Advertisement
Advertisement
Episode Part 1
All images credit and content copyright: Hunan TV


Yun Duo dan Tang Yibai sedang menunggu Sun Yang di depan hotel Sun Yang, disana juga banyak reporter lain yang sedang menunggu untuk mewawancarai Sun Yang. Tang Yibai sangat heran melihat banyak wartawan disana dan bertanya “benar-benar banyak wartawan setiap harinya?”.
Yun Duo : sekarang tidak seberapa, siang hari yang lebih banyak.
Tang Yibai : jadi kau menunggu Sun Yang setiap hari disini?
Yun Duo : iya. dari pagi sampai malam (hihi) lagipula demi bisa bertemu dengannya, aku tidak hanya menunggu. Aku memikirkan banyak cara. Pada siang hari banyak mobil van parker disana. Aku akan menginjaknya dan memegang poster Sun Yang. Berteriak “Sun Yang! Sun Yang!” tapi dia tidak pernah memperhatikanku. Selain itu, aku juga menulis sepucuk surat padanya setiap hari, aku akan mencoba memberikannya pada karyawan yang mengawalnya dengan harapan dia akan memberikannya kepada Sun Yang.
Tang Yibai : (terkejut) ternyata kau bekerja begitu keras setiap hari untuk bisa meawanacari Sun Yang.
Yun Duo : tidak begitu berat, namanya juga pekerjaan. Lagi pula jujur saja, jika tidak teringat padamu, aku mungkin sudah menyerah dari awal.
Tang Yibai tak menyangka bahwa Yun Duo bersemangat karena dirinya. Yun Duo mengatakan apa yang dia rasakan saat ingin menyerah “karena setiap kali aku ingin menyerah, aku teringat betapa kerasnya kau berusaha untuk mencapai impianmu, dibandingkan dengan masalah dan tekanan yang aku hadapi, kesulitanku ini bukan apa-apa, kau saja tidak menyerah, bagaimana aku bisa menyerah? Lagipula kita sudah berjanji. Saat aku memenangkan piala impian, kau harus memberikan wawancara ekslusifkmu kepadaku. Jika pada saat itu aku belum menjadi reporter resmi, bagaimana bisa aku memenuhi Sun Yangarat untuk mewawancaraimu?”.
Tang Yibai : sepertinya aku yang membuatmu menjadi susah
Yun Duo : kau baru tahu ya?
Setelah itu mereka tertawa lepas, Tang Yibai pun kembali memakai maskernya. Kemudian Yun Duo melihat jam tangannya dan mengatakan bahwa sekarang sudah larut malam dan tidak ada jaminan untuk bisa menemui Sun Yang. Yun Duo meminta Tang Yibai untuk kembali dan segera istirahat. Tang Yibai tidak mau pulang sebelum bertemu dengan idolanya (Sun Yang) dan dia juga tidak akan menyerah begitu saja sebelum bertemu Sun Yang.
Kemudian Tang Yibai meminta Yun Duo untuk menunggunya karena dia akan membeli minuman, dia juga meminta Yun Duo untuk menjagakan tasnya, Tang Yibai pergi tanpa memakai masker. Saat Tang Yibai berjalan pergi, Yun Duo tersenyum melihat Tang Yibai dari kejauhan.

