemar itu. Bagaimana jika…”. Tang Yibai langsung memakai masker berwarna hitam dan topi putih.
Tang Yibai : aku tida percaya bahwa mereka bisa mengenaliku seperti ini.
Yun Duo : tidak. Bagaimana ddenagn latihanmu.
Tang Yibai : aku mengakui bahwa aku mangkir dari latihan untuk datang kemari. Aku datang untuk menamui idolaku, Sun Yang.
Yun Duo : tapi…
Tang Yibai :tapi apa?  Aku juga butuh ketenangan. Aku mencari keseimbangan yang sempurna antara kerja dan istirahat. Bukankah sudah kubilang, aku datang untuk menemui idolaku, Sun Yang. Pura-pura seolah-olah kau datang untuk mengejar idolamu bersamaku. Jangan menyuruhku pergi.
Yun Duo : aku takut kau akan merepotkan dirimu sendiri.
Tang Yibai : merepotkan? Pikirkan soal 1500 meter milik Sun Yang. Lelah? Pikirkan soal atlet renang senior itu. Masih lelah?.. (mereka tertawa).
Yun Duo : baiklah, berjanjilah. Ketika kita bertemu dengan Sun Yang nanti, kau haruss pergi setelah melhatnya. Kau harus kembali berlartih,
Tang Yibai : baik.
Setelah itu Yun Duo membuka maskernya dan menyuruh Tang Yibai untuk memakai maskernya kemabli. Mereka pun mulai berjalan.