Tang Yibai berjalan dengan membawa minuman, saat dia berjalan di depan lift, tiba-tiba pintu lift terbuka dan yang keluar dari lift adalah Sun Yang, Tang Yibai sangat senang bisa bertemu dengan idolanya, Tang Yibai langGuru Sung menghampirinya dan menyapa Sun Yang.
Tang Yibai : Sun Yang? Sun Yang halo, aku Tang Yibai perenang dari Universitas Olahraga Selatan.
Sun Yang : berenang olahraga yang sangat membosankan, kuharap kau bisa terus berenang tanpa melupakan impian aslimu.
Setelah berkata seperti itu Sun Yang langGuru Sung pergi, Tang Yibai menghentikannya “maaf tolong tunggu sebentar”. Tang Yibai meminta bantuan kepada Sun Yang, Sun Yang pun meminta Tang Yibai untuk mengatakan apa yang harus dia bantu. Tang Yibai pun mengatakan permintaannya.
Tang Yibai : aku punya seorang teman yang sellau bekerja keras sebagai reporter olahraga. Demi mewawancaraimu, setiap hari dia menunggumu di depan pintu hotel. Dia menonton video kompetisi dan informasimu berulang-ulang kali, untuk menulis berita olahraga paling jujur dan menyentuh.
Sun Yang : ada begitu banyak atlet, mengapa harus aku?
Tang Yibai : karena berenang adalah kelemahan orang asia, sedangkan jumlah medali emas perorangan yang kau peroleh telah melampaui semua senior dibidang renang, termasuk Phopop dan Thorve yang terkenal. Dalam sejarah renang pria, hanya kau dan phelps yang mampu terpilih berturit-turut sebagai VIP oleh kejuaraan dunia. Kau memiliki bakat dank au bekerja sangat keras. Aku telah menyaksikan banyak dokumentermu.
Sun Yang : baiklah. Aku rasa karena kau telah memilih renang sebagai karirmu, aku harus berusaha sebaik mungkin, tak peduli apa yang kau lakukan. Kau harus membuktikan kepada orang-orang, kita orang cina bisa melakukan apapun.
Tang Yibai : jadi inilah mengapa kau selalu menjadi panutanku. Karena ada kau, makanya di titik terendah karir renangku, aku bisa tetap bertahan pada keyakinanku.
Sun Yang : kau seharusnya berterima kasih kepada dirimu sendiri, dapat bekerja keras pada impianmu adalah hal yang keren.
Tang Yibai : aku akan melakukan yang terbaik. Sekarang ada seorang gadis dengan mimpi yang dihadapkan dengan tantangan. Kumohon kau dapat menolongnya, karena dia juga oaring yang berekja keras sepertimu.
Sun Yang : maksudmu, gadis kecil kurus itu ya?
Tang Yibai : benar.
Sun Yang : aku agak ingat padanya. Dia selalu menungguku di luar hotel setiap hari, gadis yang sangat gigih. Latihan pribadiku berakhir hari ini, aku bisa menerima wawancaranya.
Tang Yibai sangat senang saat Sun Yang bersedia untuk menerima wawancara Yun Duo. Tang Yibai juga sangat berterima kasih banyak kepada Sun Yang.

Tang Yibai kembali, dia tertawa melihat Yun Duo ketiduran sambil memegang poster Sun Yang. Yun Duo sangat kaget melihat Tang Yibai menertawakannya, dia langGuru Sung berdiri dan mengatakan bahwa dirinya tidak tertidur. Tang Yibai tahu bahwa Yun Duo sangat kelelahan dan meminta Yun Duo untuk minum dulu.
Yun Duo berterima kasih karena telah dibawakan minuman, dia tetap bersikeras bahwa dirinya tidak tertidur dan meminta Tang Yibai untuk berhenti menertawakannya. Yun Duo beralasan bahwa dirinya tadi hanya sedang melemaskan tulang karena kelelahan duduk dari tadi. Tang Yibai juga bersikeras mengatakan bahwa dirinya tidak menertawakan Yun Duo.
Yun Duo : kau masih bilang tidak menertawakanku. Memangnya kau sedang menangis, iya?.
Yun Duo jengkel dengan kelakuan Tang Yibai, Tang Yibai tak henti tertawa dan memakai maskernya kembali sambil berkata “aku Guru Sungguh tidka menertawakanmu.

Ponsel Yun Duo bunyi, dia pun langGuru Sung membukanya, dia terlihat kaget saat membuka pesannya. Tang Yibai penasaran dan bertanya “ada apa? Siapa yang mengirimmu pesan?”. Yun Duo tidak menyangka bahwa Sun Yang mengirimnya pesan dan menunjukkan pesan itu kepada Tang Yibai.
Yun Duo sangat gembira bahwa Sun Yang menerima wawancaranya dan bahkan Sun Yang sendiri yang mengirim pesan langGuru Sung kepadanya. Karena Yun Duo merasa berhasil dan senang Sun Yang menerima wawancaranya, dengan reflex Yun Duo memeluk Tang Yibai sambil berkata “Tang Yibai terima kasih, kau benar-benar pembawa keberuntunganku”.
Tang Yibai kaget plus senang karena Yun Duo tiba-tiba memeluknya, akhirnya Yun Duo menyadari bahwa dirinya memeluk Tang Yibai, Tang Yibai terlihat kaku dan bertepuk tangan memberi selamat kepada Yun Duo. Yun Duo minta maaf karena dirinya terlalu senang jadi tidak tahu apa yang telah dilakukannya barusan.
Setelah itu, Tang Yibai meminta Yun Duo untuk segera beres-beres karena akan segera menemui idolanya (Sun Yang). Mereka sangat bersemangat mebawa barang-barangnya dan bergegas pergi untuk menemui Sun Yang.

Sun Yang dan Yun Duo berada di sebuah restoran, Yun Duo meminta ijin untuk memulai wawancaranya bersama Sun Yang, Sun Yang pun sudah siap menerima wawancara dari Yun Duo.
Yun Duo : Sun Yang, kau adalah atlet pertama di dunia yang menjadi juara renang gaya bebas 100m, 200m, 400m, 800m, dan 1500m. kau orang pertama yang melintasi jarak antara renang jarak dekat dan jauh. Selain itu, jumlah medali emas peroranganmu telah melampaui semua seniormu. Dalam sejarah renang pria, hanya kau dan Phelps yang mampu terpilih berturut-turut sebagai VIP oleh kejuaraan dunia. Kau adalah panutan setiap perenang. Karena itu, aku ingin bertanya padamu. Saat aku mengejar mimpimu, pernahkah kau berpikir untuk menyerah?
Sun Yang : tidak, sama sekali tidak pernah terpikirkan akan hal itu. Bahkan dalam titik terendahku, aku tida pernah berpikir untuk menyerah. Karena aku yakin bahwa waktu akan membuktikan segalanya. Dan juga, terlalu banyak orang yang memiliki harapan tinggi padaku. Aku ingin membuktikan kepada semua orang bahwa perenang asia bisa sama hebatnya. Karena itu, aku tidak mengijinkan diriku untuk menyerah.
Yun Duo : lalu siapa yang mendorongmu di waktu terberatmu?
Sun Yang : tentu saja keluargaku. Orang yang mencintaiku dan yang kucintai. Setiap kali aku memikirkan mereka, aku merasa hatiku mendapatkan kekuatan. Kekuatan yang sangat kuat yang memungkinkanku untuk bertahan, bahkan saat aku harus berenang dengan bahan polimer, di kaki yang retak dalam sesi latihan pra-olimpiade di Rio, aku tetap tak menhyerah. Karena aku berpikir, meskipun mati, aku harus mati di kolam renang dan memperoleh medali emas.
Yun Duo bertepuk tangan dan kagum dengan semua jawaban Sun Yang. Yun Duo mengakhiri wawancaranya hari itu dan dia juga sangat berterima kasih karena telah diberi kesempatan dan kepercayaan untuk mewawancarai Sun Yang.

Setelah wawancaranya selesai, mereka langGuru Sung berjabat tangan. Yun Duo kaget saat melihat Sun Yang, karena dia sangat tinggi dan bahkan Yun Duo harus melihat keatas untuk bisa melihat Sun Yang dan berkata “kau Guru Sungguh tinggi seklai”.
Sun Yang : tinggi juga bermasalah. Aku tak pernah menemukan ukuran pakaina yang tepat. Celana panjang selalu terlihat 7/8, orang-orang mengira aku tida takut dingin.
Yun Duo tak tertawa mendengar ungkapan Sun Yang tentang dirinya pribadi.

Kemudian Tang Yibai, Qi-Ruifeng, yy, lingye dan Ming Tian menghampiri mereka. Tang Yibai lanGuru Sung menyapa Sun Yang “Sun Yang”.
Sun Yang : Tang Yibai.
Tang Yibai sangat berterima kasih kepada Sun Yang karena telah menerima wawancara Yun Duo, Sun Yang mengakui bahwa Yun Duo sangat bekerja keras, benar dengan apa yang dikatakan Tang Yibai sebelumnya kepada Sun Yang.
Tang Yibai berjabat tangan dengan Sun Yang, Qi-Ruifeng juga ingin berjabat tangan dengan idolanya, Sun Yang mengatakan bahwa mereka bisa mempunyai kesempatan untuk berenang bersama. Sun Yang dan Qi-Ruifeng menyatukan kepalan tangan mereka. Setelah itu, Sun Yang bertanya tentang lingye dan yang lainnya “mereka ini?”.
Tang Yibai : mereka semua adalah tim renang Universitas Olahraga Selatan kami, semuanya ingin bertemu denganmu. Bisakah kami….
Sun Yang : berfoto bersama?
Tang Yibai dan yang lainnya sangat senang karena Sun Yang sangat mengerti dengan apa yang mereka inginkan, bahkan Qi-Ruifeng sampai berkaca-kaca bisa bertemu dengan idolanya.

Akhirnya mereka pun berfoto bersama idola mereka.

Di QK.Video, Direktur Liu meminta semua karyawannya untuk berkumpul karena ada sesuatu yang ingin diumumkan. Semua karyawan sudah mulai berkumpul di hadapan Direktur Liu.
Direktur Liu : semua karyawan magang sudah ada disini?
Guru Sun terlihat gelisah, kemudian Direktur Liu melihat meja Yun Duo karena Yun Duo belum datang, lalu dia bertanya kepada Guru Sun “Guru Sun, mana muridmu, Yun Duo? Sudah jam berapa ini? Masih belum datang bekerja” Guru Sun tergagap saat ingin mengatakan sesuatu.
Guru Sun : Direktur Liu, dia sangat lelah karena wawancara beberapa hari ini. Karena tidak hati-hati, akhirnya dia jatuh sakit. Dia ijin sakit dan beristirahat dirumah untuk dua hari.
Direktur Liu : hasilnya sudah jelas. Tidak ada gunanya lagi kau bicara untuknya (Lin Zi dan Cheng Mei sangat gelisah) tahap magang pertama sudah berakhir. Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, untuk semenatar aku akan membiarkan posisi 6 teratas untuk tetap tinggal. Sisanya boleh pergi, tinggalkan pekerjaan kalian, silahkan tinggalkan perusahaan.
Diantara semua karyawan magang, ada yang terlihat gelisah da nada juga yang terlihat gembira karena posisi mereka aman.

Tiba-tiba Yun Duo datang sambil berteriak gembira “Guru Sun, Guru Sun, Guru Sun”. Guru Sun kaget saat Yun Duo menghampirinya. Yun Duo mengatakan bahwa dirinya telah berhasil mewawancarai Sun Yang secara ekslusif. Guru Sun dan Lin Zi sangat senang mendapat kabar bagus tersebut.
Guru Sun : benarkah? Kau telah medapatkan wawancaranya?
Yun Duo : semuanya ada di dalam sini (sambil menunjuuk kameranya)
Tang Yibai datang dan senang melihat Yun Duo begitu gembira dengan hasil gyang dia capai selama ini. Guru Sun masih tidak percaya dan bertanya “bagaimana kau bisa melakukannya?”.
Yun Duo : ceritanya panjang. Sebelumnya manajer Sun Yang terus menolakku dan pada akhirnay dia melihat suratku, dia juga mengirim pesan kepadaku. Dia bersedia untuk menerima wawancaraku.
Guru Sun : bagus…
Semua karyawan bertepuk tangan untuk Yun Duo, Direktur Liu menghentikan semua karyawan yang bertepuk tangan untuk Yun Duo.
Direktur Liu : baiklah, baiklah. Apa semua magang sudha disini? Aku mengumumkan 6 magang teratas yang akan tinggal untuk sementara. Ini sangat disayangkan bagi sisanya. Terima kasih atas kerja keras kalian.
Di QK.Video kembali tegang karena Direktur Liu akan segera mengumumkan siapa yang akan tetap tinggal dan keluar dari perusahaan.
Direktur Liu : karena wawancara ini sangat penting. Yun Duo tinggal sementara sebagai asisten Guru Sun untuk membahas wawancara ini.
Karena Direktur Liu sudah selesai mengumumkan semuanya, dia meminta semua karyawan untuk bubar dan kembali ke meja masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan.

Semua karyawan memberi selamat kepada Yun Duo atas kerja kerasnya dan bisa mewawancarai Sun Yang. Tang Yibai snagat senang melihat Yun Duo tetap tinggal di QK.Video, karena telah melihat Yun Duo tetap tinggal, Tang Yibai pun pergi.

Tang Yibai berjalan di tangga QK.Vidoe dan berkata kepada diirnya sendiri “dengan begini, untuk semenatara waktu, Yun Duo tidak perlu mencemaskan pekerjaannya, Tang Yibai benar-benar sangat bahagia.

Tang Yibai kembali ke Universitas Olahraga Selatan, di lorong, dia bertemu adik kelasnya, mereka pun saling menyapa ssatu sama lain. Saat Tang Yibai akan membuka pintu kamarnya, tiba-tiba Pelatih Wu datang dan berkata “kau masih ingta pulang?”. Tang Yibai ssangat kaget dan langsung menyapa Pelatih Wu. Kemudian Pelatih Wu meminta Tang Yibai untuk menghampirinya, Tang Yibai pun menghampirinya langGuru Sung.
Pelatih Wu : kau pergi kemana? Apa kau tidak mau latihan?
Tang Yibai : Yun Duo sakit, aku ingin menjaganya.
Pelatih Wu : kau pergi untuk menjaganya?
Tang Yibai : ya, aku juga pergi melakukan wawnacara dengannya.
Pelatih Wu : apa kau salah minum obat? Kenapa kau begitu jujur? Kenapa kau tidak bisa berbohong saja padaku? Apa kau tidak menganggapku sebagai pelatihmu lagi?
Tang Yibai : aku salah paham, aku hanya pergi menjaga orang yang kusayangi. Aku tidak berbuat salah, kenapa aku harus berbohong kepadamu? Tapi jangan khawatir, Yun Duo tidak akan menjadi penghalangku, aku tidak menyadari sebelumnya. Tapi sekarang, aku yakin bahwa aku sangat menyukai Yun Duo. Bahkan jika seluruh dunia mengatakan padaku bahwa kami tidak cocok bersama, aku tetap ingin dia tetap disisiku dan melihatku menjadi perenang putra tercepat di dunia.
Qi-Ruifeng tak senngaja mendengar apa yang dikatakan Tang Yibai, dia sangat kaget mengetahui perasaan Tang Yibai kepada Yun Duo yang sebenarnya. Setelah itu, meminta Tang Yibai untuk berhenti mengatakan hal itu dan memberikan ponselnya. 
Saat Tang Yibai akan mengambil ponselnya, Pelatih Wu memperingatkan kembali “kau tidak boleh membiarkan ini mengganggu latihanmu”. Tang Yibai sangat berterima kasih karena Pelatih Wu mengembalikan ponselnya. Pelatih Wu meminta Tang Yibai untuk segera istirahat.

Kemudian Qi-Ruifeng mengahmpiri Tang Yibai sambil bertepuk tangan dan berkata “bicaramu bagus Tang Yibai. Kau sangat pandai berbohong, kau bahkan lebih hebat daripada aku, kau membuat Pelatih Wu melakukan apa yang kau inginkan (Qi-Ruifeng mengelilingi Tang Yibai sambil terus ngomel) apa yang ingin kau lakukan dengan ponsel? Apa kau mau mengirim pesan kepada Yun Duo?”.
Qi-Ruifeng mengambil ponsel Tang Yibai, dan berkata bahwa dia akan membatu Tang Yibai mengirimkan pesan kepada Yun Duo, Tang Yibai bengong dan tidak bisa berbuat apa-apa dengan ponsel yang diambul Qi-Ruifeng.

Yun Duo menunjukkan rekaman video wawancaranya dengan Sun Yang, semua rekan kerjanya sangat senang melihat hasil kerja keras Yun Duo yang snagat memusakan, tapi disisi lain, Cheng Mei terlihat tidak senang karena dia merasa dirinya tersaingi kembali oleh Yun Duo.
Direktur Liu memuji kerja keras Yun Duo, semua karyawan juga memuji Yun Duo dan mengatakan bahwa Yun Duo memang nomor satu dan lebih unggul dari mereka. Kemudian Direktur Liu mendekati papan peringkat. Dia memindahkan posisi Yun Duo menjadi peringkat satu.

Yun Duo dan Guru Sun sangat kaget saat melihat Direktur Liu memindahkan peringat Yun Duo. Kemudian Yun Duo dan Guru Sun langGuru Sung melihat papan peringkat tersebut, Yun Duo masih tak percaya dengan poisisinya saat ini “apa ayng terjadi? Dun, apa aku masih punya harapan?”.
Guru Sun : harapan apa? Harapan besar, lihat dimana tempatmu.
Yun Duo sangat bahagia “aku bisa tetap tinggal dan aku berada di posiis pertama”. Lin Zi juga sangat senang melihat Yun Duo berhasil dan kembali tersenyum. Tapi Cheng Mei sangat kesal dengan peringkat Yun Duo saat ini.
Guru Sun : kubilang juga apa? Sudah kubilang jutaan kali bahwa kau bisa melakukannya.
Lin Zi melihat Cheng Mei cemburu dengan peringkat Yun Duo, dia terus memperhatikan ekspresi wajah dan kekesalan Cheng Mei kepada Yun Duo.
Yun Duo : Guru Sun, kau tidak memikkirkan itu, bahkan sebelumnya kau memberiku hadiah perpisahan kepadaku.
Guru Sun : waktu itu, aku mencoba untuk menyalakan tekadmu.
Setelah itu, Cheng Mei langGuru Sung pergi dan Lin Zi terus memperhatikannya dan seperti sednag memikirkan sesuatu.

Cheng Mei berlari ke depan cermin, dia sangat emosi dan melihat dirinya di depan cermin.

Lin Zi menghampiri Cheng Mei di depan cermin dan menanyakan keadaannya “apa kau baik-baik saja?” Cheng Mei langGuru Sung melihatnya dan pura-pura tidak terjadi apa-apa dengan dirinya.
Cheng Mei : aku tidak mengerti apa maksudmu.
Lin Zi : aku bisa bilang kau tidak senang, aku selalu berada diatas Yun Duo dalam pekerjaan. Kau tida pernah mengira akan kalah darinya pada suatu hari.
Cheng Mei : benar, aku mengakui bahwa aku tidak senang. Tapi bukan Karen aku aklah darinya. Aku hanya tidak seberuntung dia, aku tida punya kau atau Tang Yibai yang membantuku.
Lin Zi : aku membantunya? Apa kau salah paham?
Cheng Mei : bisakah kau mengatakan bahwa Yun Duo mendapat wawancara Sun Yang kali ini bukan karena kau membantunya di belakang layar?
Lin Zi : kau salah. Sejak aku datang ke QK.Video aku tak pernah membatu Yun Duo yang menyangkut dengan pekerjaan, karena aku tahu dia memiliki prinsip. Dia tidak pernah menerima imbalan dengan mudah. Terlebih lagi, kemambuannya jauh lebih baik dari yang kau kira. Pencapaiannya hari ini adalah berkat kerja kerasnya. Jika seseorang benar-benar mendapatkan bantuan dari luar atas kerjaannya, itu adalah kau.
Cheng Mei (marah) : apa maksudmu?
Lin Zi : tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa Yun Duo selalu menganggapmu teman baik. Hari ini, dia bekerja keras karena dia ingin lulus magang dan menjadi reporter bersamamu. Aku tidak mau kau salah paham padanya.

Kemudian Yun Duo menghampiri mereka dan bertanya “kalian sedang apa disini? Rahassia apa yang sedang kalian bicarakan?”.
Lin Zi : tidak ada apa-apa. Cheng Mei bertanya kepadaku, apa yang harus kita makan untuk makan malam merayakanmu. Iya kan Cheng Mei? (Cheng Mei kaku dan tergugup saat mengatakannya),
Cheng Mei : iya. Bisa mewawancarai Sun Yang adalah hal yang harus dirayakan!.
Yun Duo : merayakan apa? Kalau mau merayakan, harusnya nanti saat aku dan Cheng Mei menjadi reporter.
Lin Zi : tentu itu harus dirayakan. Oke, sudah diputuskan. Aku yang akan memilih restoran untuk makan malam nanti. Mari makan malam bersama, ya?
Setelah Lin Zi pergi, Cheng Mei juga pamit pergi dari hadadapan Yun Duo. Yun Duo bengong dan melihat Cheng Mei pergi saat Lin Zi pergi.

Di QK.Video semua karyawan sedang sbuk bekerja. Yun Duo diam-dia menghampiri Cheng Mei dan melihat Cheng Mei bengong di meja kerjanya. Yun Duo pun mengagetkan Cheng Mei dan bertanya “hei, apa yang sedang kau pikirkan?” dengan kaku Cheng Mei menjawab “aku tidak memikirkan apa-apa”.
Yun Duo : benarkah? Aku memperhatikanmu beberapa saat dan kau tidak sadar ada aku disampingmu! Aku juga perhatikan kau bersikap aneh sejak tadi.
Cheng Mei : aneh? Bagaimana?
Yun Duo : ini bukan hari pertama aku mengenalmu. Apa yang kau dan Lin Zi bicarakan tadi? Aku masih berpikir kalian memnyembunyikan sesuatu dariku. Cheng Mei beritahu aku yang sebenarnya. Apa kau dan Lin Zi diam-diam pacaran?
Cheng Mei : Yun Duo, jangan bicara sembarangan. Bagaimana bisa kau berpikir begitu?
Yun Duo : kau benar-benar berpikir bahwa aku bodoh? Pertama-tama, kau pernah mengira kalau Lin Zi adalah idolamu, benar? Mungkin ada sesuatu darinya yang menyerupai idolamu. Kedua, selaha kalian  kembali dari wawancara Universitas Olahraga Utara, kalian sering bersama (Cheng Mei hanya tersenyum) terkadang saat bekerja, aku melihatmu diam-diam memandangnya.
Cheng Mei : kau salah paham. Tidak ada apa-apa antara aku dan Lin Zi. Hanya…
Yun Duo : hanya apa?
Cheng Mei : aku memang punya kesan baik pada Lin Zi.
Yun Duo : kau Guru Sungguh menyukai dia?
Cheng Mei : pelan-pelan!
Yun Duo : aku benar-benar menyukai dia, kan?
Cheng Mei : jika bilang iya, apa kau tidak setuju?
Yun Duo : tidak setuju apa? Kau menyukai seseorang membuatku senang dan gembira. Apa kau mau aku menjadi mak comblangmu?
Cheng Mei : tidak perlu.
Yun Duo : meskipun aneh bagi Lin Zi mengubah ke profesi kita tanpa pendidikan sebelumnya, dia pemuda baik yang memiliki mimpi dan tujuannya. Setalh bekerja bersama dia untuk semenatar waktu, kupikir dia memang benar-benar orang yang baik.
Cheng Mei tersenyum mendangar apa yang dikatakan Yun Duo tentang Lin Zi.